luka tak berdarah

luka tak berdarah
20


__ADS_3

"sombong sekali perempuan itu, semenjak aku bekerja di sini, aku baru bertemu orang seperti dia" batin Nayla kesal


sekitar 20 menit, Nayla pun mengantar kan pesanannya


"silahkan" ucap Nayla setelah menyajikan makanan nya


"terimakasih ya" ucap si pria tersenyum ramah


Nayla pun mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka


****


saat ini papa Aditama, Jonathan dan Mama Safitri sedang duduk di ruang tengah


"sekarang katakan" ucap papa Aditama memulai


"begini pa, tadi siang Jo dan pacar Jo janjian ketemuan sama Mama, itu juga atas permintaan mama sendiri kan? tapi, saat bertemu, Mama langsung marah-marah, dan menyuruh jo tinggalkan pacar Jo, padahal kan Mama Sama Sisilia Belum pernah ketemu." ucap Jonathan

__ADS_1


"tapi Mama pernah melihatnya sedang bermesraan dengan pria lain Jo, itu sebabnya Mama tidak suka dan langsung marah-marah, bukan cuma sekali Mama melihat nya, tapi dua kali Jo" ucap Mama Safitri kembali tersulut emosi


"tidak mungkin ma, kami saling mencinta, dia tidak mungkin menghianati Jo" ucap Jonathan


"apa kamu yakin Jo? kalau kekasih mu itu setia?" tanya papa Aditama


"Jo sangat yakin pa! dan rencananya Jo mau menikahi nya, bulan depan kami sepakat untuk menikah" ucap Jonathan


"tidak Mama tidak setuju" ucap Mama Safitri tegas menolak keinginan putranya


"Jo mohon ma, restui Jo untuk menikahinya" ucap Jonathan bersimpuh di hadapan Mama nya dan menggenggam tangan Mamanya


"Mama! maaf kan Jo ma, Mama!!!" teriak Jonathan mengejar mamanya, tapi Mama Safitri sudah keburu menutup pintu kamar nya


"Mama!! maafkan Jo ma! Jo tidak bermaksud menyakiti hati Mama, Mama" Jonathan Terus menggedor pintu kamar Mamanya.


tapi Mama Safitri seolah tak peduli pada putranya

__ADS_1


papa Aditama menghela nafas berat, lalu menghampiri putranya yang sedang menggedor pintu kamar nya sambil memanggil Mama nya


"ini semua gara-gara kamu Jo, seharusnya kamu bujuk dulu mama kamu, sebelum kamu memutuskan untuk menikahi perempuan itu, kamu kan tahu sendiri, dari awal Mama kamu sudah tidak menyukai perempuan itu kan?, tapi kenapa kamu mengambil keputusan sendiri tanpa berunding dulu pada kami sebagai orang tua mu, itu yang membuat Mama kamu sakit hati Jo, Mama kamu berpikir bahwa Putra kebanggaan nya tidak menganggap nya sama sekali, bahkan untuk mengambil keputusan yang sangat besar, putranya tidak melibatkan nya sema sekali. sebenarnya papa juga kecewa sama kamu Jo, tapi Mama mu jaaauh lebih kecawa" ucap papa Aditama panjang lebar


"pa! Jo tidak bermaksud menyakiti hati kalian, Jo benar-benar tidak bermaksud" ucap Jonathan menyesalinya


"sudahlah Jo, biar kan Mama mu tenang dulu, nanti setelah Mama mu tenang, bujuk dia pelan-pelan" ucap papa Aditama lalu memilih pergi ke ruang kerjanya


"kenapa jadi begini sih" ucap Jonathan mengacak-acak rambutnya


dan kebetulan Tika melihatnya, Tika keluar dari kamar nya karena mendengar ribut-ribut di lantai bawah


"kak Jo ngapain di Depan pintu kamar mama? terus tadi ribut-ribut itu apa kak?" tanya Tika


tanpa menjawab pertanyaan adiknya, Jonathan menaiki tangga menuju lantai dua di mana kamar nya dan kamar Tika berada


setelah sampai di kamar nya, Jonathan langsung menutup pintu kamar nya dengan sangat kencang (brak)

__ADS_1


Tika yang mendengarnya pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena merasa aneh


"kenapa sih? aneh......


__ADS_2