
Aca berjalan bersama Rendy melewati lorong yang menuju ke lapangan.
"Aca...!! Aca...!!, Tunggu" teriak Rey dari kejauhan.
Aca yang mendengar Rey telah memanggil namanya Seketika melangkahkan kakinya untuk belari. Akan tetapi saat ia merasakan nyeri pada kakinya akhirnya ia mengurungkan niatnya tersebut.
"Loh aca kaki kamu kenapa" tanya Rey sambil berjalan menghampiri aca dan Rendy.
"Ke ke kemarin, a aca ja jatuh" jawab Randy yang berdiri di samping aca.
Rey kemudian diam sesaat sambil mengamati kaki aca "kamu ga papa" tanya Rey cemas.
"Ga papa" jawab aca dingin kemudian beranjak pergi menjauh dari Rey.
"Aca tunggu, aku masih perlu bicara sama kamu" ucap Rey sambil berdiri di depan aca mencoba menghalangi jalannya.
Aca hanya diam sambil membuang pandangannya kearah lain.
"Kemarin aku nungguin kamu di perpus, tapi kenapa kamu ga ada datang ?" tanya Rey dengan wajah bingung.
"Rey maaf, aku rasa kita ga usah berteman lagi ataupun belajar bareng lagi" jawab aca dingin kemudian kembali berjalan meninggalkan Rey.
"Aca kenapa ya, apa ini ada hubungannya dengan surat kemarin" ucap Rey pelan sambil mengerutkan keningnya.
"Su su surat ?" Ucap Rendy yang tidak sengaja mendengar apa yang telah di ucapkan rey barusan.
"Iya surat, jadi gini. kemarin aku ketemu surat yang berisi ancaman agar aku menjauh dari aca tidak hanya itu_ ." seketika kalimat Rey terhenti, ia sedikit ragu untuk menceritakan sosok yang ia lihat ketika ia menemukan surat tersebut.
"Se se seperti nya ka kamu i i ikuti sa saja, a apa ya yang te te tertulis di su su surat i itu" ucap Randy sambil menunjukkan eksperesi cemas.
"Emang nya kenapa ?" Tanya Rey kini wajah nya begitu serius memandang Randy.
"Ka ka kamu li liat ka kaki a aca ya yang s s sakit, i i itu ka ka karena Ki kita ga i i ikuti a apa ya yang te te tertulis di su su surat i i itu ke ke kemarin." Ucap Randy sambil memandang aca yang sedang berjalan ke kelas.
"Surat, kalian juga dapat surat? " tanya Rey makin penasaran.
" I i iya se se sepertinya, i itu da daring o o orang ya yang sa sama, ya u udah a aku ke kembali ke kel kelas du du dulu" jawab Randy kemudian beranjak pergi meninggalkan Rey.
Rey kemudian diam membisu, " tapi apa isi surat yang mereka terima yah" ucap Rey dalam hati sambil melihat Randy yang berjalan menuju kelasnya.
Teng..!! Teng...!! Teng..!!
Suara bel masuk seketika menyadarkan rey dari lamunannya.
"Oi oi minggir awas....!!!" Teriak Tina heboh dari kejauhan nampak ia sedang berlari bersama Aldi dan aldo menuju kelasnya.
Rey kaget kemudian menyingkirkan tubuhnya agar tidak ditabrak.
"Kalo berdiri tuh jangan di jalan" kata Aldi saat melewati Rey.
"Auu nih " seru Aldo saat melewati rey.
"Auu nih" ejek Rey kemudian melangkahkan kakinya menuju kelas.
__ADS_1
"Eh lu ngolok gue ya" kata Aldo seketika muncul sambil menepuk pundak Rey dari belakang.
"Aaakk" teriak Rey kaget karena seingatnya Aldo telah pergi melewatinya.
"Eh apaan sih lu, lu kira gue hantu ?" kata Aldo heran
" Eheheh Enggak kok enggak" kata Rey kemudian ia langsung berlari menuju kelas nya.
"Eh tunggu oi, malah kabur" teriak Aldo mencoba menyusul.
"Eh sebentar ada chat grup nih, jam pertama ga ada gurunya" kata Tina sambil menatap ponsel miliknya"
"Ah yang bener..!!" Aldo seketika menghentikan langkahnya dan mengurungkan niatnya untuk mengejar Rey.
"Iya ni bener " kata Tina sambil menunjukan ponselnya kepada kedua temannya.
"Ya udah ke kantin dulu yok. laper" kata aldi sambil mengelus perutnya.
"Boleh tuh" kata tina dan Aldo antusias.
***
"Hei guys semalam Rey balas DM gue loh" ucap Amel saat hendak duduk di kursinya. Kursi Amel berada di barisan ke dua dari depan dan berada di dekat jendela yang pemandangan langsung mengarah ke lapangan.
Mereka 1 geng tersebut duduk sebaris dengan barisan Amel. Kursi paling Depan diisi oleh santi, kursi kedua diisi oleh amel, kursi ke tiga diisi oleh Eka, kursi ke empat diisi oleh Rere dan kursi ke lima diisi oleh Dinda.
"Oh ya btw kok bisa Rey balas DM loh" tanya Eka sambil menyentuh pelan pundak Amel.
"Jadi gini ceritanya, gue kan DM ( hai Rey selamat malam) terus dia balas (malam)" kata Amel sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Eka.
