
Tumben kamu sudah datang jam segini, biasanya kan belum". Tanya tuan Rizky yang langsung menghampiri Luna yang baru saja datang.
"Iya tuan, soalnya kelas saya sudah selesai lebih cepat".
"Yasudah kalau gitu, sekarang kamu ikut saya".
"Tapi kita mau kemana tuan,saya baru aja datang dan belum melakukan pekerjaan saya".
"Sudah kamu ikut saya aja, hitung-hitung buat nambah uang gaji kamu".
"Baik Tuan".
Kemudian Luna dan Tuan Rizky pergi meninggalkan Cafe dan menuju ke butik dengan menaiki mobil Rizky.
"Lah itu si Luna di bawa kemana sama Tuan Rizky" tanya Rara kepada Raksa yang berada di sampingnya.
"Ya aku mana tau Ra,sudah lah jangan mikirin Tuan Rizky sama Luna, tugas kita masih banyak tuh di belakang" Raksa.
Kini suasana di dalam mobil jadi canggung,Tuan Rizky pun memulai pembicaraan duluan.
"Luna,nanti kamu pilihkan baju perempuan yang bagus ".
"Tapi Tuan maaf saya mau nanya, emangnya Tuan mau pakai baju perempuan". Tanya Luna dengan polosnya.
"Ya gak lah,ya kali aku mau pakai baju cewek apa kata dunia".
"Hehe maaf Tuan, oh... Jangan-jangan buat pacarnya ya Tuan atau tunangannya ya".
"Sudah nggak usah banyak nanya, nanti juga kamu tau sendiri".
Mereka pun sampai juga di butik yang dituju.
"Sebentar, sebelum kita masuk,ada yang mau aku bicarakan sama kamu".
"Mau bicara apa tuan"
"Sebenarnya kita kesini karena aku mau belikan baju buat kamu"
Hah... Maksudnya Tuan gimana ya"
"Oke jadi gini aku jelasin dulu ke kamu biar nggak bingung, Oma aku nyuruh buat kenalin pasanganku, dalam waktu 1 bulan kalau aku belum kenalin bakalan di jodohkan sama anak dari temannya Oma dan aku nggak mau,tapi karena aku nggak punya pasangan jadi aku minta tolong ke kamu buat pura-pura jadi pasangan aku, tenang aja kok aku akan kasih komisi lebih ke kamu" .
__ADS_1
"Gimana ya masa aku harus pura-pura jadi pasangannya Tuan Rizky,tapi aku butuh juga uangnya buat tambahan kuliah" batin Luna sambil memutuskan keputusannya setuju atau tidak.
"Gimana Lun,kamu mau nggak"Tanya Tuan Rizky.
"Iya Tuan saya setuju"
"Baik kalau gitu kita masuk dan pilih lah baju sesuka kamu"
Para pelayan yang ada di butik itu menyambut dengan hormat kepada Tuan Rizky.
"Selamat datang Tuan,ada yang bisa saya bantu" tanya salah satu pelayan tersebut.
"Tolong kamu carikan dress yang cocok buat pacar saya ini"Tuan Rizky.
"Baik Tuan,mari mbak ikut saya ke sebelah sana"
"Eh iya mbak ayo" Luna.
"Kira-kira mbaknya suka warna yang kayak gimana biar saya tunjukin dress yang cocok"
"Saya suka warna yang kalem-kalem gitu mbak, contohnya kayak warna hijau pastel atau warna hitam juga bagus"
"Sebentar ya mbak,saya carikan dulu dress yang warna kalem-kalem gitu ya"
"Wah ini cantik banget sih"Luna.
"Kamu suka yang ini" tanya Tuan Rizky menghampiri Luna, sambil menunjuk heels yang di pegang oleh Luna.
"Eh nggak kok Tuan" Luna.
"Sudah nggak usah malu-malu,ini juga demi penampilan kamu nanti saat ketemu oma"
"Baik Tuan,saya ngikut aja"
Pelayan pun datang membawa dress yang diinginkan oleh Luna.
"Apakah dress yang seperti ini yang mbak Luna maksud" tanya pelayan itu.
"Maaf Tuan,saya mau nanya apakah dress ini cocok di pakai untuk saya"
"Cocok saja"
__ADS_1
Setelah selesai membeli dress dan heels mereka pun masuk menuju mobil.
"Dua hari lagi kita akan ketemu oma,jadi kamu harus memerankan peran ini dengan sebaik mungkin"
"Baik Tuan,saya usahakan sebaik mungkin"
"Dan satu lagi, jangan gugup saat di hadapan Oma"
"Iya Tuan"
"Ternyata Tuan Rizky lama-lama bawel juga ya,tapi dari dekat gini dia kelihatan manis banget,ya tuhan apa yang ada dipikiran ku ini, padahal ini kan cuman pura-pura jadi kekasihnya,jadi nggak usah kegeeran, lagipula juga ini cuman sementara" batin Luna sambil senyum-senyum sendiri melihat ke arah luar jendela mobil.
Tuan Rizky yang tersadar akan tingkah laku Luna pun langsung menoleh ke arah samping.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri begitu"
"Eh nggak ada kok Tuan,itu tadi... ada... ada tikus lari di jalan"
"Ada-ada saja kamu ini"
"Tuan"
"Ya kenapa "
"Misalkan Oma tanya tentang aku,aku harus jawab gimana "
"Kamu jawab aja sejujur-jujurnya,kalau kamu itu masih anak kuliahan "
"Kita ketemu Oma cuman sekali aja kan Tuan , selepas itu saya nggak perlu pura-pura lagi"
"Tergantung nanti dari Oma nya, semoga Oma nggak ngadu ke mama sama papa aku, kalau Oma ngadu ke mama sama papa bakal ribet urusan nya panjang"
-
Sementara di tempat lain, terlihat wajah frustasi dari Vino Bastinrey.
"Luna kamu dimana, maafkan aku... karena efek aku mabuk dan aku memberimu pil tidur,aku telah menodai mu" suara Vino sambil melamun di balkon apartemen nya .
Tok...tok...tok terdengar suara ketukan pintu dari arah luar.
"Selamat siang Tuan Vino, kenapa Tuan memanggil saya kesini" tanya gio sekretaris nya Vino.
__ADS_1
"Kamu cari perempuan namanya Luna Puspitasari,cari dimana keberadaan ia tinggal,dan ini fotonya"
"Baik Tuan, kalau gitu saya permisi dulu" pamit sekretaris gio .