
Hari ini Lluvia Memutuskan untuk berkunjung ke cafe sang sahabat d'nata ia sudah lama tidak bertemu dengan para sahabat nakalnya itu.
pagi tadi ia sudah meminta izin dari meerqeen untuk menemui sahabatnya atas perihal tentang Resepsi pernikahan mereka Lluvia berniat untuk mengundang sahabat -sahabatnya, yaitu Dhanio, D'nata , Cristian, abileo dan Ainsley . kelima sahabat seperjuangan hidup dan mati , Hihihi.
Lluvia keluar dari mension ia mengunakan mobil BMW M8 Competition, Milik sang suami. kemaren ia sempat ingin mengunjungi sahabat nya namun ada perihal yang membuat ia menunda menemui sahabatnya.
jadi hari ini ia sempatkan untuk menemui sahabatnya karna , setelah Fitting baju pengantin Mereka kembali ke mension bersama sang mertua . setelah selesai dengan aktivitas nya ia pun memutuskan untuk pergi berniat menemui sahabat nya itu untuk ia undang ke resepsi pernikahannya nanti
Lluvia berjalan dengan santainya , entah keadaan sore ini agak sedikit tenang tidak terlalu banyak kendaraan yang berlalu lalang karna waktu weekend. sedang asik mengemudi sambil mendengarkan musik. Tiba-tiba mobil miliknya, sengaja di tabrak seorang laki-laki mengunakan setelan jas hitam . yang membuat ia sungguh terkejut.
" Ah " Teriak sang lelaki.
" Ya ampun kenapa dia bodoh sekali , Menabrak diri ke mobil!? " Gumamnya sedikit kesal. ia pun keluar untuk memastikan keadaan sang pria.
" Maaf , Anda tidak kenapa - kenapa-kenapa!? " tanya Lluvia kepada sang pria
sang Pria masih terlihat merintis kesakitan dan terlihat di bagian tangannya keluar banyak darah seperti luka benda tajam.
" Maaf tuan bagaimana apakah ada yang sakit !? " tanya Lluvia lagi yang saat ini mulai terlihat panik .
sang lelaki itu pun masih terlihat kesakitan ditangannya dan tidak memperdulikan keberadaan Lluvia.
" Mari saya bantu"
Lluvia pun mengangkat sang laki- laki untuk duduk di pinggir trotoar jalan,
" Tunggu sebentar "
Lluvia mencari peralatan obat P3K untuk membantu mengobati luka sang laki laki.
sang pria tersebut masih saja meringis kesakitan, karna belati yang sempat melukai tangannya ini sepertinya mengandung racun yang membuat rasanya semakin sakit.
Tanpa basa-basi Lluvia pun membuka jas sang laki-laki. merobek lengan kemeja sang laki-laki. ia pun langsung mengobati luka ditangan sang pria dan memasang kan sebuah perban .
sang laki-laki pun mengangkat wajahnya, Tiba tiba ia terdiam untuk kesekian detik . detak jantungnya pun terasa kencang. untuk pertama kalinya ia melihat perempuan yang begitu cantik ada di hadapannya.
Lluvia pun mengibas ngibaskan tangannya didepan wajah pria tersebut.
" Tuan bagaimana ?apakah kau baik-baik saja!?." tanya Lluvia
sang lelaki itu pun masih termenung dialam lamunan nya
" Hey tuan " teriak Lluvia sedikit kencang
" Aaah iya , Aku , aku merasakan kesakitan ditangan ku " jawaban sang pria.
" kenapa anda bisa berakhir menabrak mobil yang aku kendaraani? apakah ada yang mengejar mu ? " tanya Lluvia lagi
" iya tadi ada orang yang mau merampok ku "ucap sang pria berbohong
" Baiklah, tapi bagaimana luka mu parah " ucap Lluvia lagi
__ADS_1
" Bisakah aku meminjam ponsel mu ? " tanya sang pria, em bisa Lluvia pun mengeluarkan smartphone.
" ini pakailah " ucapnya kepada sang pria
laki-laki tersebut menghubungi sebuah nomor entah , nomor siapa itu !.
" Jack ini aku !? " ucap sang pria
" iya tuan, tuan ada dimana? " tanya si penelepon diseberang yang terlihat panik
" Aku ada dipinggir jalan kota " ucap sang pria sesekali Merinti ketakut.
" apakah terjadi sesuatu dengan mu tuan ? baiklah aku akan segera kesana " ucap si penerima telepon
Si pria pun mematikan sambungan telepon sepihak.
" Terimakasih " ucap sang pria , sang pria mengembalikan ponsel Lluvia
Lluvia pun mengangguk dan tersenyum
" Maaf menabrak mu tadi " ucap Lluvia
" Tidak aku yang menabrak mobil yang kau kendara i " jawab sang pria.
setelah sekian detik terdiam " ponsel Lluvia pun berdering"
*Nada panggilan*
" Hallo " panggil Lluvia
" queen, kau dimana !? " tanya dhanio kepada Lluvia
" Ah , aku aku sedang dijalan , sebentar lagi aku akan sampai " ucap Lluvia kepada dhanio.
