
Eps 2
Jo berbalik menghampiri kekasihnya isabel, meninggalkan aku yang tetap mematung.
Aku ingin memanggilnya namun lidahku terasa kelu, bibirku tak mampu bergerak, aku hanya bisa memandangi kepergiannya, menatap punggungnya yang berakhir di pintu kelas X A
Aku berlari ke kelas X, yaa aku kelas sepuluh B sedang Jonathan kelas sepuluh A.
Sekolah di SMA ini pun karena jonathan juga sekolah di sini, aku tak mampu membayar biaya untuk sekolah di sini, bisa sekolah di sini mengandalkan kemampuanku sendiri hingga aku dapat beasiswa juga karena ayahku yang pernah mengabdikan diri di sekolah ini, hingga aku bisa satu sekolah dengan jo.
Flash back off.
"De,,Dewi. Kirana menepuk lengan dewi. Malah ngelamun. Mikirin perkataan si jo lagi?
Kenapa sih, De. Itu mulu yang kamu ingat?
Kenapa kamu gak bisa lupain dia sih? Mendengus kesal.
"Bukan gitu, Na. Aneh aja sih.
Kita baru juga bertemu dua kali, kenapa dia rasanya benci banget sama aku?
"Entah, mungkin ada sesuatu kali.
"Iya, tapi apa?
Awal ketemu, dia nolongin aku, kedua kalinya ketika aku ingin berterima kasih, dia malah marah marah gak jelas, ngatain aku seperti itu.
"Makanya, jangan diingat lagi! Lupain aj dia.
Udah tau dia gak suka sama kamu, ehh malah makin gede cintanya.
"Au ah, udah cepetan makan! ntar lagi masuk, Na.
__ADS_1
"Huum. Mengangguk.
Di dalam kelas mereka duduk dengan nyaman sebelum guru datang.
"Na, ngapain kamu senyum senyum sendiri kayak orang gila aja?
"Aku lagi mikirin guru baru yang akan ngajar di sini, dew. Menjawab masih dengan posisi yang sama, menyandarkan kepala dengan menatap langit langit kelas.
"Sadar, Na. Sadar!
"Suuuttzz, meletakkan jari telunjuknya di bibir. Jangan berisik, dew. Ahh merusak fantasiku aja.
"Whaatttttt???
Kamu mikir apa sih, Na? Dasar omes. Memukul bahu kirana.
"Sss, sakit tau. Se enak jidat aja mukul mukul, nanti aku laporin kamu sama guru tamvanku. Melirik dengan mata penuh amarah.
Tanpa disadari keduanya, ada sosok tampan yang sudah sejak tadi bersandar di sudut meja guru dengan santai melihat ke arah mereka yang asik sendiri.
"Dew, Na. Ssstt ssst edo memanggil dari samping.
Vino melambaikan tangan, memberi isyarat agar tidak memanggil dewi dan kirana. Semua siswa dan siswi melihat ke arah keduanya tanpa suara.
Vino menghampiri meja dewi dan berdiri di samping dewi yang duduk memunggunginya.
"Astaga... Tampan bangeettt. Apa aku lagi halusinasi yaa? menampar pipinya sendiri berulang kali.
Apa guru baru yang akan mengajar di sini seperti pangeran ini ya Tuhan?
Kalo guru baru itu memang seperti dia, jadikan dia jodohku ya Allah, aku mohon. Menengadahkan kedua tangannya sambil berdoa. Amiin.
"Dewi melotot karena heran. Tanpa berbalik dia juga berdoa.
__ADS_1
Ya Allah, sahabatku sudah makin parah gilanya, buat dia semakin gila lagi. meniru gerakan kirana.
Semua siswa tertawa terbahak bahak sambil mentup mulut, melihat Dewi dan Kirana yang seakan belum sadar.
"Apaan sih, De. Aku gak lagi bercanda, Dewi.
Tuh liat! Menuntun kepala dewi agar menghadap ke arah vino yang tengah berdiri.
Dewi pasrah saja, saat kepalanya diputar ke kanan oleh kirana.
"Astaghfirullah hal adzim.
Sontak dewi kaget dan langsung berdiri.
Karena tak bisa mengimbangi tubuhnya, Dewi hampir terjatuh ke belakang.
"Hati hati! Dengan sigap vino mendekap tubuh dewi dengan tangan kirinya, sedang tangan lainnya menyanggah ke meja dewi.
Dewi yang kaget langsung memeluk punggung vino dengan erat.
"Aaaaaa dewiii, aku juga mau dong! Di peluk pak vino, serempak para siswi lain bersorak.
"Apaaa? Pak vino? Kata kirana sambil menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan mata yang melebar, seakan bola matanya hampir keluar.
"P p pak vi vino?
Dewi tergagap setelah mendengar perkataan kirana, akhirnya dia sadar kalau dia dan vino sedang berpelukan.
"Ma maaf pak, maafkan saya! ucap dewi dan segera melepaskan tangannya dari punggung vino dan menjauhkan tubuhnya.
Maaf pak! saya permisi ke toilet dulu.
"Silahkan. Dengan nada lembut.
__ADS_1