Luna Dan Rizky

Luna Dan Rizky
Mereka sepupu


__ADS_3

Setelah Ibu Aminah masuk untuk memastikan anaknya atau bukan,Luna yang baru selesai minum obat terkejut saat melihat ada Ibunya di sini.


"Ibu...kenapa ibu ada di sini" tanya Luna saat di hadapan Ibunya.


"Ya ampun Luna anakku, kenapa kamu jadi begini. Apa kamu baik-baik saja" tangis Bu Aminah sambil berlari mendekati Luna.


Ibu Aminah langsung memeluk Luna, melepas rindu karena sudah lama tak bertemu kembali.


"Luna, kenapa kamu bisa jadi begini nak. Ibu nggak tega lihat kamu terbaring di rumah sakit."


"Aku kan anak yang kuat,jadi bentar lagi juga sembuh kok Bu."


Tuan Rizky,Vino dan Sekretaris Gio langsung masuk karena penasaran ada yang sedang berbincang-bincang.


"Apa... Ternyata Luna yang dimaksud Bu Aminah adalah Luna yang aku kenal dan sekaligus pacarnya Rizky. Ini nggak mungkin,pasti ini cuman mimpi kan" batin Vino saat sudah masuk dan sambil mencubit tangannya sendiri untuk memastikan ini mimpi atau bukan.


Luna melepaskan pelukan dari Ibunya itu,dan melihat ada 3 laki-laki dalam ruangan itu, dia juga terkejut saat melihat ada Vino disini, laki-laki yang sangat ia benci.


"Oh iya ini siapa nak, kenapa dia ada di kamar ini bersamamu" tanya Bu Aminah yang sedang memperhatikan Tuan Rizky.


"Perkenalkan Bu,nama saya Rizky sekaligus pacarnya Luna" ucap Tuan Rizky yang langsung memperkenalkan dirinya,dan kemudian menyalami Bu Aminah.


"Beneran Luna,kamu sudah punya pacar?"tanya ibu Aminah kepada Luna dan sedikit heran.


"Emmm... Iya Bu,tapi aku minta maaf,aku nggak bermaksud mau bohongin Ibu. Semuanya mengalir begitu saja,tapi aku janji Bu,aku akan memprioritaskan pendidikanku dulu."


"Sebenarnya Ibu itu tidak melarang kamu untuk berpacaran, tetapi pacarannya yang sehat-sehat aja dan jangan melebihi batasnya"ucap Bu Aminah sambil menasihati Luna dan Tuan Rizky.


Setelah itu Tuan Rizky memperkenalkan Vino kepada Luna,dan yang tak lain Vino itu adalah kakak sepupunya. Sontak saja Luna kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan Rizky, ia tidak menyangka bahwa yang telah memperkosanya itu adalah kakak sepupunya Tuan Rizky.


"Hai... Perkenalkan namaku Vino" ucap Vino sambil mengulurkan tangannya dan seolah-olah tak mengenal Luna,agar Tuan Rizky tidak curiga bahwa mereka saling kenal.


Tapi Luna tak membalas uluran tangan dari Vino,ia hanya melamun memikirkan apa yang akan terjadi nanti,ia enggan sekali menatap wajah Vino.


"Nak,itu Vino mau berkenalan denganmu kenapa kamu diam saja" seketika suara Ibu membuat lamunan Luna buyar.


"Ah sudah lah Vino,Luna itu tidak mau menjabat tanganmu yang kotor itu, calon istriku tidak boleh disentuh oleh dirimu" ucap Tuan Rizky sedikit menyenggol bahu Vino dan sambil tersenyum renyahnya.

__ADS_1


"Calon istri? mereka berdua akan menikah. Tidak...ini tidak boleh terjadi,Luna itu hanya milikku, walaupun dia terlihat seperti gadis desa tapi aku sangat mencintainya, tidak boleh ada seorang pun yang berani memilikinya" batin Vino sedikit kesal mendengar perkataan dari Tuan Rizky tapi dia menahan amarahnya.


"Ya sudah lah kalau begitu,aku tak masalah jika calon istrimu itu tak mau berkenalan denganku."


Pada saat itu juga, Vino langsung pamit kepada Ibu Aminah sekaligus dengan Tuan Rizky dan Luna,dia tidak ingin melihat kemesraan antara mereka berdua.


