Luna Dan Rizky

Luna Dan Rizky
Kejadian malam itu antara Vino dan Luna.


__ADS_3

"Aku tak pernah meminta hal ini terjadi pada diri ku ".batin luna.Kejadian malam itu betul-betul membuat luna drop ,dia terakhir mengingat kejadian malam itu ketika vino menyekapnya di sebuah kamar dan dia memberikan Luna sebuah pil dan ternyata pil itu adalah pil tidur .Sampai luna tak sadarkan diri entah apa yang sudah di perbuat vino , paginya Luna tersadar tanpa sehelai benang.


"Tidak...........astaga...... Aku dimana ,ini kamar siapa,dan kenapa ada vino di sampingku ".teriak luna.


Dia melempar guling ke arah vino tetapi vino belum juga bangun, akhirnya dia teriak dengan sekencang mungkin.


"Vino.......... Bangun..........".


Seketika vino mengerjapkan matanya.


"Aaaaaa...... Kenapa kamu tidak pakai baju".


"Emangnya kamu tidak ingat pergulatan kita semalam"sahut vino."Ini akibatnya jika kamu menolak cintaku,tapi setidaknya aku sudah merasakan tubuhmu dan ternyata kau masih perawan juga ya" .jelas vino sambil tertawa.


Mata luna terbelalak kaget dia tidak menyangka vino melakukan hal sekeji itu terhadapnya.


"Dasar laki-laki berengsek,kurang ajar". plak ....Luna menampar pipi vino hingga merah.

__ADS_1


"Berani sekali ya kau menamparku".tegas vino.


"Kenapa hah , kau berani merebut mahkota berharga ku dan apa....Apa kau mau tanggung jawab suatu saat nanti terjadi sesuatu denganku"jawab Luna dengan lantang.


"Cih emangnya apa yang terjadi sama kamu nanti? Ngak mungkin juga kamu hamil ,toh aku cuman melakukan sekali saja terhadap mu."


"Hiks.. hiks..hiks , jahat kamu vino ,kamu udah merusak masa depanku,impianku hancur ,aku menolak cintamu karena ada alasannya . karena aku ingin menyelesaikan kuliahku dan menggapai cita-cita ku dulu,tapi seketika kamu menghancurkan segalanya ,kamu merebut kehormatan ku yang seharusnya aku berikan kepada suamiku nanti."


"Sudah sekarang pakai bajumu dulu itu". ucap vino.


"Tidak"jawab luna sambil menutupi badannya yang tanpa sehelai benang itu dengan selimut yang tebal.


Dengan segera luna memakai semua pakaiannya yang tercecer di lantai, begitu pula dengan vino.


"Mulai sekarang anggap aja kita ngak pernah kenal dan jangan kamu muncul di hadapanku lagi karena aku ngak mau lihat muka kamu itu lagi ".


"Dan satu lagi anggap aja kejadian ini ngak pernah terjadi dan jangan kamu ceritakan kesiapapun".tegas Luna sambil mengambil tasnya dan mengarah pintu untuk keluar dari apartemen itu.

__ADS_1


"Tapi tunggu dulu Luna aku mau bicara sama kamu". Teriak vino.


Jederrrr.... Suara pintu yang di tutup oleh luna dengan sangat keras , mungkin sangking emosi.


"Aiss... Kenapa aku bodoh sekali , aku melakukan sesuatu tanpa memikirkan dulu akibatnya,bagaimana ini".batin vino sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


Dasar kamu vino,dasar laki-laki berengs*k , cuman mau enaknya doang, aku jijik sama diriku sendiri yang sudah tidak suci lagi". Gerutu luna sesampainya di kontrakannya.


hiks...hiks...ibu... Aku kangen aku ingin pulang ke kampung aja, maafkan aku ibu, maafkan aku belum bisa banggain ibu, harusnya aku kuliah dengan sungguh-sungguh di Jakarta ini,tapi kehormatan yang seharusnya aku jaga hilang begitu saja oleh laki-laki berengs*k itu, si vino". Batin luna sambil terisak nangis.


"Bagaimanapun caranya aku harus cari kerja juga biar enggak ngebebanin ibu terus-menerus."


πŸƒ


πŸƒ


πŸƒ

__ADS_1


jangan lupa like, vote, follow dan hadiahnya ya ☺️❀️


__ADS_2