Love At First Sight With Vampir

Love At First Sight With Vampir
Satria


__ADS_3

Raja Vampir Xion mendekat Ian,''Aku akan melepaskanmu tapi Pangeran Ran juga harus mengikutimu bersama dengan beberapa pengawal'',


''Pengawal lepaskan pangeran Xian,dan Kau pangeran Ran kawal Adik mu menemui gadis itu'',perintah Raja Vampir Xion.


''Baik yang mulia'',patuh Ran.


Ian dipapah oleh Ran dan diikuti beberapa pengawal Vampir,Raja Vampir Xion tersenyum smirk menatap kepergian dua keponakannya.


Sedangkan Sarah menuju denah yang tertera di undangan.''Sarah kita berhenti sebentar'',Ucap Hera.


''Baiklah,kita istirahat dulu'',ucap Sarah,mengambil botol minum dan membaginya dengan Hera.


Hera nampak berpikir.''Sarah kita harus mengatur strategi,''ucap Hera.


''Strategi bagaimana?'',tanya Sarah


''Strategi untuk kabur lah'',jawab Hera,Sarah mengangguk.


''Menurut mu mengapa kamu diundang?'',tanya Hera.


Sarah menggeleng,Hera berdecak'',Cinta memang bisa membuat bodoh'',ucap Hera.


''Coba pikirkan apa yang vampir tampan mu itu berikan padamu?,gunakan otak cerdas mu itu Sarah'',ujar Hera.


''Hanya cincin ini'',ucap Sarah.


''Coba aku lihat'',Ucap Hera meneliti cincin Sarah,''Ini pasti mahal dan mungkin ini yang mereka incar,cincin ini asli permata,atau mungkin ini barang curian dan mereka(Vampir) mengira kita penadahnya'',ucap Hera.


''Tapi Ian bilang cincin ini tanda pertemanan kami",ujar Sarah.


"Mungkin saja Ian mu itu berbohong,lebih baik kita sembunyikan barang bukti ini daripada kita nanti dipenjara didunia vampir,Oh my god didunia manusia saja aku tidak pernah masuk penjara bagaimana jadinya kalau kita dipenjara di lingkungan yang banyak bandit vampirnya'',ujar Hera ngeri.


''Mana mungkin vampir mencuri'',


''Kan kan,kamu mengakui kalau Ian itu vampir bagaimana kalau kita batalkan saja undangan ini,apa kau tidak kasihan pada om dan tante bila terjadi sesuatu dengan mu?'',ucap Hera,


''Aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja Hera,agar aku tenang dan tak khawatir dan aku juga ingin memastikan sesuatu'',ucap lirih Sarah.


Hera menghela nafas,''Kalau begitu simpan cincin itu,undangan ini pasti ada hubungannya dengan cincin yang kau pakai'',ucap Hera menebak,Sarah hanya mengangguk.


''Berapa lama lagi kita sampai?'',tanya Hera.


''Kita ada dititik ini,''ucap Sarah menunjuk denah.


Hera menghela nafas,''Kenapa Hiro belum menyusul'',batin Hera.

__ADS_1


''Ayo kita lanjutkan Hera'',ajak Sarah.


''Nanti dulu Sarah,air yang aku teguk belum masuk kedalam perut ini'',Ucap Hera.


''Sudah tidak lelahkan?,ayo kita lanjut lagi'',


''Sebentar dulu Sarah,''ucap Hera mengulur waktu untuk menunggu Hiro.


''Kalau kita terlalu lama,aku takut hari mulai pagi dan aku tak mau terjadi sesuatu yang buruk dengan Ian'',ucap Sarah.


''Hah,baiklah'',pasrah Hera melanjutkat berjalan kembali.


Sedangkankan Ian berpikir bagaimana caranya ia bisa kabur dari pengawalan vampir dan juga segera menemukan Sarah dan membawanya pergi ketempat yang aman.


''Kak,aku sangat lemas,bisakah aku mendapatkan sedikit energi'',pinta Ian.


Ran memberi isyarat pengawal untuk memberikan Ian beberapa tetes cairan merah.setelah dirasa cukup,Ran segera mencekal kedua tangan Ian.


''Jangan berani-berani nya kabur kau adik kecil,atau manusia mu itu taruhannya'',ancam Ran.


Ian hanya pasrah karena tenaga nya belum cukup,''Lihat mereka ternyata sudah berada dekat dengan kita,ternyata mereka hampir menuju perbatasan dunia kita'',ujar salah satu pengawal.


Ian melihat Sarah dan teman nya tengah berjalan menelusuri hutan dari bola kristal milik kepala pengawal.


