Lluvia Dan Tuan Mafia Kejam

Lluvia Dan Tuan Mafia Kejam
24 . Kembali


__ADS_3

" Besok segera lah bersiap - siap , aku tidak mau menunggu lama ? " Perintah nya yang membuat Lluvia jengkel


" Ya Yaa Tuan Alexander " Jawab Lluvia sedikit ketus " Dasar dewasa saja tapi sungguh menyebalkan " Gumamnya pelan namun bisa di dengar oleh meerqeen .


Meerqeen pun hanya terkekeh kecil di dalam hatinya . sungguh Gadis ini begitu mengemaskan


meerqeen pun tiba- tiba mendekati ranjang yang akan digunakan oleh Lluvia untuk tidur.


" Hey !! Heyy anda mau apa ? " tanya Lluvia


Meerqeen pun tak menjawab ia lalu merebahkan dirinya di atas kasur ,tanpa memperdulikan ocehan Lluvia


" Lluvia pun merasa jengkel, kalau bukan karna suami mungkin sudah aku patah kan tulang ditubuhmu itu "Gumam Lluvia dalam hati


"Tunggu apa lagi ? segeralah tidur ? Besok kita akan melakukan penerbangan " Ujar meerqeen dingin namun dengan nada lembut


Lluvia pun masih setia dengan duduknya , lalu tiba tiba Lluvia melirik laki laki yang telah tertidur pulas di atas tempat tidur mereka


" Sungguh makhluk seperti apa dia ? gumam Lluvia


" Tak perlu memandangku seperti itu!? aku tahu aku tampan " Lluvia yang mendengarnya makin merasa jengah


" untung suami , Kalau orang lain sudah aku kasih bogem mentah tuh wajah ? " gumam Lluvia Lirih namun Dapat didengar oleh meerqeen, Meerqeen pun terkekeh didalam hatinya


..." Lluvia, aku tahu kau wanita yang begitu kuat, kau adalah sosok yang begitu berani , Namun yang membuat ku kagum padamu adalah rasa hormat yang begitu tinggi , Kau seperti warna baru. walau sebenarnya kau tidak mengenal rasa takut" gumam meerqeen didalam hatinya...


Lluvia pun merebahkan tubuhnya di samping meerqeen jujur ini pertama kalinya dia tidur satu ranjang dengan seorang laki- laki. yang sekarang berstatus suaminya.


ada rasa beda tersendiri yang membuat Lluvia merasakan hal yang aneh ketika dekat dengan sang suami


Lluvia melirik suaminya kembali, dasar kanebo kering beku .


Lluvia pun ikut terlelap di samping meerqeen jujur dia merasakan rasa kantuknya yang menyertainya, mereka berdua pun menyelam ke Alam mimpi yang indah bersama.


*****

__ADS_1


Meerqeen pun menggeliat lalu membuka, mata nya secara perlahan. Lalu matanya tiba-tiba terfokus saat melihat pemandangan yang lebih indah dari yang pernah ia lihat. meerqeen memandangi Lluvia yang masih tertidur lelap berada di sampingnya .


..." lihatlah Ketika kamu tidur saja dirimu begitu cantik dan anggun , bagaimana saat dirimu sudah terjaga banyak sekali orang- orang di luar sana mengagumi kecantikan yang dirimu miliki, aku harus menjaganya "...


Meerqeen pun memuji - muji kecantikan yang dimiliki istrinya , entahlah Tuhan selalu memberikan yang sempurna dan terbaik untuknya .


Meerqeen pun beranjak dari tidurnya untuk membersihkan diri karna mereka akan melakukan penerbangan kembali ke Amerika serikat hari ini yang dijadwalkan Keberangkatan cukup pagi.


Lluvia menggeliat terjaga dari tidurnya, melihat kesampaian nya sudah tidak ada orang .


" Apa di sudah pergi dahulu meninggalkan ku dasar menyebalkan "umpat Lluvia lirih


tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka , menampilkan sosok laki - laki yang bertubuh kekar dan sexy , mengunakan handuk yang melilit pinggang nya.


