Lintas Alam Luar Jalur

Lintas Alam Luar Jalur
Kesalahan 3


__ADS_3

Teng...!! Teng..!! Teng...!!


Jam sudah menunjukkan pukul 16:00, satu persatu murid nampak keluar dari kelasnya masing-masing begitu juga dengan guru-guru yang telah selesai mengajar.


Terlihat aca sedang menunggu seseorang di depan kelasnya. Tidak lama kemudian Randy datang menghampiri.


"Ma ma maaf la lama, ta ta tadi a aku tu tu tugas pi pi piket ke ke kelas du du dulu" ucap Randy dengan wajah sedikit tidak enak kepada aca.


"Iya ga papa, ayo" kata aca mengajak Randy meninggalkan kelas.


***


"Sttt gimana udah ada tanda-tanda belum?" tanya Santi yang sedang bersembunyi di balik dinding kelas sambil memegang tali.


"Belum....sabar...!!!" Kata Eka sambil melihat kekiri dan kekanan.


"Auu nih, pegel gue " ucap Dinda yang juga sedang jongkok sambil memegang tali di sebrang Santi.


"Elo gimna sih re, katanya aca mau ke perpus lagi... Tapi mana ini udah setengah jam kita di sini" kata Amel sambil melihat jam tangannya.


"Ya ga tau, tapi beneran loh gue tadi pagi liat aca ngobrol sama Rey di depan lorong, mau ngapain lagi coba kalo bukan janjian buat ke perpus lagi" kata rere antusias.


"Ya ampun Rere gue kira lo beneran dengar" kata Eka sambil menepuk jidatnya.


"Eh ya udah udah.. kita tungguin aja 15 menit lagi" kata Amel mencoba menghentikan perdebatan sambil melihat jam Tangannya.


"Ya udah bener ya 15 menit" kata Dinda yang Nampak sudah kelihatan lelah menunggu.


"Eh stt sstt sembunyi ada yang datang" kata Eka bersembunyi di balik pintu kelas yang sudah kosong.


Prok.. prokk .. prok. !!!


Terdengar deru tapak kaki orang yang sedang melaju.


Srett..!! ( Tali di tarik ) dan .. brukkk!!!!


"Aduhhh" teriak seorang gadis yang tersandung tali yang di tarik oleh Dinda.


"Tina lo ga papa" kata aldi menghampiri tina yang terjatuh di bawah.


"Dinda ..santii ..kenapa di Tarek talinya" kata Amel dengan mata melotot dan sedikit merendahkan intonasi Suaranya sehingga terkesan sedikit berbisik.


"Ehehe ya maap, gue kira tadi lo ngasih kode" jawab Dinda cengengesan.

__ADS_1


"Iya gue kira juga gitu" kata santi sambil mencoba berdiri keluar dari tempat persembunyiannya.


"Ooooo, jadi ini kerjaan kalian semua hahh" ucap Tina yang di bantu berdiri oleh Aldo.


" Eee kaborrrrr...!!! Jerit Amel dan kawan-kawannya mencoba berlari dari amukannya Tina.


Dinda dan Santi benar-benar tidak tau jika suara langkah kaki berlari itu adalah milik Tina. Tina yang jago pencak silat membuat Amel dan kawan-kawannya begitu takut akan kemarahan Tina.


"Woi nenek sihir jangan lari lu, sini gue habisin lo" teriak tina ikut berlari mengejar mereka


"Eh tin tunggu" teriak Aldi dan Aldo yang juga coba mengejar Tina.


***


~ Beberapa Menit kemudian..!! Meraka telah sampai di parkiran.


"Hhhh gila badan gue cape banget habis lari-larian" ucap Amel dengan nafas terengah-engah.


"Hhhh iya gue juga" kata Eka sambil memegang kedua lututnya.


"Untung aja tuh Tina di pegangin oleh dua temannya, coba kalo ga bisa habis nih Kita" Kata Dinda dengan nafas yang tidak beraturan.


"Eh Ini juga gara-gara lo Din" pekik rere kesal.


"Eh kok cuma gue, Santi juga tau" kata Dinda membela diri.


"Emm kalian deluan aja deh, gue sama Dinda mau nyari buku dulu ke perpustakaan" kata Santi sambil menyentuh pundak Dinda.


"Loh san kenapa harus gue sih, kan gue cape" kata Dinda sedikit merengek.


"Dinda-dinda kan rumah kalian deketan, ya udah kalo gitu gue pulang Luan yah" kata Amel sambil mengendarai mobilnya.


