
suasana di ruangan kamar terasa aneh, bingung dan sangat - sangat canggung bagi Lluvia dan juga Meerqeen.
Lluvia pun berinisiatif untuk segera mandi terlebih dahulu, karna dia merasa sangat Gerah dan sangat lelah dia ingin secepatnya beristirahat .
Lluvia pun bergegas untuk menuju kamar mandi dengan gaun yang masih menempel di badannya dia bergegas masuk ke dalam kamar mandi .
setibanya di kamar mandi , ia pun merasa kebingungan.
" Menarik nafas panjang , bagaimana ini ? " Gumamnya lirik" AAHHHHH Gimana bisa mandi dengan gaun seperti ini ? oh tuhan ? "
" meminta tolong dengan siapa lagi coba ? aduh ? Lluvia pun menatap dirinya di cermin kamar mandi hotel . Sungguh dia sangat - sangat lelah sekali . Dan gaun ini menyulitkan nya "
" Apa aku harus meminta bantuan dia tapi aku ? Aahh gimana dong ? eem . hampir lima belas menit Lluvia terduduk kebingungan dengan gaun yang dia kenakan .
Meerqeen Masih terduduk di sofa masih sibuk mengunakan smartphone nya , untuk mengecek email masuk . yang di kirim Arsenal . Karna besok mereka harus kembali ke Amerika serikat lagi karna banyak meeting penting antara perusahaan besar .
ketika Meerqeen sedang sibuk dan fokusnya tiba-tiba dia mendengar suara pintu terbuka tapi dia masih menghiraukannya tiba - tiba ada suara memanggil dirinya.
" Suuutt , suuutt hei kamu ?"
Meerqeen pun menongak melihat suara asal suara, dengan wajah bingung ya .
" kenapa dia belum mandi , bukankah dia sudah lama masuknya " batin Meerqeen dalam hati
" sini ? bisa bantu aku sebentar ? " tanya Lluvia terlihat memelas .
Meerqeen pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Lluvia di pintu kamar mandi.
Ia memasang raut datarnya jujur dia merasa serba salah.
__ADS_1
" Hem , ada apa ? "
Lluvia pun mengajak Meerqeen masuk kedalam kamar mandi..
" Tuan Alexander bisakah kau bantu ku membuka resleting Gaun dan tari yang terikat dipunggung ku ini ? " pinta nya memelas
Meerqeen pun terkejut , dia sebenarnya belum siap untuk berdekatan dengan gadis ini sungguh rasanya begitu sulit.
" hey , !! tuan Hey Hey !! " Lluvia mengibar tangan nya, Meerqeen pun tersadar dari lamunan
Lluvia segera berbalik arah menghadap cermin kamar mandi, Meerqeen pun perlahan membuka resleting gaun istrinya . ia merasakan bawah ia begitu terpanah melihat punggung putih susu yang begitu bersih tanpa noda kulit sedikit pun, halus putih seperti porselen Yang halus.
Meerqeen meneguk air liurnya pun terasa tercekat Sungguh , Dia lelaki normal melihat sedikit saja sudah mampu membuat juniornya menegang sempurna.
" Lluvia pun sama Gugupnya untuk pertama kali tubuhnya di lihat seorang laki - laki , Dan lelaki tersebut adalah suaminya " Jujur dia begitu malu
Dia sering tidur dengan banyak wanita, namun untuk pertama kalinya dia melihat bidadari cantik sempurna yang dikirim tuhan untuk menjadi Ratunya .
" Terimakasih " ucapnya malu . Lluvia pun langsung mendorong Meerqeen keluar dari kamar mandi
Meerqeen pun keluar , Ada senyum terlukis di bibirnya bagaimana bisa ?
Banyak wanita yang suka rela mengurung dirinya agar bisa bersamanya untuk menikmati tubuhnya, Namun istrinya ini malah berbanding terbalik dia terlihat sungguh tak ingin miliknya dilihat oleh Pria lain padahal itu adalah suaminya sendiri.
Meerqeen pun menghela nafas sungguh dia merasa Frustrasi akan kejadian tadi sungguh junionya berdiri dengan begitu sempurna hanya melihat punggung nya saja. biasanya banyak yang memperlihatkan tubuhnya tanpa sehelai benang pun dia saja sulit untuk berdiri
Setelah cukup lama menenangkan kan juniornya akhirnya , Junior nya pun tertidur juga . sungguh mengesalkan
dia pun terpejam untuk beristirahat sebentar tiba- tiba pintu kamar mandi terbuka dia melirik sekilas.
__ADS_1
Nyatanya yang keluar merupakan sosok bidadari yang baru selesai mandi , Dengan towel clothes yang membalut tubuh indahnya yang sempurna. Tiba-tiba juniornya pun terbangun.
" Dasarnya,bagaimana bisa kau berdiri hanya melihat pemandangan yang biasa saja , bisa membuat mu berdiri " Batin Meerqeen dalam hati mengumpat diri sendiri
Meerqeen sangat terpesona dengan wajah Lluvia tanpa makeup sungguh natural , dengan Bibir seksi mungil yang begitu ranum merah pink cantik ,rambut panjang yang basah setelah mandi terkena air menambah ke sempurna yang luar biasa yang di miliki seorang gadis yang bernama Lluvia .
Lluvia berlalu saja melewati walk in closed untuk mengenakan pakaian . Meerqeen pun bangkit untuk membersihkan tubuh , dan harus menuntaskan yang seharusnya dituntaskan "
" Baju apa ini , kenapa kurang bahan semua " Lluvia sungguh di terkejut dengan isi lemari pakaian yang ada di di hotel
" Aduh , seperti ini agak lumayan walaupun agak sedikit pendek di ataspaha . namun bisa menutupi tubuh di atas dengan baik "
" Mengenakan piyama tidur ini saja , rasanya seperti ingin terlihat ingin mengodanya " Gumamnya lirih " Tidak adakah pakaian yang lebih pantas "
Lluvia sadari Meerqeen sudah sejak dari tadi memperhatikan dirinya memandangi baju yang menempel ditubuhnya dengan begitu sempurna dan cantik.
" Kenapa , Hem ? " tanya Meerqeen lembut tapi masih suara kas datarnya
Luvia pun terperanjat mendengarkan suara yang tidak lama ini sangat asing di telinga nya Lluvia pun berbalik dan mendapatkan Meerqeen sudah berdiri dengan begitu sexy nya di ambang pintu mengunakan handuk dibagian pinggang. Menunjukkan Tubuh kekar dan seksi nya.
Lluvia pun segera berbalik membelakangi Meerqeen
" Ayolah tuan , bisa kah kau mengunakan pakaian mu segera. sungguh mata suci ku ini ternodai untuk pertama kalinya melihat tubuh seorang laki-laki "
Meerqeen pun hanya tersenyum merasa sangat Lucu memiliki istri yang begitu Ceplas ceplos tengilnya.
" Tuan kesini mau apa "
" menurut mu aku ingin apa "
__ADS_1
" Lluvia pun melotot melebarkan matanya, Oh yayaya tuan ingin berpakaian "
Lluvia pun segera ingin meranjak keluar dari walk in closed, melewati Meerqeen Dengan gerakan cepat, Meerqeen pun hanya tersenyum dan merasa lucu