"Dasar baperan,gitu aja marah" perkataan Tuan Rizky membuat Luna senang, karena akhirnya Vino bisa pergi juga dari ruangan itu.


"Maaf ya,aku nggak bermaksud mau mengusir sepupumu itu. Aku nggak nyaman aja ada laki-laki asing yang ingin berkenalan denganku."


"Ok nggakpapa sayang, nggak masalah. Sepupuku itu sudah terbiasa akan hal-hal seperti ini."


Bahkan pada saat ada ibunya Luna,dia masih sempat-sempatnya memanggil Luna dengan sebutan sayang, seperti akting yang dijalani sudah teringat terus di memori kepalanya.


"Ibu disini berasa kayak jadi obat nyamuk dong, ada di antara kalian berdua."


Luna dan Tuan Rizky langsung menoleh bersamaan ,dan tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya Luna.


πŸƒDi kediaman rumah Mama Nela.


"Nela,kamu siapkan makanannya dan masukkan ke dalam rantang,Mama mau ke dalam kamar untuk bersiap-siap" ucap Oma Wena memerintah Mama Nela untuk mempersiapkan makanan yang akan di bawa nanti ke rumah sakit.


"Baik Ma,siap laksanakan."


Terlihat antusias sekali dan semangat Oma Wena ketika ingin menjenguk Luna di rumah sakit,Oma Wena merasa bahwa Luna gadis yang cocok untuk pendamping Tuan Rizky nanti.


Setelah Mama Nela sudah mempersiapkan makanan yang akan di bawa, giliran ia yang bergegas ke kamar dan bersiap-siap.


"Nela,ayo cepetan.Mama sudah nggak sabar ingin bertemu Luna dan menyuruh dia mencicipi masakan kita ini" ucap Oma Wena di depan pintu kamar Mama Nela dan sesekali mengetuk pintu kamar itu.


"Iya sebentar Ma,lagi cari tas ini."


Tak lama kemudian,Mama Nela keluar, mereka langsung bergegas masuk ke mobil dan melaju menuju ke rumah sakit.


30 menit akhirnya mereka sampai juga dan mengarah ke ruang rawat, dimana tempat Luna berada.


Tok...tok...tok...

__ADS_1


"Siapa ya?" Tanya Tuan Rizky.


"Ini Mama sama Oma,Rizky."


"Oh... Iya masuk saja Ma, pintunya tidak di kunci."


Ceklek... Pintu di buka ada Mama Nela dan Oma Wena dengan membawa sebuah rantang.


"Hai... Luna,apa kamu sudah baik-baik saja atau masih ada yang sakit" tanya Mama Nela dan menghampiri mendekat ke Luna.


"Aku sudah agak mendingan Ma, oh iya Ma,ini kenalin Ibu saya namanya Ibu Aminah."


Mama Nela lalu berjabat tangan dan berkenalan kepada Ibunya Luna, begitu juga dengan Oma Wena.


"Wah pasti tidak lama lagi kita akan menjadi besan ya " ucap Mama Nela dan tersenyum kepada Ibu Aminah.


"Hehehe saya juga tidak tau,itu kan tergantung dari mereka berdua mau cepat-cepat menikah atau nanti saja" jawab Ibu Aminah sambil tersenyum.


"Mama jangan membahas tentang besan atau menikah, Sekarang aku sudah lapar,oh iya Mama bawa makanan apa ini."


"Iya deh Rizky,Mama nggak akan membahas hal itu sekarang. Mama bawa makanan kesukaan kamu."


"Begitu ya Mbak Aminah,anak muda kalau ditanya kapan menikah pasti mengalihkan pembicaraan dan berusaha menghindar" ucap Oma Wena yang sedari tadi duduk di sebelah ibunya Luna.


Ibu Aminah tersenyum.


Oma Wena, Mama Nela,Ibu Aminah, Tuan Rizky makan bersama dan tak lupa juga Tuan Rizky menyuapi Luna.


Mereka menikmati sarapan pagi ini yang sudah di bawa Mama Nela tadi.


πŸƒ


πŸƒ


πŸƒ


jangan lupa like, vote ,follow dan hadiahnya ya ☺️❀️

__ADS_1


__ADS_2