
Xian dan para pasukan vampir segera melesat pergi kerumah Satria sedangkan Satria dan para pemburu melaju menggunakan motor begitu juga pengantin baru,''Pegangan Hera'',ucap Hiro memperingati istri barunya.
''Iya'',sahut Hera dengan lirih.
Setelah mereka sampai,Lira dan Sarah segera keluar rumah,''Kakak,dibelakangmu mereka...
''Mereka pengikut ku,jangan khawatir'',ucap Ian.
''Kalian berjaga disini dan jangan berseteru dengan para pemburu'',perintah Ian kepada para vampir.
''Baik yang mulia'',patuh semua vampir.
Sarah masih diam,''Sarah,apa kamu baik-baik saja?'',tanya Ian yang melihat Sarah hanya diam tak menyambutnya atau bahkan memeluknya,harap Ian.
''Hah,a-aku baik-baik saja'',ucap Sarah tergagap.
''Aku sebenarnya berharap kamu tidak baik-baik saja seperti Hera'',ucap Ian membuat Sarah kaget dan Lira geram.
''Apa maksud mu?!!,dan mana Hera?'',ucap Sarah kesal.
''Kakak ini bagaimana,mendoakan itu yang baik'',ucap Lira sewot dan memukuli Ian.
''Aduh,,aduh,''ucap Ian mengaduh.
''Sudah Lira hentikan,dan kamu Ian,mana Hera?'',ucap Sarah.
''Sebentar lagi mereka akan datang'',ucap Ian mendekati Sarah,namun Sarah menghindar.
''Kenapa?'',tanya Ian.
''Tidak apa-apa'',jawab Sarah mendekati Lira.
''Jangan mau dideketin kak Ian,kakak ipar'',ucap Lira melirik ian sinis,Ian berdecak.
''Kakak ipar?,panggilan yang bagus,''ucap Ian mencairkan suasana.
''Bagus dong,aku berharap kak Sarah menjadi kakak ipar ku,tapi mendengar kakak berbicara agar kak Sarah terluka sepertinya aku urungkan niat ku untuk mendukungnya menjadi nyata'',ucap Lira,Ian menghela nafas kasar.
''Bukan,bukan seperti itu"ucap Ian ingin menjelaskan maksudnya.
Tiba-tiba,rombongan Satria dan Hiro datang.
"Itu mereka".ucap Liea menunjuk Hiro membonceng Hera namun Lira mengalihkan pandangan kepada pemuda pembawa motor dengan pedang dipunggungnya.
''Hera'',panggil Sarah.
__ADS_1
''Apa kamu baik-baik saja?'',tanya Sarah memeluk sahabatnya itu.
''Aku baik Sarah'',ucap Hera dengab senyum.
''Syukurlah,wah Hiro kamu tampak gagah dengan setelan tuxedo ini'',puji Sarah melihat Hiro yang nampak lain.
Hera dan Hiro saling pandang namun seketika memutus pandangan,''Hiro bawa masuk istri mu,ada banyak kamar dirumah ku pilihlah salah satu'',ucap Satria setelah turun dari motor.
''Kalian semua boleh pulang dan terimakasih bantuannya,''ucap Satria kepada para rekan pemburu vampir karena Satria merasakan ada pandangan sengit diantara dua kubu,kubu vampir dan para pemburu vampir.
Sarah memandang Hera dan Hiro bergantian,''Istri?,siapa?'',tanya Sarah bingung,pasalnya dia tadi juga menggunakan gaun pengantin seperti Hera,jadi benar-benar tidak tau apa yang terjadi.
''Kita masuk dulu,akan kami jelaskan didalam'',ucap Ian.
Di dalam Rumah.
''Apa?!,jadi kalian berdua...'',ucap Sarah menunjuk Hera dan Hiro saat Satria dan Ian menjelaskan semuanya.
''Iya'',jawab Hera dan Hiro bersamaan.
''Ya tuhan,''ucap Sarah seketika menatap Ian,Ian hanya tersenyum dan Sarah menunduk malu,''Ternyata Ian ingin agar aku menjadi pengantin wanitanya seperti Hera yang saat ini menjadi pengantin wanita Hiro'',batin Sarah sambil tersipu.
''Sudah penjelasannya,sekarang kalian istirahatlah,aku juga ingin istirahat,''ucap Satria.
''Satria tunggu dulu,aku ingin berbicara dengan kalian semua,sebelumnya terimakasih Satria dan Hiro telah merawatku saat aku terluka selama ini dan juga merawat serta membesarkan adik kandung ku,namun sekarang sudah saatnya aku dan adik ku kembali ke istana Vampir'',ucap Ian tanpa menundanya,sebab singgahsana istana kosong.
