Love At First Sight With Vampir

Love At First Sight With Vampir
Terluka


__ADS_3

Ian dan Satria terus bertarung dengan para pengawal raja vampir,Satria yang mrlihat Ian kewalahan dengan serangan kepala pengawal vampir,dengan serangan cepat mengarahkan pedang kearah kepala pengawal vampir.


''Craasss'',


''Aarrrgh,''erangan kepala vampir,Saat kepala pengawal vampir kesakitan dengan cepat Satria segera membawa Ian yang nampak lemah.


Sedangkan Hiro dan Hera membawa Sarah kerumah sakit,''Tolong teman saya dokter'',Ucap Hera.


''Tolong cepat dokter'',ucap Hiro.


Para perawat dengan sigap membawa brankar dan mendorong Sarah keruang UGD.


Hiro dan Hera menunggu di depan ruang UGD.''Hiro aku sungguh takut'',ucap Hera,


''Tidak akan terjadi apa-apa'',ucap Hiro menenangkan.


Setelah beberapa menit dokter keluar dari ruangan,''Bagaimana dengan teman saya Dok?'',tanya Hera.


''Syukurlah teman kalian segera dibawa kesini,luka nya tak terlalu dalam jadi teman kalian selamat,uruslah administrasinya kami akan membawa teman kalian keruang perawatan'',ucap Dokter.


''Syukurlah'',ucap Hera dan Hiro lega.


''Kamu jaga disini dulu Hera,aku urus administrasinya'',ucap Hiro dan Hera mengangguk.


Beberapa saat Sarah telah dipindahkan keruangan perawatan,''Apa kita harus memberitahu orang tua Sarah Hiro?'',tanya Hera.


''Tidak perlu Hera'',ucap Hiro.


''Tapi biaya nya?'',tanya Hera.


''Ada asuransi kesehatan bukan,kamu tenang saja dan istirahatlah,aku akan keluar sebentar'',ucap Hiro.


''Kamu mau kemana Hiro?'',tanya Hera.


''Aku mau menemui Satria dulu'',


''Apa dia selamat?,dan bagaimana dengan Ian'',


''Dia selamat,makanya ini aku mau menemuinya dulu,setelah itu aku akan kesini lagi menemani mu'',ucap Hiro mengusap kepala Hera.


''Jangan lama-lama'',


Hiro mengangguk,Setelah Hiro pergi Sarah siuman.


''Engh'',


''Sarah,aku panggil dokter dulu'',ucap Hera menekan tombol dan beberapa saat Dokter pun datang untuk memeriksa Sarah.Dirasa semua baik Dokterpun pergi.


''Mau minum?'',tawar Hera,Sarah mengangguk.


''Hera dimana Hiro?'',


''Dia sedang pergi sebentar membeli makanan'',bohong Hera.

__ADS_1


''Hera,Ian bagaimana'',


''Sarah,pulihkan dulu luka mu,istirahatlah dulu'',


''Tapi aku ingin tau keadaannya'',


''Aku tidak tau Sarah,''


''Bisakah...


''Tidak Sarah,aku tidak akan menuruti keegoisan mu,melihat mu terluka seperti itu saja membuat aku hampir mati,atau memang kamu ingin membuat teman mu ini mati'',kesal Hera.Sarah hanya menunduk.


''Maaf Sarah bukan maksud ku untuk berbicara kasar'',


''Tidak Hera,seharusnya aku yang minta maaf,maafkan aku Hera'',ucap Sarah menatap Hera tulus,Hera mendekati brankar Sarah menggenggam tangan Sarah.


''Maaf Hera,aku baru pertama kali menyukai seseorang,merasakan bahagia walaupun hanya membayangkan wajahnya,merasa berdebar saat didekatnya,dan merasa gelisah saat tak berjumpa atau tak ada kabar darinya,hingga tanpa sadar tindakan ku begitu egois bahkan sampai membahayakan nyawa sahabatku sendiri karena ingin berjumpa dengan pemuda yang belum tentu juga menyukaiku,sekali lagi maaf Hera'',


''Sudah,aku memaafkan mu,sekarang istirahatlah pulihkan dulu kondisi tubuh mu setelah itu aku akan membantu mu untuk menemui Vampir tampan mu itu'',goda Hera,membuat wajah Sarah bersemu merah.


Ditempat jauh dari perkotaan,Satria membawa Ian kedalam sebuah rumah sederhana.


''Lukanya begitu parah'',ucap Satria membuka baju Ian,sebelum itu Satria mencabut belati yang berada dipunggung Ian,kemudian mengompres dengan air hangat,dan mengambil ramuan kemudian membubuhkannya.


