
Lluvia pun terbangun dari tidurnya
" EmM !!!! Ommwh enak sekali tidur, ? " Gumamnya
" eh tunggu aku dimana , ? "
" Makhluk itu ke mana kok tidak ada sih ? "
Lluvia pun mengedarkan pandangan nya ke segala arah sudut kamar meerqeen , Hal pertama ia lihat adalah foto pernikahan mereka yang berukuran sangat besar , tertempel di dinding kamar.
Dan satu lagi yang berukuran tidak terlalu besar yang menampilkan sosok lelaki tampan yang berwibawa pemimpin idaman para kaum hawa.
" Lihat wajah mu itu , seperti kanebo kering yang kaku nya melebihi " Gumam lluvia sambil berujar terhadap figuran foto sang suami
" Oh , Begitu kah ? " terdengar suara yang cukup familiar berada di ruangan yang sama dengan nya
" Ah , Kok ada suaranya sih ? wujudnya engga ada . Jangan - jangan SETAN " teriak Lluvia membungkus tubuh nya dengan selimut tebal .
Meerqeen yang berada di kamar itu pun ,melebarkan matanya dengan raut datarnya. untuk pertama kalinya ia di annggap setan oleh seseorang bahkan yang berkata itu adalah isteri nya sendiri.
" Kok geri !!! juga ya ada hantu yang mau ngajak kita ngobrol, aku kan tadi ngomong sendiri" gumam Lluvia Lirih di dalam selimut
Meerqeen pun telah berada di samping ranjang, ia pun mendengar setiap perkataan yang di lontarkan oleh sang istri.
meerqeen pun berinisiatif untuk mengerjai Lluvia, ia pun memegang kaki Lluvia yang sedang meringkuk ke takutan !!!!
Dan terjadilah teriakan Lluvia yang sangat kencang , namun hanya di dengar oleh meerqeen. karna kamar mereka berdua kedap suara.
Lluvia pun segera beranjak dan tiba- tiba ia terjatuh menimpah sosok yang ia umpati tadi .
suasana pun menjadi beku seketika, detak jantung keduanya merasa tak karuan . Mata meerqeen memandang lekat mata Lluvia yang begitu cantik itu. mata mereka saling beradu pandang .
Fokus meerqeen pun dari mata yang cantik tertuju kepada bibir seksi dan mungil yang terlihat sangat lembab dan merona seperti buah semangka.
Lluvia terperanjat , " Maaf aku tidak sengaja " ia pun segera bangkit dari tubuh meerqeen yang kekar itu .
__ADS_1
Meerqeen pun ikut bangkit dari posisi jauh nya tadi bersama Lluvia. meerqeen memandangi lagi wajah gadis yang cantik itu dan berkata.
" Lain kali hati - hati , Tidak ada hantu di sini , yang ada hantu itu hanya lah dirimu? " ujarnya datar sambil tersenyum tipis
" Dasar kau sungguh menyebalkan " ucap Lluvia berlalu meninggalkan kan meerqeen yang masih berada di tempatnya
" Dasar lelaki menyebalkan, beruntung saja ia itu suami , kalo bukan sudah gua hajar " gumam Lluvia dari dalan kamar mandi ia memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu agar ia semakin fresh dan wangi , Dan ia ingin berendam di bathtub dengan harum bunga mawar ia sesuatu yang berkaitan dengan diri nya .
Meerqeen pun di buat begitu bingung seperti apa wanita yang bersama nya ini
Lluvia pun telah selesai mengunakan dress selutut berwarna biru dan berlengan panjang dengan satu kuncir pita biru yang terikat pada rambutnya yang panjang bergelombang begitu cantik. dengan lipstik pink cantik dan memakai skincare. tanpa bedak . ia pun mengunakan sepatu high heels empat cm tingginya yang memiliki tali mengikat sampai betisnya berwarna putih.
Menampilkan kecantikan yang begitu natural, Dan juga anting berlian yang sederhana namun ketika Lluvia yang memakai nya menambah kesan kecantikan yang luar biasa
Ia pun keluar dari walk in closed untuk bertemu keluarga besar Alexander. Lluvia merasa sedikit gugup untuk pertama kalinya berdekatan dengan keluarga dari pihak sang suami .
" aku sudah siap " ujar Lluvia kepada meerqeen
Meerqeen yang menunggu nya pun seketika mengangkat kepala nya yang sejak tadi hanya sibuk dengan benda pipi yang ada di tangannya .
