
Xian segera menuju kesebuah gedung,''Sarah",gumam Ian.
Sarah sendiri sudah tak sadarkan diri,''Yang mulia,''ucap pasukan Vampir.
''Bagus,dandani dia untuk menjadi pengantin ku'',perintah Raja Vampir Xion,Raja Xion mengarahkan sinar cincin biru kewajah Sarah,seketika Sarah membuka matanya namun dengan tatapan kosong.
Braak,tiba-tiba kaca jendela pecah,''Ternyata kau bersembunyi disini Raja pecundang'',ucap Satria.
Raja Vampir Xion menggeram,namun seketika tersenyum seram,memberi isyarat agar para pasukan Vampir membawa Sarah pergi,''Terima kasih telah datang untuk menyaksikan keabadian ku,siluman'',ucap Raja Vampir Xion.
''Cuih,sekarang ini aku tak akan mengampuni mu'',ucap Satria segera menyerang Raja Vampir Xion tanpa aba-aba.
Raja Vampir Xion menggunakan kekuatan cincin bermata biru untuk menangkis serangan Satria.
Sedangkan Ian mencari Sarah,Sarah berada disebuah ruangan,dengan pelayan Vampir tengah mendandani layak nya seorang pengantin.
Ian segera menyerang para pasukan Vampir yang berada diluar ruangan,Setelah mengalahkan semua Ian segera membuka ruangan tersebut membuat para pelayan vampir terkejut.'',Aku tidak akan menyakitimu,''ucap Ian segera menarik tangan Sarah,dan membopongnya.
Sementara itu Raja Vampir Xion hanya menangkis serangan Satria tanpa
menyerang,
Namun Bruuukk,Raja Vampir Xion menyerang Satria tepat didada hingga membuat Satria terpental.
Raja Vampir menggunakan kesempatan untuk menghilang,''Si*lan,Vampir licik'',ucap Satria memegang dada nya.
Raja Vampir Xion menghadang Xian,''Kenapa terburu-buru keponakan ku'',ucap Raja Vampir.
''Raja Vampir'',ucap Ian.
''Kenapa kamu membawa kabur pengantin ku,itu sungguh kejahatan'',ucap Raja Vampir.
''Menculik manusia untuk dijadikan inang itu juga sebuah kejahatan besar'',ucap Ian.
''Hahaha,kau sangat mirip sekali dengan kakak ku,dan itu yang membuat ku ingin menghabisimu,''ucap Raja Vampir dengan secepat kilat mencekik Xian.
''Aarghh'',teriak Xian sambil mempertahankan Sarah dibahunya.
Satria mendengar teriakan.''Ian'',ucap Satria tengah turun - akan menghabisi mu seperti aku menghabisi kedua orang tua mu'',ucap Raja Xion mencengkram lebih kuat leher Ian,Xian menendang Raja Vampir Xion setelah mendengar kata orang tua,energi Ian bertambah.
''Bed*bah'',hardik Raja Vampir Xion merasakan sakit.
Ian meletakan Sarah dilantai,''Tadi nya aku tidak menyerang mu karena menganggap mu keluarga,namun kali ini aku tidak akan mengalah lagi'',ucap Ian.
''Hahaha,ternyata nyali mu besar juga,lawan aku'',ucap Raja Vampir Xion.
Ian dan Raja Vampir saling serang saat Raja Vampir menggunakan cincin biru ternyata tak pengaruh terhadap Ian,''Sial'',batin Raja Vampir Xion.
__ADS_1
''Energi ku mulai melemah,tenaga ku belum pulih,''batin Raja Vampir Xion.
Xian mengarahkan cincin milik nya namun juga tak berpengaruh.
Satria melihat Ian dan Raja Vampir tengah saling serang,''Aku tidak bisa mengalahkan Raja pecundang itu sebelum cincin permata biru masih digunakanya'',ucap Satria kemudian membantu Xian untuk menyerang.
Raja Vampir Xion yang mulai lemah,Dia menendang Ian hingga tersungkur,Raja Vampir melihat Sarah untuk mengambil energi nya,''Aku tidak akan membiarkan mu untuk mendapatkan energi'',ucap Satria menghadang dan menyerang Raja Vampir.
''Akan ku singkirkan dulu,siluman seperti mu'',ucap Raja Vampir mencengkram leher Satria,kemudian mengeluarkan kuku-kuku penjangnya hendak menancapkan tepat di dada Satria.
Craaass,Suara teriakan kesakitan menggema.Bukan suara Satria melainkan suara Raja Vampir Xion.
Tangan Raja Vampir terpotong,Satria dan Xian melihat siapa yang melakukan.
''Hai kak'',ucap seorang gadis sambil melambaikan tangan kepada Satria dan Ian.
''Lira'',ucap Satria dan Ian bersamaan.
''Ahhhhkk,''teriak Raja Vampir Xion matanya nyalang menatap Lira.
