
Sudah dua Minggu berlalu,Nathan Dan Zella masih tetap seperti sebelum nya,tak ada mencerminkan bahwa mereka calon sepasang suami istri,Mereka masih saja berhubungan dengan diam-diam sesuai dengan kesepakatan awal.
Sebenarnya Nathan ingin sekali mengatakan pada dunia bahwa Zella yang notbane nya adalah calon istri nya itu adalah milik nya seorang,agar tidak ada yang berani lagi yang mendekati Zella.Sungguh hal tersebut ingin sekali ia lakukan,tetapi ia ingat dengan perjanjian mereka dia awal bahwa akan merahasiakan hal ini kepada semua orang,ia takut kalau saja ia mengatakan kepada dunia maka Zella akan marah kepada nya.
Sungguh Pria ini sangat Bucin Akut!sampai-sampai takut sekali kalau Zella marah kepada nya?hanya sebatas marah loh!jika di tinggalkan?OMG pasti akan menggila pria itu.
Saat ini seorang Pria tengah uring uringan karena sudah dua hari tidak bertemu dengan Zella karena adat tradisi pingitan mereka hanya dalam dua hari,dalam dua hari itu pun Zella tidak masuk sekolah.
Nathan Sudah sangat tidak sabar menanti hari esok.Hari di mana ia akan mempersunting Zella pujaan hati nya,hari di mana mereka akan sah menjadi sepasang suami istri.Ia tidak banyak berharap bahwa ia bisa menyentuh Zella dengan mereka menikah,tetapi ia hanya ingin Zella selalu ada di dekat nya saja sudah cukup,ia akan menahan birahi nya demi Zella yang belum siap akan hal itu di tambah lagi dengan perjanjian mereka yang akan memiliki anak jika saja mereka lulus kuliah nanti.
"Huhhhh Baru jam sepuluh malam!!Aghhhh..bisa gila gue kalau gini terus"ucap Nathan prustasi
"Sabar Nathan Sabar,hanya tinggal menunggu hari esok!!setelah itu kau akan satu atap bersama Zella,dan kau akan selalu melihat nya"ucap Nathan menenangkan dirinya
Drtttt Drtttt Drtt
Bunyi hp Nathan di atas nakas berbunyi yang mengusik pikiran Nathan dan mengarahkan pandangan nya kepada hp nya itu.
"jangan-jangan...itu Zella"ucap nya dan ia segera menyambar hp nya itu
"ehm..Hallo"ucap Nathan mengangkat telepon tanpa melihat nama yang tertera di layar hp nya
"tumben lu bisa pelan ngomong"ucap orang di seberang sana
"*ohh shitt,aku terlalu berharap jika yang menelpon ku adalah Zella"gumam nya*
"Apaan sih!!ngapain Lo nelpon gue"ucap Nathan kembali ketus
"Woiii,kok bisa Lo berubah dengan cepat nada oktaf bicara Lo,kayak bunglon aja"ucap orang itu yang tak lain adalah Bili
"jangan basa basi!!cepat katakan ada apa!"ucap Nathan ketus.Sungguh ia sangat malu saat ini
"oke oke,Nat kita ke club yuk"ajak Bili
"ngapain?"ucap Nathan dengan kening yang mengernyit
"yak ilah,Lo kayak nggak tau aja kalau ke club' itu mau ngapain,Yahh mau mabuk lah"ucap Bili
__ADS_1
Yah Itu lah Bili,ia adalah anak yang broken home malah lebih parah dari Nathan,tetapi orang tua Bili adalah kelas pengusaha menengah.
"Ada masalah apa Lo?"tanya Nathan
"nggak ada,gue cuma mau nenangin diri gue aja"ucap nya
"gue nggak bisa,gue lagi sibuk Bil,lebih baik Lo ajak Rio, kalau nggak ajak aja anak BM(black motorcycle) kita buat ngeclub"ucap Nathan menghindar.
