Love At First Sight With Vampir

Love At First Sight With Vampir
berjumpa lagi 2


__ADS_3

Satria tersenyum mengejek,''Cih,aku tak sudi'',ucap Satria.


"Siluman angkuh'',ucap Raja Xion,Satria tak menggubris dan hanya mengamati isi ruangan.


''Apa yang sebenarnya kamu inginkan,hingga jauh-jauh masuk kedalam istana ku,apa hanya untuk menemui ku'',sambung Raja Xion.


"Lelucon yang bagus untuk vampir tua seperti mu",ucap Satria.Raja vampir berdiri dari singgahsananya menatap nyalang Satria.


''Aku hanya ingin memperingatkan mu bahwa tahta yang kau duduki itu bukan milik mu'',ucap Satria sambil menunjuk wajah Raja Xion dengan pedangnya.


Raja vampir Xion menggeram,''Dan satu lagi,suruh pasukan mu untuk tidak mengganggu manusia atau aku yang akan menghabisi mereka semua'',ucap Satria.


''Hahaha,kau siapa berani memerintah ku,aku akan lakukan apa yang aku ingin termasuk memerintahkan pasukanku untuk menyerang manusia'',ucap Raja Vampir Xion.


"Ck,kau hanya bisa memerintah,vampir pecundang sepertimu memang tak pantas menjadi pemimpin bahkan raja,karena sebenarnya kau memang bukan pemimpinnya",Ucap Satria mengejek.


"Hei bed*bah,aku pastikan kau orang pertama yang akan kucabik-cabik setelah kekuatanku pulih",ucap Raja Xion murka.


''Aku tunggu,dan bila itu terjadi mungkin kau sudah dilengserkan oleh pewaris asli dari tahta ini'',ucap Satria,Raja Xion menggeram.Satria meninggalkan tempat itu sebelum benar-benar pergi.


"Aku hanya memperingatkanmu,jangan ganggu manusia atau kau yang akan binasa",ancam Satria dan pergi.


"Aaarrrrgggghhhh",Teriak Raja xion menggema keseluruh istana.


"Aku harus segera mendapatkan kekuatan itu",geram Raja Xion.


"Penasehat",teriak Raja Xion


"Ya,yang mulia",ucap penasehat Vampir.


"Aku akan pergi kedunia manusia,untuk mencari pangeran Xian",ucap Raja Xion.


"Tapi kekuatan yang mulia...


."Aku akan pergi",ucap Raja Vampir Xion tak bisa dibantah


"Baik yang mulia,hamba akan menemani yang mulia",ucap Penasehat vampir.


"Aku juga harus mencari pengantin wanita untuk bisa melahirkan generasiku,"ucap Raja Vampir Xion dengan kedua mata berwarna merah menyala.


Sedang Sarah tengah berkemas dengan perasaan bahagia,biasa nya dia akan sedih bila harus berjauhan kembali dengan kedua orang tuanya namun kali ini perasaan tak sabar menunggu hari esok untuk bisa kembali kerumahnya walaupun hanya tinggal seorang diri.


"Aku akan bertemu lagi dengan mu,Ian",lirih Sarah dengan sebuah senyuman tipis.


Di sebuah taman dibawah pohon rindang.


Hera tengah mendengarkan penjelasan Hiro,mereka tidak berdua namun bertiga dengan Ian.


"Saat ini Ian masih lemah,lihatlah bahkan mengeluarkan kedua taringnya pun dia tak mampu",ujar Hiro,Hera menatap Ian.


"Apa dia benar-benar tidak apa-apa didunia kita''.ucap Hera melihat Ian yang tengah mengamati sekitar.

__ADS_1


"Tidak apa,tenanglah dia itu sudah bisa mengontrol keinginannya untuk menghisap darah,karena sebenarnya Ian itu hanya setengah vampir",ucap Hiro dengan nada pelan.


"Maksudnya?",ucap Hera tak mengerti


"Ian itu mempunyai ibu bukan dari golongan vampir,itu yang aku dengar dari Satria",bisik Hiro.


"Kenapa Satria bisa tahu",kepo Hera.


"Kalau itu aku juga tidak tahu",ucap Hiro.


"Kenapa kamu tidak bertanya padanya",ucap Hera.


"Ck,kau tidak tahu Hera,saat Satria menatapmu seakan tulang belulang mu lunak,jangankan bertanya menjawab pertanyaannya saja aku bergetar",ujar Hiro.


"Ck,kau saja yang penakut",cibir Hera.


"Aku sudah tidak penakut,itu buktinya aku berani duduk dekat Ian",ucap Hiro duduk dekat Ian,Hera tersenyum dan berbisik ditelinga Hiro.


"Karena kamu tahu dia tidak punya taring",bisik Hera.


"Tidak juga,waktu itu aku juga menemani dia tidur",ucap Hiro Hera terheran.


"Benarkah",ucap Hera.


"Hmm",Hiro mengangguk,"Walaupun aku membeli banyak bawang dan memakainya diseluruh badanku",batin Hiro.


Ian mengamati sekitar tentunya dibawah pohon rindang berlindung dari sinar matahari.


"Jadi dia tinggal dimana?",tanya Hera.