Raja Vampir menyerang Lira,''Ian gunakan cincin batu merah mu'',ucap Satria.
Ian mengarahkan cincin itu kepada Raja Vampir,''Aakkhh tidak'',teriak Raja Vampir hilang menjadi debu.
''Akhirnya'',ucap Satria lega,Satria mengambil cincin bermata biru di jari Raja Vampir,dan memberikan kepada Lira,''Ini milik mu'',ucap Satria,Lira menyodorkan tangan nya seakan Satria akan memakaikannya,Namun Satria membalik tangan Lira dan meletakan cincin nya ditelapak tangan Lira.Lira hanya menggembungkan pipi nya.
''Mengharap memang tak boleh'',gerutu Lira.Xian mengusap kepala Lira dan menghampiri Sarah.
''Ian'',ucap Sarah.Ian tiba-tiba memeluk Sarah.
''A-ada apa'',gugup Sarah.
''Aku tidak mau Satria melihat dada mu'',bisik Ian,Sarah kemudian melihat dirinya tengan berbalut baju pengantin dengan belahan dada.
Wajah Sarah memerah,''Oh so sweet'',ucap Lira gemas.
''Anak kecil tidak boleh melihat seperti itu'',ucap Satria menutup mata Lira.
''Apaan sich kak'',ucap Lira kesal,namun tersenyum kembali saat melihat Ian begitu romantis dengan Sarah.
''Dimana Hera?'',tanya Hiro dengan nafas ngos-ngosan.
''Hera?,dia ada dimobil tadi waktu aku menemui mu dia yang mengantarku'',ucap Sarah.
''Si*al'',ucap Satria mengamati sekitar dan tak melihat potongan tangan Raja Vampir.
''Ayo kita harus segera menemukannya'',ucap Satria.
__ADS_1
''Tunggu dulu biarkan aku bernafas dulu'',ucap Hiro mengatur nafas nya.
Ian merapikan baju yang dikenakan Sarah.,Sarah hanya diam menahan malu.''Lira bawa Sarah kerumah Satria'',ucap Ian.
''Tapi aku ingin ikut kak'',ucap Lira,Ian yang pertama kali dipanggil kakak berdiri dan memeluk Lira.
''Jaga Sarah untuk ku,itu tugas pertama dari kakak mu ini adik ku'',ucap Ian saat melerai pelukan nya,Sarah masih bingung dengan apa yang terjadi.
''Ian'',panggil Sarah.
''Aku akan cepat kembali'',ucap Ian tersenyum menatap Sarah dan kemudian pergi menyusul Satria dan Hiro.
''Apa Hera akan baik-baik saja?'',tanya Sarah.
''Tenang saja,kak Satria pasti akan menyelamatkannya'',ucap Lira membantu Sarah berjalan.
''Gaun ini sungguh menyusahkan'',ucap Sarah.
''Tapi nampak cantik dan anggun ditubuh mu'',ucap Lira.
''Benarkah?'',ucap Sarah.
''Iya,seperti pengantin wanita,aku membayangkan bila kak Ian menggunakan tuxedo senada dengan gaunmu pasti kalian berdua akan menjadi sepasang pengantin yang serasi'',celoteh Lira.
Sarah hanya bisa tersipu,namun teringat Hera,''Apa Hera juga akan dijadikan pengantin oleh Raja Vampir?'',tanya Sarah.
''Bisa jadi,dia jadi pengganti mu'',jawab Lira.
''Semoga Ian bisa menyelamatkannya'',gumam Sarah sambil berjalan untuk keluar dari gedung itu.
Sarah kembali memecah keheningan.''Kenapa kamu memanggil Ian,dengan sebutan kakak?'',tanya Sarah.
''Karena aku adik kandungnya,kakak ipar'',ucap Lira.
''K-kakak ipar?'',ucap Sarah terbata,namun juga serasa ada kupu-kupu yang menggelitik dada nya.
''Iya,mulai sekarang aku akan memanggil mu kakak ipar'',ucap Lira terus menggoda Sarah,bagi Lira menggoda gadis disampingnya ini sungguh menyenangkan.
''Aduh bagaimana ini,aku tadi kesini hanya berbonceng pada para senior pemburu,kita pulang pakai apa?'',ucap Lira bingung.
''Apa kamu membawa ponsel adik ipar?'',tanya Sarah.
''Haa,I-iya aku membawa nya'',ucap Lira memberikan ponselnya kepada Sarah.
''Kita tunggu sebentar lagi,taksi langganan ku akan datang menjemput kita'',ucap Sarah,mengembalikan ponsel Lira.
''Apa kakak ipar sudah lama mengenal kak Ian?'',tanya Lira.
__ADS_1
''Belum,baru beberapa bulan'',jawab Sarah.
''Tapi mengapa aku melihat begitu besar cinta kak Ian kepada mu dimatanya'',ucap Lira membuat Sarah hanya terdiam menatap Lira.