
Dirumah sakit
Sarah terus teringat dengan percakapan Hera dan Hiro mengenai Ian.
"Apa Ian baik-baik saja'',gumam Sarah.
"Aku ingin sekali menemuinya",gumam Sarah sambil memandang luar jendela.
"Aku takut terjadi apa-apa dengan nya",gumam Sarah sambil memegang secarik kertas tertuliskan alamat dimana Satria membawa Ian.
"Apa aku menemuinya saja",batin Sarah menatap kertas yang dipegangnya.
Di pedesaan.
Hiro tengah terlelap dengan kalung bawang yang melingkar dilehernya,aneka bawang putih dari bawang lanang sampai bawang bombay Hiro pakai karena dia takut sewaktu-waktu Ian sadar dan menghisap dar*hnya.
"Ck,dasar penakut,dia kira dengan bawang bisa menangkal bahaya,"gumam Lira,seorang gadis yang seprofesi seperti Satria.
"Hei,bangun lah",ucap Lira,menyenggol kaki Hiro dengan kakinya
"Tunggu lima menit bu,aku masih mengantuk",igau Hiro.
"Dikira aku emaknya apa?",gerutu Lira
"Hei,bangun ini sudah siang",ucap Lira.
"Heeem",sahut Hiro dengan mata masih terpejam.
"Hooii,bangun",teriak Lira.
"Berisik banget,aku ngantuk Hera,hus hus",Usir Hiro,mengira itu Hera.
"Wah,bener-bener nih",kesal Lira,Lira menaruh nampan yang dipegangnya di atas meja.
Dengan kesal Lira mengerjai Hiro,menggunakan topeng."Aku kerjain dia",ucap Lira,menepuk pipi Hiro dan membuka kedua mata Hiro dengan paksa.
Hiro seketika melebarkan kedua matanya,"Huaaa,setan",teriak Hiro karena takut melihat wajah Lira,Lira tertawa terbahak-bahak.
"Waduh,kemana perginya itu orang,padahalkan aku disuruh membawakan makanan untuk nya".ucap Lira,menoleh kearah nampan berisi makanan.
"Bodoh ah,yang penting tugas sudah aku laksanakan",ucap Lira peegi meninggalkan tempat itu.
Hiro lari terbirit-birit,hingga,"Bruuk",menabrak seseorang.
"Jangan,maaf ,maaf kan aku",ucap Hiro ketakutan.Satria memegang pundak Hiro.
"Jangan makan aku,daging ku tidak enak",ucap Hiro
"Hiro kamu kenapa?",tanya Satria heran sambil mengguncangkan bahu Hiro.Hiro membuka matanya."Satria,syukurlah kamu disini",ucap Hiro sambil melihat sekeliling,mengamati sekitar,"Tadi itu apa beneran setan,sedang hari sudah terik begini",batin Hiro.
__ADS_1
"Kamu mau pulang?",tanya Satria memecah lamunan Hiro.
"Heh,i-iya,apa urusanmu sudah selesai?",ucap Hiro mengalihkan pembicaraan.
"Iya",jawab Satria,kemudian Satria memberikan sebuah buku.
''Terimakasih'',ucap Hiro,setelah menerima buku yang dia inginkan.
''Aku harap dengan buku ini bisa menebus kesalahanku dimasa lampau'',batin Satria.
"Aku harap teman mu tidak jatuh hati dengan vampir itu",ucap Satria,sedang Hiro hanya mengangguk.
''Bagaimana dengan Ian?'',tanya Hiro.
''Biarkan dia disini sampai pulih,aku juga masih ada perlu dengan vampir muda itu'',ucap Satria.
''Oh,terus bagaimana dengan para vampir yang mencari Ian,aku takut vampir-vampir itu juga mencari kedua teman ku'',ucap Hiro
''Tenang saja,untuk itu aku akan turun tangan sendiri,bila mereka mendekat akan aku musnahkan'',ucap Satria.
''Kalau begitu bisakah sekarang kamu mengantarku pulang,tadi malam aku menonton berita bahwa warga sudah banyak yang mengalami sakit yang aneh,seperti korban sebelumnya"ujar Hiro.
''Baiklah,ayo aku antar'',ucap Satria,mereka berdua mengendarai motor sport melaju menuju kota.
Beberapa minggu kemudian.
''Hera,jangan mendiamiku seperti itu,aku hanya sementara disini",ucap Sarah karena Hera memanyunkan bibienya dan yanya diam selama vidiocall.
"Aku sedih Sarah,aku hanya sendiri disini",adu Hera.
"Bukannya masih ada Hiro?",ucap Sarah.
