Love At First Sight With Vampir

Love At First Sight With Vampir
pengintai


__ADS_3

Sarah hari ini bersemangat,bahkan senyuman yang jarang dia tampilkan hari ini selalu menghiasi bibir nya.


''Hai Hera'',sapa Sarah dengan senyuman.


''Sarah'',Hera langsung memeluk sahabatnya.


''Ada apa?'',tanya Sarah bingung.


''Ada apa?,kamu yang ada apa kenapa dari tadi malam ponsel mu tidak aktif,aku khawatir Sarah'',ujar Hera setelah melerai pelukan.


''Benarkah''ucap Sarah mengecek ponselnya,ternyata ponselnya kehabisan daya.


''Maaf Hera,ponsel ku mati'',ucap Sarah.


''Kau tau Sarah,tadi malam aku menghubungimu,aku khawatir sampai aku menghubungi Hiro juga dan kau tau Sarah,bukannya Hiro menenangiku malah dia membuat aku tambah khawatir,dia mengirimkan sebuah artikel yang menyatakan bahwa bus yang biasa kamu tumpangi mengalami kejadian aneh,supir beserta penumpangnya tak sadarkan diri dan dibawa kerumah sakit.''cerita Hera,Sarah hanya tersenyum menanggapinya.


''Tapi kemarin aku tidak naik bus,aku naik taksi Hera'',jelas Sarah.


''Syukurlah,dan kenapa hari ini aku lihat ada yang berbeda dengan mu'',ucap Hera menelasik Sarah,sambil mengetuk-ketuk dagunya.


''Berbeda?apa?'',tanya Sarah mengamati dirinya sendiri,menatap Hera dan menggeleng kecil dengan senyum juga menghiasi bibirnya.


''Kamu lebih banyak tersenyum,seperti orang yang sedang jatuh cinta'',simpul Sarah.


''Mana ada'',sangkal Sarah,dengan tersenyum simpul.


''Apa ada yang tidak aku ketahui?'',Goda Hera,menyenggol bahu Sarah.


''Tidak ada apa-apa Hera,sungguh''ucap Sarah,Tiba-tiba Hiro datang dang memeluk Sarah.


''Sarah,syukurlah kamu baik-baik saja''.Ucap Hiro melerai pelukan,Sarah menggangguk bingung.


''Aku khawatir dengan mu aku baru saja dari rumah sakit ternyata kamu tidak ada,''sambung Hiro memegang kedua bahu Sarah,Hera menepis kedua tangan Hiro dan menatap sinis.


''Hei Hiro,ini dikampus apa kamu tidak takut dengan rumor?'',ucap Hera dengan nada sinis.


''Apa maksud mu?,rumor apa?,aku tidak mengerti''.ucap Hiro pura-pura bodoh.


''Aku doa kan kau benar-benar pikun melebihi kakek tua,''umpat Hera.


''Doa mu sangat jelek Hera,tuhan tidak akan mengabulkan doa buruk mu itu'',ucap Hiro.


''Ciih'',Hera berdecih jengkel.


''Apa kalian sudah makan,melihat kalian selalu berdebat membuatku lapar'',ujar Sarah.


''Aku juga lapar Sarah,sehingga aku ingin memakan orang yang membuat berita hoax'',ucap Hera sambil melirik Hiro.


''Seperti zombi saja'',gumam Hiro.


''Sudah ayo'',ajak Sarah.


Dikantin


''Kalian tau tidak'',ucap Hiro.


''Tidak'',jawab ketus Hera.


''Kamu ini Hera,apa kamu cemburu dengan Sarah karena aku memeluknya?'',tanya Hiro yang dari tadi merasa dicuekin.


''Astaga Hiro,kenapa aku harus cemburu,aku hanya kesal dengan mu sebab berita yang kamu kirimkan itu palsu,bohong'',ucap Hera.


''Itu bukan hoax Hera,itu benar bahkan aku sudah mewawancarai Dokter yang menangani korbannya,dan aku pastikan ini perbuatan drakula'',ujar Hiro.


''Drakula?'',ucap Hera dan Sarah terkejut.


''Iya,Drakula atau Vampir ya?'',gumam Hiro nampak berpikir,Hera dan Sarah hanya mengedihkan bahu.


''Namun ini masih pro dan kontra di medis,namun melihat gejala yang dialami korban,seperti tidak ada tenaga tak sadarkan diri serta darah yang seperti di serap itu kemungkinan ulah mahluk malam,seperti drakula atau Vampir,''Sambung Hiro.


''Haahaahaa,Hiro,Hiro..ini bukan dunia fantasi ini dunia nyata,jangan-jangan kamu belum bangun dari mimpi mu sebab begadang karena membaca cerita horor online'',cibir Hera.


