Love At First Sight With Vampir

Love At First Sight With Vampir
Restu mudah vs restu susah.


__ADS_3

Setelah kejadian itu Ian seminggu sekali pergi ke dunia manusia,vampir dan pemburu vampir pun sudah mulai berdamai,ini sebab Lira yang menjembati mereka.


Diruang buku.


Ian tengah membaca sebuah buku tiba-tiba Lira menghampirinya.


''Kak,kak Ian kapan membawa kakak ipar kemari?'',tanya Lira.


Ian menghela nafas dan menutup buku yang ia baca.''Entahlah'',ucap Ian sambil menaruh buku itu kembali ketempat semula.


''Apa kakak akan mengunjunginya lagi?'',tanya Lira.


''Iya rencananya hari ini,aku ada janji dengan Sarah untuk bertemu orang tuanya'',ucap Ian menghela nafas berat,Lira mengangguk paham,dan teringat bila Sarah kemari mungkin akan sedikit takut dengan suasana seram istana ini.


''Kak apa boleh aku mendekorasi ulang istana ini?,lihatlah semua sudut muram tak ada warna sedikitpun hanya ada warna hitam dan abu-abu'',ucap Lira melihat sekeliling ruangan.


''Boleh,dekorasilah sesuka hati mu,istana ini milik mu juga'',ujar Ian.


''Yes'',ucap Lira senang.


''Tapi biarkan kamar kakak seperti itu,sebab di kamar itu ada kenangan ayah dan ibu'',jelas Ian.


''Oke'',ucap Lira dengan membuat huruf O dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.


''Kak besok aku juga ingin mengunjungi kak..kakak ipar boleh?'',sambung Lira bertanya.


''Boleh,kita bisa bergantian untuk mengunjungi dunia manusia,dunia mu sebagian besar ada disana bukan'',ucap Ian.


''Iya,terkadang aku juga merindukan para pemburu,''ucap Lira menerawang.


Ian hanya tersenyum kecil.''Bukannya merindukan Satria'',goda Ian,Lira menoleh kakak nya.''Apa sih kak'',ucap Lira tersipu.


''Hahaha,adik ku ternyata sudah jatuh hati dengan seorang pemburu vampir,bila ini dijadikan novel akan berjudul apa ya'',ucap Ian tetap menggoda sang adik.


''Iissh,kakak sudah sana pergi kak Sarah sudah menunggu,dan ingat segera temui orang tua kakak ipar agar aku disini ada temannya,jangan suka menggantung suatu hubungan tidak baik'',ucap Lira mengalihkan pembicaraan dengan mengusir kakak nya.


''Iya aku pergi dulu'',ucap Ian berjalan keluar,namun kembali melongokan kepalanya.


''Mau titip cinta untuk Satria tidak?'',ucap Ian tetap menggoda sang adik.


''Apa sih kak,sana pergi'',ucap Lira yang menahan rasa malu nya sebab sang kakak,dia baru tahu seminggu ini tentang vampir yang mempunyai kekuatan tak hanya kuat atau cepat namun bisa juga membaca pikiran.


Malam hari


Sarah tengah mempersiapkan jamuan makan malam,semuanya sudah siap,''Apa begitu special tamunya,sehingga memasak banyak'',ucap Papa Sarah.


''Ehm,hanya untuk merayakan pernikahan Hera dan Hiro'',ucap Sarah malu.


''Loh,kata mama ada tiga orang tamu nya'',ucap papa Sarah.


''Iya tiga,''


''Terus yang satu lagi?'',tanya Papa Sarah.


''Seorang pemuda..


''Special'',goda Papa Sarah.


''Papa'',ucap Sarah malu dan memeluk papanya.


''Anak papa sudah besar,putri kecil papa sudah dewasa sepertinya baru kemarin papa menggantikan popok mu,mengajarimu berjalan,kini sudah menjadi gadis cantik,'',ucap Papa Sarah mengelus surai rambut Sarah dan mengecup pucuk kepala putrinya.


''Apa papa merestuinya?'',tanya Sarah.

__ADS_1


''Papa kan belum tau pemuda specialnya'',ucap Papa Sarah.


''Seandainya sudah tau?,apa papa merestui hubungan kami?'',tanya Sarah sekali lagi.


''Papa akan merestui bila pemuda itu tanggung jawab,dan mencintai serta bisa membahagiakan putri papa satu-satunya ini'',ucap Papa Sarah mentoel hidung Sarah.


''Terimakasih papa'',ucap Sarah memeluk papa nya lagi.


''Eh,dipanggilin dari tadi enggak taunya peluk-pelukan disini,ini tolong bantuin mama bawa kue nya'',ucap Mama Sarah dengan mententeng belanjaan.


''Hehe,maaf ma,''ucap Sarah dan sang papa bebarengan.


Sarah menata sedemikian rupa,''Siap'',


''Sudah semua nak?'',tanya mama Sarah.


''Sudah ma'',ucap Sarah.


''Hera dan Hiro bagaimana nak?'',tanya Mama Sarah yang tahu tentang Hera menikah dengan Hiro.


''Ibunya Hera belum memberi izin ma,mereka boleh tinggal bersama saat Hera sudah lulus kuliah'',ucap Sarah.


''Kasihan mereka'',ucap Mama Sarah.


''Sepada Sarah.i'm coming'',teriak Hera.


''Itu yang dibicarakan datang'',ucap Sarah.


''Sini nak dibelakang'',ucap Mama Sarah.


''Malam tante'',sapa Hera.


''Malam nak,mana nak Hiro?'',tanya Mama Hera.


''Oh,pasti diajak main catur'',ucap Mama Sarah menebak.


