
....
Dewi dan kirana menyantap makan siangnya dengan lahap. Tanpa memperdulikan di sekitar mereka.
Jam 12:50 mereka menyudahi makanan mereka.
"Dew, udah yuk makannya, ini udah jam 12:50.
Nanti bisa gawat kalo pak vino yang nyampek duluan.
"Uhuk uhuk.
Bentar, Na. Aku masih minum, maen tarik tarik aja. Mengelap mulutnya yang basah karena minumannya yang tumpah.
"Sorry sorry, dew. Aku gak liat.
"Terusin aja dulu makannya kalo masih belum selesai! seseorang tiba tiba datang dari belakang kirana.
Sini aku temenin.
"Eh, Bapak. Maaf ya pak! sisa dikit lagi. Jawab dewi. Nyengir
"Emm dewi memang gitu, Pak. Kalo makan lama banget, ketus kirana.
"Daripada keselek, mending pelan pelan kan pak.
"Iya, bener. Nanti bakalan repot kalo kamu sampek sesak nafas, Dew. Nanti bapak harus kasih kamu nafas buatan jadinya.
"uhuk uhuk uhuk. Kirana tersedak minuman sedang dewi tersedak makanan setelah mendengar ucapan vino.
"Ya ampun kalian kenapa?
Dewi, kamu gak apa apa? Vino yang panik langsung berdiri, bergegas menghampiri dewi yang masih batuk batuk, vino merasa bersalah melihat wajah dewi yang memerah.
Ini minum dulu! Menyerahkan air mineralnya kepada dewi serta menepuk pelan punggung dewi.
"Hahhh, Dewi bernafas lega. Setelah meneguk habis air mineral punya vino yang sisa setengah botol.
Makasih, pak! airnya.
Whaatt??? Ini kan minuman bekas pak vino? secara gak langsung kita ciuman? Batin dewi hingga membuat wajah dewi makin merah sampai ketelinganya.
Vino dan kirana juga kaget setelah sama sama menyadari dewi melototin botol minuman milik vino.
"Hmm, maafkan saya, dew. Saya gak ada niat apa apa kok, tadi saya cuma panik, dan spontan memberikan sisa minumanku kepadamu. Ucap vino kikuk sambil menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal.
Maaf, kamu pasti jijik.
"Ah, nggak ngak, pak. Melambaikan kedua tangannya di depan dada.
Justru dewi mau berterima kasih sama bapak sudah bantu dewi.
".......
Kirana tertegun melihat pemandangan di depannya, ia merasa dewi dan vino cocok.
Kirana tersenyum tipis tanpa sepengetahuan dewi dan vino.
"Ya sudah, ayo ke kelas, Na. Dewi bersuara karena keadaan yang makin canggung.
"Ehh, iya ayo! Kirana tersentak dari lamunannya.
"Kita duluan ya, Pak. Pamit dewi.
"Iya. Angguk vino.
Ya ampuunn, ternyata jatuh cinta sebahagia ini. Bisa sedekat ini saja sama dewi, buat hatiku meronta, rasanya ingin keluar dari sana. Meraba dadanya yang berdegup kencang.
Apa barusan,, kita bisa dibilang ciuman secara gak langsung? Batin vino sambil tersenyum.
Di dalam kelas vino menjelaskan mata pelajaran matematika dan memberikan soal pada muridnya.
Dari depan, vino selalu memperhatikan dewi, seakan tak ingin melepas dewi dari pandangannya.
"Dewi, ke depan! kerjakan soal no 1.
"Baik, Pak.
Dewi menjawab dengan mudah.
"Bagus, Dew.
__ADS_1
Silahkan kembali ke mejamu.
"Ada yang tidak mengerti dengan penjelasan saya?
Silahkan bertanya!
"Mengeri, Pak. Jawab semua murid serempak.
"Justru penjelasan bapak lebih mudah dimengerti daripada bu rini, Pak. Seru kanza.
"Mungkin kalian kurang memperhatikan saja, saat bu Rini menjelaskan.
"lihat sini semua!
Jika ada yang bisa menjawab dengan benar dalan waktu 3 menit saya kasi hadiah besok. ucap vino sambil menulis 3 soal di papan tulis.
Semua anak diam, karena di kelas itu cuma dewi yang paling pintar.
"Saya, Pak. Jawab dewi sambil mengangkat tangan.
"Silahkan maju, dew!
Lagi lagi dewi mengerjakan soal itu dengan mudah, bahkan cuma dalam waktu 1 menit.
"Sudah, Pak.
"Ya, bagus dewi, kamu mengerjakan dengan sangat baik bahkan lebih cepat dari waktu yang saya tentukan.
"Ini hadiah karena kamu menyelesaikannya dalam waktu singkat. Vino mengambil uang tiga ratus ribu dari dompetnya dan menyerahkannya pada dewi.