''Tidak Hera,ini benar aku bahkan punya buktinya'',ucap Hiro mengeluarkan ponsel dari saku nya dan memperlihatkan sebuah foto.


''Mana buktinya?'',tanya Sarah.


''Lihatlah disetiap bahu korban ada dua titik seperti gigitan ular,''jelas Hiro.

__ADS_1


''Itu mungkin bekas suntikan'',ucap Sarah.


''Suntikan diberikan tidak dibahu Sarah'',terang Hiro masih memperlihatkan beberapa foto.


''Tapi apa mungkin ada vampir di zaman sekarang ini?'',tanya Hera.


''Pasti ada,jadi kalian berdua harus hati-hati terutama dengan lelaki tampan'',ujar Hiro.


''Lelaki tampan?'',tanya Sarah.


''Iya seorang vampir itu pasti berparas cantik atau tampan,berkulit putih pucat,cepat seperti angin,tenaga kuat seperti Hulk,dan berusia lebih dari 100 tahun namun tidak menua,namun satu vampir tak suka mataharim'',ucap Hiro menerangkan,seketika Sarah teringat akan Ian.Wajah tampan Ian,kulit putih nya, tenaga kuat saat menggendongnya dan ia bertemu Ian saat matahari sudah terbenam.


''Hahaha,untung kamu dekil,tidak tampan serta lembek jadi kita berdua tak perlu takut bila kamu dekat-dekat dengan kita berdua'',ucap Hera mengejek Hiro.


Di sebuah gudang tua


Vampir tampan tengah lemas sebab tenaganya seperti terkuras,energinya habis setelah melawan pasukan vampir,biasanya bila diistana dia hanya dilayani sedang didunia manusia dia harus mencari sendiri sumber kekuatannya.Walaupun sudah bertahun-tahun menyamar dan berbaur dengan manusia nyatanta nya Ian masih belum bisa beradaptasi dengan lingkungan manusia,apalagi soal makanan.


Sarah yang melamun tersentak,''Yak Hera,kamu selalu menghina ku,aku doa kan kamu jatuh cinta dengan ku'',ucap Hiro kesal.


''Tak akan terjadi doa mu tak akan terkabul,dari pada jatuh cinta dengan mu,aku lebih baik jatuh cinta dengan vampir yang tampan walaupun nantinya tak akan bisa bersama sebab aku pasti menua duluan hahaha'',ucap Hera.


Plak,Hiro memukul kepala Hera,''Kau ini'',ucap Hera membalas Hiro,memukul dan menjambak rambut Hiro.


Sarah hanya terdiam,bila benar Ian vampir berarti dia salah jatuh cinta,malang benar cinta pertama nya seakan layu sebelum berkembang,tapi itu belum tentu benar,Sarah bertekad akan menemui Ian.Hiro sudah mengampun namun Hera tetap memberikan pukulan-pukulan kecil.


''Kalian ini lama-lama aku bawa ke kantor balai nikah aku nikah kan kalian sekarang juga'',ancam Sarah.


''Ide bagus itu Sarah'',ucap Hiro.


''Ih,amit-amit'',ucap Hera.


Setelah selesai makan dan minum,Sarah,Hera,dan Hiro masuk kelas mereka mengikuti mata kuliah hari ini.


Saat dikelas


''Hera,''bisik Sarah


''Hem'',


''Aku ingin meminjam buku yang ada lukisan istana itu'',


''Apa kamu menemukan sesuatu?'',


''Tidak,hanya ingin membaca saja'',ucap Sarah.


''Eit,sejak kapan jari manis mu terselip cincin cantik ini'',ucap Hera memperhstikan jari manis Sarah.


''Oh,ini dari seseorang'',jawab Sarah dengan senyuman.


''Siapa?,apa orang itu special?'',goda Hera.


''Nama nya Ian,aku tidak tau'',jawab Sarah.


''Ah,jadi ini alasan kenapa senyum itu selalu mengembang'',ucap Hera.


''Senyum?'',tanya Sarah dengan pipi yang merona karena malu.


''Kenalkan aku dengannya,siapa tau dia mempunyai saudara jadi kita bisa jadi ipar,hihihi'',ucap Hera terus menggoda Sarah.


''Ipar siapa?'',tanya Hiro.


''Iparnya Vampir'',jawab Hera asal.


''Kenalkan dengan ku Sarah'',bisik Hera.


''Kalian bisik-bisik apa sih'',heran Hiro yang penasaran.


''Mau tau saja,sana huss,huss'',usir Hera.


Sarah hanya mengganguk,sedangkan Hiro masih bingung.Sepulang kuliah Sarah dan Hera menunggu Ian disamping rumah Sarah.