"Entahlah,Hiro sekarang sok sibuk,aku kesepian Sarah,kapan kamu kembali",ucap Hera akhirnya luluh dengan tatapan Sarah yang sendu.
Mama Sarah yang mendengar percakapan putrinya mengambil alih ponsel anaknya."Tunggu hingga putri kami benar-benar pulih nak Hera",ucap Mama Sarah.
"Baik tante,cepat pulih dan cepat pulang kesini Sarah",ujar Hera
"Iya",
Ruang kelas Hera tiba-tiba riuh dengan teriakan para mahasiswi,"Ada apa Hera,kenapa berisik sekali?",
"Tidak tahu",
"Hiro dengan siapa itu",
"Hiro kenapa Hera?",
"Dia dengan seseorang",Ucap Hera mengarahkan kamera belakang nya.Seorang itu tertutup oleh Hiro,Sarah mencoba melihat dari layar ponsel,sedang Hera menghampiri Hiro,"Yak,kenapa kamu bawa kemari",bisik Hera kepada Hiro.
__ADS_1
"Dia terus memohon kepadaku dan Satria untuk belajar berbaur dengan manusia",balas Hiro berbisik.Hera memukul bahu Hiro,hingga tak sengaja kamera ponselnya mengarah kepada seorang yang duduk dibelakang Hiro.
Seketika dada Sarah berdegub kencang,"Ian",gumam Sarah.Ian terus menatap ponsel Hera,Hera yang merasa Ian memandanginya seketika teringat Sarah,"Sarah",ucap Hera dengan isyarat kepada Hiro.
"Mana?",ucap Hiro tanpa suara menatap Hera,sedang Hera mengisyaratkan menunjuk ponselnya.Hiro menyuruh Hera untuk kembali ketempat duduknya.
"Apa Sarah juga duduk disana?",tanya Ian menunjuk kursi kosong dekat Hera.
"Hah,I-iya,Sarah duduk disana",jawab Hiro,tiba-tiba ada salah satu mahasiswi menghampiri Ian.
"Hai,perkenalkan aku Tisa,siapa nama mu?",tanya Tisa.sambil mengulurkan tangannya.Hiro melihat itu Ian hanya menatap bangku kosong Sarah,jadi Hiro yang menjabat tangan Tisa.
"Aku Hiro,senang berkenalan denganmu",ucap Hiro.
"Ck,bukan kamu Hiro tapi Dia",kesal Tisa sambil menunjuk Ian yang tak menggubris bahkan seperti tak melihat ada wanita cantik nan sekseh didepannya.
"Dia Ian sepupu ku,dia tak mengerti bahasa planet mu,sana sana pergi",ucap Hiro mengusir.
"Ck,sombong",ujar Tisa dengan kesal meninggalkan Hiro dan Ian.
Sedang Hera mengaktifkan kamera depan",Sarah sudah dulu ya,kelas sudah mau dimulai,bye",ucap Hera segera mematikan panggilannya.
"Iya,tapi itu tadi...,sudah terputus",ucap Sarah menatap layar ponsel yang sudah berganti wallpaper.
"Ian,apa tadi itu benar dia",gumam Sarah.
"Ma",panggil Sarah.
"Iya nak",ucap Mama Sarah mendekati putrinya.
"Bolehkah,besok aku pulang",pinta Sarah.
"Tapi...
"Aku sudah sehat ma,dan aku juga ingin segera lulus kuliah,serta aku merindukan Hera dan Hiro",Lirih Sarah,Mama Sarah mengelus rambut Sarah dengan sayang.
"Baiklah besok kami akan mengantarmu,tapi ingat bila terjadi sesuatu segera hubungi mama dan papa",ucap Mama Sarah,Sarah mengangguk dengan senyuman,kemudian memeluk sang mama.
DiIstana Vampir.
"Kita berjumpa lagi Satria",ucap Raja Vampir Xion.
"Cih,tidak perlu berbasa basi,kembalikan batu permata biru itu",ucap Satria menunjuk cincin milik Ron yang dikenakan Raja Xion.
"Haahaahaa,tak ku sangka kau juga menginginkan permata ini",cibir Raja Vampir Xion,memperlihatkan cincin yang bertengger di jari telunjuk.
"Aku tak menginginkannya,tapi itu memang bukan hak mu itu bukan milik mu",ucap Satria.
"Hahahaha,Satria,oh Satria jangan munafik kamu Siluman,bagaimana kalau kita bekerja sama kamu akan mendapatkan permata biru ini dengan menukar permata merah milik keponakan kecil ku,bagaimana?",ucap Raja Xion membuat kesepakatan.Satria tampak berpikir.
__ADS_1