
Sarah termenung memikirkan nasib Ian,''Apakah dia baik-baik saja'',gumam Sarah.
''Jangan dipikirkan lagi Sarah,pemuda itu berbahaya'',ucap Hera membuat Sarah menghela nafas.
''Iya Sarah,tampan tak menjamin baik'',ucap Hiro.
''Tapi Ian baik Hiro,buktinya dia menolong kita kan'',ucap Sarah membela Ian,Sarah merasa tak terima bila ada yang menjelekan Ian nya.
Hera dan Hiro hanya saling tatap,''Tapi aku takut bila kita berurusan dengannya,kita akan mendapat masalah,apa lagi Ian mu itu bukan manusia namun vampir yang suka darah manusia'',ujar Hera.
''Bagaimana bila darah mu dihisap nya?,apa kamu tidak dengar saat vampir itu mencekik mu,dia akan menyantap mu bukan?'',ucap Hiro memberi pengertian.
''Namun aku yakin Ian tidak seperti itu'',ucap Sarah kekeh.
Hera menghela nafas,''Sudah lah,sebaiknya kita istirahat'',ujar Hera mengalah,pelan_pelan Hera akan memberi pengertian kepada Sarag bila vampir dan manusia itu beda dunianya,yang pasti berbahaya bagi sahabatnya ini.
''Ayo Sarah kita istirahat,aku akan menemani mu'',Ajak Hera karena Sarah tetap duduk menatap keaeah luar jendela.
''Aku akan berjaga disini,apa perlu aku menghubungi om dan tante?'',tanya Hiro.
''Tidak perlu Hiro,dan terima kasih'',ucap Sarah mengikuti Hera.
Sarah dan Hera masuk kedalam kamar,Sarah membaringkan tubuhnya,mencoba untuk memejamkan mata sedangkan Hera sudah berlabuh kealam mimpi.
Hari-hari berikutnya Hera dan Hiro tetap menginap dirumah Sarah untuk menemaninya berjaga bila ada Vampir yang menyakitinya,apa lagi kedua orangtua Sarah sedang diluar negara.
Di Kampus.
''Minggu depan jurusan kita akan mengadakan ekspedisi jelajah alam,kalian akan ikut kan?'',tanya Hiro.
''Ikut dong'',jawab Hera.
''Sarah?'',tanya Hiro.
''Eh,iya'',ucap Sarah tersadar dari lamunannya.
''Apa kamu akan ikut ekspedisi?'',tanya Hiro mengulangi pertanyaan nya.
''Mungkin tidak Hiro'',jawab Sarah singkat.
''Ikutlah Sarah,sekali ini saja please?'',mohon Hera.
''Papa dan mama pasti tidak akan mengijinkannya'',ucap Sarah beralasan.
Tiba-tiba Hera menghubungi orang tua Sarah,''Halo tante,maaf mengganggu'',ucap Hera.
''Tidak apa nak,ada apa ya?,apa terjadi sesuatu dengan Sarah?'',jawab Mama Sarah.
''Tidak tante,cuma minggu depan ada kegiatan kelas,apa boleh Sarah ikut,saya janji tante akan menjaga Sarah dengan baik'',ujar Hera.
''Oh,boleh nak,tolong jaga Sarah ya nak'',ucap Mama Sarah.
__ADS_1
''Benarkah boleh tante?'',tanya Hera sambil membesarkan volume suara ponselnya.
''Iya boleh nak,asal Sarah dengan nak Hera kami disini akan merasa tenang''.ucap Mama Sarah.
''Terimakasih tante atas ijinnya,sehat selalu tante dan om'',ucap Hera mengakhiri panggilannya.
''Sama-sama nak,''ucap Mama Sarah.Kemudian Hera mematikan ponselnya.
''Bagaimana?,tante dan om sudah memberi ijin Sarah'',tanya Hera memastikan.
''Baiklah'',ucap Sarah,
''Nah,begitu dong'',ucap Hera senang dan merangkul bahu Sarah.
''Oh ya kawan,nanti malam aku tidak ikut menginap ya'',ucap Hiro.
''Iya tidak apa,lagian aku sanggup kok menjaga Sarah sendirian'',ujar Hera.
''Bukan Sarah yang kamu jaga,tapi kulkas Sarah yang kamu jagain'',ucap Hiro.
''Hahaha,itu kamu tau'',ucap Hera.Sarah hanya menyimak.
''Hiro bagaimana tentang lukisan itu apa ada petunjuk?'',tanya Sarah.
''Belum ada Sarah,nanti bila sudah ada petunjuk aku pasti akan memberi tau kamu'',ucap Hiro sambil menatap Hera yang mengerutkan dahi,sedang Hiro hanya mengedipkan mata kepada Hera untuk memberi kode,bila Sarah meminta bantuan untuk mencari informasi tentang Ian.