''Bagaimana adik kecil kita jemput mereka atau kita tunggu mereka disini?'',tanya Ran dengan seringainya.


''Pilihan yang bagus,mari kita temui'',ujar Ran.


Ian dengan tangan tengah dicekal Ran dan para pengawal Vampir melesat untuk menghampiri Sarah dan Hera.


''Biarkan aku saja kak yang menemui mereka,aku tidak mau mereka atau kita terluka'',ucap Ian.


''Oh,kamu sangat perduli sekali dengan manusia itu adik kecil,apa kau menyukainya?'',tanya Ran.


''Tidak,aku tidak menyukainya kak'',sangkal Ian,namun tiba-tiba ''Jleb'' sebuah belati menembus dada Ran.


''Aarrggghhh'',teriak Ran kesakitan,Ian kaget ternyata kepala pengawal yang melakukannya saat belati ditarik dari punggung Ran,Ian segera berlari namun.


''Sreeek'',belati hanya menggores lengan Ian''Aku harus segera menemui Sarah'',gumam Ian meloncat dari dahan saru kedahan lainnya.


Dengan luka dilengan dan para pengawal mengikutinya dengan puluhan belati yang terus disasarkan kepada Ian.


''Bruukk,Jleeb'',Ian terjatuh dan tepat didepan Sarah dan Hera.


''Aakkh'',''Tidak'',teriak Sarah dan Hera saat melihat seseorang diserang didepan matanya.

__ADS_1


''Ambil cincin itu'',perintah kepala pengawal Vampir.


Para vampir mendekati Hera dan Sarah,''Mau apa kalian,mau apa kalian'',ucap Hera memasang kuda-kuda,mundur beberapa langkah diikuti Sarah.


''Jangan berikan cincin itu Sarah'',ucap Ian,Hera mulai menyerang para vampir dengan beladirinya.


''Ian?'',ucap Sarah akan menghampiri Ian,namun sudah kedahuluan kepala Vampir.


''Berikan cincin itu maka kalian pulang dengan keadaan selamat'',ucap Kepala pengawal Vampir,dengan belati tengah diarahkan ke leher Ian.


''Jangan Sarah'',cegah Ian,dengan nafas tersengal.


''Berikan saja Sarah,''Teriak Hera dengan kedua tangan sudah dicekal oleh beberapa pengawal Vampir.


Sarah bingung,''Buang belati itu dan lepaskan teman ku dulu baru akan ku berikan cincin ini'',ucap Sarah.


''Lari dari sini Sarah'',ucap Ian.


Kepala Vampir membuang belati nya,dengan isyarat para vampir pun melepaskan Hera.''Hahaha,gadis pintar'',ucap Kepala vampir,mendekati Sarah yang sedang melepas cincinnya,''Ian tamgkap ini'',ucap Sarah melempar cincin kepada Ian.


''Hap'',Ian menangkap dan memakainya.


Kepala Vampir menyeringai menatap Ian kemudian menatap Sarah,''Craaasss''.Belati mengenai dada kanan Sarah.


''Sarah'',teriak Ian dan segera menyerang kepala vampir walau belati masih tertancap di punggung Ian,''Sarah,''Ucap Hera menghampiri Sarah yang tengah kesakitan.


''Sakit Hera,'',Ucap Sarah,Hera melihat Ian dikeroyok oleh para vampir,kemungkinan kalah telak.


''Kita pergi dari sini dulu Sarah'',ucap Hera akan memapah Sarah.


''Tidak Hera,bagaimana dengan Ian'',ucap Sarah meringis menahan sakit.


''Kita selamatkan diri dulu Sarah'',ucap Hera,Mata salah satu vampir melihat kearah Sarah dan Hera,dengan kedua taringnya siap memangsa kedua manusia itu.


''Haaarrgh'',''Braakk'',Vampir yang mendekati Sarah dan Hera tertancap pedang dan hilang menjadi abu.


''Kalian tidak apa-apa?'',tanya Hiro kepada Hera.


''Hiro,sungguh aku menginginkan kehadiran mu,Sarah dia...'',ucap Hera terharu.


''Hiro bawa mereka menjauh dari sini'',ucap Pemuda dengan pedang.


''Baik'',ucap Hiro membantu Hera berdiri dan membopong Sarah.


Sedangkan pemuda dengan pedang membantu Ian melawan kepala Vampir dan gerombolannya.

__ADS_1


''Siapa pemuda tadi Hiro?'',tanya Hera,karena Hiro tidak datang sendiri melainkan dengan seorang pemuda.


''Dia Satria'',jawab Hiro.


__ADS_2