Love Phobia

Love Phobia
Bab 8 : Mama Kevin Hilang


__ADS_3

Kevin memarkirkan mobil di garasi rumahnya. Waktu sudah menunjukkan jam 8 malam. Dilihatnya pintu utama dalam keadaaan terbuka lebar. Dahi Kevin berkerut, tidak biasanya pintu rumahnya terbuka di malam hari.


Kevin segera masuk kedalam rumah, dan mendapati suster yang menjaga mamanya ada di sofa. Raut wajahnya terlihat gelisah. Suster langsung berlari ke arah Kevin saat melihatnya memasuki rumah tadi.


"Tuan!" panggil suster sambil berlari tergopoh-gopoh menghampiri Kevin.


"Ada apa sus" tanya Kevin. Seketika ia langsung teringat mamanya.


"Nyonya hiks hiks" ucap suster mulai menangis.


"Mama kenapa" kata Kevin membentak suster, ia terlihat panik ketika suster menyebut mamanya sambil menangis.


"I-itu Nyonyaa. ..." ucap suster tak kuasa melanjutkan ucapannya.


"APA YANG TERJADI SUS, MAMA KENAPA!!!" tanya Kevin mencengkram bahu sang suster. Sebenarnya ia bisa saja langsung berlari ke kamar mamanya. Tapi Kevin memilih mendengarkan suster karena ia takut apa yang dipikirnya sekarang benar-benar terjadi.


"Nyonya tidak ada di rumah tuan, nyonya hilang" ucap suster menunduk. Iya sangat takut. Terlebih ketika Kevin membentaknya tadi.


"APA!!!" Kevin membulatkan mata tak percaya. Sedikit ada rasa lega karena pemikirannya salah. Namun, ia lebih khawatir mengetahui mamanya tidak ada di rumah.


"Kenapa bisa sus" tanya Kevin panik.


"Maafkan saya tuan, tadi sebelum saya ke kamar mandi nyonya ada di kamarnya sedang tidur. Ketika saya kembali nyonya sudah tidak ada di kamarnya. Saya juga sudah mencari di manapun tapi nyonya tetap tidak terlihat. Maafkan saya tuan, saya telah lalai" kata suster menjelaskan. Air mata semakin deras membasahi pipinya. Ia sangat takut dan juga khawatir dengan keadaan mama Kevin.


"Arghhh.... Mamaaa!!" Kevin berteriak histeris. Ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.


"HALO DAVID!!!" ucap Kevin keras ketika telepon tersambung.


"Buset... jangan teriak-teriak ngapa, sakit nih telinga gua. Gua nggak budek kali Vin" Ucap David memaki di seberang telepon.

__ADS_1


"Vid, gue butuh bantuan Lo. Mama hilang" kata Kevin.


"Whatt!! lo serius Vin. Kok bisa" kata David terkejut.


"Nanti aja ceritanya. Sekarang bantuin gue cari mama dulu" ucap Kevin tak sabaran.


"Oke oke, gue bakal hubungi anak buah gue buat bantuin cari tante Linda sekarang!".


"Thanks Vid" ucap Kevin.


"Ya udah, gua tutup telepon nya" kata David mengakhiri telepon.


Kevin memasukkan ponselnya ke dalam saku jas setelah sambungan telepon berakhir.


"Suster tolong jaga rumah ya. Kalau mama pulang segera hubungi saya" ucap Kevin lalu berlari keluar rumah.


"Hati-hati tuan" kata suster, entah Kevin mendengarnya atau tidak.


"Semoga segera ada kabar baik dari David" batin Kevin.


...*****...


Kinan baru saja keluar dari Minimarket di dekat rumahnya. Ia memilih berjalan kaki sambil menikmati udara malam yang menyegarkan kulit. Ketika sampai di jalan sepi, terlihat seorang laki-laki sedang mengobrol dengan Wanita. Dari caranya berbicara sepertinya laki-laki itu sedang memarahi si Wanita.


Kinan berhenti dan memperhatikan dari jauh. Tiba-tiba laki-laki tadi menampar si Wanita hingga jatuh tersungkur.


"Astaga" ucap Kinan membulatkan matanya. Ia segera berlari kearah mereka dan membantu wanita tadi berdiri.


"Pak, ada apa ini. Kenapa kasar sekali pada Ibu ini" Hardik Kinan.

__ADS_1


"Kamu tidak tahu apa-apa, sebaiknya jangan ikut campur" kata laki-laki itu balik memarahi Kinan


"Apa tidak bisa di selesaikan baik-baik. Kenapa harus menampar. Hanya laki-laki pengecut yang berani main tangan dengan Wanita".


"Cih, asal kamu tau nona. Ibu ini sepertinya adalah wanita gila. Dia memakai jasa taksi ku namun tidak mau membayarnya. Pakaiannya terlihat mahal jadi aku tidak menaruh curiga. Tapi ternyata dia tidak punya tempat tujuan. Dia hanya menyuruhku berkeliling tanpa tahu ingin berhenti dimana. Ketika aku meminta bayaran, ibu ini malah menangis bahkan berteriak histeris. Aku takut orang-orang yang melihat berpikir aku merampoknya. Jadi aku terpaksa menamparnya agar dia diam" kata laki-laki yang ternyata adalah supir taksi itu menjelaskan.


Kinan menatap wajah wanita itu. Wajahnya penuh debu akibat terjatuh tadi. Kinan membersihkannya dengan mengelus lembut wajah wanita itu.


"Berapa ongkos taksinya pak, biar saya yang bayar" ucap Kinan melembut.


"130 ribu" kata supir taksi.


Kinan menyerahkan uang dengan jumlah pas dengan nominal yang di sebutkan supir taksi tadi.


"Terimakasih nona, saya permisi" ucap supir taksi setelah menerima uang Kinan


"Sama-sama pak. Lain kali jangan menyelesaikan masalah dengan kekerasan ya pak. Ibu ini biar saya yang urus. Mungkin akan saya bawa ke kantor polisi. Barangkali keluarganya ada yang mencari" kata Kinan


Supir taksi tadi mengangguk dan segera masuk kedalam mobil. Setelah menekan pedal gas, tiba-tiba Kinan berdiri tepat di depan mobilnya. Supir tersebut terkejut dan mengerem mendadak.


"Pak tolong pak, ibu itu pingsan. Bantu saya membawa nya ke rumah sakit" kata Kinan mengebrak bagian depan mobil.


"Cobaan apa lagi ini ya tuhan" kata si supir mendengus kesal.


...Dukung terus karya ku ya Reader's...


...Jangan lupa like, komen dan vote kalau kalian suka sama ceritanya...


...Selamat Membaca💜...

__ADS_1


...Salam dari Author yang masih belajar wkwk...


...******ㅁㅅㅁ******...


__ADS_2