Love Phobia

Love Phobia
Bab 11 : Dua Kepribadian


__ADS_3

Kinan mengerinyitkan dahinya. Sejujurnya ia pun tidak tertarik untuk menyebar luaskan tentang kehidupan pribadi seseorang.


Tapi ketika Kevin menyuruhnya merahasiakan malah membuatnya sedikit penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga Kevin. Mengingat ucapan perawat ketika berada di rumah sakit, bahwa mama nya mengalami gejala gangguan kejiwaan. Selama ini tidak ada yang pernah membahas tentang kehidupan rumah tangga pak Handoyo. Semua orang berpikir kalau keluarga pak Handoyo adalah keluarga yang bahagia.


“Tentu pak, saya akan menutup mulut saya rapat-rapat. Jadi Anda tidak perlu khawatir.” Ucap Kinan. Ketika ia ingin menutup kembali pintu mobil, Kevin kembali menahannya.


“Dan satu lagi.” Kata Kevin sambil menatap wajah Kinan.


“Pastikan besok kau tidak terlambat satu menit pun.” lanjutnya.


Kevin lalu bergegas pergi dari tempat itu. Meninggal kan Kinan yang menahan rasa kesalnya. Ingin sekali ia menendang mobil bos jahat yang tadi ia tumpangi.


“Dasar psikopat. Aku bahkan baru saja menolong ibunya. Apa dia tidak bisa membiarkan aku beristirahat dulu hari ini. Arghhh” kata Kinan sambil mengusap kasar rambutnya.


Kinan segera berjalan menuju rumahnya ketika mobil Kevin tidak lagi terlihat. ia langsung menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur tanpa berniat membersihkan diri terlebih dahulu. Sekarang pukul 03.40 dini hari. Kinan mengatur jam weker agar ia tidak bangun kesiangan. Tanpa memerlukan waktu banyak akhirnya ia pun tertidur. Rasa lelah membuatnya cepat terlelap.


...*****...


Sementara itu Kevin kembali menuju rumah sakit. Sudah terlalu lama ia menitipkan mamanya pada David dan membuatnya kembali khawatir mamanya akan mencari keberadaannya.


Kevin langsung masuk ke ruangan tempat mamanya di rawat. Terlihat sang mama masih setia memejamkan matanya karena efek obat penenang. David tertidur di sofa yang tersedia di ruangan tersebut.


Kevin berjalan menghampiri mamanya. Merapikan anak rambut yang berada di dahinya dan mengelus wajahnya lembut. Satu-satunya wanita yang ia cintai sedang terbaring lemah dengan jarum infus di sertai alat bantu pernafasan berada di tubuhnya. Kevin mulai terisak. Ia paling tidak bisa melihat mamanya seperti ini. Kevin seperti memiliki dua kepribadian yang berbeda.

__ADS_1


Mungkin ia adalah orang yang tegas di hadapan orang lain. Namun ketika di hadapan mamanya ia berubah menjadi orang yang lemah.


David terbangun karena suara isakan Kevin. Ia kemudian menghampirin dan menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu. Kevin terkejut dan buru-buru menghapus air matanya.


“Kok lo bangun Vid, istirahat saja dulu. Besok lo masuk kerja kan.”


“Gimana gue bisa istirahat kalau lo aja nangisnya kenceng banget.” Kata David bercanda. Ia berusaha menghibur Kevin.


“Sialan lo” Kevin mencebik.


“Udahlah Vin, kita berdoa sama-sama. Pasti tante Linda bakalan baik-baik saja. Lo harus kuat di depan tante Linda”.


Kevin hanya mengangguk. Benar kata David, dia harus kuat di depan mamanya. Bukan menjadi lemah seperti ini. Kevin kemudian mengecup pipi sang mama dan mengelus kepalanya.


...*****...


Dinginnya air di pagi itu tidak membuat kantuknya menghilang begitu saja. Kinan masih kelelahan karena hanya beristirahat beberapa jam. Ia membuat secangkir americano untuk meredakan rasa kantuknya dan segera berangkat ke Kantor.


Setelah separuh perjalanan, Kinan merasa ada yang aneh dengan motornya. Is berhenti dan memeriksanya. Kinan melotot ketika melihat ban depannya kempes. Kinan mengumpat kesal dan menendang pelan ban motornya.


“Sial, di dekat sini gak ada bengkel. Kalau pesan ojek pun pasti harus menunggu lagi. Bisa-bisa aku terlambat” kata Windi kesal. Ia terbayang-bayang ucapan Kevin yang memperingatkannya agar tidak datang terlambat hari ini.


Sesaat kemudian, sebuah motor ninja berhenti tepat di hadapannya. Pria yang mengendarainya membuka kaca helm dan memanggil Kinan.

__ADS_1


“Kenapa Nan?.” Tanya pria itu yang tak lain adalah Fadly.


“Kempes mas.” Jawab Kinan sekenannya.


“Di dekat sini gak ada bengkel. Bagaimana kalau kamu berangkat sama aku saja. Motor mu nanti biar aku yang urus” kata Fadly.


“Gimana caranya?” tanya Kinan bingung.


“Aku ada kenalan orang bengkel. Nanti aku suruh dia ambil motormu”.


Kinan tampak berpikir sejenak. Sebenarnya ia sedikit enggan berangkat dengan Fadly. Pernyataan Fadly tempo hari membuat Kinan menjaga jarak dengannya. Tapi kalau ia menolak, sudah pasti ia akan terlambat. Membayangkan kemarahan Kevin membuatnya bergidik ngeri. Akhirnya Kinan memutuskan untuk menerima tawaran Fadly.


“Oke deh mas, aku ikut” kata Kinan lalu segera naik ke boncengan motor Fadly.


Fadly tersenyum penuh arti. Ia segera tancap gas menuju kantor tempat mereka berdua bekerja.


__________________________________________________


Kira-kira penyataan apa yang di maksud Kinan. Dan apa yang membuat Kinan menjaga jarak dengan Fadly?. Buat yang penasaran tunggu episode selanjutnya ya Love.


...Dukung terus karya ku ya Reader' s...


...Jangan lupa like dan vote kalau kalian suka sama ceritanya...

__ADS_1


...Selamat Membaca💜...


...******ㅁ스ㅁ******...


__ADS_2