"Dahhh" kata Eka yang duduk di kursi depan bersebalahan dengan Amel, serta Rere yang duduk di kursi belakang.


Setelah melambaikan tangan kepada Amel, Eka dan Rere , Santi dan Dinda kemudian berjalan bersama-sama menuju perpustakaan.


"Kenapa ga besok aja sih nyari bukunya, perpustakaannya kan ga lama tutup nih" ucap Dinda sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 16:52.


"Duh ga bisa Din, tugasnya itu udah harus dikumpul besok" kata Santi sambil mengerutkan keningnya.


"Elu nya juga sih ngaret, ya udah ayo entar keburu magrib lagi" kata Dinda sambil menengok kekanan dan kekiri melihat keadaan sekolah yang telah sepi.


Saat sampai di sana nampak seorang penjaga sekolah sedang mencoba menutup pintu perpustakaan.

__ADS_1


"Eh pak sebentar, jangan ditutup dulu" kata Santi sambil menghampiri pak anton sang penjaga sekolah.


"Iya pak kita mau cari buku buat bahan belajar, sebentar... aja" ucap Dinda dengan menyatukan kedua tangannya bersikap memohon kepada pak Anton.


"Oh ya sudah, kalo gitu bapak mau tutup ruangan yang lain dulu yah. Kalo sudah selsai cari bukunya langsung ditutup saja pintu perpustakaan nya, nanti bapak yang kuncikan." kata pak Anton sambil memegang pintu perpustakaan.


"Baik pak terimakasih" kata Santi dan juga Dinda sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam perpustakaan.


"Eh gimna biar cepat, kita mencar aja cari bukunya." kata Santi memberi saran.


"Ih kenapa harus mencar sih, kan gue takut tau." kata Dinda sambil sambil memegang lengan kanan santi.


"Ih apaan sih lo kek anak kecil aja, cepat sana mencar. gue di bagian kiri dan lo di bagian kanan" kata Santi sambil melepaskan tangannya dari genggaman Dinda.


"Ah ya udah deh, demi biar cepat selsai" ucap Dinda sambil berjalan ke sudut kanan untuk mencari buku.


Baik Santi ataupun Dinda sedang sibuk sendiri mencari buku diantara rak-rak buku, akan tetapi Santi merasakan hal yang tidak nyaman, seperti ada yang mengawasinya.


Settt...!! Bayangan hitam lewat di antara rak buku dekat Santi dengan begitu cepat. Santi seketika menoleh ke arah tersebut, akan tetapi tidak ada siapapun di sana. Santi lalu pindah ke rak lain mencari buku di sana. Lalu..


Settt ...!! Bayangan hitam itu lagi-lagi lewat dengan cepat namun dapat dilihat melalui ekor mata santi. Dengan cepat Santi langsung mengikuti arah perginya bayangan hitam tersebut akan tetapi nihil. Ia tidak melihat siapapun di sana.


Santi membalikkan tubuhnya hendak kembali ke rak tempat ia mencari buku sebeyum. Deg .. seketika Santi terkejut mendapati sosok bertopeng dengan pakaian serba hitam berdiri tepat didepan wajahnya.


Dinda...!!! Teriak Santi dari kejauhan.


Hal itu membuat Dinda seketika menoleh dan mencoba memastikan suara yang ia dengar, apakah itu suara Santi atau hanya persaan nya saja.


Perpustakaan yang cukup besar dan terdapat banyak rak buku di dalamnya membuat Dinda tidak bisa mendengar jelas suara Santi saat berteriak.


"Santii... Lo panggil gue..!! Ucap Dinda dengan sedikit berteriak dan mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


Ia tidak melihat siapapun, bahakan teriakan Santi tadi seakan tenggelam dalam kesunyian.


"Sepi banget sih, Santi...!!! lo ga ninggalin gue kan?" Ucap Dinda sambil berjalan menyusuri perpustakaan yang luas itu.


Set....!! Sosok bayangan hitam itu lewat di belakang Dinda, Dinda seketika menoleh kebelakang namun ia tidak melihat siapapun di sana.


"Santi...!! Jangan bercanda deh ini ga lucu..!! Lo di mana sih..!!" Ucap Dinda sedikit berteriak dengan wajah panik.


Tekk..!! Terdengar suara buku terjatuh dari sudut kanannya, Dinda kemudian menengok ke sumber suara. Wajah Dinda seketika berubah menjadi panik, ia lalu mencoba pergi menjauh dari sumber suara buku yang terjatuh tersebut. Ia enggan sekali memerika siapa yang menjatuhkan buku itu.


Dinda berjalan mundur perlahan saat ia hendak berlari seketika ..

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2