Lluvia Dan Tuan Mafia Kejam

Lluvia Dan Tuan Mafia Kejam
23 . Makan malam


__ADS_3

Ah Lluvia pun terbangun dari tidurnya , dia menggeliat setelah Nyawa nya terkumpul .


dia sangat lelah hari ini selesai mandi tadi dia sibuk memainkan smartphone nya tiba-tiba tertidur sebelum Meerqeen keluar dari walk in closed .


" eem jam berapa ini ? " Lluvia meraih smartphone nya di atas meja.


" em jam sepuluh malam " ia pun mendudukkan diri di kasur.


tiba - tiba matanya mencari sosok yang tidak terlihat ada di dalam kamar bersamanya


" Oh ya, dimana tuan kanebo kering " Lluvia mencari cari dimana sosok tersebut tidak berada diruang sama dengan nya .


" Kreo .. koreok .. !!! " Perut Lluvia berbunyi menandakan kalau cacing dalam perutnya minta di isi . "Aduh mana perut lapar lagi " kemana sih dia ?


Tanpa berpikir panjang , Lluvia pun ingin menelepon pihak hotel agar mengantar makan malam untuk dirinya, ketika ingin menekan ,tiba - tiba suara pintu hotel terbuka menampakkan sosok di yang di cari - cari tadi .


Netra mata merek pun beradu pandang setelah itu mengalihkan pandangannya mereka masing - masing disembarang arah .


" Kamu sudah bangun " Tetap masih dengan muka datarnya


Lluvia pun membalas dengan anggukan pelan dan terlihat kikuk.


Meerqeen seperti nya selesai dari luar dia mengunakan pakaian formal , Meerqeen membuka dasi dan jasnya . Lalu lengan kemeja nya di gulung di atas siku. setelah itu dia mendudukkan dirinya di atas sofa dan pandangannya tertuju melihat ke arah Lluvia yang sedang terduduk di atas kasur


Lluvia pun merasa sangat aneh ketika seorang laki- laki yang sekarang merupakan suaminya memandangnya dengan begitu detail dengan raut muka dingin yang begitu menyebalkan. sungguh !!


tiba-tiba Lluvia teringat bahwa perut yang ia miliki sekarang Sungguh sangat lapar sekali , lalu dia membuka pembicaraan .


" Tuan anda dari mana saja? , kenapa ketika anda keluar tidak membangun kan ku " tanya Lluvia dengan raut muka nampak kesal namun sangat mengemaskan


Meerqeen pun masih terdiam memandangi wanita yang begitu cantik ada di depannya dengan muka yang begitu mengemaskan .


Lluvia pun merasa sangat jengkel laki - laki yang ia ajak bicara ini masih saja tetap berdiam diri , masih setia dengan diam dan arah pandangnya .


" Ayolah , jujur aku sangat- sangat lapar . jangan melihat ku seperti itu kau membuat ku seperti kelinci yang sedang diincar oleh Singa " ujar Lluvia terlihat sekali ia begitu jengkel dengan laki laki di depannya .


Meerqeen pun tersenyum kecil , ketika Lluvia mengalihkan pandangannya ke arah lain . sungguh dia merasa takdir begitu aneh dan dunia begitu sempit ,? bagaimana tuhan memberikan mawar merah berduri yang begitu cantik dan indah ini untuk menjadi Nyonya Alexander entahlah dia merasa sangat beruntung

__ADS_1


" em , aku kira tidurmu membuat dirimu kenyang " ucap Meerqeen dengan santai nya dirinya ingin membuat Istri nya ini begitu jengkel kepadanya .


Lluvia pun memandang kearah Meerqeen begitu lekat , " Dasar muka doang yang tampan , sama wanita Aja perhatian saja tidak , apa lagi sekarang aku ini istrinya , dasar menyebalkan " Batinnya .


Sedang asiknya mengumpat tiba- tiba perutnya berbunyi lagi sungguh dia sangat - sangat lapar .


Ia pun berdiri dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk menyegarkan mukanya.


" Sungguh menyebalkan " Dasar Kanebo kering


setelah cukup lama Lluvia keluar dari kamar mandi .


