Love In School

Love In School
Eps.18 Perjodohan


__ADS_3

📲


"cepat pulang kerumah Nathan!,dimana kamu?mengapa belum juga sampai kerumah!!!"ucap Pria di sebrang sana


"lagi di jalan"ucap Nathan


"papa tunggu sekarang juga"


"hm"


******


Di kediaman Abraham


Kediaman Yang begitu megah dengan beberapa bangunan di sana,Berwarna Gold,gerbang tinggi.Sungguh layak nya istana,Di dalamnya Ratusan para pekerja.


Saat ini Nathan tengah duduk makan malam di kediaman nya itu,bersama Louis Georgi Abraham Dan Ibu nya Sintia Citra Mahesa.Ntah mengapa tadi ketika ia sedang di mall papa nya menelpon agar segera pulang dan ingin membicarakan sesuatu.


"Papa ingin bicara sama kamu Nathan"ucap Louis


"biacra saja"ucap Nathan acuh,memang pada dasar nya Nathan sedari kecil kurang kasih sayang dari Papa nya karena papa nya sibuk dengan bisnis,Mama nya juga sibuk tetapi tidak separah papa nya itu.


"lihat ke arah orang yang bicara,sungguh tidak sopan kamu ini"ucap Louis


"bicara saja pa,Nathan lagi makan laper"ucap Nathan


"Nathan jangan seperti itu"tegur Sintia secara halus


"Huhttt,baiklah mau bicara apa?"ucap Nathan yang kini telah melihat kerah Papa nya


"Satu Bulan lagi kamu akan menikah,papa akan menjodohkan kamu dengan anak dari teman papa"ucap Louis


"APA!!!!"Pekik Nathan seraya menatap tajam ke arah papa nya


"Nathan dengar kan dulu"ucap Sintia


"tapi mah,Nathan ini masih muda,Nathan nggak mau nikah di jodoh kan,Nathan sudah mempunyai calon Nathan sendiri"ucap Nathan dengan emosi yang menggebu Gebu


"bagaimana bisa Nathan menikah muda Ma?nanti orang orang pikir Nathan sudah menghamili anak orang"ucap nathan


"nanti dulu sayang,dengarkan dulu"ucap sintia


"jauhi calon pilihan kamu itu!!!mau tidak mau kamu harus menerima perjodohan ini"ucap Louis


Mendengar hal itu spontan saja Nathan berdiri,dia tidak ingin menjauh dari calon yang ia maksud tak lain adalah orang yang selama ini mengisi hati nya yaitu gadis cantik dan cuek siapa lagi kalau bukan Zella?


"tidak!!Aku tidak mau menerima itu!!!"ucap nya


"Nathan,jika kamu tidak ingin mengikuti apa yang papa minta,setidak nya hargai lah permintaan terakhir kakek mu sebelum ia meninggal"ucap Louis


"maksud nya apa?"ucap Nathan


"tepat saat kakek mu meninggal sekitar sebulan setengah lalu,waktu kita berkunjung ke kediaman nya,kakek mu meminta papa untuk menikahkan kamu dengan cucu dari teman nya,yang tak lain adalah anak dari teman papa,ia yakin bahwa cucu dari temannya lah yang dapat mengubah sikap mu ini menjadi lebih baik"ucap Louis sedih...Cihh bisa juga sedih?batin nathan


Yah..Memang tepat sekitar sebulan setangah lalu sebelum mereka libur semester kakek Nathan meninggal,banyak awak media yang memberitahukan itu,itu lah sebab nya Nathan sedih hilang semangat..Kakek nya yang sering mengajari nya beladiri dulu,kakek nya yang selalu sayang kepadanya,sungguh sedih Nathan di tinggalkan beliau.Itu lah sebab nya Nathan jarang menampakkan diri di sekolah dan jarang menampakan diri di depan Zella bahkan sedikit menjauhi nya,ia tak mau lemah di depan orang yang ia sayang.ia jadi lebih sering tidak sekolah saat itu,jika sebelum nya sering alpa ke sekolah,maka kata kata yang tepat untuk Nathan saat itu adalah terlalu sering tidak sekolah.


Tetapi Mendengar kata kata kakek,Nathan pun menjadi bimbang?apa yang harus ia lakukan?ia sangat mencintai Zella,ia tidak ingin kehilangan cinta pertama nya yang sudah ia gariskan sendiri sebagai jodoh di dunia hayalan nya.Atau kah ia terima wasiat dari kakek nya itu untuk menikah dengan cucu dari teman kakek nya?tetapi ia tidak mengetahui seperti apa rupanya?sifatnya?mampu atau tidak kah orang itu membuat ia lupa dengan Zella?atau mungkin ini adalah jalan yang terbaik karena ia tidak berjodoh dengan Zella?sungguh ia di Landa kebingungan dengan pikiran nya saat ini.


