Love At First Sight With Vampir

Love At First Sight With Vampir
berjumpa lagi 3


__ADS_3

Raja xion dan pasukannya benar-benar masuk kedunia manusia,Dia mencari pangeran Xian.


''Semua nya dengar!!!,bawa pangeran Xian kehadapan ku dengan keadaan hidup-hidup'',perintah Raja Vampir Xion.


''Baik yang mulia'',ucap serempak pasukan Vampir.


''Dan kau penasehat culik perawan cantik untuk ku'',ucap Raja Vampir menunjuk seorang.


''Baik yang mulia'',ucap penasehat kemudian undur diri dari hadapan raja vampir.


"Berani mengancam ku akan ku obrak-abrik dunia ini,lihat lah Satria,Hahahahaha'',Ucap Raja Xion dengan angkuh.


Dikediaman Satria.


Satria merasakan akan ada bahaya ditengah ia sedang bersemedi,tiba-tiba ketukan pintu terdengar.


''Satria'',panggil Xian.


''Iya'',ucap Satria sambil membuka pintu.


"Aku merasakan akan ada bahaya'',ucap Xian saat Satria dihadapannya.


''Aku juga merasakannya'',ucap Satria sambil memikirkan sesuatu.


''Ayo kita lihat diluar apa yang sebenarnya terjadi'',ajak Ian.


''Tidak Xian,kamu disini biarkan aku dan para pemburu yang akan berjaga'',ucap Satria.


''Biarkan aku ikut'',ucap Xian kekeh.


''Kekuatan mu belum pulih,biarkan ini menjadi urusan ku'',ujar Satria.


''Satria,bila bisa jangan kau bun*h mereka,bagaimana pun mereka juga rakyat ku'',ucap Xian,Satria mengangguk saat Satria hendak pergi Satria urungkan dan berbalik.


''Ian ada satu rahasia yang harus kamu ketahui'',ucap Satria,Ian pun hanya menatap Satria.


''Tentang orang tua ku?,aku sudah tau'',ucap Xian.


''Bukan,tapi tentang pemilik asli cincin bermata biru'',ucap Satria.


''Maksudnya?'',tanya Xian.


''Ron bukanlah kakak mu,cincin bermata biru itu milik dari adik mu pemberian dari mendiang ibu mu'',ujar Satria.


''Adik?'',tanya Xian,Satria mengangguk.


''Tapi ayah ku tak pernah mengatakannya,dan tak ada orang istana yang menyinggung tentang adik'',sangkal Xian tak percaya begitu saja.


''Ayahmu yang merahasiakannya,dan aku yang membantunya'',ucap Satria memberikan foto usang kedua orang tua Ian.Ian mengusap foto ayah dan ibunya yang masing-masing menggendong balita.


''Adik mu lemah saat itu,hanya aku dan orang tua mu yang tahu,selama ini aku yang menjaganya dan sudah saatnya dia kembali kekeluarga yang asli,kepadamu kakak kandungnya'',jelas Satria.


''Siapa namanya?'',tanya Xian tetap menatap foto keluarganya.


''Kau akan segera tahu'',ucap Satria segera pergi untuk memberi tanda kepada para anggotanya,dan pergi melesat kesebuah tempat perkumpulan.


Setelah semua anggota berkumpul Satria memberikan tugas untuk menjaga setiap wilayah,semua mengerti atas intruksi Satria dan segera pergi untuk melaksanakannya.


''Kak,aku berjaga dimana?'',tanya Lira.


''Kau ikut aku'',ucap Satria sambil berjalan menuju motornya diikuti Lira.


''Asyik'',ucap Lira segera naik dibelakang motor Satria,Lira membayangkan akan bertempur seperti yang lainnya,sebab selama ini jangankan mengacungkan pedang ke lawan,pergi pun tak pernah diajak.Baru kali ini Satria memberi perintah kepada nya.


"Turunlah'',ucap Satria.


''Rumah siapa ini kak?'',tanya Lira.


Satria berjalan menuju pintu rumah tanpa menjawab pertanyaan Lira,''Kamu berjaga disini'',perintah Satria.

__ADS_1


Lira menatap rumah dan Satria bergantian.''Ini bukan berjaga dari vampir kak,tapi ronda'',ucap Lira kesal.


''Lira,dengarkan aku,tugas mu lebih berat dari yang lainnya'',ucap Satria.


''Benarkah?'',tanya Lira kembali ceria,Satria mengangguk.


''Tugas ku apa kak?'',tanya Lira antusias.


''Didalam ada pangeran vampir....'',


''Oh,Vampir lemah itu'',potong Lira.


''Dengarkan aku dulu'',ucap Satria tegas.


Lira hanya tersenyum manis menatap Satria,''Dia(Xian)sedang mengembalikan kekuatannya,bantu dia untuk memulihkannya'',ucap Satria.


''Siap komandan'',ucap Lira,membuat Satria mengusap kepala Lira.


Satria segera melesat mengendarai motornya,''Sungguh keren kakak satu ini'',ucap Lira menatap kepergian Satria.


Xian sedang duduk bersila memulihkan kekuatannya.


Lira membuka pintu perlahan.''Sepada'',ucap Lira masuk kedalam rumah.


Lira diam sesaat melihat Ian,Tapi Lira segera duduk bersila dibelakang punggung Ian mentransfer energinya.


''Kenapa ada yang aneh'',batin Lira namun berusaha konsentrasi.


''Adik ku'',batin Xian.


Xian sedang memulihkan kekuatannya,sedang ditempat lain jerit para wanita yang kebetulan keluar malam,entah itu pulang kerja atau nongkrong terdengar karena para pasukan vampir menarik paksa mereka.


