
Jonathan pun langsung mengambil surat yang di berikan oleh salah satu wanita tersebut, Jonathan pun membacanya
...***...
maafkan aku jo, aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, aku masih ingin mengejar karir ku, salah satu teman ku baru saja menghubungi ku, bahwa ada kesempatan untuk aku menjadi model papan atas, dengan syarat aku harus melakukan pemotretan ke luar negeri sekarang juga, sekali lagi maaf kan aku Jo, aku terpaksa melakukan ini, aku berjanji akan secepatnya akan kembali ke sisi mu, aku berjanji Jo,
l love you forever Jonathan
TTD: Sisilia cinta mu
setelah selesai membaca surat yang di tinggalkan Sisilia, Jonathan langsung meremas nya dan melemparnya dengan marah
"kurang ajar kamu silia, seharusnya kamu bilang sama aku, kalau kamu belum siap untuk menikah, bukan malah seperti ini" ucap Jonathan frustasi lantaran dia sudah sangat yakin dengan keputusan nya, bahkan dia sampai di musushin oleh mamanya
Jonathan pun menjatuhkan tubuhnya. Jonathan merasa malu pada Mama dan papanya, dan dia tidak sanggup melihat keluarga nya dipermalukan di depan seluruh tamu undangan
melihat putranya yang begitu rapuh dan hancur, Mama Safitri memeluk putranya
"tenang sayang, semuanya pasti akan baik-baik saja" ucap Mama Safitri mencoba menenangkan putra nya
"baik-baik saja bagaimana ma? dia sudah pergi meninggalkan aku, seharusnya dia bilang kalau dia belum siap menikah dengan ku, bukan malah pergi diam-diam seperti ini, aku hanya tidak mau Mama dan papa malu" Ucap Jonathan menyandarkan kepalanya di bahu Mama nya
bukan nya ikut sedih melihat putranya sedih, papa Aditama malah menarik telinga putranya
"jangan peluk-peluk istri ku" ucap papa Aditama
"aaaaaa!!! sakit pa" ucap Jonathan memegang telinga nya yang tarik oleh papa nya "papa mah gitu, anak nya sedih kok malah di jewer"
"sudah sudah lebih baik kita ke kamar kamu bersiap-siap tadi, kita bicarakan bagaimana kita bisa mengatasi masalah ini, dan jangan sampai para tamu tahu masalah ini" ucap Mama Safitri
Jonathan pun mengangguk menyetujui usulan Mamanya
saat ini Papa Aditama, Mama Safitri dan Jonathan sedang duduk di dalam sebuah kamar, mereka hanya diam dan mereka tengah berfikir dengan keras untuk mengatakan masalah ini
Mama Safitri juga berfikir, dan tersenyum senang, setelah mendapat sebuah ide bagus menurut Mama Safitri
"gimana Jo? kamu Masih ingat kan dengan perjanjian kita Tempo hari?" tanya Mama Safitri, Mama Safitri merasa keberuntungan sedang berpihak pada nya, karena dia tidak perlu melihat putra kebanggaan nya menikah dengan orang yang salah
Jonathan yang masih bingung dengan pertanyaan Mama Nya, hanya menatap Mama nya dengan dahi yang mengkerut, dan mencoba mengingat-ingat perjanjian apa yang di sepakati oleh dirinya dan mamanya
"maksud Mama perjanjian apa?" tanya Jonathan akhirnya karena tak kunjung mengingat nya
__ADS_1
"jangan pura-pura lupa kamu Jo" ucap papa Aditama lalu mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan rekaman yang di ambil oleh papa Aditama saat Jonathan menyetujui persyaratan dari mamanya
setelah melihat rekaman video nya, Jonathan baru mengingat nya, dan langsung menghela nafas panjang
"saat ini kamu tidak bisa menolak keinginan mama Jo, atau kamu mau keluarga kita di permalukan di depan semua orang" ucap Mama Safitri
"baiklah, aku akan mengikuti semua keinginan mama" ucap Jonathan dengan pasrah "tapi!! Mama mau aku menikah dengan siapa?"
