
Lluvia pun keluar mengunakan mobil meerqeen berwarna merah,ia ingin ke perusahaan untuk meminta smartphone, lebih tepatnya ia meminta uang pada pria yang berstatus suaminya itu
Lluvia pun telah memarkirkan mobilnya di Parkiran besmen perusahaan. Lluvia pun berjalan dan tiba di depan perusahaan meerqeen yang bernama " Alexandre Global Company Grup " nama yang sama dengan kartu alamat perusahaan.
..." Gedung yang bagus " Gumam...
Lluvia pun berjalan menuju ke lobby perusahaan ia mengunakan masker dan kacamata miliknya.
Lluvia pun berjalan dengan sangat anggun dan cantik bak modeling Perfesional. semua mata melihat kedatangannya. banyak riak - riuk berbagai omongan yang ia dengan dari karyawan perusahaan suami nya itu .
..." Lihat dia sungguhan terlihat cantik dan anggun!? "...
..." Benar , siapakah dia !? "...
..." ada kepentingan apa nona cantik itu kesini !? "...
..." Bagaimana wajah ya , aku sungguh penasaran dengan wajahnya " ucap seorang pria...
..." iya ! badannya itu loh Keren " ujar karyawan wanita lainnya....
..." mencari siapakah dia di perusahaan!? "...
Yang dapat di dengar oleh Lluvia, Lluvia tetap Lluvia ia terlihat santai dan masa bodoh dengan omongan orang yang berada tidak jauh dari dirinya .
..." Permisi tuan Presdir ada !? " tanya Lluvia lembut kepada Resepsionis di lobby perusahaan...
..." Maaf , apakah anda sudah membuat janji !? " tanya sang resepsionis...
..." Em , belum !? " jawab Lluvia lembut...
..." sebentar nyonya, saya hubungi sekertaris di ruangan untuk menyampaikan keberadaan anda di sini !? "ucap sang resepsionis...
..." Baik, terimakasih!? " ucap Lluvia kepada Resepsionis...
...sang resepsionis pun menelepon sekertaris meerqeen yang berada di ruangan nya....
..." Permisi, Dengan Sekertaris Olive di ruangan Presdir, saya. ingin menyampaikan bahwa ada seorang wanita yang ingin menemui dengan Presdir!? "ucap sang resepsionis kepada sekertaris...
..." Em, baiklah akan saya sampaikan terlebih dahulu !? " ucap sang sekertaris di ruangan suaminya...
...Tok...
...Tok...
...Tok...
..." Masuk " ucap meerqeen kepada sekertaris kedua nya, meerqeen masih sibuk dengan berkas yang berada di tangannya ia tetap fokus pada pekerjaan nya...
..." Permisi tuan, saya menerima panggilan dari Resepsionis bahwa ada seorang wanita yang ingin menemui anda " Ujar sang sekretaris kepada meerqeen...
...Meerqeen pun terdiam sejenak " suruh wanita itu nemuiku diruang " ucap meerqeen kepada sang sekretaris...
..." Baik tuan , saya permisi undur diri !? " ucap olive kepada meerqeen...
Olive pun menghubungi bagian resepsionis bahwa Lluvia boleh menemui sang Presdir di ruangan nya.
__ADS_1
sedangkan Lluvia mendudukkan
dirinya di kursi tunggu bagian perusahaan jika ada tamu yang memiliki keperluan penting di perusahaan
Resepsionis pun menghampiri Lluvia
..."Permisi nyonya " sapa sang resepsionis...
..." em, iya? " jawab Lluvia...
..." nona anda boleh menemui sang Presdir,saya akan mengantar anda menuju life " ucap sang resepsionis...
...Lluvia pun tersenyum ia berdiri dari tempat duduk nya, " Terimakasih" ucap Lluvia " Baik,sama-sama nona"...
Arsenal pun baru kembali ke perusahaan setelah menyelesaikan tugas dari Meeqeen , tiba-tiba Arsenal menangkap sosok kehadiran nyonya mudanya berada di perusahaan sang tuan , walaupun Lluvia menggunakan masker dan kacamata miliknya , Arsenal dapat mengenali dengan mudah sosok yang tidak berada jauh darinya.
