
"Rizky" panggil Oma Wena.
"Iya Oma ada apa" tanya Rizky yang baru saja datang.
"Mana bilangnya waktu itu kamu mau kenalin pasanganmu ke Oma" Oma Wena.
"Lusa deh Oma,aku akan ajak dia kesini untuk ketemu sama Oma" Rizky.
"Janji ya jangan bohong sama Oma" Oma Wena.
"Iya Oma janji,aku akan ajak dia kesini,tapi Oma jangan bilang ke mama sama papa dulu ya kalau aku mau kenalin pasanganku,soalnya nanti kalau mereka tau pasti langsung menyuruh aku untuk menikah" Rizky.
"Bukankah sudah waktunya juga kamu menikah,Rizky Oma kasih tau ya ke kamu, perempuan itu juga butuh kepastian jangan hanya pacaran terus tanpa ada kepastian" Oma Wena.
"Apa? Kak Rizky sudah punya pasangan" terdengar suara Farel yang baru keluar kamar dan mendengar pembicaraan Oma nya dan Tuan Rizky.
"Sejak kapan kakak punya pasangan" tanya Farel kembali.
"Bocil nggak perlu tau kan Oma, emangnya aku harus laporan ke kamu kalau aku sudah punya pasangan hah" Tuan Rizky.
"Kak aku ini sudah dewasa ya kenapa di panggil bocil sih" Farel.
"Ya emangnya kenapa,ada masalah" Tuan Rizky.
"Kira-kira siapa ya perempuan yang mau sama kakak ku ini, kayaknya perempuan itu sudah kena pelet oleh kak Rizky deh" ledek Farel.
"Nah kan Farel sudah mulai lagi suka ngeledekin kakaknya, sudah-sudah jangan berantem disini, sekarang kalian berdua mandi terus makan,itu Oma sudah siapin makanan buat cucu-cucu Oma yang tersayang ini" Oma Wena.
"Iya Oma" jawab mereka berdua dengan serentak dan langsung melirik satu sama lain.
Setelah mereka selesai makan,Farel langsung masuk ke kamarnya.
"Mau kemana kamu" Tuan Rizky.
"Kamar" jawab Farel.
"Kalian berdua itu jarang banget sih akur nya, Oma sampai cape ngeliat tingkah laku kalian berdua itu, tau nggak apalagi si Farel kalau dia lagi berantem sama kamu Rizky,dia langsung ngadu ke papa sama mama kalian" Oma Wena.
"Hah yang benar Oma" Rizky.
"Iyalah benar,Oma sendiri yang liat kalau Farel telpon mama kalian " Oma Wena.
"Jangan sampai si Farel bilang ke mama sama papa kalau aku mau kenalin pasanganku ke Oma" batin Tuan Rizky.
"Yaudah Oma,aku langsung masuk ke kamar juga,cape soalnya tadi banyak banget pekerjaan di tambah harus menghandle Cafe sama perusahaan papa disini" Rizky.
"Iya Oma tau,yasudah sana istirahat,Oma juga mau istirahat,tapi Oma masih nggak sabar buat nunggu lusa" Oma Wena.
" Tunggu aja Oma,sabar dong" Rizky.
Sementara di kamar, ternyata Farel sedang mengadu ke mama nya yang ada di luar negeri kalau Tuan Rizky sudah punya pasangan.
"Hallo ma" Farel.
"Hallo Farel,ada apa telpon mama malam-malam begini" tanya mama Nela.
"Mama tau nggak,kalau kak Rizky sudah punya pasangan" Farel.
"Hah masa sih kok mama nggak tau,kamu jangan bohong Rel" mama Nela sedikit kaget.
"Iya ma betulan,tadi loh aku dengar pembicaraan Oma Wena sama kak Rizky" Farel.
"Emang kamu sudah lihat sendiri seperti apa kekasih kakak mu itu" mama Nela.
"Belum sih ma, bilangnya kak Rizky lusa dia mau ajak kekasihnya itu untuk ketemu sama Oma Wena" Farel.
"Kalau itu benar, mama akan bilang ke papa mu dulu untuk secepatnya pulang ke Indonesia" mama Nela.
"Mama mau ngapain cepat-cepat pulang kesini" Farel.
"Ya mama mau lihat calon menantu mama dong, soalnya kan kakakmu itu si Rizky nggak pernah ngenalin pasangannya dari dulu, baru kali ini dia berani ngenalin pasangannya dan di ajak ke rumah lagi , otomatis kakak mu itu sudah serius sama pasangannya " mama Nela.
