Love At First Sight With Vampir

Love At First Sight With Vampir
Tanda pertemanan


__ADS_3

Pagi hari


Sarah melakukan rutinitas pagi nya,menghubungi kedua orang tua nya dengan vidio call,membuat sarapan,bersiap,dan berangkat kuliah namun hari ini tidak ada kelas jadi Sarah berencana ingin jalan-jalan dengan Hera.


Ponsel Sarah berdering.


''Iya Hiro ada apa?'',tanya Sarah.


''Aku dan Hera sudah menunggu mu'',ucap Hiro dalam sambungan telepon.


''Aku akan segera kesana'',ujar Sarah.


''Baiklah kami tunggu'',ucap Hiro.


''Eem,''Sarah mematikan ponsel dan bergegas pergi.


Sarah berhenti sejenak menatap tempat dimana Ian tadi malam tergeletak kemudian melangkah pergi.


Di Taman kota.


''Hera jangan duduk terlalu dekat dengan ku'',ucap Hiro mendorong Hera.


''Memangnya kenapa?'',ucap Hera tetap duduk pada tempatnya.


''Aku tidak mau ada rumor mengenai kita di kampus'',ujar Hiro berusaha mendorong Hera,namun Hera tak bergeming.


''Rumor?',tanya Hera bingung.


''Iya,rumor tentang kita'',ucap Hiro.


''Oh my god,Hiro kau terlalu narsis'',ejek Hera.


''Yah benar memang aku eksis,keren,tampan,dan pintar'',sombong Hiro.


''Narsis Hiro,bukan eksis'',jelas Hera sambil memutar bola matanya.


''Sama saja nenurut ku,sama-sama terkenal,''ucap Hirosambil memegang kerah bajunya.


''Kau ini ternyata bukan hanya kulit mu yang dekil tapi otak mu ternyata juga dekil.''Olok Hera.


''Hei,kasar sekali bicara mu,ucapan mu melukai hati ku'',ucap Hiro,Hera hanya melengos.


''Hai kawan-kawan,apa aku terlalu lama?'',sapa Sarah.


''Sarah kemari jangan dekat-dekat dengan Hiro'',ucap Hera menarik lengan Sarah.


''Kalau sekarang boleh'',ucap Hiro.


''Tapi kenapa tadi aku tidak boleh'',ucap Hera.


''Karena kita tadi hanya berdua Hera,aku takut ada yang melihat kita dan mengira kita sedang berkencan'',ujar Hiro.


Hera tak peecaya dengan apa yang dikatakan Hiri,''Hah,ayolah Hiro,dari pada aku berkencan dengan mu lebih baik aku berkencan dengan mumi'',uhar Hera kesal.


''Kau membandingkan ku dengan mumi?,''tanya Hiro.

__ADS_1


''Iya kenapa?,kau tak terima.''ucap Hera.


''Ak..


''Sudah Hera,Hiro,bukan nya hari ini kita akan bersenang-senang,atau aku akan pulang saja dan kalian berdua lanjutkanlah berdebat nya'',ucap Sarah.


''Jangan'',cegah Hera dan Hiro bersama.


''Kita pergi sekarang,ayo'',ucap Hera menggandeng tangan Sarah dan Hiro mengejar dua gadis itu.


Mereka bertiga menikmati hari ini dengan jalan-jalan,mengunjungi museum,mengambil beberapa foto,dan menikmati jajanan pinggir jalan.


malam hari


''Sarah,biarkan kita mengantar mu pulang'',ucap Hera.


''Tidak perlu Hera,arah kita berbeda'',tolak Sarah.


''Tapi ini sudah terlalu gelap,kamu akan lama menunggu bus'',ucap Hera membujuk.


''Aku dan Hera akan menemanimu sampai bus nya datang'',sela Hiro.


''Tidak perlu Hiro,aku bukan anak TK yang harus ditemani,kalian berdua pulang lah lebih dulu'',ujar Sarah tetap tak inhin merepotkan kedua sahabatnya.


''Tapi kamu hanya sendirian Sarah'',ucap Hiro.


''Aku sudah terbiasa sendiri'',ucap Sarah dengan sedih namun tetap dengan senyum.


''Sarah'',lirih Hera.


Sarah tersenyum mengelus lengan Hera.''Aku tidak apa-apa Hera,sana kalian pulang lah'',ucap Sarah.


''Tidak Hiro kamu juga harus pulang,nanti mama mu mengkhawatirkan mu bila kamu tak juga segera pulang'',ujar Sarah.


''Tapi...


''Tidak ada tapi-tapian kalian berdua pulanglah'',ucap Sarah mendorong Hera dan Hiro saat bus meraka sudah berhenti.


''Daah,hati-hati'',ucap Sarah sambil melambaikan tangan saat kedua sahabatnya sudah beradavdidalam bus duduk dekat cendela.


''Kalau ada apa-apa hubungi kami'',ucap Hiro,Hera mengangguk-angguk saja.


Sarah hanya mengangguk sambil tersenyum.Sudah setengah jam Sarah menunggu bus tapi tak ada yang lewat.