Hera mengangguk,''Wah,ada macaron'',ucap Hera saat Sarah menata kue dipiring


''Ambilah nak,''ucap Mama Sarah.


''Boleh tante?'',tanya Hera,''Boleh'',ucap Mama Sarah menyodorkan sepiring kue macarin berwarna warni,Sarah heran mengamati Hera yang makan kue macaron.


''Hera kamu tidak sedang hamil kan?'',celetuk Sarah membuat Hera tersedak,spontan mama Sarah memberikan segelas air.


''Uhuk,uhuk,tidak Sarah kan belum pernah tidur bersama'',ucap Hera setelah minum air yang diberikan Mama Sarah.


''Nak Hera tante tau caranya agar ibu nak Hera memberi kalian restu'',ucap Mama Sarah memberikan ide.


''Bagaimana tante?'',tanya Hera,Mama Sarah membisikan kepada Sarah dan Hera mereka berdua manggut-manggut.


Tiba-tiba Papa Sarah mempersilahkan seseorang.,Sarah,Hera dan Mama Sarah mengintip.''Mari masuk nak,kami sudah menunggu'',ucap Papa Sarah mempersilahkan Ian masuk.


''Terimakasih om'',ucap ian duduk dekat Papa Sarah.


Ian berdehem untuk mengurai rasa gugup,''Om saya Lee Xian kemari ingin meminta restu untuk hubungan saya bersama putri om karena kami saling mencintai,bila om merestui saya akan segera meminang putri om'',jelas Ian.


''Kalau saya tidak merestui?'',tanya Papa Sarah,wajah Ian berubah dingin menatap Papa Sarah.


''Saya akan memerintahkan pasukan saya untuk menculik putri om,''ucap Ian dengan nada dingin.


''Haha,humor mu bagus anak muda'',ucap Papa Sarah ngeri-ngeri sedep melihat wajah pemuda didepannya ini.


''Saya tidak bercanda om'',ucap tegas Ian.

__ADS_1


''Iya saya tahu,''ucap Papa Sarah merendah agar pembicaraan tidak tegang.


''Jadi om?'',tanya Hiro.


''Om merestui hubungan kalian berdua,bawalah wali mu untuk menentukan tanggalnya'',ucap Papa Sarah.


''Orang tua saya sudah lama meninggal om,bagaimana bila saya bawa pengasuh adik saya'',ucap Ian.


''Boleh,asal nanti bisa untuk jadi saksi'',ucap Papa Sarah.


''Baik om,dan terima kasih'',ucap Ian mengulurkan tangan namun ditarik dan dipeluk oleh papa Sarah.


''Jaga dan cintai putri ku selamanya'',bisik papa Sarah,Ian mengangguk.


''Sudah,begitu saja?,tidak ada syaratnya om?atau kenapa om tidak tanya pekerjaan Ian'',tanya Hiro heran.


''Iya,kenapa harus dipersulit untuk kebahagiaan,sudah ayo makan,ini sudah lewat jam makan malam'',ucap Papa Sarah setelah melerai pelukan dan berdiri menuju ruang makan.


Hiro menepuk bahu Ian,''Wah,beruntung sekali vampir sepertimu bisa meminang dengan mudah,sedangkan aku yang jelas-jelas sudah menjadi istriku,meminta restu kepada ibunya saja susah'',ucap Hiro sedikit berbisik.


''Tapi lain bedanya bila orang tua Sarah tau siapa aku sebenarnya'',batin Ian sedikit cemas.


''Ian,Hiro mari makan'',ajak Papa Sarah.


''Baik om'',ucap Hiro dan Ian bersamaan.


Mereka makan bersama,malam ini malam yang membahagiakan untuk Ian dan Sarah mereka direstui,berbahagia juga untuk Hiro dan Hera sebab bisa duduk berdekatan.


Mereka berempat duduk ditaman belakang rumah Sarah,''Hera kapan akan memulai rencananya?'',


''Rencana apa?'',tanya Ian.


''Rencana untuk Hiro,agar direstui ibunya Hera'',ucap Sarah.


''Bagaimana caranya?'',tanya Hiro antusias.


''Hera harus hamil..


''Ayo kalau begitu'',ucap Hiro menarik tangan Hera.


''Hiro dengarkan dulu'',cegah Sarah.


''Aku harus membuat Hera hamil segera Sarah,''ucap Hiro,Hera menepuk keningnya.Ian tersenyum tipis.


''Ya tuhan,bukan seperti itu,minta bantuan kepada mama mu untuk mengambil gambar seakan Hera sedang hamil dan kamu menemani Hera,agar ibu Hera percaya dan luluh hatinya'',ucap Sarah.


''Genius,''ucap Hiro.


Setelah berbincang Hera dan Hiro pamit,Ian juga pamit kepada orang tua Sarah,Sarah mengantar didepan rumah,''Aku pulang dulu,hubungi aku bila ada sesuatu'',ucap Ian.


''Kenapa seperti di sinetron ikan terbang'',ucap Sarah.


''Kemarin Lira yang mengajari ku seperti itu'',ucap Ian polos.


Sarah tertawa,''Boleh aku mencium mu?'',tanya Ian.


''Apa Lira juga yang mengajari mu'',tanya Sarah.''Tidak,dia belum tahu arti ciuman apalagi mengajariku'',


''Jadi?'',tanya Sarah.


''Cup''satu kecup dibibir Sarah.


''Aku pulang dulu'',teriak Ian sudah menaiki mobil.

__ADS_1


''Itu tadi nyata atau hanya halusiku saja'',gumam Sarah menyentuh bibirnya dengan bingung melihat mobil Ian sudah berjalan,sedang Ian tersenyum bahagia didalam mobil yang melaju.


__ADS_2