" sudah bangun Hem ? " tanya meerqeen lembut


Lluvia pun mengangguk kecil dengan metode ngantuk nya. jujur dia ingin tidur dan rebahan di atas kasur


meerqeen pun tersenyum melihat Lluvia yang masih setia menutup matanya walau pun sekarang dia sudah di posisi duduk nya.


Lluvia pun beranjak dari tidurnya namun Dengan mata yang masih terpejam


" rasanya aku baru tidur gumam nya lagi '"


Lluvia pun membersihkan dirinya dikamar mandi, jujur dia begitu merasakan kantuk yang begitu berat melanda matanya.


Ia pun selesai mandi dalam waktu sepuluh menit saja karna dia begitu malas berlama- lama karna rasa kantuk nya belum hilang.


Lluvia pun keluar mengunakan baju handuk nya masih dengan metode sempoyongan sambil menutup mulutnya karna ia masih mengantuk untuk menuju walk in closed , ia berlalu saja melewati Meeqeen yang sibuk dengan leptop nya duduk diatas sofa. ia sungguh lupa kalau dia sudah punya suami .


" Aahhk tidak ada baju- baju yang lain apa ? "


" kenapa Gaun sama dress semua " walaupun aku suka tapi itu dulu waktu aku kecil , Gumamnya berdecak kesal


" harus kah aku pakai , pakaian- pakaian ini semua ? " Oh tuhan

__ADS_1


" Setelah lama memikirkan apa yang harus dia pakai,ia pun menjatuhkan dress putih bercorak mawar merah . Terlihat simpel dan bajunya nampak santai untuk dikenakan .


" Eeem , ia pun memakai skincare, lalu mengoleskan lip blossom pink flower , Menguncir rambutnya sedikit tinggi dengan pita berwarna senada dengan pakaian yang ia kenakan.


Lalu mengunakan sepatu Sneaker warna putihnya bergaris merah, mengunakan tas selempang berwarna merah dengan aksesoris bunga mawar.


ia pun keluar dengan walk in closed lalu berjalan menghampiri meerqeen. sebelum dia menyapa ? meerqeen lebih dulu menongkak kan wajahnya untuk melihat orang yang ada di depannya"


" Baiklah aku sudah selesai , bisakah kita sarapan aku sungguh merasa lapar sekali" ujar Lluvia sedikit memelas menahan lapar di perutnya


Sedangkan Meerqeen begitu terpesona ketika melihat istrinya yang begitu cantik dengan dandanan sederhananya sungguh mutiara yang begitu bersinar


" Hei ,ayolah . kenapa kau menatapku seperti itu ? " tegur Lluvia sedikit aneh melihat Meerqeen hanya bengong saja


" Ehemm ,ia pun berdehem menetralkan raut mukanya, iya sudah kita segera turun " jawab meerqeen dengan masih metode terpanah nya.


Lluvia pun menjawab dengan anggukan kecilnya, jika dalam wujud aslinya mungkin dia sudah menampol kepalanya meerqeen dengan tangannya, karna sekarang sudah menjalani status sebagai istri , dia harus sebisa mungkin diterlihat anggun , Feminim dan cantik . karna itu semua permintaan dari mommy .


karna jika ia telah berstatus menjadi seorang istri , sebisanya dia harus lakukan hal yang terbaik untuk keadaan yang akan dia temui , ia harus menjadi sosok yang berkelas walaupun itu bukan jati dirinya.


Lluvia dan meerqeen pun keluar dari kamar hotel yang sempat mereka tinggali satu hari setelah acara pernikahan dan acara resepsi, dan hari ini mereka akan melakukan penerbangan untuk mengikuti sang suami.


mereka berdua pun memasuki life untuk menuju ke restoran melakukan sarapan sebelum keberangkatan mereka . Hening didalam life tidak ada diantara mereka yang mau membuka suara untuk melakukan pembicaraan diantara keduan nyama


Ting !!!


pintu life pun terbuka menampak sosok yang lebih dulu menunggu kedatangan merek berdua


" selamat siang tuan " sapa Arsenal


" Hem " balasannya


", ayo saya antarkan tuan dan nyonya muda untuk sarapan "


mereka pun mengikuti Arsenal untuk segera melakukan sarapan karna sebentar lagi akan menuju penerbangan yang telah dijadwalkan

__ADS_1


__ADS_2