
Tuan Meerqeen pun Terdiam siapa yang membawa Dia pergi dan mau kemana mereka Gumamnya dalam Hati .
Arsenal Kita pulang ke Mension dan setelah itu kita langsung ke Mension Utama karna ada acara makan malam ? jelasnya
"Arsenal pun mengangguk , Iya baik tuan "
Selama di perjalan setelah dari Mension mereka Menuju Mension utama untuk menghadiri makan malam , Perjalanan menuju Mension utama Cukup jauh dan memakan waktu hampir satu jam lamanya,
selama di perjalanan Tuan Muda Meerqeen hanya terdiam dan sibuk dengan Pikirannya dan sesekali mengecek smartphone nya .
entah kenapa dia begitu aneh dan gelisah semenjak tahu kepergian gadis itu . Dan dalam pikirannya pun begitu bingung kenapa Lluvia dibawah pergi sebuah kelompok siapa dia ?
Setelah beberapa saat mereka terdiam , Arsenal pun bersuara lagi.
"OH , Ya Tuan menurut laporan mereka Tuan , Nona Lluvia ketika saat keluar dari ruang VVIP dan melalui Restoran wajah Nona Expresi Nona seperti sedang kesal dan juga terlihat marah .Dan Nona pin sempat berkata sebelum memasuki mobil dia Bilang " kalian begitu sialan, awas saja " Nona berujar seperti itu .
" Hem kau tahu Arsenal dia begitu bar-bar ?
"Anda benar tuan "
"Oh iya itu , saya dengar juga sebelum kejadian kemaren , Dua hari yang lalu Nona mengikuti balapan liar tuan, Dan kabar mengejutkan nya nona Memenangkan Taruhan dalam balapan liar tersebut , Tuan ?
"Tuan muda Meerqeen pun hanya tersenyum , dalam hatinya bagaimana bisa sosok cantik bak bidadari namun Fisik dan tingkah laku seperti pahlawan wonder women " Gumamnya Dalam hati
__ADS_1
......................
Di negara Spanyol Lluvia terus sebisa dirinya untuk kaburr , bagaimana bisa suruhan paman nya itu bisa melacak keberadaannya padahal dia sudah Menganti ID dan Akses untuk dia pun sudah disembunyikan , Emmmm memang begitu sialan pamannya itu
" Setelah dari pemakaman , Lluvia pun berjalan Dia pun bingung harus bersembunyi kemana lagi ? Dia pun melihat ponselnya karna jaringan Nomor Di ponselnya tidak ada , Dia pun hanya memegang uang dolar Amerika Dan dia harus ke bank jika mau Untuk menukar uang .
setelah lama berpikir Lluvia pun Teringat akan sahabatnya , Ya sahabat kecilnya Yang ada di Spanyol , Iya benar aku harus menemui dia , Ujar nya . Lluvia pun berjalan karna rumah sahabat nya itu tidak begitu jauh dari pemakaman mungkin dua puluh menit dia sampai dengan berjalan kaki , dia rasa Ujian ini memang harus ia lewati
setelah cukup lama melakukan perjalanan untuk menuju ke rumah sahabatnya , akhirnya iya sampai keadaan rumah sahabatnya itu nampak begitu berbeda namun dia sedikit ragu karna sudah bertahun tahun dia tidak pernah pulang apakah sahabatnya itu bisa mengingat nya atau tidak setelah cukup lama berpikir Lluvia mendekat dan mengetuk pintu rumah .
Tok
Tok
Tok
tok .... tok... tokk
Setelah cukup lama menunggu Lluvia pun dibukakan pintu oleh seseorang.
Ahh iyaa siapa, tunggu sebenar ? sahutnya dari dalam rumah .
Lluvia pun menunggu .
__ADS_1
Setelah beberapa menit pintu pun di buka oleh wanita paru baya yang masih saja cantik di usia lanjutnya.
"Lluvia dan wanta itu saling pandang"
" Bibik ? sapa Lluvia
"Llu . Lluvia ? terkejut ya
"iya bibik ini Lluvia ?
"Aduh sayang sini, ayo masuk nak ?
" Lluvia pun masuk , dan disambut dengan hangat oleh Ibu sahabat nya itu ialah Bibi Emma , Ya ampun sayang kemana saja kamu selama ini bibi dan anak-anak sangat mengkhawatir kan kamu .
" Lluvia pun tersenyum Nanti Lluvia akan Cerita i " jelasnya
Tapi kemana Mereka ? Tanya Lluvia
Sonny dan Sonya ? ah mereka sedang Berkerja sebentar lagi mereka akan pulang.
Bibi kau tahu aku sangat merindukanmu dan Anak anak kembar Bibi yang begitu bawel dan mengemaskan , ingin sekali aku mencubit mereka , Hahaha hahahaha !!!! Tawa Lluvia
kau memang benar nak ? mereka memang begitu menjengkelkan dan juga kadang begitu mengemaskan , Bibi saja semakin tua harus semakin sabar menghadapi mereka berdua kau tahu mereka selalu mencari dirimu . jelas Bibi Emma dengan mata yang berkaca-kaca .
__ADS_1