"Oh",Hera hanya ber"o".


"Hiro,bolehkah aku pinjam benda yang bisa menampilkan gambar Sarah",ucap Ian


"Ponsel?",tanya Hiro memastikan.


"Mungkin,aku tidak tau namanya,apa aku boleh pinjam aku ingin melihat wajah Sarah",ucap Ian,namun respon Hera dan Hiro hanya mengedip-ngedipkan mata,"Sungguh kolot vampir satu ini",batin Hera dan Hiro bersamaan.


"Kalau tidak boleh juga tidak apa,aku hanya ingin memastikan saja bila Sarah sudah baik-baik saja."ujar Ian dengan wajah datarnya.Hera mengerutkan dahi.


"Apa kau merindukan Sarah?",tanya Hera.


"Iya,aku merindukannya",jawab Ian.


"Apa kau mencintai Sarah?",tanya Hera menatap Ian.


"Hera",tegur Hiro.


"Cinta?",ucap Ian,tidak paham dengan kata itu.


"Iya cinta,apa kau tidak tau cinta?",tanya Hera,Ian diam tampak berpikir.

__ADS_1


"Cinta itu,rasa bahagia bila bisa melihatnya,khawatir bila tidak mendapat kabarnya,senang selalu bila didekatnya,dan cemas bila orang yang kita cintai terluka,cinta juga bisa diungkapkan dengan kata bisa juga dilakukan dengan tindakan romantis,setelah cinta hadir bisa kuta abadikan dengan hidup bersama didalam ikatan pernikahan hingga maut memisahkan,cinta itu rasa kasih sayang yang tak pernah hilang walau tergerus zaman",ucap Hera.0


"Seperti Hiro yang selalu memperhatikanmu atau juga memikirkanmu,itu apa juga cinta?",tanya Ian,Hiro kaget.


"Kenapa aku,Hera aku....",


"Hmm,Itu bukan cinta,itu hanya rasa empati kepada teman",potong Hera,menjadi kikuk melihat Hiro,Sedangkan Hiro merasa sedikit kecewa.


"Berarti aku juga hanya berempati kepada Sarah,sebab aku seperti Hiro hanya suka memperhatikan bila bicara,atau tersenyum,seperti Hiro juga yang melindungimu dari bahaya dan juga memastikan mu aman sampai dari rumah,aku juga melakukan hal yang sama yang Hiro lakukan itu, kepada Sarah"ujar Ian,


Hiro berdehem beberapa kali untuk menghilangkan perasaan gugup yang tiba-tiba datang,begitu juga dengan Hera menjadi canggung.


"Ian kita pulang sekarang saja,selagi cuaca mendung",ajak Hiro.


"Tapi ponsel nya",ucap Ian memastikan.


"Nanti kita akan membelinya agar kamu bisa menghubungi Sarah,Hera kita pulang dulu ya",pamit Hiro mulai berjalan.


"Eh,i-iya,hati-hati",ujar Hera masih mencerna kata yang diucapkan Ian mengenai Hiro.


Hiro berhenti sejenak,"Kamu juga hati-hati",ucap Hiro tersenyum kepada Hera sebelum pergi.


"Apa itu juga kata cinta?",tanya Ian polos.


"Ah,sudah kita pulang saja",ujar Hiro menarik tangan Ian dan pergi meninggalkan Hera.


Hera hanya mematung memandang kepergian Hiro dan Ian,hingga rintik hujan menyadarkan lamunannya,Hera bergegas berlari mencari tempat berteduh.


Di Rumah Satria.


Hiro membunyikan bel rumah Satria,"Bagaimana cara menggunakan benda ini?",tanya Ian kepada Hiro sambil membolak balikan kotak ponsel barunya.


"Biar Satria saja yang mengajarimu,"ucap Hiro membunyikan bel rumah lagi.


"Apa Sarah akan tahu diriku bila menggunakan benda ini?",tanya Ian melihat kembali kotak persegi itu.Hiro menghela nafas.


"Cepatlah jadi Vampir seutuhnya agar kamu tidak merepotkan ku lagi",ucap Hiro memohon.


"Apa itu kata cinta?",tanya Ian.


"Oh tuhan apa salah diriku,Ian cinta itu dari sini",ucap Hiro menunjuk dada Ian.


"Jantungku",ucap Ian.


"Tepatnya Hati mu,saat hatimu bilang dia cinta mu maka fix benar itu adalah cinta",ucap Hiro.


Ian hanya mengangguk,"Dan satu lagi jangan kamu beritahu Hera apa yang aku pikirkan",ucap Hiro memperingati.


"Sudah curhatnya?",tegur Satria saat membuka pintu.Hiro menoleh kebelakang.


"Tanyakan itu kepada Satria dia lebih tua dari ku bahkan lebih tua darimu jadi Satria pasti tau apa yang ingin kamu tanyakan",ucap Hiro,kemudian pergi meninggalkan vampir kolot dan juga pemuda tampan tua.

__ADS_1


"Dia kenapa?",tanya Satria heran,Ian hanya mengedihkan bahu.


"Sungguh menyebalkan",gumam Hiro sebelum mengendarai mobilnya.


__ADS_2