Lluvia pun bergerak ingin mengikuti sang resepsionis, tiba-tiba ia dihentikan oleh Arsenal yang menyapanya
..." Permisi,selamat siang nyonya muda " sapa sang sekertaris Arsenal...
..." Em , Arsenal !? " ucap Lluvia...
..." apakah nonya ingin menemui tuan muda !? " tanya Arsenal...
...Lluvia pun mengangguk , baiklah mari akan saya antarkan keruangan tuan muda Nyonya" ujar Arsenal kepada . Lluvia pun melihat kearah resepsionis dan berucap " terimakasih, sudah sangat ramah !? " ucap Lluvia kepada olive. " Sama-sama nona " ucapnya kepada Lluvia...
...Setelah Lluvia dan Meerqeen berlalu pergi menjauh " Apa !? sekertaris Arsenal memanggil nona tadi , dengan sebutan nyonya !? apakah dia istri Presdir " Gumamnya lirih yang hanya dapat di dengar olehnya " tidak mungkin , mungkin saja itu nona Alicia tapi nona tidak setinggi wanita tadi!? " tidak ingin banyak berpikir ia pun menyudahi tebak tebakan nya ....
...Lluvia memasuki life khusus untuk sang Presdir...
..."Mari , Nyonya " ucap arsenal, Lluvia hanya mengangguk. memasuki life dengan waktu beberapa menit Lluvia pun sampai diruang sekertaria penting yang berdekatan untuk menuju ruangan Presdir....
..." Lihat dia terlihat cantik walaupun pakai masker " ucap sang laki laki...
..."susah sangat Lama Presdir kedatangan tamu wanita " Ucap yang lain...
...' mungkin kekasihnya " ucap sang laki...
...Arsenal juta mendengar omongan dari karyawan bahwa nya, jika tidak ada nyonya muda, Pasti ia akan langsung memarahi mereka semua....
..." Ini ruangan tuan, nyonya " ucap Arsenal...
..." Terimakasih Arsenal" ucap Lluvia, " Sama-sama nyonya muda, saya undur diri " ucap Arsenal ia pun meninggalkan Lluvia dan masuk kedalam ruangan nya...
Lluvia pun membuka Hengel pintu ruangan meerqeen. Lluvia tidak mengetuk lagi ia langsung masuk saja. Meerqeen masih sibuk dengan berkas-berkasnya tanpa mengetahui bahwa Lluvia sudah berada tepat di hadapannya diruangan yang sama, Lluvia berdecis "bisa-bisanya ia tidak mengetahui bahwa aku berada dihadapannya " Gumamnya lirih
...sudah cukup lama menunggu akhirnya Lluvia bersuara " Hem , ayolah aku hampir lima menit berdiri berada di depanmu tapi kau tidak sadar itu " ucap Lluvia kesal karna meerqeen tidak merasakan kehadiran nya...
meerqeen pun mengangkat kepalanya , ia kenal dan paham betul suara seseorang yang selalu berani berkata sedikit tinggi kepadanya
Meerqeen berdiri dan menghampiri Lluvia yang sudah lebih dulu berada di sofa ruangan nya.
..." Ada apa , Hem !? " tanyanya lembut dan mendekati Lluvia...
Lluvia sudah membuka kaca mata dan maskernya, Meerqeen terperangah melihat gadis depan nya ini. sungguh luar biasa cantiknya, Ia memakai pakaian casual bermotif bunga yang begitu tertutup namun tetap terkesan sangat seksi ketika Lluvia memakai nya.
__ADS_1
..." Oh , iya maaf aku telah mengunakan mobil Lamborghini Aventador milikmu tanpa izin padamu, karna mobil itu yang aku sukai untuk mengendarai nya " ucap Lluvia...
..." Meerqeen pun tersenyum, Meminta maaf kepadanya !? Dia lupa bahwa dia itu adalah istri ku masih saja Meminta maaf " batin nya....
..." Hei , Hei jangan melihat ku seperti itu!? Ha , mobilmu aman hanya rodanya saja berputar-putar !?" ucap Lluvia dengan guyonan nya...
..."Ayolah meerqeen,!? berhentilah memandangiku seperti itu !? " Ujar Lluvia berdecak kesal...