''Iya'',jawab Sarah lesu,Semakin Sarah mencoba melupakan Ian semakin rasa ingin bertemu itu muncul,"Rindu",mungkin itu yang dirasajan Sarah saat ini.
Di perpustakaan.
''Sarah,kenapa kamu ingin sekali tau tentang lukisan itu?,apa karena mirip dengan Ian?''.tanya Hera pelan.
''Mungkin itu salah satunya'',jawab jujur Sarah.
''Andai,ini hanya andai loh,ternyata Ian tidak menyukai mu bagaimana?'',tanya Hera,Sarah diam sesaat.
''Aku juga tidak akan menyukai atau mencintai seseorang lagi'',jawab Sarah sambil memilah buku di rak.
''Sarah,cinta yang murni itu bila seseorang yang kita cintai bahagia kita ikut bahagia,walau tidak bersama setidaknya kita masih menjalani hidup seperti orang pada umum nya'',ucap Hera.
''Hera,bagaimana menurutmu bila aku hidup dengan seorang tapi aku tidak mencintainya,apa aku bisa hidup?'',tanya Sarah.
''Bisa,buktinya kamu hidup dengan ku,kamu bisa kan menjalani hidup mu dengan baik'',jawab Hera.
''Baiklah,kalau begitu aku akan hidup dengan mu saja'',ujar Sarah membuat Hera bingung,"Oh tidak bukan itu jawaban yang aku inginkan,aku juga ingin menikah",gumam Hera.
''Bukan seperti itu Sarah maksud ku'',ujar Hera mengikuti Sarah yang sedang memilih buku biografi.
''Maksud ku,kamu itu harus menikah dengan lelaki,manusia persisnya yang mencintaimu tapi jangan yang seperti Hiro'',tukas Hera.
''Haacimm,Haciim,apa disini banyak debu,''gumam Hiro mengusap-usap hidungnya.Hiro menatap layar komputer dan kembali memainkan jari diatas keyboardnya.
__ADS_1
Sarah menghela nafas,''Aku mau pulang'',ujar Sarah,Hera mengikuti Sarah.
''Apa sudah dapat buku nya?'',tanya Hera
''Sudah ayo'',ucap Sarah berlalu pergi.
Sarah dan Hera pulang,Setelah bebersih kedua gadis itu segera beristirahat,jam menunjukan angka 1 dini hari.
Tuk tuk tuk,Sarah mendengarkan dengan seksama.
Tuk tuk tuk,sepertinya cendela kaca nya diketuk oleh seseorang.''Apakah itu Ian'',Batin Sarah bergegas kearah cendela dan membuka horden.
Nampak bayangan hitam melayang ke udara.
Greek,pintu cendela tiba-tiba bergeser sendiri.
Hera mendengar suara langsung terbangun,''Sarah'',gumam Hera mendekati Sarah.
''Kau diundang Raja vampir untuk datang ke istananya.''Kata vampir melemparkan sebuah kartu.
''Kami tidak akan datang'',kata Hera lantang.
''Jika kau tidak datang,Pangeran Ian taruhannya'',ucap prajurit vampir menatap Sarah.kemudian menghilang.
''Sarah jangan di dengarkan,''cegah Hera saat Sarah mengambil kertas undangan.
''Tapi bagaimana dengan Ian,aku akan tetap memenuhi undangan ini Hera''.Ucap Sarah.
''Sarah kamu jangan keras kepala,itu sangat berbahaya,bisa saja itu hanya jebakan'',jelas Hera.
''Jebakan untuk apa?,''tanya Sarah.
''Untuk mengambil darah kita mungkin'',jawab Hera.
''Kalau seperti itu,kamu disini saja biar aku yang datang sendiri'',ujar Sarah,mengambil jaketnya dan bergegas keluar rumah.
''Aish,bagaimana ini'',ucap Hera bingung,kemudian menghubungi Hiro.
Sedangkan Di istana vampir,Ian sedang diikat didalam sangkar tembaga dengan keadaan lemah.
"Hahaha,aku akan segera mendapatkan kekuatan itu",ucap Raja Vampir Xion saat pengawalnya memberitahu bila rencana nya sudah berjalan.
"Jangan ganggu Sarah,dia tidak ada hubungannya dengan dunia kita".ucap Xian.
"Hahaha,aku tidak bodoh pangeran Xian,kamu memberikan cincin itu kepada gadis itu bukan,cincin dengan kekuatan yang luarbiasa,aku akan mendapatkannya",ucap Raja Vampir Xion.
Ian sejenak berpikir.
"Kalau begitu lepaskan aku,aku akan memberikan cincin itu kepada mu sendiri tanpa melibatkan manusia",ucap Ian bernegosiasi.Ian tidak mau Sarah kenapa-napa.
Raja Vampir Xion menatap Xian,dan tersenyum mengerikan.
__ADS_1