''Satria''panggil Hiro.


''Masuk lah'',ucap Satria.


''Dia baik-baik saja'',jawab Satria Setelah membalut luka Ian dan meletakan Ian didalam peti.


''Apa dia tidak berbahaya bila berada dipemukiman ini?'',tanya Hiro


''Tidak,apa kau lupa siapa aku?'',ucap Satria menatap Hiro lekat.


''M-mana mungkin aku lupa,aku yang meminta mu datang untuk membantu kami bukan,''gugup Hiro,sebab setelah Hera menghubunginya Hiro memutuskan menghubungi para pemburu vampir dan datanglah Satria dengan pedang dipunggungnya.


Tampilan Satria yang gagah dan atletis dengan warna bola mata yang berbeda,kiri berwarna coklat sedang mata kanan berwarna perak,sungguh aura yang aneh muncul saat kedua mata itu menatap intens.


''Apa kau akan membunuhnya?'',tanya Hiro.


''Kami para pemburu tidak asal membunuh vampir'',ucap Satria.


''Lalu untuk apa Kau menghubungiku?'',tanya Hiro.


''Aku ingin kamu menjaganya(Ian)'',ucap Satria.


''Aku?,bagaimana mungkin,bila vampir ini menerkam ku bagaimana?'',tanya Hiro.


''Tidak akan,dia tidak seperti Vampir yang sekarang ini berkeliaran di dunia kita,yang suka menghisap darah manusia dan bila dia menerkam tinggal kamu tutup peti ini'',ucap Satria,Hiro mengangguk.


''Memang Kamu mau kemana?'',tanya Hiro.


''Aku ada pekerjaan,hanya satu hari ini saja'',ucap Satria meyakinkan.

__ADS_1


''Tapi aku juga sudah janji dengan Hera akan menemaninya dirumah sakit'',ucap Hiro.


''Hera?,Oh bagaimana keadaan gadis itu?'',ucap Satria teringat dengan gadis yang terluka tadi.


''Hera baik,kata Dokter tak ada luka yang serius hanya memar saja,''jelas Hiro.


''Gadis yang satunya?'',tanya Satria.


''Sudah ditangani Dokter dan tak ada organ penting yang terluka'',ujar Hiro.


''Baguslah,tapi berikan ramuan ini agar cepat sembuh'',ucap Satria membeeikan bungkusan.


''Kalau begitu aku akan memberikan ini kepada Sarah dan Hera kemudian dengan segera aku akan kesini'',ucap Hiro.


Satria mengangguk,sedang Hiro segera melaju kerumah sakit untuk memberikan ramuan dan mengabari Hera serta melihat keadaan Sarah.


Satria menatap lekat wajah Ian yang terpejam,''Sungguh wajah mu bak pinang dibelah dua'',gumam Satria,Kemudian masuk ke sebuah kamar.


Dirumah sakit.


''Hera'',bisik Hiro menepuk pipi Hera.


''Ehm'',sahut Hera mengerjapkan matanya.


''Aku membawakan makanan,makanlah dulu dan setelah itu kembalilah tidur'',ucap Hiro menyodorkan bungkusan.


''Kenapa dua?'',tanya Hera.


''Itu yang satu obat dari Satria untuk kalian berdua'',jelas Hiro,Hera hanya ber''O'' dan mulai membuka bungkusan makanan.


''Apa Sarah belum sadar?'',tanya Hiro.


''Sudah,dia baru saja tertidur dan aku juga ikut tidur setelahnya'',ucap Hera setelah menelan makanan,Hiro membukakan tutup botol air mineral dan disodorkan kepada Hera.


''Bagaimana dengan Satria dan Ian?'',tanya Hera.


''Satria baik-baik saja,hanya saja Ian sepertinya terluka parah'',jelas Hiro,Hera mengangguk.


''Aku mau menjaga Ian,kamu sendirian disini tidak apa kan?'',tanya Hiro.


''Kenapa harus dijaga?'',tanya Hera penasaran.


''Tidak tau'',jawab Hiro,Hera berdecak.


''Kamu juga harus istirahat Hiro dan ini sudah menjelang pagi,bukannya vampir tak suka matahari biarkan saja kenapa?'',ucap Hera.


''Tapi aku disuruh Satria untuk menjaganya'',jawab Hiro.


''Oh ya,mengenai Satria sebenarnya dia itu siapa?'',tanya Hera.


''Dia pemburu Vampir'',ucap Hiro,Hera tersedak dan terbatuk-batuk karena kaget.


Sedangkan Satria tengah bermeditasi untuk memulihkan tenaga nya.

__ADS_1


__ADS_2