"Ah, nggak usah, Pak!
"Ambil aja, dew!
Kapan lagi coba bikin dompet pak vino menipis jawab edo dan kirana bersamaan.
"hahahaa
Vino dan murid lain tetawa terbahak bahak.
"Betul kan, Pak? Tanya kirana.
"Tambahin dong, Pak! Masa cuma tiga ratus ribu? Dewi anak yang berprestasi loh, Pak.Timpal wawan.
"Betul, Wan. Biarin pak vino kere hari ini. Timpal Kirana sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa.
"Isshh, apaan sih kalian? Kasian pak vino tau, masa kalian ngerjain pak vino gitu.
Sudah pak, gak perlu kasi hadiah, hitung hitung ini mengasah pikiran saya, Pak.
"Gak apa apa, Dew. Teman kalian benar.
Harus ada hadiah. Ini hadiah waktu singkatmu. Menyerahkan lima lembar uang seratus ribuan.
Besok masih ada hadiah yang saya janjikan tadi.
"Gak perlu, Pak! Ini saja sudah lebih dari cukup.
"Saya harus menepati janji, Dewi.
"Hmm, baik pak. Terima kasih.
"Ya sudah, kalian boleh pulang duluan.
Dewi, kamu tunggu sebentar. Saya masih ada perlu untuk membahas acara bakti sosial.
"Aku duluan ya, Dew.
Jangan lupa rendy menunggumu di parkiran!
"Iya iya bawel.
Kirana dan murid lainnya pulang terlebih dahulu, suasana kelas menjadi sepi, hanya menyisakan vino dan dewi.
Mereka terdiam sejenak karena canggung.
"Hmm apa kamu lagi buru buru, Dew? tanya vino memecah keheningan.
"Ah nggak kok, Pak.
"Tapi pacar kamu nungguin loh.
__ADS_1
"Apaaa? Mata dewi membulat sempurna.
"Kata kirana, pacar kamu nunggu kamu di parkiran.
"Ohh itu teman saya, Pak. Bukan pacar saya.
"Hmm, oy berapa ukuran sepatu kamu?
"Buat apa bapak nanya ukuran sepatu saya?
"Untuk hadiah yang saya janjikan.
"Gak perlu, Pak! Sepatu saya masih baru kok, Pak. Baru minggu kemaren yang beli.
"Saya mau beliin kamu sepatu, bukan karena sepatu kamu jelek, Dew. Apa kamu mau cincin aja? Goda vino.
"Ah ng ngak nggak, Pak. Jawab dewi dengan terbata bata.
"Saya cuma bercanda. Kalo kamu gak mau sepatu, kamu mau hadiah apa?
"Terserah bapak saja.
"Ya sudah berapa ukuran sepatumu?
"38 pak.
"Warna?
"Terserah bapak saja.
"Ok kalo gitu.
"mm, soal bakti sosial kenapa ya, Pak?
"Oh, maaf! Itu cuma alasan saya saja. Masa saya harus bilang mau tanya ukuran sepatumu?
"Kalo begitu saya permisi dulu, Pak.
"Silahkan!
.
.
.
.
Buggghhhh.
.
.
.
"Dewi berbalik. Tanpa sengaja tali sepatunya keinjak vino, akhirnya tubuh dewi oleng.
"Hati hati!
Dengan sigap vino menangkap tubuh dewi. Namun terjadi hal tak terduga. Mereka berdua malah jatuh berdua dengan posisi vino berada di bawah masih memeluk tubuh dewi yang berada di atasnya.
Mereka terpejam sesaat. Saat vino membuka mata, dia mendapati dewi yang terpejam di depan matanya dengan bibir mereka yang menyatu.
Vino hanya diam dalam waktu yang lama merasakan bibir hangat dewi, meski hanya sekedar menempel. Dia juga enggan bergerak karena paha dewi menindihnya tepat di kejantanannya.
Dewi masih diam, terlalu takut untuk membuka mata. Setelah cukup lama dewi membuka mata karena tidak merasakan sakit sedikitpun di tubuhnya.
Deggg
Mata dewi membulat saat sadar posisi dia yang mengecup bibir vino.
"Ah maaf, Pak! Dewi bangun dengan buru buru.
"Awww, vino menjerit saat tangan dewi menekan kejantanannya dengan kuat saat bangun.
"Ah, Pak. Maaf, mengulurkan tangannya ingin melihat keadaan vino namun dia urungkan karena gak mungkin kan,,, dia memegang kejantanan vino.
Vino masih meringis kesakitan, dia memegang kejantanannya tanpa merasa malu kepada dewi.
"Pak pak. Bapak gak apa apa kan? Dewi panik bukan main, dia menoleh ke kanan dan kiri tanpa tau apa yang dia cari.
__ADS_1