"Nathan?"ucap mama Sintia memegang bahu Nathan


"eh..apa mah?"ucap Nathan yang tersadar dari lamunannya


"Kita temui saja nanti yah?jika memang kamu tidak cocok dan tidak suka nanti akan kita pikirkan lagi bagaimana?tetapi mama yakin kok pilihan kakek itu paling terbaik,nggak akan mengecewakan kamu"ucap Sintia membujuk Nathan


"yaudah mah terserah mama saja,tetapi jika Nathan nanti tidak setuju,papa tidak bisa melarang ku untuk menolak perjodohan ini,atau aku akan kabur dan mempermalukan keluarga ini"ucap nathan


"dimana letak tanggung jawabmu Nathan?,Papa tidak pernah mengajari mu untuk menjadi pengecut!!!"ucap Louis emosi


"apa aku tidak salah dengar?kapan papa mengajari ku?papa bahkan jarang pulang ke rumah"ucap nathas sinis


Plak


Satu tamparan mendarat di pipi Nathan ynag di berikan oleh Louis


"Nathan!!!"pekik Sintia


"kurang ajar kamu"ucap Louis


"aku akan tanggung jawab jika itu memang kemauan ku sendiri!!!"ucap Nathan

__ADS_1


"sudah sudah,besok kita ada pertemuan dengan keluarga mereka,jadi nanti kamu lihat saja Nathan bagaiman baiknya menurut kamu"ucap Sintia pasrah


"nah jika seperti itu akan lebih baik"ucap Nathan


Jika saja Nathan tau bahwa yang akan di jodohkan oleh orang tua nya itu adalah orang yang selalu ia impikan orang yang selalu ia dambakan,cinta pertama nya dan yang ia yakini adalah jodoh nya pasti ia akan melompat lompat saat itu juga.Sudahlah biarkan ia kaget sendiri nanti..


*******


📲


"sayang kamu kemension kita yang ada di Jakarta sekarang yah?papa sama Mama lagi ada dimension saat ini"ucap Arwin menelpon Zella


"iya pa"


Memang keluarga Lorenzt juga memiliki Mension di Jakarta mengingat ia sering ada urusan bisnis di Jakarta,tetapi Zella masih tetap tidak di izinkan nya untuk tinggal di Mension nya itu,walaupun masih banyak pekerja yang ada di sana,memang rumah Kenan lebih dekat dengan sekolah nya Zella juga Zella mempunyai teman jika di rumah Rina yaitu Kenan,tetapi sekarang Kenan sudah di luar negeri?itu lah yang membuat Zella bosan,walaupun masih ada Tante Rina,dia tidak selalu di rumahnya.


*******


Mobil Lamborghini melesat kekediaman mewah yang di ketahui itu adalah milik keluarga lorenzt.


"kapan papa sama Mama tiba di Jakarta?"tanya Zella setelah bersaliman dan berpelukan kepada orang tua nya itu


"baru saja sayang"ucap Arini


"iya dan papa langsung menelpon kamu"ucap Arwin


"pasti mama sama papa capek ya?terus bekerja?"ucap Zella


"tidak kok,ini semua kan juga untuk anak anak papa"ucap Arwin


"hm"


"oh ya sayang,besok malam kita ada pertemuan dengan keluarga yang ingin kakek jodohkan dengan kamu itu"ucap Arini


"besok malam mah?"ucap Zella kaget


"ia,sekaligus langsung tunangan,dan satu bulan lagi kalian akan menikah"ucap Arini


"tapi itu tidak terlalu cepet mah?"ucap Zella


"itu sudah di tentukan dari kake ksayang"ucap arwin


******


Hari ini memang hari yang libur itu lah sebab nya,Mereka sepakat mengadakan pertemuan pada malam nanti mengingat dari kedua belah pihak sama sama adalah orang yang sibuk dan padat waktu.


Malam pun tiba dimana kini Keluarga Lorenzt Dan keluarga Abraham akan datang di kafe xxxx.


Keluarga Abraham datang terlebih dahulu ke kafe itu.tetapi kali ini Nathan bilang dia akan membawa mobil sendiri tidak ingin bersama orang tua nya,akan tetapi mobil nya yang harus di dahulukan takut jika nanti tidak datang ke tempat yang telah di tentukan,alhasil mobil yang di kendarai oleh sopir Louis seperti menggiring mobil Nathan.


"aishhh,bagaimana dengan Zella?"


"apakah aku bisa melupakannya?"


"ohh shitttt mengapa kisah cinta ku jadi seperti ini"


"aku ingin ke ajaiban malam ini"


Nathan sibuk dengan argumen nya sendiri tanpa sadar kini sudah sampai ketempat tujuannya.begitupun dengan Papa Louis dan mama Sintia.Mereka sengaja telah membooking kafe itu agar tidak ada yang dapat mengganggu ketenangan mereka nanti.