" Ini makan malam mu , segera makanlah " ujar Meerqeen dengan suara dingin nya


Lluvia pun tersenyum " Baiklah , Anda sudah makan ? " tanyanya


" Makanlah,aku ingin membersihkan diri setelah itu aku akan bergabung " ucap nya


Lluvia pun mengangguk kecil , ia pun terduduk manis di lantai , Menyantap makan malam nya , sungguh perut nya sangat ingin segera di isi .


" Em , sungguh ini nikmati sekali " ujar Lluvia bersemangat


meerqeen mendudukan diri , di sofa berhadapan langsung dengan Lluvia . mereka pun saling pandang lalu saling mengalihkan satu sama lain. Lluvia pun berdiri dari duduknya karna dia sudah selesai makan malam nya .


" Mau kemana ? " tanya meerqeen dingin


" Mau cari angin di Balkon hotel !! " Ucap Lluvia berlalu meninggalkan meerqeen


" Dasar gadis kecil " Gumamnya pelan .


Lluvia pun memandangi kota besar dari lantai teratas Balkon hotel mewah miliknya .


ia menikmati hal yang memanjakan mata seperti ini ia pun menikmati Hembusan angin dan ke bisingan yang terdengar di telinga nya.


Lluvia memejamkan matanya ia pun berkata dengan begitu lirih


" Mommy dan daddy sekarang Lluvia telah menjadi istri dari Meerqeen Riuz Alexander sosok yang kalian Yakini akan selalu ada disisi Via dan yang akan melindungi Via sampai kapan pun ? semoga saja harapan kalian benar " batin Lluvia , ia Tidak berharap banyak yang hanya dia inginkan adalah bisa diperlukan dengan baik dan tidak merasakan kekecewaan "

__ADS_1


Meerqeen pun berlalu dari tempat nya menuju ke balkon hotel, melihat pemandangan yang begitu indah. Entahlah begitu baiknya tuhan memberikan dia bidadari yang begitu Cantik.


" sedang apa ? " tanyanya , Lluvia pun Membuka matanya mengedarkan pandangannya .mencari asal suara bariton yang begitu khas akhir- akhir ini didengar oleh telinga nya.


" sedang menikmati angin malam " jawab Lluvia santai dengan tatapan lurus ke depan. "


" Besok penerbangan ke L.A , kita akan pulang ' ujar meerqeen dengan santai namun tetap cool


Lluvia pun menoleh dan mengangguk pelan , mengisyaratkan kalau dia akan ikut kemana pun Meerqeen berada .


" penerbangan pukul delapan pagi bersiaplah lebih awal ? " perintah nya


Dibalas dengan Anggukan pelan ,entahlah meerqeen merasa melihat Lluvia menjadi sosok yang begitu kalem dan penurut , tidak banyak bicara dan tetap santai


tiba - tiba smartphone meerqeen berdering menandakan panggilan masuk ? ia pun berlalu menjauh dari keberadaan Lluvia


" Halo , Tuan "


" Ada apa ? "


" Tuan ada orang orang yang datang menganggu dan memata- matai pasar gelap harimau ? "


" Sudah kau bereskan ? "


" Sudah tuan , mereka telah dibawah anak buah kita ke markas besar tuan ."


" Kerja bagus , besok langsung Eksekusi "


Lluvia pun membalikan badannya, mencari sosok tadi setelah menerima telepon ia pun langsung menghindar


" eeeh , Dasar laki - laki pasti pacarnya yang telepon sampai menghindar gitu " ujar Lluvia menguman pelan.


" Pulang Ke L.A itu berarti aku bisa ketemu lagi dong dengan sahabat ku, Teriak nya senang "


" Terima kasih Tuhan memberikan keadilan yang begitu indah semoga saja Tuhan , selalu berpihak ke pada ku sungguh sungguh membuatku bahagia''


" aku harus segera bersiap-siap agar aku bisa cepat segera menemui sahabat- sahabat ku untuk meminta untuk menemui ku "

__ADS_1


*****


Lluvia menjauh dari balkon kamar untuk masuk melanjutkan tidurnya tiba-tiba terdengar bahwa ada suara bariton yang khas memanggil namanya .


__ADS_2