Luna Dan Rizky

Luna Dan Rizky
Studi wisata (1)


__ADS_3

3 hari kemudian setelah Luna pulang dari rumah sakit, akhirnya dia bisa juga kembali ke kampus untuk melanjutkan kuliahnya.


"Hai Luna..., tunggu dulu" teriak Rani dari belakang dan berlari kecil menghampiri Luna.


"Luna aku dengar kamu masuk rumah sakit ya, maaf ya aku nggak jenguk kamu kemarin. Itupun aku taunya dari Farel pada saat di kampus,kalau kamu lagi di rawat di rumah sakit. Dan pada saat aku menanyakan rumah sakitnya dimana, Farel menjawab kalau kamu sudah pulang ke rumah " ucap Rani dan sedikit merasa tidak enak kepada Luna.


"Iya benar Ran,aku masuk rumah sakit. Santai aja kali, lagian aku juga sudah sehat dan sudah mendingan,jadi aku bisa masuk ke kampus lagi."


Mereka berdua lalu masuk menuju kelas dan bergabung bersama para mahasiswa yang lainnya.


Saat masuk di kelas,Luna celingukan melihat semua isi ruang kelasnya tapi dia tidak menemukan Farel.


"Eh Rani..., kenapa Farel belum kelihatan ya" tanya Luna kepada Rani.


"Biasanya sih belum datang Lun, akhir-akhir ini dia berangkatnya siang terus."


Tak lama kemudian orang yang dicari datang juga.


"Luna...,kamu sudah bisa masuk kampus lagi" Farel langsung menghampiri tempat duduk Luna.


"Farel...,iya aku sudah merasa mendingan dan sudah tidak merasa sakit lagi."


Farel tersenyum dan merasa senang kalau akhirnya Luna sudah sembuh dan kembali ceria lagi,tapi dia juga harus menjaga jarak dengan Luna agar Tuan Rizky tidak salah paham.


5 menit kemudian Bu Siska masuk ke kelas, dan akan membagi kelompok untuk studi wisata besok.


"Selamat pagi anak-anak, sesuai janji Ibu Minggu kemarin,hari ini Ibu akan membagi kelompok untuk studi wisata kita nanti di Bogor."


Pastinya Luna satu kelompok sama Farel dan Rani,Bu Siska ini seperti tau saja kalau mereka ingin satu kelompok.


"Oke sudah Ibu bagi semua kelompok,dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang ya."


Joline yang melihat Luna satu kelompok dengan Farel, merasa cemburu dengan wajah yang cemberut.


"Aku senang sekali Rani,kalau kita satu kelompok"ucap Luna dengan wajah yang gembira.


"Sama aku juga Lun" Farel menyela pembicaraan Rani dan Luna karena tempat duduknya yang tidak jauh dari mereka berdua.


πŸƒ

__ADS_1


"Buk...,aku pamit dulu ya. Selama 3 hari kedepan aku akan ke Bogor karena ada tugas kampus yang harus diselesaikan" ucap Luna sambil mencium tangan Ibunya dan memeluknya.


"Iya Luna...., Nggakpapa ,kamu belajar yang rajin dan nggak boleh malas-malasan disana ya. Ingat pesan Ibu, kamu akan pergi ke tempat lain dan harus menjaga sopan santun dan tata krama."


"Siap Buk,aku akan ingat apa yang Ibu katakan. Oh iya Mama Nela tadi malam menghubungi aku, kalau Ibu takut di kontrakan sendirian,Ibu telpon aja Mama Nela,nih nomornya" Luna menyodorkan selembar kertas yang berisi nomor angka.


"Iya Lun, tapi Ibu merasa tidak enak jika harus merepotkan mereka semua."


Luna memberi pengertian kepada Ibunya bahwa mereka tidak keberatan,dan mereka juga merasa senang jika Ibunya sering-sering main kesana. Apalagi ada Oma Wena yang harus ada teman ngobrolnya.


"Atas nama mbak Luna" tanya ojol yang berhenti tepat didepan rumahnya.


"Iya mas betul"


Luna memeluk Ibunya sekali lagi dan mencium pipinya, kemudian berangkat menuju kampus. Karena mereka yang akan melakukan studi wisata nantinya akan menaiki bus dari kampus.