" segeralah kesini kami , menunggumu. Aku sudah tidak bisa mencegah mereka lagi" ucap sang sahabat karna hanya dhanio yang tahu Lluvia mau menemui mereka, sedangkan sahabat lainnya mereka tidak tahu
" baiklah , tunggu aku segera kesana" jawab Lluvia memutuskan hubungan telepon sepihak
Lluvia pun mendekati sang pria,
" Bagaimana keadaan mu apa lebih baik !? " tanya Lluvia.
" Ya , aku merasa baik " ucap sang pria
Lluvia pun mengangguk " Kalo memang begitu, Maaf boleh aku pergi ? "
sang pria pun memandangi Lluvia lekat-lekat agar ia selalu teringat bidadari cantik di depan wajahnya .
" Hey, Apakah kau dengar aku !? " tanya Lluvia berusaha menyadarkan lamunan sang pria untuk Yang kedua kalinya.
" Ah ya , apa !? " tanya sang pria
__ADS_1
" Aku ingin pergi, karena ada yang menunggu ku " ucap sang pria.
" Em , ya baiklah " ucap sang pria itu
Lluvia berdiri dan tersenyum lembut dan sangat cantik, " Maaf sekali lagi " , sang pria pun hanya mengangguk. Mobil Lluvia sudah bergerak menuju tujuan awalnya , ia ingin segera sampai karna sahabat -sahabatnya itu ingin berusaha pergi, semenjak Lluvia tidak bersama dengan mereka persahabatan pun agak sedikit berbeda karena mereka. memilih menyibukkan aktivitas mereka masing-masing. setelah menempuh perjalanan akhirnya Lluvia sampai ia memarkirkan mobilnya di depan cafe d'nata.
*Di tempat sang pria "
setelah pergi nya kendaraan Lluvia, ada sebuah mobil mewah menjemput sang pria tersebut.
" Bagaimana tuan !? " tanya pria yang terlihat khawatir bernama Jack itu
" tidak Jack aku baik , setelah di tolong bidadari cantik "
Jack pun mengerutkan keningnya ,"bagaimana , Apa bidadari cantik, !? " batin jack
" Ayo Jack kita pulang ,hubungi dokter keluarga. belatih yang digunakan oleh orang-orang yang menyerangku , terdapat racun , dan racun ini telah menyebar " ucap sang pria kembali merasakan kesakitan
" Mari tuan saya bantu " Jack pun memapah Sang tuannya untuk memasuki mobil
" bertahanlah tuan " ucap asisten pribadi sang pria . si pria pun terdiam rasanya kesadaran dirinya akan segera hilang.
" Cafe d'nata "
Lluvia memasuki cafe dan menuju ruangan VVIP tempat mereka biasa berkumpul diruangan terkhusus untuk mereka.Lluvia mengeras pintu dan masuk semua sahabat-sahabat nya mengarah pandangan mereka kepada pintu yang bergeser tersebut !? Bagaimana tidak waktu sekian detik terasa berhenti sejenak . Dhanio, D'nata , Cristian, abileo dan Ainsley .mereka sedikit terbengun melihat penampilan perempuan yang begitu cantik memasuki ruangan berkumpul mereka.
" Llu ... Lluvia " ucap dhanio memanggil Lluvia ia terkejut melihat penampilan Lluvia sekarang
Para sahabat - sahabat yang lain pun menoleh kepada dhanio seketika, setelah menyebut nama Lluvia.
" Iya ini aku " Ucap Lluvia tersenyum dan merentangkan tangannya.
sekian detik pun para sahabat -sahabat berganti Melihat ke arah Lluvia, yang berdiri di depan pintu ruangan VVIP mereka.
" Ah Lluvia " gumam mereka kompak
" Ya ini aku " jawab Lluvia, sekian detik pun mereka berhamburan memeluk Lluvia bergantian.
" ini sungguh dirimu " tanya Cristian masih tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.
" iya ini aku" Lluvia pun memeluk Lluvia
" Ayo kita duduk dulu" ajak d'nata
Mereka pun duduk dan merek masih memandangi Lluvia, lekat -lekat entahlah, mereka tidak menyangka bahwa Lluvia sangat bisa lebih cantik dari wajah cantik sebelum nya ini lebih di kata Perfect melebihi kata sempurna.
" ini sungguh dirimu " tanya anisely masih takjub ia tahu Lluvia memang ORI cantik , tapi ini lebih cantik berlipat ganda.
" ia ini aku ain ? " ucap Lluvia kepada Ainsley
" kau berhutang penjelasan pada kami " ucap abileo
__ADS_1
" Ya benar" ucap Cristian menimpali