"Yaaa !!, belum lah, kan baru di balas DM" kata Amel sambil mengerutkan keningnya.
"Ya Ela gimna sih, dari dulu DM mulu ga minat minta" saut Dinda dari belakang.
"Eh Dinda, elo itu gimna sih. Ya semua itu butuh proses kali " kata Rere membela Amel.
"Nah bener tuh" kata Amel seru.
"Eh bentar deh, gue ada oleh-oleh dari mama gue semalem" kata Amel sambil meletakkan hp nya ke dalam laci dan mencoba mengambil oleh-oleh yang ada di dalam tasnya.
"Wah oleh-oleh, mama lu dah pulang dari Berau" kata Dinda antusias.
"Udah dong, nih" kata Amel sambil memberikan satu persatu bungkusan paper bag yang berisi oleh-oleh dari mamahnya.
"Iiii makasih" kata teman-teman Amel serempak.
"Iyaaa sama-sama " kata Amel sambil mengambil hp nya lagi yang ada di laci.
"Loh apa ini?" Kata Amel sambil mengerutkan keningnya. Ia merasa menyentuh sebuah lipatan kertas di dalam laci nya.
"Ih apaan tuh, sampah ?" Kata Eka yang ikut heran melihat kertas yang diambil Amel dari dalam lacinya.
"Ih sembarangan, gue ga pernah buang sampah di laci kalee" kata Amel sambil menatap Eka yang menuduhnya membuang sampah sembarangan.
__ADS_1
"Eh bentar deh, tapi keliatannya itu bukan sampah" kata Santi sambil mengambil lipatan kertas tersebut dari tangan Amel.
"Apaan tuh surat yah" kata Rere yang melihat Santi membuka lipatan kertas dari kejauhan.
"Ha surat ...!! Mana mana gue mau liat " kata Dinda antusias menghampiri Santi Yang ada di depan.
"Emmm guys kalian bisa ke sini bentar ga?" Kata Santi dengan wajah panik.
Amel, Eka dan Rere kemudian beranjak dari tempat duduknya. Mereka lalu berkumpul hingga membentuk sebuah lingkaran dan akhirnya mereka membaca bersamaan yang tertulis dalam kertas tersebut.
"Hai, jika kalian baca surat ini, selamat itu artinya kalian dalam bahaya, sebaiknya kalian harus hati-hati, dan ingat jangan pernah kalian ganggu aca lagi. By A"
"Apa jangan ganggu aca lagi, ini yang nulis aca?" Ucap Eka heran sambil menunjuk kertas yang di pegang oleh santi.
Seketika Amel melempar pandangannya ke arah aca. Ia marah sekaligus panik dengan apa yang tertulis di surat itu. ia kemudian merampas kertas yang ada di tangan santi lalu ia berjalan ke arah aca.
Prakkk....!! "Ini apa maksudnya hah, lo ngancem kita" kata Amel sambil memukul meja dan memperlihatkan kertas yang ada di tangannya.
Aca hanya diam dan menuduk tidak ingin menganggapi Amel.
"Eh lo jawab, lo pasti mau cari aman kan dengan ngancem ngencem kita kek gini" kata Eka sambil memegang rahang bawah aca dengan tangan kanannya lalu menariknya hingga aca mendongakkan wajahnya memgahadap amel.
"Dengar ya cupu, kita ini bukan anak kecil yang bisa dengan mudah lo b*d*in" kata Santi sambil mencoret-coret muka aca dengan sepidol papan tulis.
"Dan kita juga ga pernah takut dengan semua ancaman-ancaman yang lo tulis di surat itu" kata rere sambil ikut mencoret muka aca dengan sepidol.
"Betul" kata Dinda sambil berdiri dan memfoto muka aca yang telah tidak karu-karuan.
"Awas aja kalo lo sampe macam-macam sama kita, bakalan habis lo" Kata Amel dengan senyum licik, kemudian berjalan meninggalkan meja aca begitu juga dengan teman-temannya.
Aca hanya diam membisu,mata nya terus menatap tajam ke arah Amel dan teman-temannya.
"Apa lo liat-liat" kata Amel yang hendak duduk di kursinya.
Aca kemudian beranjak dari kursinya lalu berlari keluar kelas menuju toilet untuk membersihkan wajahnya.
Brukk!! "Eh ati ati lu" kata Tina yang baru saja selesai dari kantin kemudian tidak sengaja tubuhnya ditabrak oleh aca. Aca hanya diam kemudian berlari ke arah toilet.
"Kenapa lagi tuh dia" kata aldi heran melihat aca yang sudah tidak karu-karuan.
"Paling ulah nenek sihir lagi" kata Tina berjalan masuk ke kelas.
"Kek nya lo harus ajarin dia pencak silat nih, biar dia ga di bully terus" kata aldo sambil menepuk pundak Tina.
"Itu dia masalahnya dia ga mau" kata Tina sambil hendak duduk di kursinya.
Tak lama kemudian aca kembali dari toilet dan langsung duduk di kursinya.
"Ka ka kamu g ga papa, i i ini a aku a a ada sa sa sapu ta tangan" kata Rendy menghampiri aca yang nampak wajahnya begitu basah setelah mencuci muka.
Aca hanya mengangguk pelan kemudian mengambil sapu tangan yang di berikan Rendy.
***
__ADS_1
Bersambung