"Bisa jadi sih ma,tapi mama nggak usah buru-buru gitu lah, mungkin aja kak Rizky masih memilih-milih perempuan dan ingin menyeleksi mana yang cocok" Farel.
"Iya juga ya, mama pengen pulang ke Indonesia tapi papa mu kayaknya belum selesai proyek di sini jadi ya mungkin belum bulan ini pulang nya" mama Nela.
"Mama sama papa disana jaga kesehatan ya,kalau ada apa-apa langsung kabari aku sama kak Rizky" Farel.
"Siap, mama jadi kangen sama kalian berdua,anak mama tersayang jaga kesehatan ya, jagain Oma juga, yasudah kalau begitu,ini kan sudah malam waktu nya tidur, pasti besok kamu kuliah dan bangun pagi kan, selamat malam" mama Nela.
"Iya ma, selamat malam" Farel.
Kemudian Farel pun mematikan ponselnya.
"Siapa ma yang telpon" tanya papa Reza.
__ADS_1
'Farel pa, dia bilang ke mama kalau Rizky mau kenalin pasangan nya ke mama Wena" mama Nela.
"Kamu yang bener ma, Rizky mau kenalin pasangan nya dan berani di bawa ke rumah" papa Reza.
" Iya pa, sepertinya kita harus pulang besok karena mama pengen ketemu sama calon menantu" mama Nela.
"Emang kapan ma si Rizky mau kenalin pasangan nya itu" papa Reza.
"Lusa pa" mama Nela.
"Oke kita usahakan besok pulang ke Indonesia,tapi jangan kasih tau mereka supaya surprise" papa Reza.
Mama Nela pun mengangguk.
🍃
🍃
🍃
Sinar matahari mulai menyinari masuk melalui celah-celah jendela,Luna pun merasa silau dan langsung bangun.
"Silau banget sih sinar matahari nya, emang sudah jam berapa juga" Luna pun langsung melihat jam di ponselnya.
" Ya ampun sudah jam 8, bisa telat ini aku ke Cafe" Luna langsung buru-buru mandi karena sudah kesiangan.
Setelah Luna selesai mandi dan berdandan natural saja,dia langsung bergegas berangkat ke Cafe dengan menaiki ojol yang sudah dia pesan tadi sebelum mandi.
"Hai Luna" sapa Rara sambil melambaikan tangannya ke Luna yang baru saja datang.
"Hai Ra,kamu baru datang juga, terus mana motor kamu kok nggak ada" Luna.
"Iya Lun,tadi pas perjalanan kesini ban motor aku bocor yaudah deh aku tinggal ke bengkel,jadi aku naik ojol juga kesini" Rara.
"Oh jadi gitu,aku kira di antar sama pacar kamu,hehe" Luna.
"Jangan kan pacar Lun, cowok yang dekat sama gue aja nggak ada" Rara.
"Lah itu si Raksa, kayaknya dia lumayan dan cocok juga sama kamu tu" Luna.
"Sudah deh nggak usah bahas Raksa,dia itu nyebelin banget" Rara.
"Ok deh , sekarang masuk aja yuk, kayaknya kita sudah telat" Rara.
"Luna tunggu" terdengar suara dari belakang memanggil Luna yang ternyata adalah Tuan Rizky,Luna pun langsung menoleh ke belakang.
"Kamu bisa masuk duluan,aku mau bicara dulu sama Luna" perintah Tuan Rizky kepada Rara.
"Baik Tuan" jawab Rara sambil mengangguk dan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kenapa jam segini sudah ke Cafe, bukannya kamu kuliah pagi" tanya Tuan Rizky.
"Hari ini saya tidak ada kelas Tuan, jadi saya bisa bekerja di Cafe lebih awal".
"Ayo ikut ke ruangan saya,ada hal penting yang harus kita bicarakan" ajak Tuan Rizky.
Mereka berdua pun langsung masuk ke ruangan Tuan Rizky.
"Jadi begini,kita akan ketemu Oma besok malam, aku akan menjemputmu".
" Kita akan ketemu Oma dimana Tuan".
"Di rumahku saja,tapi ingat perjanjian kita jangan sampai ada yang tau".
Tok...tok...tok...
"Ya masuk saja" perintah Tuan Rizky.
"Selamat pagi Tuan,maaf mengganggu kalian berdua,saya kesini karena ada berkas yang harus di tanda tangani dan Tuan harus datang ke meeting perusahaan papa nya Tuan nanti siang sekitar jam 11" Sekretaris Davin.
"Ada meeting? Kenapa aku baru tahu sekarang" Tuan Rizky.