"wahh kita datang duluan nih,nampak nya"ucap Sintia


"mungkin lagi di jalan mereka mah"ucap Papa Louis


"lambat banget sih"grutu Nathan sembari sibuk memainkan hp nya.


"sabar dong sayang"ucap Sintia


Mereka pun duduk di tempat yang telah di sediakan,sedangkan di daerah parkiran kini keluarga Lorenzt juga baru saja sampai ke kafe tersebut.


"Papa sama Mama duluan aja"ucap Zella


"loh kamu mau kemana dulu sayang?"ucap Arini


"mau ketoilet sebentar"ucap Zella


"oh yasudah"


*******

__ADS_1


Tiba Di tempat


"Haiiii Sintiaaa"ucap Arini


"hello Arini apa kabar"ucap sintia,mereka pun cipika cipiki.


"baik kok"


"apa kabar Sahabatku"ucap Louis


"baik baik,kamu apa kabar"ucap Arwin


"yah,begitu lah"ucap Louis


"mana anak kamu Rin?"tanya Sintia


"lagi ke toilet sebentar sin"ucap Arini


"Oh ya sin,itu anak kamu yah?"ucap Arini yang melihat Nathan masih sibuk dengan Hp nya


"ehh..iya Rin"ucap Sintia setangah malu


"Nathan Salim dulu sama om dan Tante"ucap Sintia


"Hallo om,hallo Tante"ucap Nathan menyalimi orang tua zella


"Loh kamu kan..."ucap Arwin menggantung


"om kan papa nya..."ucap Nathan menggantung


"Maaf semua saya terlambat"ucap Zella dengan membungkuk kan badan nya.


Zella tampil cantik dan elegan dengan gaun yang di gunakan nya dan satu set perhiasan tak lupa hils yang ia beli waktu di mall tempo hari,akhirnya ia pakai juga.


Sungguh mendengar suara ini Nathan jadi melihat ke arah sumber suara,Alang kah terkejutnya ia mendapati sang pujaan hati nya di depan mata?apa apaan ini?apa jangan jangan Zella adalah orang yang akan di jodohkan dengan nya?kalau begitu tentu ia tidak akan menolak sama sekali.


"Zella"


"Nathan"


Ucap mereka berbarengan.


Sungguh dewa keberuntungan berpihak kepada Nathan saat ini,Pujaan hati nya lah ternyata yang akan di jodoh kan orang tua nya kepada nya yang masih terkejut akan hal itu,tak lupa Nathan yang terpesona akan kecantikan Zella malam ini,walaupun masih di baluti dengan make up yang tipis di wajahnya.Sungguh sekarang khayalan nya akan menjadi pacar Zella akan jadi kenyataan,bahkan nanti akan menjadi suami nya langsung?tanpa pacaran,oh sungguh kebahagian yang tiada Tara bagi Nathan saat ini.


"jadi kalian sudah saling kenal?"ucap Sintia membuyarkan lamunan mereka


"iya ma"ucap Nathan tersenyum penuh arti


"iya Tan,kita satu sekolah soal nya"ucap Zella menyalimi Sintia dan juga Louis


"Wahh kamu cantik sekali sayang"puji sintia


"jadi Tante akan punya menantu yang cantik dong"ucap Sintia menggoda Nathan


"ih mama"ucap Nathan


"kenapa Nathan?kamu masih menolak?"tanya Louis


"ehh..tidak!!!tidakk kok pah,siapa bilang Nathan menolak"ucap Nathan spontan


"jadi udah di terima nih?"ucap Sintia menggoda Nathan


"ih mama,kan udah Nathan bilang"


"yaudah lah mari kita semua makan,dan lanjutkan perbincangan kita"ucap Arwin


mereka pun menyantap makanan yang sudah di pesan,tak lupa Nathan yang sering curi curi pandang kearah Zella,sekali mereka saling menatap tetapi langsung di putus oleh Zella.


"*huhhh,jadi Nathan orang yang akan di jodohin sama aku?"


"aiss yasudah lah,nggak bisa nolak juga"batin zella


"jika saja aku tau bahwa Zella lah orang yang akan di jodohkan dengan ku,malam kemarin langsung saja aku ajak papa mama untuk ketemu keluarga Zella"batin Nathan


"huhhh ingin sekali rasa nya aku melompat lompat dan memeluk Zella saking senang nya,tetapi tidak!!aku harus jaga image di depan orang tua nya"


"tapi tunggu apa ini nyata?atau mimpi?"batin Nathan*


"Ya ampun jika benar ini mimpi,lebih baik aku tidak bangun saja"batin Nathan

__ADS_1


Bersambungg


__ADS_2