"kamu tenang saja, Mama tidak akan membiarkan putra Mama yang ganteng ini menikah dengan orang yang salah, kamu tunggu saja di sini, aku ada urusan sebentar, ingat jangan kemana-mana" ucap Mama Safitri
"ayo pa, ikut Mama sebentar" mama Safitri menarik tangan suaminya keluar dari kamar putranya
setelah berada di luar kamar, Mama Safitri menghubungi Tika
Tut Tut Tut
"hallo Tika, kamu bawa Nayla ke kamar presidential suite ya" ucap Mama Safitri
",.,.,,.''''',.,.,.,,.,"
"iya mama tahu, nanti Mama jelasin, udah cepat kamu bawa Nayla kesini" ucap Mama Safitri lalu mematikan sambungan nya
setelah beberapa saat menunggu, Tika dan Nayla sudah sampai di kamar presidential suite, yang rencananya kamar itu untuk di jadikan kamar pengantin
Mama Safitri pun langsung membukakan pintu untuk Tika dan Nayla
"Nayla masuk sayang" ucap Mama Safitri mempersilahkan Nayla masuk
"Tika nggak di suruh masuk ma?" tanya Tika
lalu Mama Safitri menghampiri putri nya
"kamu temani kakak kamu saja, dia lagi galau tuh, pacar nya lari entah kemana" bisik Mama Safitri
mendengar perkataan Mama nya, Tika membulatkan matanya
"seriusan ma!!" tanya Tika ingin memastikan.
Mama Safitri pun mengangguk
"kak Nayla di sini dulu ya sama mama, Tika mau ke kamar kak Jo sebentar." ucap Tika lalu pergi setelah melihat Nayla mengangguk
__ADS_1
"ayo sayang masuk, ada yang ingin mama bicarakan" ucap Mama Safitri mengajak Nayla masuk setelah kepergian putri nya.
dan membawa Nayla duduk di sofa.
Mama Safitri pun memulai aksinya, dia mulai berakting dan menunjukan wajah sedih nya
"Mama kenapa?" tanya Nayla setelah melihat Mama Safitri yang kelihatan nya sangat sedih
"Mama tidak tahu harus bicara apa nay, Mama benar-benar sedih, mama dan papa akan sangat malu pada semua tamu undangan" ucap Mama Safitri pura pura menangis sedih, tapi sayang Nayla percaya dengan drama yang lakukan oleh Mama Safitri
papa Aditama yang melihat nya pun hanya menggelengkan kepalanya, karena Papa Aditama tahu bahwa sang istri hanya bersandiwara
"kenapa Mama Sama papa harus sedih?" tanya Nayla dengan polosnya
"nay, calon istri nya Jonathan lari, dia tidak mau menikah dengan Jojo, Mama tidak tahu mau di taruh di mana muka mama ini, Mama benar-benar akan di permalukan huhuhuhu" ucap Mama Safitri semakin kencang menangis nya
"Mama jangan nangis" ucap Nayla memeluk Mama Safitri
"gimana Mama tidak menangis nay, semuanya sudah hancur" ucap Mama Safitri
"memang nya tidak ada jalan keluarnya ya?" tanya Nayla polos
" ada sih, kita akan tetap melanjutkan pernikahan ini, dengan begitu Mama dan papa tidak akan malu. tapi!! siapa yang akan menjadi mempelai wanita nya" ucap Mama Syafitri menghela nafas panjang
dengan polosnya Nayla ikut-ikutan berfikir
"ada sih, tapi Mama tidak yakin kalau dia mau menolong Mama" ucap Mama Safitri pura-pura sedih
"siapa ma" tanya Nayla
"kamu nay" ucap Mama Safitri lalu menggenggam tangan Nayla. "Mama mohon, menikah lah dengan Jo"
"tapi, bagaimana bisa Nayla menikah dengan kak Jo ma, kak Jo kan tidak mencintai Nayla, Nayla juga tidak cinta sama kak Jo" ucap Nayla
"seperti pepatah Jawa nay, (witing tresno jalaran Soko kulino) cinta ada karena terbiasa, cinta biasa nya datang jika kita telah terbiasa, seiring terjalinnya komunikasi dan juga interaksi. dan Mama yakin kalian akan saling mencintai" ucap Mama Syafitri mencoba meyakinkan Nayla.
dan Nayla pun berfikir keras
sedangkan Mama Safitri yang tak kunjung mendapat jawaban dari Nayla
"tuh kan Nayla tidak mau menolong Mama, Lalu Mama harus meminta tolong Sama siapa" ucap Mama Safitri
__ADS_1
Nayla merasa kasihan melihat Mama Safitri yang terus-menerus menangis
"baiklah.....