
"sebaiknya mama jangan mengambil kesimpulan sendiri dulu ma, mungkin saja dia hanya mirip" ucap papa Aditama
"masa sih cuma mirip, ya kalau di dalam mobil itu Mama tidak jelas melihat wajahnya, tapi kalau di dalam mall yang waktu itu Mama lihat sama Nayla, Mama yakin itu pacarnya Jo, papa ingat nggak, Jo bilang kan pacar nya di telpon orang tua nya, terus perempuan yang Mama bilang selingkuh dari pacarnya itu, bicara kayak gitu juga pa" ucap Mama Safitri begitu yakin
"ya sudah Mama tenang dulu, biar nanti papa yang bicara pada Jojo" ucap papa Aditama menenangkan istrinya yang Masih emosi mengingat putranya di selingkuhi oleh pacarnya
"benaran ya pa" ucap Mama Safitri
papa Aditama pun mengangguk
"Mama istirahat dulu gih di kamar, Mama pasti capek kan tadi marah-marah" ucap papa Aditama begitu perhatian pada istrinya
Mama Safitri pun mengangguk dan langsung masuk ke dalam kamar pribadi suaminya yang berada di dalam ruangan nya
setelah kepergian sang istri, papa Aditama menghela nafas panjang dan langsung menghubungi ponsel putra nya. Tut Tut Tut
Tut Tut Tut deringan kedua Jonathan baru mengangkat nya
",.,.,,.''',...,."
"waalaikumsalam, Jo kamu di mana?" tanya papa Aditama
",.,,,.,.,'''''',.....,.."
"papa butuh penjelasan dari kamu, kenapa Mama bisa marah-marah?" ucap papa Aditama
".,.'.''''',...,,..,"
__ADS_1
"oke, nanti di rumah papa tunggu menjelaskannya" ucap papa Aditama
",.,,,,,,'''',....,.,"
"waalaikumsalam" ucap papa Aditama lalu mematikan sambungan telepon nya
****
sedangkan Nayla, setelah pulang sekolah, Nayla langsung ke restoran, bukan untuk makan, melainkan untuk bekerja sebagai pelayan.
setelah sampai di restoran Nayla langsung berganti seragam sekolah nya dengan pakaian khusus pelayan
Nayla bekerja paruh waktu di restoran sebagai pelayan
"Nayla kamu sudah datang" tanya Rubi salah satu teman nya di restoran
"iya, kalau kamu sudah dari tadi ya?" jawab Nayla sekali Gus bertanya
Nayla pun mengangguk dan mengikuti Rubi
restoran begitu ramai pengunjung, Nayla dan para pelayan lainnya bahkan tidak sempat beristirahat.
hingga jam istirahat datang, Nayla pun istirahat sebentar dan memakan jatah makanan yang di berikan oleh pihak restoran
Nayla makan bersama Rubi dan teman-teman lainnya sambil sesekali mengobrol
"Nayla, kamu sekolah terus kerja, emang nya nggak capek?" tanya Rubi
__ADS_1
Nayla tersenyum "sebenarnya sih capek, tapi mau bagaimana lagi, aku harus belajar untuk menggapai cita-cita ku, dan aku juga harus bekerja untuk membantu ibu panti dan sebagian uang nya untuk di tabung, siapa tahu aku bisa melanjutkan pendidikan ku sampai kuliah" ucap Nayla
"hah" Rubi mendesah sebelum melanjutkan perkataannya "kalau aku jadi kamu, mungkin otak ku tak akan sanggup, untuk belajar saja aku sudah pusing, apalagi harus bekerja hingga larut malam" ucap Rubi lalu menghela nafas berat
"hahahaha tidak perlu di pikirkan terlalu keras, kita cukup menjalani kehidupan ini dengan ikhlas dan sabar, dan satu lagi kita harus semangat" ucap Nayla tertawa
"aku salut sama kamu, dulu hidup kuterlalu berat rasanya, tapi saat mendengar cerita mu, aku jadi termotivasi untuk terus semangat apa pun yang terjadi" ucap Rubi
setelah selesai makan, mereka kembali bekerja
"mas, mbak, silahkan buku menunya, mau pesan apa" ucap Nayla pada dua orang pengunjung yang seperti nya sepasang kekasih, Di lihat dari kemesraan mereka.
dan ternyata si wanita adalah wanita yang sama, yang dia lihat di mall bersama Mama Safitri sedang berselingkuh dari pacarnya
"terimakasih" ucap si lelaki Lalu mengambil buku menunya
"apa mungkin ini ya pacar nya wanita ini?" batin Nayla
"pelayan! ngapain kamu bengong, kamu mau di pecat, ayo cepat kami mau pesan" ucap si wanita dengan angkuh dan sombong
Nayla yang sedang melamun langsung tersadar
"maaf maaf, mau pesan apa?" tanya Nayla lalu menyiapkan pensil dan kertas bersiap menulis pesanannya
"sayang! tidak perlu marah-marah begitu, itu tidak sopan l, dia ada di sini kan? ayo cepat pesan makanan apa yang kau mau" ucap si pria
"heh! dia kan cuma pelayan" ucap Si wanita mendengus kesal
__ADS_1
lalu memesan makanan apa yang dia mau, lalu si pria juga memesannya. Setelah selesai menulis pesanannya Nayla pun pergi ke bagian dapur untuk memberikan pesanan mereka
"sombong sekali perempuan itu.....