Luna Dan Rizky

Luna Dan Rizky
Luna masuk rumah sakit


__ADS_3

Luna lalu berjalan menuju persimpangan tiga tersebut. Tapi pada saat di persimpangan,ia tidak menemukan pangkalan ojek melainkan dua orang laki-laki yang tidak dikenal. Dua laki-laki tersebut langsung menghampiri Luna yang berjalan sendirian dan mencoba untuk merayu tapi Luna tidak menghiraukannya.


"Neng mau kemana sih,kok jalannya sendirian aja mau abang temenin nggak" ucap salah satu laki-laki tersebut.


"Maaf ya bang,saya disini hanya permisi numpang lewat bukan cari masalah. Jadi izinkan saya lewat sini".


"Tunggu dulu Neng,jangan buru-buru kayak gitu dong. Temenin kita disini dulu sambil ngobrol-ngobrol" salah satu laki-laki tersebut memegang pipi Luna tapi langsung ditepis oleh Luna dan membuat laki-laki tersebut sedikit marah.


"Sudah,cepat ambil aja tasnya itu. Pasti ada barang berharganya di dalam" bisik temannya.


Dan terjadilah adegan dorong-dorongan,Dua laki-laki tersebut memaksa dan mencoba mengambil tas Luna,tapi Luna tetap mempertahankan tasnya.


"Sini Neng, tasnya buat kita aja".


"Enak banget ya kalian,main ambil-ambil aja".


Sampai akhirnya salah satu laki-laki tersebut berhasil mengambil tas Luna. Untungnya saja kalung pemberian dari Oma Wena dia simpan di saku celananya bukan di tas. Luna yang ingin meraih tasnya tapi tidak bisa dan langsung di dorong hingga terjatuh dan kepalanya membentur pembatas jalan yang mengakibatkan Luna pingsan.


"Sialan,Sep. Dia pingsan lagi, mending kita kabur aja yuk sebelum ketahuan sama orang lain" .


Dua laki-laki tersebut langsung kabur membawa tas Luna. Dan meninggalkan Luna sendirian di pinggir jalan dengan keadaan pingsan dan kepala berdarah.


20 menit sudah Luna terbaring pingsan di pinggir jalan tapi tak ada satupun orang yang lewat karena sudah tengah malam.


Saat Tuan Rizky sedang asik menyetir mobil tiba-tiba dia mengerem mendadak dan dikagetkan dengan seorang perempuan yang tidur di jalan. Ia langsung turun dari mobil dan menghampiri perempuan tersebut.


"Mbak...mbak .... Bangun jangan tidur di disini".


Tuan Rizky membangunkan perempuan yang tengah pingsan itu tapi tak ada jawaban. Saat dia membuka wajah perempuan tersebut yang tertutup oleh rambut panjangnya, alangkah terkejutnya ternyata perempuan tersebut adalah Luna yang tengah pingsan dengan kepala berdarah.


"Ya ampun Luna, apa yang terjadi dengan dirimu. Kenapa bisa sampai begini" tanpa disadari Tuan Rizky meneteskan air matanya di kala melihat Luna yang sedang pingsan tak berdaya.


Ia pun langsung membopong Luna dan membawanya ke dalam mobil untuk menuju rumah sakit.


"Sabar ya Luna, aku akan membawamu ke rumah sakit. Kamu harus bertahan" ucap Tuan Rizky sambil mengendarai mobilnya dengan kelajuan cepat. Dia terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Luna.


Setelah sampai rumah sakit,Tuan Rizky langsung memanggil suster dan membawa Brankar untuk memudahkan Luna saat di bawa ke ruang IGD.


"Dokter tolong lakukan yang terbaik, berapapun biayanya akan saya bayar".


"Baik Tuan,akan saya usahakan sebaik mungkin".


Dokter lalu masuk ke ruang IGD untuk menangani Luna yang sudah berdarah-darah kepalanya.


Tuan Rizky terus saja mondar-mandir di depan ruang IGD. Sangking mengkhawatirkan Luna, ia hampir lupa mengabari Mamanya dan Oma.


