
"kenapa sih? aneh" gumam Tika lalu kembali ke kamarnya karena di lantai bawah tidak ada orang
sedangkan Jonathan di dalam kamar nya merasa sangat frustasi, pasalnya dia sudah berjanji pada kekasihnya bahwa dia akan menikahi nya bulan depan, tapi siapa sangka, sang Mama tidak menyetujui nya bahkan sangat marah padanya
"aaaakhh" Jonathan berteriak untuk menghilangkan rasa yang mengganjal di hatinya
****
keesokan paginya, saat ini mereka sedang duduk di meja makan untuk sarapan pagi, hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar, semua nya tidak ada yang bersuara.
"kenapa sih pada diam-diaman begini?" ucap Tika yang sudah tidak tahan dengan keluarga nya yang biasanya penuh canda tawa saat semuanya berkumpul, tapi malah sunyi tidak ada yang bersuara, yang biasanya sang Mama selalu mengoceh ini itu, kini hanya terdiam seribu bahasa, dan hanya mengaduk-aduk makanan nya tanpa di makan
__ADS_1
"tidak ada apa-apa nak, kamu lanjutkan saja sarapan nya, lalu setelah langsung ke sekolah ya" ucap papa Aditama
Tika pun mengangguk walau Masih penasaran
"aku sudah selesai, aku berangkat dulu ya ma, ya pa" ucap Tika lalu mencium punggung tangan mama dan papanya secara bergantian. sedangkan Mama Safitri hanya mengangguk, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, yang biasa nya mamanya selalu berpesan ini itu, kini hanya diam
yang membuat Tika mengernyitkan keningnya lalu pergi ke sekolah di antar oleh sopir nya
setelah kepergian Tika. Jonathan melirik mama dan papanya. saat tatapan papanya bertemu dengan nya Jonathan meminta bantuan melalui bahasa isyarat, tapi papanya hanya mengangkat kedua bahunya seakan tak perduli dengan putranya
"hhhhhhhuuuufff" Jonathan menghela nafas panjang
__ADS_1
lalu Jonathan menggenggam tangan mamanya, tapi Mama Safitri langsung menghempaskan tangan putranya.
"ma! Mama jangan marah dong Sama Jojo, Jojo tidak kuat kalau Mama marah sama jojo lama-lama" ucap Jonathan dengan manja
"untuk apa kamu masih memikirkan aku Jo? kamu kan sudah tidak menghargai Mama sebagai Mama mu" ucap Mama Safitri emosi
"ma, Jo tidak pernah mengurangi rasa hormat dan sayang Jo pada Mama, Jo hanya ingin melanjutkan hidup Jo dengan orang yang Jo cinta ma" ucap Jonathan
"tapi dia tidak baik untuk kamu Jo" ucap Mama Safitri berderai air mata, karena sang putra tetap kekeuh mempertahankan perempuan yang menurut nya tidak baik
"ma! itu karena Mama Belum mengenal nya, Sisilia wanita baik-baik ma, Jo mohon! Mama bisa terima Sisilia sebagai calon istri Jo, aku mohon, untuk kali ini saja, Mama dukung keputusan Jo ya" ucap Jonathan memohon kepada mamanya
__ADS_1
" Mama tidak akan melarang kamu untuk menikahi perempuan itu Jo, tapi jangan harap Mama akan menerima nya sebagai bagian dari keluarga ini, ingat Jo! seorang ibu tidak mungkin membiarkan anaknya bersama dengan orang yang salah, tapi kalau memang ini keputusan mu, dan kamu tidak mau mendengar kan perkataan Mama, dan kamu juga tidak mau mama untuk ikut campur dalam urusan pribadi mu dan kehidupan mu, maka Mama tidak akan pernah ikut campur" ucap Mama Safitri lalu berdiri dengan kasar sambil mengusap air matanya yang berderai karena dia begitu kecawa pada putra kebanggaan nya, lalu Mama Safitri pergi ke kamarnya dan mengunci diri di dalam kamar
"ma! Mama!! buka ma!!..