***


"Farel...,kamu diantar sama kakakmu aja ya. Lagian juga kan kakakmu itu mau mengantar Luna" ucap Mama Nela.


"Tidak usah Ma,aku mau naik motor GTR ku saja."


"Tuh,dianya aja nggak mau Ma."


"Yaudah kalau gitu Rizky, kamu antar saja Luna"


Farel pamit kepada Ibunya dan kakaknya itu,dan langsung melenggang pergi keluar. Sementara Oma Wena masih mandi,jadi Farel tidak pamitan.


"Aku juga mau berangkat kalau gitu Ma" ucap Tuan Rizky dan langsung menuju mobilnya.


***


Luna baru saja sampai kampus dan bergabung bersama kelompoknya, dan ada satu orang lagi yang belum datang di kelompoknya yaitu Farel.


Brum....Brum...Brum... suara motor GTR milik Farel terdengar jelas dan membuat semua orang yang ada disitu tertuju padanya. Apalagi ada cewek-cewek pada saat itu melihat Farel begitu gagahnya menaiki motor GTR. Kecuali Luna dan Rani, mereka tidak ada bereaksi apa-apa.


Sesampainya di parkiran,Farel langsung menuju ke kelompoknya dan berdiri di dekat Luna.


"Gimana,gagah nggak calon adik iparmu ini" bisik Farel ditelinga Luna dan sontak saja Luna langsung mencubit perut Farel itu.

__ADS_1


"Apaan sih kamu ini Farel, nanti didengar sama yang lain gimana"


"Awwww sakit tau Luna" ucap Farel pura-pura meringis kesakitan.


"Makanya jangan bilang begitu disini."


Bu Siska baru saja datang, dan menyuruh mereka semua untuk masuk kedalam bus dan sebentar lagi akan berangkat.


Dret...dret..dret... suara ponsel Luna berbunyi dan tertulis jelas di layarnya yang menelpon itu adalah Tuan Rizky.


"Hallo Luna... Kamu sudah berangkat ke kampus ya. Aku baru saja dari kontrakanmu"


"Eh iya... aku sudah ada dikampus dan sebentar lagi akan berangkat sayang" ucap Luna dengan menyebut Tuan Rizky sayang karena disampingnya ada Farel.


"Luna memanggilku dengan sebutan sayang, atau mungkin saja ada Farel disampingnya,makanya dia memanggilku seperti itu" batin Tuan Rizky.


" Yasudah kalau gitu hati-hati dan jaga kesehatan apalagi kamu baru saja pulih. Aku tutup telponnya karena aku mau ke kantor" Tuan Rizky menutup sambungan telponnya.


Luna senyum-senyum sendiri karena dapat perhatian dari Tuan Rizky dan merasa perhatian itu tulus dari hatinya.


"Siapa yang menelpon? Kak Rizky ya."


Luna mengangguk dan langsung masuk ke dalam bus, diikuti oleh Rani dan Farel juga.


Di dalam bus tampak ramai sekali,ada yang bernyanyi dan berjoget ria di tempat duduknya masing-masing. Di sepanjang perjalanan,mereka semua menikmati perjalanan ini dengan santai dan penuh dengan kegembiraan.Sedangkan Luna dan Rani memilih berfoto-foto bersama teman-teman dan sesekali memotret pemandangan yang mereka temui yang ada dijalan dengan kamera ponselnya.


"Luna,ini makan kebetulan aku tadi mampir di minimarket untuk membeli camilan" Rani menyodorkan cemilan dengan rasa rumput itu kepada Luna.


"Hehehe.... Tau aja kamu Rani, kalau aku lagi lapar."


Farel yang melihat mereka berdua lagi makan cemilan, buru-buru mendekat dan minta bagian juga.


"Is... Kalian ini makan tidak bagi-bagi aku ya" ucap Farel dan langsung menyicipi camilan yang telah di bawa Rani.


πŸƒ


πŸƒ


author ingatin ini 😁, jangan lupa like, vote,follow dan hadiahnya ya ☺️❀️

__ADS_1


__ADS_2