luka tak berdarah

luka tak berdarah
26


__ADS_3

"baik lah ma" ucap Nayla akhirnya karena merasa kasihan melihat Mama Safitri yang menangis, mendengar perkataan Nayla Mama Safitri tersenyum senang


"tapi ma!! bagaimana kalau kak Jo tidak setuju? dan bagaimana caranya aku memberi tahu ibu sama bapak" tanya Nayla yang memikirkan ibu dan bapak panti nya


"kamu tenang saja sayang, kalau Jonathan tidak akan menolaknya, dan untuk memberi tahu pada ibu dan bapak panti biar mama yang memberi tahu nya" ucap Mama Safitri


Nayla pun hanya mengangguk pasrah


***


sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di kamar yang di tempati oleh Jonathan.


"kakak! kenapa bisa sih pacar kakak pergi, tidak tahu apa, kalau perbuatan nya itu bisa mempermalukan keluarga kita" ucap Tika geram

__ADS_1


"atau jangan-jangan!! pacar kakak itu lari sama pacarnya yang lain yang jelas lebih ganteng dari kakak, atau lebih kaya dari kakak." celoteh Tika, bukan nya menghibur dan menenangkan kakaknya, Tika malah semakin membuat kakaknya marah


mendengar perkataannya, Tika terus berceloteh ini itu yang membuat Jonathan semakin kesal, seperti luka yang di siram garam , perih .


"diam Tika!! keluar !! kakak bilang keluar !!! " teriak Jonathan menyuruh adiknya keluar.


mendengar kakaknya berteriak padanya, Tika mengerucutkan bibirnya "di hibur kok malah marah" ucap Tika lalu keluar dari kamar dan membanting pintu dengan keras


"hhhuuff, menghibur apanya, yang ada malah semakin membuat aku emosi begini" ucap Jonathan menghela nafas panjang untuk


setelah di usir dari kamar kakaknya, Tika langsung kembali ke kamar di mana dia meninggal kan Nayla bersama orang tua nya


setelah sampai di depan pintu, Tika pun mengetuk pintu nya

__ADS_1


tok tok tok


mendengar pintu nya di ketuk, papa Aditama langsung menghampirinya pintu dan membukanya, "kau ternyata, aku pikir siapa" ucap papa Aditama, dia pikir Bu Ningsih dan pak Joko sudah sampai. padahal Mama Safitri baru saja menghubungi mereka, Mama Syafitri menceritakan tentang apa yang terjadi di pernikahan putra nya pada Bu Ningsih dan pak Joko, Mama Safitri meminta ijin untuk menikah kan Nayla dengan putranya, awalnya Bu Ningsih dan pak Joko tidak setuju, karena mereka Takut Nayla tidak bisa bahagia dengan pernikahannya dengan Jonathan, tapi Mama Safitri berusaha meyakinkan nya, dan Nayla juga ikut membujuk ibu Ningsih, Nayla benar-benar tidak tega melihat kesedihan Mama Safitri, dan dengan terpaksa mereka pun setuju, papa Aditama menyuruh asistennya menjemput mereka


mama Safitri sendiri yang merias Nayla, dan membantu nya memakai kan gaun pengantin untuk Nayla.


Tika melongo melihat Nayla memakai baju pengantin dan wajahnya sudah di rias sedemikian rupa menjadi wanita yang lebih cantik, anggun, elegan serta sedikit dewasa, membuat siapa saja yang memandangnya akan pangling


"waaah!! siapa wanita ini ma? cantik sekali!!" ucap Tika antusias


"ini adalah calon istri kakak mu yang sebenarnya sayang" ucap Mama Safitri tersenyum bahagia karena sebentar lagi impian nya akan tercapai, Mama Safitri hanya ingin menikahkan putranya dengan wanita yang tepat.


acara ijab qobul nya di tunda karena masih harus mempersiapkan mempelai wanita nya dulu, karena harus di rias dan memakai kan baju pengantin sekalian menunggu kedatangan Bu Ningsih dan pak Joko

__ADS_1


sedangkan papa Aditama Masih setia menemani istrinya di sana


"pa!! lebih baik papa ke kamar Jojo deh, bantu dia menyiapkan diri, nanti pak Joko dan Bu Ningsih biar mama yang bicara dengan mereka lebih


__ADS_2