Para pemburu pun tak tinggal diam,mereka segera menghajar dan menyelamatkan para manusia yang diganggu vampir.


"Satria,sepertinya mereka mengincar para wanita'',ucap salah satu pemburu vampir memberitahu Satria melalui alat komunikasi.


''Baik'',ucap para pemburu.


Satria segera menghubungi Hiro,''Ada apa Satria,kenapa kamu selalu mengganggu ku'',jawab Hiro.


''Temui aku'',ucap Satria kemudian mematikan sambungan ponselnya.


Hiro menatap ponselnya.''Ck,dia kira aku cenayang apa,hanya mengatakan temui aku tanpa memberitahu dimana dan kapan'',gerutu Hiro.


Namun Hiro segera bersiap,''Aish,aku kesal tapi kenapa tetap melakukan perintahnya,seperti dihipnotis saja'',ucap Hiro melajukan motornya kearah dimana firasat Satria berada.


Ditempat Sarah.


''Aku merindukanmu'',ucap Hera memeluk Sarah erat.


''Aku juga'',ucap Sarah melerai pelukannya.


''Apa kamu benar-benar sudah sembuh Sarah?'',tanya Hera.


''Yang kamu lihat'',ucap Sarah berdiri didepan Hera dan berputar serta tersenyum manis.


''Kamu tambah cantik'',puji Hera.


''Itu sudah pasti'',ucap Sarah sombong.


''Hahahaha'',mereka berdua tertawa bersama,Hera dan Sarah saling bercerita tanpa ada yang disembunyikan.


Sedangkan Hiro semakin kesal dengan Satria,''Tidak Satria,itu sangat berbahaya aku tidak akan melakukannya'',


''Bantu aku sekali ini saja'',mohon Satria.


''Kalau rencana mu gagal bagaimana?'',tanya Hiro sangsi.


''Tidak akan gagal kalau kamu mengikuti semua rencana ku'',ucap Satria meyakinkan Hiro.

__ADS_1


Hiro menghela nafas,''Baiklah'',ucap Hiro segera menghubungi seseorang.


''Halo Hiro,ada apa?'',


''Halo Sarah bisa temui aku di jalan xx sekarang,penting ini tentang Ian'',ucap Hiro.


''Bisa,aku akan kesana'',ucap Sarah.


''Sendiri jangan mengajak siapapun'',ucap Hiro.


Sarah menatap Hera,''Baiklah aku akan kesana sendiri'',ucap Sarah menurut.


''Ada apa Sarah?,kenapa dengan Hiro'',tanya Hera.


''Dia ingin bertemu denganku,malam ini'',


''Ini sudah terlalu larut,besok saja'',


''Tapi Hera,Ian.. dia sepertinya tak baik-baik saja'',ucap Sarah,Hera terdiam sesaat teringat perkataan Hiro ditaman soal Ian yang masih lemah.


''Aku akan menemanimu'',ucap Hera.


''Tidak,tidak,Hiro ingin aku kesana sendiri'',tolak Sarah.


''Sarah terlalu bahaya,lagian Hiro tak akan tau bila kamu pergi kesana denganku,dia bukan cenayang bukan'',ucap Hera.


''Baiklah,''ucap Sarah.


Hiro menunggu Sarah dengan cemas,''Maafkan aku Sarah,dan semoga saja Hera tak ikut'',gumam Hiro,sebab Satria yang meminta Hiro untuk menjadikan Sarah umpan untuk Raja Vampir agar bisa menemukan persembunyian Raja Vampir Xion.


Beberapa saat Sarah datang,Hiro melambaikan tangan.''Mana Ian?dan ada apa dengannya'',tanya Sarah.


''Ian sedang memulihkan kekuatannya,''ujar Hiro.


''Kenapa kamu bergetar Hiro?'',tanya Sarah melihat Hiro seperti cemas,takut dan gugup menjadi satu.


''Tidak apa-apa,duduk lah aku ingin bercerita tentang Ian'',ucap Hiro.


''Ceritakan'',ucap Sarah.


''Ian kemarin menghubungimu,namun tidak kamu angkat'',


''Benarkah,berarti nomor baru itu,''


''Iya'',


''Apa dia merindukan ku?'',tanya Sarah malu-malu.


''Dia...


Tiba-tiba bayangan hitam sekelebat membawa Sarah.


''Hiro'',teriak Sarah.


''Satria cepat'',Teriak Hiro khawatir.


Satria bergegas mengejar para vampir yang membawa Sarah,namun disisi lain,''Tolong'',teriak seorang wanita.


''Hera'',gumam Hiro panik.


''Gawat,ahk sial'',ucap Hiro segera mengendarai motor Satria,membuntuti suara teriakan terakhir Hera.


Sedangkan Xian tiba-tiba membuka matanya warna bola matanya berubah merah bertanda merasakan sesuatu,''Terima kasih Lira'',ucap Xian.


Lira terdiam sesaat,Xian menoleh kebelakang.''Ambillah ini'',ucap Xian memberikan lembar foto keluarganya,Lira menatap nya.


''Aku pergi dulu'',ucap Ian mengusap pucuk kepala Lira dan segera pergi.


Lira mengamati foto tersebut, seperti tidak asing,dan merasa sangat dekat serta bahagia.,tetiba bayangan masa lalu muncul dibenak Lira.''Ayah,ibu,dan kakak,jadi..'',gumam Lira melihat pintu depan sudah terbuka lebar.

__ADS_1


__ADS_2