''Mana Sarah,coba kamu hubungi'',ucap Hera yang sudah jenuh menunggu.


''Aku tidak punya nomor ponselnya'',lirih Sarah.


''OMG Sarah,jangan bilang kalau kamu hanya sekali bertemu nya'',tebak Hera.

__ADS_1


''Tidak,aku sudah tiga kali bertemu dengannya,namun dengan tidak sengaja'',ucap Sarah.


''Aduh'',Ucap Hera memegang kepalanya.


Sarah hanya terdiam,bila dia bicara saat Hera seperti ini pasti akan panjang urusannya.''Apa biasanya laki-laki itu datang dari arah gang ini?'',tanya Hera.


''Hanya sekali dari sini'',ucap polos Sarah.


Tiba-tiba,seperti ada seseorang yang meloncat dari atas.


Sarah dan Hera terkejut.


''Kalian sedang menunggu Ian?'',tanya sosok itu dengan suara barintonnya.


''Siapa kamu?'',tanya Hera.


''Aku,kakak dari Lee Xian,''jawab Ran sambil mendekati Sarah dan Hera,dengan seringai gigi taring nya.


Sarah dan Hera tambah terkejut,''Hahaha,apa kalian takut?'',tanya Ran lebih mendekat.


''Sarah siapa sebenarnya orang ini?'',


''Aku tidak tau Hera,bagaimana ini?'',


''Tenang aku akan melawannya'',ucap Hera dengan posisi kuda-kuda sedangkan Sarah dibelakang tubuh Hera,Saat Ran mendekat memegang tangan Sarah.


Bugh,satu tendangan Hera mengenai perut Ran,dan membuat Ran sedikit menjauh.


''Aku suka dengan keberanian manusia lemah seperti kalian'',ucap Ran dengan seringaian lapar menatap Hera.


''Lawan aku'',tantang Hera.


''Hahahaha'',Ran dengan cepat mencekik leher Hera.


''Hera,'',teriak Sarah histeris,kemudian mencari sesuatu untuk dipukul kan ke Ran,Namun Ran dengan secepat kilat mencekik leher Sarah juga.


''Hahaha,aku suka dengan rasa sombong kalian'',ucap Ran.


''Lepaskan kami'',ucap Sarah dengan nafas tersengal.


''Hahaha,kalian santapan malam ku'',ucap Ran,tiba-tiba


Bruuuk,Sarah dan Hera terlepas dari cekikan sedang kan Ran tersungkur.


''Uhuk,uhuk'',Sarah dan Hera terbatuk.


''Kalian berdua tidak apa-apa?'',tanya Hiro saat mendekat Sarah dan Hera.


''Hiro?'',ucap Sarah dan Hera bersamaan.


''Hehehe,iya,ayo kita menyingkir dari sini'',ucap Hiro membantu Sarah dan Hera menjauh dari Ran dan Ian.


''Bedebah''umpat Ran dengan Amarah.


''Kakak sadarlah'',ucap Ian kepada Ran.


''Hahaha,ternyata adik kecil,serahkan dirimu kepada raja vampir'',ucap Ran,menyadari bila yang menyerangnya tadi adalah Ian.


''Tidak kak'',


''Kalau begitu aku akan menyeret mu'',ujar Ran menyerang Ian.kedua nya saling menyerang Ian hanya menangkis setiap serangan kakaknya,Karena kondisi Ian yang lemah membuat Ian kalah dan langsung dibawa oleh Ran pergi.


''Ian'',teriak Sarah,saat Ian di bawa pergi oleh Ran.


''Sudah Sarah,dia bukan manusia,lupakan dia mereka berbahaya'',ucap Hera,sambbil memegang lehernya yang tergores kuku tajam vampir tadi.


''Benar Sarah,ayo kita masuk kedalam rumah mu dulu aku obati kalian berdua'',ucap Hiro menarik kedua lengan sahabat nya,Hera dan Sarah heran kenapa Hiro ada disini,namun pertanyaan mereka urungkan sebab rasa perih dileher mereka.


Sedangkan Di Istana Vampir.


Ian dijatuhkan dihadapan Raja vampir.


''Hahaha,kerja bagus pangeran Ran'',ucap Raja Xion memuji Ran.


Raja Vampir Xion,segera memeriksa Ian namun apa yang dicarinya tak terdapat pada tubuh Ian.


''Kemana cincin yang dikenakan Ian'',ucap Raja Vampir.

__ADS_1


''Sepertinya sudah diberikan kepada seorang gadis manusia yang mulia'',ujar Ran.


Raja vampir,menyeringai.''Bawa manusia itu kehadapan ku'',perintah Raja Xion kepada Ran,Ran hanya patuh.


__ADS_2