
Kemudian Luna membuka pintu kontrakannya untuk masuk, dan langsung bergegas untuk membersihkan diri menuju kamar mandi.
"Wah segar sekali , cape seharian beraktivitas ga ada istirahatnya, begini ya rasanya hidup di kota besar , pokoknya kamu harus semangat Luna gapai cita-cita mu dulu dan impianmu semoga cepat terwujud". Batin Luna menyemangati dirinya sendiri,yang baru saja selesai mandi.
"Astaga ibu nelfon aku sampai 5 kali panggilan tak terjawab, ada apa ya ".Luna langsung menelfon balik ibunya.
"Assalamualaikum Bu, maaf ya tadi ibu nelfon aku enggak dengar soalnya tadi masih di kamar mandi ,hehe".
"Waalaikumsallam ndok,koe opo kabare kok wes ra tau nelfon ibuk to ,opo koe gak njalok transferan".
(Waalaikumsallam nak,kamu apa kabarnya kok sudah enggak pernah nelfon ibu sih, apa kamu enggak minta transferan).
" Enggak Bu, uang kemarin yang ibu kasih aja masih ada , ibu enggak usah pikirin aku ,aku disini baik-baik aja kok".
"Alhamdulillah beneran to kamu baik-baik aja disana,tapi uang yang ibu kasih kan udah sebulan yang lalu emang enggak kamu pakai ".
Ibu enggak boleh sampai tahu kalau aku nanti mau kerja,kalau ibu tahu pasti dia mikirin aku terus dan ngelarang aku buat enggak kerja. Batin Luna sambil melamun.
" Hallo...hallo... Luna,ibu lagi nanya kok enggak di jawab to". Terdengar suara Ibunya Luna yaitu Ibu Aminah dari seberang sana.
"Eh iya Bu , aku lagi sambil kerjakan tugas ini jadi kurang fokus , sudah ya Ibu jangan khawatirin aku disini ,dan aku juga dapat beasiswa tambahan dari kampus Bu ,jadi ibu tenang aja enggak usah mikirin dana kuliah aku".
"Yaudah kalau gitu ,kalo kurang uang telfon ibu aja ya, Assalamualaikum Lun".
"Oke siap Bu , waalaikumsallam ".
Jam sudah menunjukkan pukul 18:05 waktunya untuk Luna shalat Magrib dulu sebelum berangkat kerja. Setelah selesai shalat Luna dandan dulu.
"Oke hari ini ,hari pertama aku kerja jadi harus semangat".
Pukul 19:01 Luna tiba juga di cafe Pratama Prakarsa ,dia menaiki ojol yang sudah dia pesan tadi.
" Selamat malam sekretaris Davin, saya boleh nanya enggak".Luna.
"Nanya apa Lun". Sekretaris Davin.
" Dimana ya dapurnya".Luna.
"Oh kamu tanya dapur,yaudah sini aku antar aja biar kamu enggak bingung". Jawab sekretaris Davin.
"Ini dapurnya , itu banyak pegawai disana tanya-tanya aja sama mereka kalau kamu bingung sama ruangan disini, yasudah saya mau balik ke ruangan Tuan Rizky". Sekretaris Davin.
"Baik terimakasih tuan".Luna.
__ADS_1
Sekretaris Davin hanya mengangguk.
"Hai, kamu anak baru disini ya , kenalin nama aku Rara". Sambil mengulurkan tangannya yang ingin menyalami Luna.
" Iya nih aku anak baru disini,nama aku Luna,mohon bimbingannya ya, soalnya aku baru pertama kali kerja di cafe sebesar ini".Luna.
" Oke siap Luna". Rara.
"Ini Lun,kamu bantu aku aja untuk ngelapin piring-piring yang sudah di cuci terus dimasukkan ke dalam rak piring yang di pojok situ ya". Rara.
"piring yang mana , yang ini kah ,buset banyak banget piringnya". Luna.
"Wajar lah Lun, namanya juga cafe,banyak pengunjungnya ya pasti piringnya juga sangat banyak". Rara.
"Mau tanya dong, emang Tuan Rizky yang meng handle semua urusan di cafe sebesar ini". Luna .