" Lihatlah penampilan nya santai dan sederhana . Namun tetap memancarkan Aura yang luar biasa , aku harus menjaganya dan melindungi Nyonya muda Alexander Pemilik tuan muda Alexander " Batin meerqeen ketika melihat Lluvia entah ini untuk kesekian kalinya ia selalu terpesona dengan sosok wanita di depannya ini.
" Hei ... Hei " sapa Lluvia ketika melihat Meerqeen seperti nya melamun
" Hei tuan , jadi tidak ke temu orang yang berada di mension ini " Lluvia membuyarkan lamunan meerqeen
" Hem, sudah siap ? " sapa meerqeen yang menetralisir kan ke gugupnya ketiak Lluvia sudah berada tepat di depan wajahnya dengan Ekspresi yang susah di artikan
" Melamun kan apa sih sampai segitunya " ujar Lluvia dari dalam batinnya
" Ayo kita turun ke bawah kakak , nenek dan Mommy dan Daddy telah menunggu di Ruang keluarga " ujar meerqeen sambil Menarik dan menggenggam tangan Lluvia dengan lembut yang membuat Lluvia Melebarkan mata karna keadaan yang tiba - tiba.
Lluvia masih melihat jari jemari lentiknya di pegang oleh meerqeen dengan begitu Posesif nya.
" Biarkan saja kapan lagi coba tangan di pegang oleh CEO yang terkenal kejam , dingin dan suka Marah- marah "ujar Lluvia dalam hatinya sambilan tersenyum
__ADS_1
Mereka pun sudah berada di dalam life, meerqeen membuka smartphone nya
memberi tahu kan bahwa ia dan Lluvia sudah di dalam life by sebentar lagi akan sampai .
Semua keluarga sudah bersiap - siap dan lampu utama ruangan Mension sudah di matikan , Agar suprise nya semakin menarik .
Ting. !!! life pun terbuka . meerqeen dan Lluvia pun keluar dari di life .
" Hei kenapa mati lampu " ucap Lluvia yang kebingungan mension gelap gulita
" Tidak mungkin kan orang seperti kamu ,tidak bisa membayar tagihan listrik Mension ini " tanya Lluvia yang membuat Meerqeen jengah bisa -bisanya gadis ini bicara meremehkan namun tidak masuk akal
meerqeen pun punya ide untuk menakuti Lluvia, walaupun gadis ini memiliki keberanian yang luar biasa , siapa sangka ada yang lebih ia takuti adalah hantu dan meerqeen berniat untuk mengerjai Lluvia
" Hei kau mau kemana ,kenapa kau melepaskan genggaman mu ? " Gumam Lluvia Lirih ia mulai merasakan keringat dingin , ia teringat ketika dia di kurung oleh Zalena waktu ia berusia sepuluh tahun . Zalena mengurung nya di suatu ruangan yang gelap sampai pagi . yang membuat ia trauma akan kegelapan karna di ruangan gelap waktu itu ia mendengar banyak suara yang menakutkan bahkan suara tangisan seseorang yang membuat ia takut- takut .
Lluvia pun meringkuk badan nya, ia sudah merasa bergetar yang sangat hebat. ia mulai menangis dan isakan pilu itu terdengar begitu lirih yang dapa di dengar oleh meerqeen yang berada tidak jauh dari Lluvia.
" Apakah ia menangis " tanya meerqeen dalam hatinya
Tiba-tiba ia pun berjalan untuk memastikan keadaan Lluvia bahwa gadis itu tidak menangis karna ia sempat mendengar suara isakan yang begitu lirih tadi
meerqeen pun memegang bahu Lluvia , tiba- tiba Lluvia memeluk nya dengan sangat erat lalu menangis dengan lirih pilunya.
" Kenapa ada apa ? " tanya meerqeen yang mulai panik
" Ja ! ja jangan !!! Tinggalkan aku sendiri lagi dalam keadaan seperti ini, Jangan lagi . Aku mohon !? " ucap Lluvia dengan suara yang begitu menyedihkan
" Maafkan aku, aku tidak akan meninggalkan mu dalam keadaan apapun " ucap meerqeen yang begitu khawatir kenapa sosok yang ia ketahui begitu kuat ini , seperti memiliki ketakut yang begitu dalam.
Meeqeen pun menyatukan dahi nya dengan dahi Lluvia agar ia bisa menguat kan gadis itu lagi.
Tiba-tiba lampu mension menyala Meerqeen dapat melihat ketakutan dan mata yang memerah telah mengalir buliran bening yang keluar dari mata yang indah itu
Meerqeen pun merasa bersalah
__ADS_1