"Maaf Tuan, karena meeting nya baru di kasih tau tadi pagi dan mendadak" Sekretaris Davin.
"Baiklah kalau gitu tunggu di luar,aku akan segera menyusul" Tuan Rizky.
" Baik Tuan kalau gitu saya permisi" Sekretaris Davin pun langsung keluar dari ruangan Tuan Rizky.
" Apa ada hal lain lagi yang mau di bicarakan Tuan mengenai perjanjian kita" tanya Luna.
"Iya ada satu lagi, kita harus kelihatan lebih mesra di depan Oma,biar Oma nggak curiga".
"Iya Tuan semoga saya bisa dan tidak gugup saat di hadapan Oma".
"Besok sebelum kamu ketemu Oma,kita akan ke salon dulu".
__ADS_1
"Buat apa Tuan ke salon" tanya Luna.
"Aku mau make up" jawab Tuan Rizky.
"Yang benar Tuan" tanya luna dengan wajah polosnya itu.
" Ya nggak lah Luna,pasti kalau make up itu ya buat perempuan,buat kamu lah masa buat aku".
"Oh iya Tuan maaf,hehe".
" Sepertinya kamu jangan memanggil saya dengan sebutan Tuan saat nanti di hadapan Oma".
"Jadi saya harus panggil dengan sebutan apa Tuan".
"Kamu bisa panggil saya dengan sebutan sayang,atau apalah itu intinya panggilan sayang".
"Tapi saya nggak terbiasa dengan sebutan sayang Tuan".
Jadi kami maunya apa".
"Saya juga bingung Tuan".
"Sudah Panggil sayang aja saat nanti di hadapan Oma ".
"Baik lah kalau gitu Tuan,saya rasa pembicaraan kita sudah cukup, kasian sekretaris Davin nungguin di luar nanti kelamaan".
"Biar saja dia sudah terbiasa akan hal itu".
"Kalau gitu saya permisi tuan,saya mau bergabung sama yang lain untuk melayani para tamu".
"Iya silahkan".
Luna langsung keluar dari ruangan Tuan Rizky,ketika sampai pintu dia melihat sekretaris Davin sedang duduk di sofa.
"Maaf ya sekretaris Davin,jadi nunggu lama gara-gara kita".
"Its okay Luna, nggak masalah kok" jawab sekretaris Davin.
"Saya permisi dulu kalau gitu sekretaris Davin".
"Iya Lun".
Setelah Luna sampai di dapur, langsung si Rara menghampiri Luna dan menanyakan apa yang di bicarakan antara Luna dan Tuan Rizky.
"Lun,kamu kenapa,ada masalah sama Tuan Rizky" tanya Rara.
"Nggak ada kok Ra".
"Lah terus ngapain kamu tadi di ajak sama Tuan Rizky ke ruangannya".
"Oh tadi Tuan Rizky itu hanya menyuruh aku untuk membersihkan ruangannya karena banyak debu disana,aku aja sampai batuk-batuk tadi Ra".
" Dia manggil kamu hanya untuk membersihkan ruangannya,tapi kan ada orang khusus untuk membersihkan ruangannya Tuan Rizky itu".
"Aku juga nggak tau Ra,tapi kan Tuan Rizky menyuruh aku untuk membersihkannya , yaudah aku lakuin aja selagi aku bisa,siapa tau nanti aku dapat gaji tambahan kan,hehe".
"Kalau dapat gaji tambahan aku juga mau kali Lun".
"Kamu itu kalau soal gaji aja langsung cepat".
Sementara itu Tuan Rizky baru saja keluar dari ruangannya dan melihat sekretaris Davin tidur di sofa.
"Davin bangun".
Davin yang belum terlalu terlelap mendengar ada yang membangunkannya.
"Iya Tuan,maaf saya hampir ketiduran".
"Cepat kita ke perusahaan papa untuk melakukan meeting".
"Baik Tuan" jawab sekretaris Davin.
Tuan Rizky dan sekretaris Davin langsung pergi dengan mengendarai mobil mewah,meninggalkan Cafe dan menuju ke perusahaan papanya,yaitu Tuan Reza.
🍃
Hai-hai semua❤️
Author jadi nggak sabar nih lihat Luna besok mau ketemu sama Oma nya Tuan Rizky,apa yang terjadi besok ya?
pokoknya pantengin terus kalau aku update part lagi ya ☺️.
jangan lupa like, vote dan follow author receh ini🤣,
follow ig author juga👇
__ADS_1
@zarayerrinfianita
Salam hangat buat kalian semua dari author pemula ☺️❤️