''Ian,tidak bisakah kalian disini saja'',ucap Sarah yang juga berat baru beberapa jam bertemu Ian sudah akan berpisah lagi.
''Para Vampir membutuhkan pemimpin Sarah,aku pergi untuk kembali,percayalah'',ucap Ian mendekap Sarah memeluk dengan sayang.
''Iya,bawalah Lira,sudah waktunya juga dia belajar tentang siapa dirinya yang sesungguhnya'',ucap Satria.
''Tidakkah kak Satria ingin memeluk ku'',ucap Lira merentangkan kedua tangannya.
Tuk,Satria menyentil kening Lira pelan dan memeluk gadis yang sudah ia anggap anak itu,''Belajar yang benar,dan jadilah putri yang seperti kamu bayangkan selama ini'',ucap Satria melerai pelukan dan berdehem untuk mengendalikan detak jantung yang berdenyut cepat,''Apa jantungku sakit,kenapa seperti ini?'',batin Satria.Ian melerai pelukannya dengan Sarah juga saat mendengar apa yang Satria batin.
Lira mengangguk,''Apa tidak ada ciuman perpisahan?'',tanya Lira berharap.
Semua yang ada diruangan menatap Lira,''Lira'',ucap Semuanya.
''Hehe bercanda'',ucap Lira.
Setelah itu Ian dan Lira bersiap pergi,''Kakak ipar tenang saja,aku disana akan menjaga kak Ian dari vampir wanita genit'',bisik Lira kepada Sarah,Sarah tersenyum sambil mengangguk.
''Aku akan segera kembali menemui mu Sarah'',ucap Ian mendekati Sarah dan persekian detik satu ciuman mendarat dikening Sarah.
__ADS_1
Sarah tersentak,sedang Lira yang melihat itu tersenyum bahagia,''Kita kembali ke istana'',perintah Ian kepada pasukan Vampir sambil menggandeng Lira,seketika mereka melesat hilang.
Sarah masih terpaku diam,''Dasar Vampir kolot'',gumam Sarah sambil tersenyum.
Sedangkan Hera dan Hiro berada dalam satu kamar masih diam tanpa ada yang mengucap satu kata pun hingga Hera memecah keheningan,''Hiro aku mau keluar menemui Sarah dulu'',ucap Hera.
''Iya,aku juga mau istirahat dulu'',ucap Hiro memunggungi Hera,Hera menghela nafas.
Saat Hera keluar dari kamar bertepatan dengan Sarah yang masuk kedalam rumah,''Pengantin baru'',goda Sarah.
''Apaan,mana Ian?'',ucap Hera kemudian mengalihkan pembicaraan.
''Mereka sudah pergi'',ujar Sarah.
''Tapi kenapa kamu tidak bersedih?'',
''Kenapa harus sedih,dia berjanji akan menemui ku dan kembali padaku'',ucap Sarah yakin.
''Oh,''
''Bagaimana dengan mu,maksudku kalian berdua?,''ucap Sarah.
''Entahlah'',ucap Hera pasrah.
''Jalani saja Hera,mungkin ini yang terbaik untuk mu dan Hiro bukannya kamu hanya ingin menikah satu kali seumur hidupmu'',ucap Sarah.
''Iya Sarah,hanya saja aku takut dengan keluarga Hiro aku takut mereka tak menerima ku,dan juga aku bingung bagaimana cara mengatakan kepada ibu ku,ingin mengakhiri tapi kamu tau kan pernikahan itu sangat sakral bagi ku'',ucap Hera mengeluarkan unek-uneknya kepada Sarah.
Sarah mengelus punggung Hera untuk menenangkan,''Apa kamu sudah mengabari mama mu?'',tanya Hera.
''Sudah,aku mengatakan menginap di indikos tempatmu'',ucap Sarah.
''Mengenai keluarga Hiro pasti menerima mu,mereka sudah mengenal baik kita bukan mama Hiro juga wanita yang baik'',ucap Sarah menenangkan pikiran sahabatnya.
''Iya tapi apa mereka merestui?'',tanya Hera masih gundah gulana.
''Kita akan meminta restu mereka,restu keluarga ku juga restu keluargamu'',ucap Hiro mengagetkan Sarah dan Hera.
''Namun sebelum itu,''HERA WILL YOU MARRY ME?'',ucap Hiro berlutut didepan Hera dan memegang cincin ditangan.
''Tapi kitakan sudah menikah'',ucap Hera.
''Jawab saja Hera,anggap ini lamaran'',bisik Sarah.
''Yes,i will Hiro'',ucap Hera,kemudian Hiro menyematkan cincin dijari Hera.
__ADS_1
''So sweet,''ucap Sarah gemas melihat Hera dan Hiro malu-malu.
''Jadi ingin dilamar'',celetuk Satria,spontan ketiga sahabat itu menengok kesumber suara.