Meerqeen pun menyentil hidung Lluvia dengan lembut, " Aw sakit " Lluvia pun memanyunkan bibirnya dengan begitu imut dan seksi.
Meerqeen pun tertawa renyah melihat Lluvia kesal padanya, Lluvia pun memandangi Meerqeen seperti ingin segera membunuhnya, ia terlihat seperti pisikopat ..
" Tatapannya setajam diriku , seperti memperingati bahwa ingin mengulitiku. hidup - hidup , seperti tatapan seorang mafia" Batin meerqeen
Dari raut wajah dingin nya Lluvia merubah ekspresi wajahnya dengan waktu kesekian detik , raut dingin dan mematikan tadi pun telah lenyap.
Lluvia pun tersenyum " Baiklah aku kesini !? hanya meminta belikan aku smartphone untukku , karna smartphone ini sudah tidak menyalah lagi , semenjak terjatuh waktu itu " ujar Lluvia mendatangi kekantor hanya meminta sesuatu padanya
Meerqeen pun mengeluarkan kartu black card dan memberikannya kepada Lluvia.
" ini kartu untukmu dirimu bisa mengunakannya untuk sesuatu yang kau ingin kan !? " ujar meerqeen kepadanya, Lluvia pun mengambil kartu yang berada ditangan meerqeen Lluvia memandangi kartu yang di berikan meerqeen kepadanya
"kartu kredit black card american express" Lluvia bergumam lirih dia memberikan ku kartu American express ini,? Lluvia pun Melebarkan matanya dan melihat kepada meerqeen lagi , " ini untukku ? " atau " Hanya meminjamkannya saja untuk membeli smartphone baru !? " tanyanya lagi
Meerqeen masih memandangi wajah Lluvia menikmati ekspresi yang akan ditunjukkan Lluvia yang membuat jantungnya berdebar.
Meerqeen pun tersenyum lalu mengangguk " iya itu sekarang telah menjadi milikmu " ucap meerqeen kepada Lluvia
"Are you serious " tanya Lluvia lagi
" iya benar itu sudah menjadi milik mu " ujar meerqeen lagi untuk meyakinkan Lluvia
"thanks you" ucap Lluvia kepada meerqeen
"Em , bolehkah aku menemui sahabat-sahabat ku disini dan aku ingin mengambil motor milikku yang berada di rumah Marcell " Ujar Lluvia kepada meerqeen
" Motor !? " tanya meerqeen ,yang di balas dengan anggukan Lluvia yang terlihat antusias dia sungguh rindu dengan kuda besi itu
" baiklah, Arsenal akan mengantar mu !? " ucap meerqeen kepada Lluvia
" seperti aku bisa pergi sendiri!? " jawab Lluvia
" kenapa!? " tanya meerqeen lagi
" Hem , kau ini sedikit sekali peka terhadap wanita. aku ingin bertemu bersapa ria dengan sahabat-sahabat ku sebentar apakah boleh ? " tanyanya lagi dengan ekspresi yang dibuat sedemikian sendunya yang membuat Meerqeen tidak tahan dan benar-benar tidak tahan
" iya baiklah untuk kali ini , kau boleh melakukan apa saja !? " tapi di lain waktu aku tidak bisa berjanji untuk mengizinkannya walaupun kalau merengek meminta " Ucap meerqeen sedikit datar
" Muka mu mengerikan sekali " ujar Lluvia kepada meerqeen
" Aku pamit dulu suamiku " ujar Lluvia sedikit tertawa lalu tersenyum
Lluvia pun berdiri dari duduknya , tiba-tiba meerqeen memanggil nya lagi . Lluvia pun menoleh kepada meerqeen, " ada apa " tanya Lluvia.
"nanti malam kita akan pergi ke mension utama karna Mommy ingin kita kesana untuk membicarakan acara resepsi pernikahan kita yang akan digelar beberapa hari lagi."
__ADS_1
Lluvia pun yang tadinya tersenyum , kini berubah terkejutnya" Resepsi lagi !? " tanya . meerqeen pun mengangguk " ada apa!? Hem " tanya lagi
"tidak ada aku hanya terkejut saja , baiklah aku keluar" Lluvia pun keluar berlalu meninggalkan meerqeen yang masih memandangi punggung Lluvia menjauh tertutup pintu ruangannya