"enggak juga sih ,kan dia di bantu sama sekretaris Davin, tapi dia lebih mementingkan Perusahaan punya papa nya,karena papa nya lagi di luar negeri jadi dia yang mengurus Perusahaan papanya".Rara.
"oh gitu ya,eh btw kenapa kita malah ngomongin CEO cafe ini sih,nanti ngelapin piringnya enggak selesai-selesai". Luna .
"Kamu sih nanya aku,yaudah aku jawab aja,hehe". Rara.
"Eh kamu anak baru siapa namanya". terdengar suara si Bobi.
"Nah Luna antarkan makanan ini ke ruangan Tuan Rizky, soalnya pelayan yang lain lagi sibuk melayani para tamu". Bobi.
" Yaudah sini biar ku antarnya". Kemudian Luna mengambil nampan yang berisi makanan.
Tok.tok...tok...
"Permisi Tuan , saya hanya ingin mengantarkan makan malam untuk Tuan". Luna.
"Ya masuk saja". Tuan Rizky.
"Kenapa kamu yang nganterin makanannya, padahal kan saya nyuruhnya si Bobi".Tuan Rizky.
"Si Bobi lagi melayani para tamu,dan dia menyuruh saya untuk mengantarkan makanan ini kepada Tuan". Luna .
"Oh begitu ceritanya, nih ambil satu pasti kamu lapar dan belum makan kan, Lagian ini punya si Davin tapi karena dia pulang duluan dan ada urusan ". Tuan Rizky.
"Tapi maaf Tuan,saya tidak lapar". Luna .
"Gak ada tapi-tapian,cepat ambil sebelum saya berubah pikiran". Tuan Rizky.
__ADS_1
Luna pun mengambil makanan yang ada di piring itu dan memakannya, tanpa ada percakapan sedikitpun diantara mereka sampai makanan itu habis.
"Sini Tuan biar saya yang bereskan". Luna .
Ketika Luna hendak berdiri, karena tidak bisa menahan keseimbangan nya tiba-tiba saja dia mau jatuh ke belakang ,Tuan Rizky yang melihat Luna mau terjatuh langsung menahan tubuh Luna dan mereka saling tatap - tatapan satu sama lain sampai lama.
"Kenapa jantungku berdegup kencang sekali ketika melihat gadis ini dari dekat,". Batin Tuan Rizky.
"Eh maaf - maaf Tuan , saya enggak bermaksud lancang kepada Tuan". Luna pun langsung melepaskan lengan Tuan Rizky dari tubuhnya itu.
"Kalau gitu saya permisi ya Tuan". Luna langsung mengambil nampan yang berisi piring sisa dari makan malam itu .
Tuan Rizky hanya terdiam tak menjawab apa yang di katakan Luna.
waktu sudah menunjukan pukul 22:00 yang dimana semua para karyawan cafe bergegas pulang menuju ke rumahnya mereka masing-masing.
"Luna, nungguin siapa".Rara.
"Lagi nunggu ojol Ra"Luna.
"Gimana kalu kamu ikut aku aja , naik motor aku ini". Rara.
"gak usah deh Ra, lagian rumah kita kayaknya enggak se arah juga kan". Luna .
"Oiya aku lupa, yaudah kalau gitu aku pulang duluan nggakpapa kah". Rara.
"nggakpapa Ra, santai aja kali". Luna.
Kemudian Rara langsung menyalakan motornya dan pergi meninggalkan Luna yang masih di tempat parkiran.
"Aduh sudah jam 22:10 ,mana gak dapat ojol dari tadi lagi, yaudah deh aku jalan aja , siapa tau di depan sana nanti nemu ojek di pangkalan ". Luna .
Ketika Luna hendak melangkah,dia langsung terhenti mendengar ada suara yang menghampirinya.
"Kenapa kamu masih disini, bukannya sudah waktunya pulang ". Tanya Tuan Rizky.
"Saya lagi nunggu ojol tapi gak dapat-dapat dari tadi Tuan".Luna .
" kan ini sudah malam gak bagus perempuan pulang sendiri,sini saya antar". Tuan Rizky.
"Tapi Tuan ...."Luna .
"Gak ada tapi-tapian". Tuan Rizky.
__ADS_1
di dalam mobil terasa hening sekali tanpa ada percakapan dari mereka.