
Istana
Kerajaan vampir tengah terjadi perebutan kekuasaan hingga menyebabkan kekacauan.Sebab dalam dunia vampir yang kuat yang berkuasa.
Ian pangeran vampir berusia 100 tahun mempunyai kakak bernama Ran,tengah menjadi buruan pasukan vampir dibawah perintah raja vampir,sebab keduanya mempunyai sesuatu yang berharga dari raja vampir sebelumnya.Sesuatu yang berharga itu bila disatukan bisa mendatangkan kekuatan yang luar biasa.
Maka dari itu Raja vampir ingin memilikinya,Namun Ian dan Ran tak memberikannya,membuat raja vampir murka dan ingin menghabisinya.
''Kak,kita harus pergi dari isini'',ucap Ian yang bersembunyi dari kejaran pasukan raja vampir.
''Kita harus pergi kemana Ian?,kita tida tahu tentang dunia luar.''ujar Ran sambil mengamati sekitar.
''Kita kedunia manusia'',ucap Ian
''Dunia manusia?,disana lebih berbahaya Ian,ingat kita ini vampir yang tak bisa terkena sinar matahari,kita akan mati konyol didunia itu'',ucap Ran tak mau.
''Tapi disini kita juga akan mati''.ucap Ian.
''Kita serahkan saja peninggalan ayah untuk raja vampir'',ucap Ran kepada Ian.
''Tidak Kakak,aku tidak akan menyerahkanya,aku akan melindungi dan mempertahankan milik ku'',kekeh Ian.
''Baiklah adik kecil,ayo kita kedunia manusia saja''.ucap Ran,Ian mengangguk.
Mereka berdua melewati batas dunia dan vampir,namun saat mereka melintas ada pengawal vampir yang melihatnya.
''Itu mereka'',teriak salah satu pasukan.
Ian dan Ran segera melesat,karena terlalu panik Ian dan Ran terpisah.Ran yang terlalu lelah melawan pasukan vampir akhirnya diringkus pasukan vampir,sedangkan Ian yang akan membantu kakak nya mendapat kode dari Ran agar segera pergi.
Ian hanya menurut,Ian melarikan diri melompati gedung satu dengan gedung lainnya dengan sisa tenaganya,kemudian terjatuh disamping sebuah gedung disaat gerimis turun.
"Hujan lagi'',gumam Sarah saat turun dari bus sambil membuka payungnya.
Suasana jalan sangat sepi,mungkin karena sudah sore ditambah hujan memungkinkan orang nyaman didalam rumah saja.
Sarah berjalan sendirian,namun melambat langkah dan berhenti sejenak saat melihat seorang yang tengah terlungkup disamping rumahnya.
''Apa orang itu terluka'',batin Sarah,dan segera menghampiri.
''Hei,bangunlah'',ucap Sarah sambil mendudukan pemuda,dan mengecek suhu badan nya.
''Hei,kamu tak apa?,badan mu dingin sekali'',ucap Sarah setelah memegang kening pemuda itu.
''Aakh'',rintih pemuda.
''Bagaimana ini?,apa yang sakit?,ah iya rumah sakit'',ucap Sarah merogoh ponsel akan menghubungi tenaga medis.
__ADS_1
''Ja-ngan'',ucap pemuda yang tak lain adalah Ian,menatap Sarah.
''Tapi kamu memerlukannya,badan mu sedingin es,kamu mungkin saja terluka parah'',ucap Sarah namun tangannya dicekal oleh Ian.
''Jangan hubungi siapa pun'',ucap Ian masih mencekal pergelangan tangan Sarah dan matanya tertutup kembali.
''Lalu aku harus bagaimana?'',tanya Sarah sambil berpikir.
Ian hanya diam dan menutup matanya,serta tanganya tak melepas tangan Sarah.
''Maukah kamu kerumah ku saja?'',tawar Sarah.
''Apakah boleh?'',tanya Ian.
''Heem,mari aku bantu'',ucap Sarah membantu Ian berdiri dan memapahnya.
''Kamu kenapa bisa terjatuh disana?,apa kamu korban tabrak lari?'',tanya Sarah saat mereka berjalan.
''Iya'',jawab singkat Ian.
''Siapa nama mu?,apa ada keluarga yang bisa aku hubungi?'',tanya Sarah lagi.
''Aku Lee Xian,panggil saja Ian,''jawab Ian.
''Oh,aku Sarah'',ucap Sarah.