Bukan tanpa alasan ia menghindar.ia tidak mau jika hal tersebut akan menghambat hubungan nya dengan Zella orang yang selalu ia cintai.
"Yahh Nat,Lo kok gitu sih,nggak asik Luh mah"ucap Bili sedikit kecewa
"Gue bener bener nggak bisa bil,ajak aja mereka biar biaya nya gue yang tanggung,gue tranfer ke Rek Lo"ucap Nathan
"Hm..Yaudah deh"ucap Bili
Tut,Telepon di matikan Oleh Nathan
"Huhfttt,Sorry Guys gue nggak bisa kali ini,gue bener bener takut jika ini akan menjadi Boomerang buet gue dapetin Zella"ucap Nathan berargumen sendiri
"Oh iya,Zella sedang apa ya kira kira,kan jadi kangen lagi"ucap Nathan senyum senyum sendiri
"Aghhh..gue baru Inget klau nggak boleh komunikasi sama dia"ucap Nathan frustasi
"Ah sudah lah,lebih baik gue cek kerjaan aja"ucap Nathan
*****
Di dalam suatu ruangan,terdapat seorang gadis cantik yang masih menatap langit dengan berdiri di balkon kamar nya.Hembusan angin pun tak ia hiraukan.
"Apa ini cara Tuhan membuatku bisa melupakan Noval?"ucap nya dalam hati
Yah...Dia adalah Zella yang sejak tadi memikirkan pernikahan nya esok hari.Apakah benar keputusan nya itu?sedangkan ia masih saja sering mengingat pria lain..Tidak dapat ia pungkiri bahwa masih ada nama Nathan di hati nya walaupun hanya secuil saja.
"Okee..gue ingin lihat bisa atau tidak seorang Nathan meluluhkan hati ku"gumam nya.
Ia pun masuk kedalam kamar nya dan tertidur dengan pulas.
__ADS_1
Sedangkan di kamar nathan masih terjaga dengan mata nya tak kunjung terpejam,hari sudah menunjukan Pukul dua dini hari.
"Oh tidak..jika aku tidak bisa tidur begini,,bisa bisa kantung mata ku nampak..dan itu akan membuat Zella ilfil dengan ku"pikiran nya
"ayolah mata,kau harus tidur"ucap Nathan
Ia pun memaksa mata nya untuk terpejam,beberapa jam kemudian ia telah tertidur dengan Pulas.
*******
"Mah ayo dong..mama lama banget sih!!"kesal Nathan
Benar!!Mereka kini tengah bersiap siap untuk datang ke tempat dimana mereka akan melakukan akad nikah,dan hal itu lah yang sangat di tunggu tunggu oleh Nathan.
Wajah sumringah dengan senyum yang lebar tak pernah ia sirnahkan, ia akan menikah dengan pujaan hati nya?huhhh ia saja tak pernah menyangka akan hal itu..
"sebentar sayang,nanti kalau ada yang tinggal gimana,ini mama masih ngecek barang seserahan nya"ucap Mama Sintia
"Ih mama,orang tu tadi malam nyiapin nya,bukan pagi pagi,kan jadi telat kita nanti"ucap Nathan
"kamu tuh ya!!nggak sabaran banget jadi orang,Zella nggak akan lari"ucap Sintia yang sukses membungkam mulut Nathan
"Lari?..oh shitt dia tidak boleh lari..gimana?gimana ini?bagaimana kalau kalau ia kabur saat ijab kabul nya belum mulai,,Zella kan belum menyukai ku"ucap Nathan dalam hati nya
"Boy...Ayo Berangkat"ucap Papa nya Nathan
"ayo pah,cepetan pak Dadang"ucap Nathan kepada supir nya
******
Dilain Sisi Gadis Cantik yang tengah memakai kebaya berwarna putih yang menandakan suci.
"Aku akan menikah?"ucap nya
"Aku akan menjadi istri?"
"aku akan mempunyai suami?"ucap nya dalam hati
__ADS_1
"Oh Tuhan..Semoga ini pilihan yang terbaik"ucap nya
Bersambungg