
Tidak terasa sudah seminggu Luna bekerja di Cafe Pratama Prakarsa,dia jadi mempunyai banyak teman disana.
Pagi hari sekitar pukul 7:30 Luna sudah berada di kampus nya,dan dia memilih untuk ke taman belakang kampus sambil menunggu jam masuk kelas 30 menit lagi.
"Semoga ini awal yang baik buat aku,dan aku akan berusaha melupakan kejadian itu saat aku bersama vino,itu seperti mimpi buruk bagiku". Batin Luna sambil melamun dan dikagetkan oleh kedatangan Farel.
"Hayo... Luna". Terdengar suara Farel mengagetkan Luna dari belakang.
"His... apaan sih Rel ,kamu ini ngagetin tau".
"Habisan kamu ku perhatikan dari tadi ngelamun terus,kamu nggakpapa atau ada masalah, cerita aja sama aku,aku siap kok jadi pendengar buat kamu".
"Emm,ngak ada apa-apa kok Rel,aku cuman kurang tidur aja jadi agak ngantuk".
"Yang bener Lun, kelihatan banget loh kalau kamu banyak pikiran".
"Maaf ya sebelumnya ,tapi untuk saat ini,aku belum berani cerita ke siapa-siapa dan aku rasa cerita ini nggak pantas di ceritakan".
"Yaudah deh nggakpapa Lun,aku nggak maksa kok buat kamu mau ceritain atau nggak,tapi kalau kamu butuh bantuan ,aku selalu ada di garda terdepan siap membantu kamu".ucap Farel sambil membusungkan dadanya dan menepuknya.
"Kan kumat sudah gombalannya".
"Aku beneran tulus sama kamu Luna, apa kamu nggak bisa merasakannya".
"Sudah deh jangan banyak becanda, mending sekarang kita langsung masuk,5 menit lagi sudah bel".ajak Luna sambil menarik tangan Farel.
"Aku senang deh,Luna sudah bisa akrab sama aku sedikit demi sedikit pasti Luna akan jadi pacar aku".batin si Farel.
Setelah mereka berdua sampai di kelas, terdengar suara anak-anak yang lain ribut memikirkan tugas mereka yang belum selesai.
"Eh Farel,kok lo santai aja sih kan ini ada tugas pasti lo belum selesai kan". tanya suneo.
"Hahaha ya kali gue belum selesai,nih liat segini banyaknya gue nyatat di bilang belum selesai".Farel.
"Tumben banget sudah selesai, biasanya belum sama sekali".suneo.
"Sekarang gue udah tobat sun, gue mau jadi anak yang rajin dan pintar". Farel.
"Dih sok-sokan mau tobat, mungkin cuman sehari doang,atau jangan-jangan lo berubah kayak gini karena lagi dekat sama Luna ya".Suneo.
"Eh Suneo, apaan bawa-bawa namaku lagi".Luna.
"Nggak Lun,aku cuman menanyakan kepastian sama Farel". Suneo.
"Ya salah satunya itu Sun,tapi aku juga mau berubah mulai sekarang".Farel.
"### Luna,lo itu nggak usah kegeeran ya karena di dekatin sama Farel, jangan merasa paling sok cantik, jelas-jelas gue yang paling cantik disini". Terdengar suara Joline setengah berbisik kepada Luna.
__ADS_1
"Aku biasa aja ya di dekatin sama Farel, dan kenapa kalau kamu merasa paling cantik disini,tapi si Farel malah cuek bebek aja sama kamu". Luna.
"Hahaha.... mampus gak tuh Joline, langsung nggak bisa berkata-kata dia Lun". Timpal si Rani, karena pembicaraan Luna dan Joline terdengar oleh Rani.
"Apaan lo Rani, nggak usah ikut campur".Joline.
"Ya gue harus ikut campur lah karena lo udah ganggu kenyamanan bestie gue Luna".Rani.
"Udah Ran, nggak ada habisnya ngeladenin anak kayak gitu, buang-buang tenaga tau,mending diem aja bentar lagi Bu Siska masuk tuh". Luna.
"Iya Lun,kamu ada benarnya juga".Rani.
Joline hanya terdiam dengan tatapan sinisnya itu.
Tepat pas jam 08:00 bel berbunyi dan semua anak-anak kampus masuk ke kelas dan jurusannya masing-masing untuk melaksanakan pembelajaran,dosen pun masuk ke kelasnya masing-masing juga.