''Keluarga mu?'',tanya Sarah kembali.
''Oh,maaf'',ucap Sarah tak enak hati.
Setelah sampai,Sarah membaringkan Ian diatas sofa,memberikan nya selimut agar suhu badannya segera hangat.Sarah memperhatikan wajah Ian yang terlelap,''Kenapa wajah nya seperti dalam lukisan istana itu'',batin Sarah mengamati lagi.
''Tampan'',gumam Sarah kemudian tersadar.
''Aku akan membuatkan mu sup,istirahatlah dulu'',ucap Sarah kikuk dan menuju dapur.
Ian yang mendengar jelas gumaman Sarah,tersenyum dengan mata masih terpejam.
Di dapur.
''Sungguh wajah nya sama persis,apa dia ada kaitannya'',gumam Sarah,sambil terus mengaduk sup nya.
''Tau ah,pusing,lebih baik aku segera menyiapkan ini untuk nya'',ujar Sarah segera mematangkan supnya.
Diruang tamu
Ian terjaga disaat merasakan ada aura dari golongannya mendekat.
__ADS_1
''Aku harus pergi dari sini,''ucap Ian segera bangkit dari sofa,tanpa berpamitan dengan Sarah Ian pergi melesat melewati jendela.
''Aku mencium aroma pangeran Ian disini'',ucap salah satu pasukan raja vampir yang berada disamping rumah Sarah.
Sarah kembali dari dapur membawa nampan menuju Ian berada,''Loh kemana orang nya?'',ucap Sarah bingung saat tak melihat sosok Ian.
Sarah mendekati jendela,''Apa dia sudah pergi?'',ucap Sarah memandang semangkuk sup nya.
Istana vampir.
''Maaf yang mulia,pangeran Ian belum ditemukan'',lapor salah satu pasukan kepada raja Xion,Raja vampir saat ini.
''Cari sampai dapat,dan bawa hidup-hidup dia pada ku'',petintah Raja Vampir.
''Baik yang mulia'',ucap pasukan vampir,kemudian pergi dari tempatnya.
''Bawa kemari pangeran Ran'',titah Raja vampir kepada pengawalnya.
Ran dibawa dihadapan raja vampir.''Hai,keponakan ku'',sapa Raja Vampir.
''Jangan sakiti adik ku'',ucap Ran.
''Hahahahaha'',tawa raja vampir menggelegar.
Raja vampir mendekati Ran.''Aku tidak akan menyakiti adik mu'',ucap Raja vampir melepas paksa cincin yang dipakai Ran dan mengenakannya.
Energi kekuatan raja vampir seperti terisi kembali,kemudian menatap nyalang mata Ran'',Tapi dirimu yang akan menyakitinya dan akan membawanya langsung kepada ku'',ucap Raja vampir.
''Akh,aku tidak mau!!!'',teriak Ran.
"Kau akan membawa Ian kepada ku,bawa Ian kehadapan ku",ucap Raja Vampir,seperti hal nya hipnotis Ran yang tadinya memberontak tertunduk,mengangguk pasrah mengiyakan yang diucap kan Raja vampir.
''HAHAHAHA,aku penguasa vampir,aku Lee Xion sang Raja vampir tak terkalahkan'',ucap Raja vampir.
''Abadi Raja vampir,abadi Raja Xion'',seru seluruh pasukan vampir serta Ran.
Raja vampir duduk disinggah sana.''Aku perintahkan kalian semua kacau kan dunia manusia,agar Ian tak tenang berada didunia manusia,dan kembali kesini'',perintah Raja vampir.
''Baik yang mulia'',ucap Ran dan pasukan nya.
Sedangkan Ian,dia berada dirumah sakit menyelinap ke sebuah ruangan.
''Aku butuh energi'',gumam Ian sambil memegang sebuah kantong berisi cairan merah kental,Ian mengeluarkan taringnya.
Ceklek
Seorang suster masuk kedalam ruangan yang sama,''Sepertinya tadi ada orang disini'',ucap suster itu tampak bingung,mengamati seluruh ruangan namun kosong tak ada siapa pun.
__ADS_1
Sedangkan Sarah masih termenung memikirkan kemana perginya Ian,pemuda itu sama persis dengan lukisan yang ditemukan Hera,pemuda yang sama yang memberikan dia payung disaat hujan kemarin.
''Ku harap dia baik-baik saja'',gumam Sarah menatap luar jendela.