''Apa jam operasionalnya sudah berganti,lebih baik aku cari taksi saja'',gumam Sarah,sambil berjalan.


Sedangkan supir bus arah kediaman Sarah tengah dibawa kerumah sakit sebab tak sadarkan diri,Dokter yang memeriksa dibuat bingung sebab tak ada luka terbuka dalam tubuh pak supir,namun supir itu kekurangan darah.


Sarah menyebrang jalan,''Awas!!!'',teriak pengendara mobil.


Sarah memejamkan mata,"Bruuuukk,"suara hantaman keras terdengar begitu mengerikan.


"Kamu baik-baik saja Sarah?",tanya seorang.


"Ah,suara itu?,apa aku sudah mati?,apa ini halusinasi?,apa aku sudah di dunua lain?",batin Sarah.

__ADS_1


"Sarah,kau tidak apa kan,bukalah mata mu",pinta seorang itu.


Sarah membuka matanya."Ian?",ucap Sarah saat wajah Ian berada tepat didepannya.


"Syukurlah kau tidak apa",ucap Ian lega.


"Mobil nya?,tadi akan...'',


''Itu'',Potong Ian menunjukan mobil yang remuk bagian depan nya dan aneh nya sang pengendara hanya diam mematung disamping mobilnya dengan wajah tampak shock.


Sarah bingung'',kenapa bisa remuk bagian depan sedangkan pebgendaranya baik-baik saja'',batin Sarah,terdiam melamun.''Mau pulang dengan ku?'',tanya Ian menyadarkan Sarah.


''Iya'',jawab spontan Sarah.


''Baiklah sepertinya kamu tidak baik-baik saja'',ujar Ian dan tanpa aba-aba menggendong Sarah ala bridestyle.


''Ian kenapa kamu menggendongku'',ucap Sarah terkaget.


''Tidak apa,aku hanya ingin membalas budi saja'',ucap Ian mulai berjalan,meninggalkan tempat kejadian.


''Balas budi?'',tulang Sarah.


''Iya,karena kamu sudah menolongku dan membawa kedalam rumah mu'',ucap Ian,sedikit berlari.


''Turunkan aku Ian,aku bisa jalan sendiri aku pasti sangat berat,''pinta Sarah.


''Tidak,kamu sangat ringan bagi ku,bagaimana kalau kamu ku ajak melompati gedung-gedung ini'',ucap Ian.


''Hah,apa kah kau atlit parkur?'',kaget Sarah namun masih berpikir positif.


''Anggap saja begitu,pegangan yang erat'',ucap Ian membawa Sarah melompati gedung satu kegedung lain nya,Sarah mengalungkan tangannya keleher Ian sambil memandang wajah Ian yang begitu tampan,kulit putih hidung mancung dan bola mata berwarna perak ditambah helaian rambut yang tertiup angin menambah kesan cool,''Bolehkah aku jatuh cinta kepada nya'',batin Sarah.


''Kita sudah sampai'',ucap Ian.


''Kenapa cepat sekali,akh maksud ku terimakasih'',ucap Sarah.


Ian hanya tersenyum,''Aku yang harusnya berterima kasih Sarah'',ucap Ian.


''Hah,ehm maksud ku bisakah kita bertemu lagi?'',tanya kikuk Sarah sambil menggigit bibir bawahnya.


''Tentu saja,''ucap Ian sambil menarik tangan Sarah dan menyematkan sebuah cincin kejari manis Sarah.


''Ini untuk apa?'',tanya Sarah.


''Cincin ini tanda bila kita mulai hari ini berteman'',ucap Ian.


''Hanya berteman?,ehm maksud ku apa tidak ada yang marah bila kamu berteman dengan ku?'',tanya Sarah menunduk malu.''Kenapa aku grogi seksli'',batin Sarah.


''Tentu saja tidak,''ucap Ian.Sarah menatap Ian,terutama bola mata nya''Aku pergi dulu,jaga diri baik-baik'',ucap Ian


''Hati-hati'',Ucap Sarah.


Ian mengangguk dan pergi menjauh dari kediaman Sarah sebab dia merasakan kehadiran pasukan raja Vampir,Ian tak mau bila Sarah tau siapa dirinya sebenarnya dan takut bila pasukan raja vampir melukai Sarah nya,Ian melesat mengalihkan pasukan vampir kedalam gudang tua.''Pangeran Ian kami tidak akan melukai anda bila anda menyerahkan diri'',ucap salah satu pasukan vampir.


''Aku tidak akan menyerahkan diriku kepada Raja Xion'',Ucap Ian,menghajar pasukan raja Vampir.Dengan mudah Ian mengalahkannya,merasa kalah telak pasukan vampir pun pergi meninggalkan Ian.

__ADS_1


Sedangkan Sarah setelah Ian pergi segera masuk kedalam rumah,Sarah memandangi cincin berlian berwarna merah,''Cantik'',gumam Sarah sambil tersenyum.


Sedangkan dibalik senyum merekah Sarah ada seorang yang mengintainya dengan seringaian dua taring.


__ADS_2