"Selamat pagi anak-anak"Bu Siska.
"Pagi Bu". Jawab satu kelas dengan jurusan administrasi dan kepariwisataan itu dengan serempak.
"Jadi ini pertemuan kedua dalam Minggu ini ya,disini Ibu ingin menyampaikan bahwa kita akan melakukan studi wisata di puncak Bogor,Ibu akan bagi menjadi 3 kelompok ya,tapi sekitar semingguan lagi". Bu Siska.
"Asik jalan-jalan kita guys".Suneo.
"Lo itu pikirannya antara jalan-jalan sama healing terus". Bobi.
"Luna,semoga kita satu kelompok ya". Farel.
"Iya kan saja kalau sama Farel". jawab Luna.
Kemudian Bu Siska memberikan materi tambahan untuk studi wisata nanti, dan jam 12:00 sudah waktunya untuk pulang kuliah.
"Luna,bareng aku lagi ya plis...".pinta Farel sambil tangannya memohon.
"Tapi Rel,aku sekarang nggak langsung pulang ke kontrakan aku".Luna.
"Iya nggakpapa,aku antarin kemanapun kamu pergi". Farel.
Seperti biasa Farel membukakan pintu buat Luna dan mereka pun pergi meninggalkan kampus.
"Emang kamu mau kemana Lun kalau nggak pulang ke kontrakanmu".Farel.
"Aku mau ke tempat kerjaan ku, karena hari ini aku pulang kuliah siang jadi aku masuk kerjanya jam 13:00 sampai nanti malam". Luna.
"Dimana sih tempat kerjamu itu".Farel.
"Aku kerja di Cafe Pratama Prakarsa".Luna.
__ADS_1
"Loh itu bukannya Cafenya kak Rizky,jadi Luna kerja disitu ternyata,wah sepertinya kesempatan untuk dekatin Luna semakin besar nih".batin Farel.
"Oh... Jadi kamu kerja di Cafe yang besar itu ya, gimana kerja disana nyaman nggak".Farel.
"Nyaman aja sih, karena karyawan disana mudah berbaur jadi aku banyak punya teman deh ,hehe". Luna.
"Syukurlah kalau kamu suka dengan pekerjaanmu itu dan punya banyak teman disana".Farel.
"Pasti orang kaya kayak kamu pernah kan makan di Cafe Pratama Prakarsa". Luna.
"Pernah sih tapi cuman beberapa kali aja, itupun aku di ajak sama oma aku". Farel.
"Kan pasti itu udah lama kamu ke Cafe itu,nah gimana kalau sekarang kamu mampir aja dulu dan cobain ada menu-menu terbaru loh".Luna.
"Kalau aku mampir ke Cafenya kak Rizky, otomatis semua karyawan pada ngenalin aku dan nanti Luna akan tau kalau aku adik dari pemilik Cafe Pratama Prakarsa". batin Farel.
"Kayaknya next time aja deh Lun, karena aku harus jaga oma,kasian dia sendirian di rumah".Farel.
"Iya deh kalau gitu nggakpapa kok".Luna.
"Eh tapi kapan-kapan nanti kamu ku ajak main ke rumah ketemu oma mau nggak".Farel.
"Wah mau banget Rel,aku pengen silaturahmi sama oma kamu".Luna.
"Okedeh kalau gitu Luna".Farel.
Tanpa terasa mereka berdua pun sudah sampai di Cafe Pratama Prakarsa.
"Maaf ya Lun,aku nggak bisa nganterin kamu sampai masuk ke dalam".Farel.
"Iya nggakpapa santai aja kali Rel, yaudah kalau gitu aku masuk dulu ya,kamu hati-hati di jalan".Luna.
"Iya Lun, makasih sudah perhatian sama aku loh". terlihat raut wajah Farel bahagia banget.
"Udah nggak usah baper kan ini wajar sebagai teman kamu aku berhak buat ngingetin".Luna.
"Iya deh iya, apapun itu hari ini aku senang banget".Farel.
"Iya aku masuk ya kalau gitu,sampai ketemu besok". Jawab Luna sambil melambaikan tangannya.
"Oke see you Tomorrow Luna". Balas Farel yang juga melambaikan tangannya.
-
-
oke jangan lupa like, follow dan vote ya, dukung terus cerita aku biar tambah semangat lagi nulisnya 😍❤️
__ADS_1
Salam hangat dari author buat kalian semua yang sudah baca cerita aku,love-love deh buat kalian semua ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️