"Oh iya,aku harus mengabari Oma dan Mama. Bagaimanapun juga mereka harus tau".


Saat mendengar kabar bahwa Luna masuk rumah sakit, Oma Wena dan Mama Nela langsung menuju rumah sakit malam itu juga.

__ADS_1


Sesampainya di depan ruang IGD,Oma Wena terlihat jelas mengkhawatirkan keadaan Luna.


"Rizky gimana keadaan Luna,apa dia baik-baik saja ,terus bagaimana ceritanya dia bisa masuk rumah sakit" berbagai pertanyaan di lontarkan oleh Oma Wena.


"Oma tenang dulu,nanti aku jelasin semuanya. Sekarang kita tunggu dulu, biar dokter yang menangani ini semua".


Mereka bertiga duduk di kursi depan ruang IGD dan sesekali melirik pintu ruangan itu,tapi dokter tak kunjung keluar juga.


Setelah 3 jam menunggu, akhirnya dokter keluar juga dan mendekat ke arah mereka bertiga.


"Bagaimana dok keadaan Luna,apa dia baik-baik saja" tanya Tuan Rizky yang terlihat cemas.


" Keadaan Luna sudah membaik, walaupun luka di kepalanya cukup serius tapi masih bisa kami tangani" ucap dokter spesialis tersebut.


"Syukurlah Luna selamat, apa kita sekarang bisa masuk ke dalam untuk melihat Luna".


"Untuk saat ini belum bisa, tunggu setelah kami pindahkan ke ruang rawat baru boleh di jenguk" dokter spesialis menjelaskan tentang kondisi Luna, setelah itu dokter pergi meninggalkan mereka bertiga untuk mengecek pasien yang lainnnya.


Tuan Rizky menyuruh Mama Nela dan Oma Wena untuk pulang saja karena ini sudah larut malam,tapi mereka menolaknya dan tetap ingin menjaga Luna.


"Oma sama Mama pulang saja ya,biar aku yang menjaga Luna".


"Tapi Mama ingin melihat keadaan Luna".


"Kasihan Oma apalagi sudah malam begini, mending pulang saja biar aku yang menjaga Luna. Besok pagi Mama dan Oma kan bisa kesini lagi" ucap Tuan Rizky untuk meyakinkan mereka berdua.


Mama dan Oma pun menuruti apa yang dikatakan oleh Tuan Rizky dan langsung pulang.


Saat sampai di ruang rawat, Tuan Rizky sigap membantu para suster untuk memindahkan Luna ke Brankar yang satunya lagi.


" Kalau gitu saya dengan yang lainnya permisi dulu Tuan" ucap suster tersebut dan langsung keluar bersama 2 orang temannya.


Tuan Rizky menatap Luna dengan lekat sambil duduk di sebelah ranjang tempat tidur Luna.


"Luna,kamu harus bertahan kamu pasti kuat,aku tau itu" ucap Tuan Rizky sambil memegang tangan Luna.Tanpa disadari dia terlelap dengan memegang tangan Luna.


🍃Pagi hari.


Perlahan-lahan Luna membuka matanya dan merasa tangan kanannya berat sekali untuk diangkat seperti tertindih batu. Luna melihat kesamping dan ternyata ada Tuan Rizky yang sedang tidur.


"Aduh...aw sakit sekali kepalaku" teriak Luna sambil memegangi kepalanya yang atas,membuat Tuan Rizky kaget dan bangun dari tidurnya.


"Luna kamu nggakpapa, yang mana yang sakit. Atau aku panggilkan dokter ya" Tuan Rizky terlihat sangat panik disaat Luna merasa kesakitan.


"Kenapa saya ada disini Tuan, apa yang terjadi sehingga aku bisa masuk rumah sakit".


"Kamu tadi malam saya temukan tergeletak di pinggir jalan dengan kepala berdarah, terus saya bawa kesini. Emangnya kamu kenapa kok bisa sampai pingsan".


Luna memikir sejenak dan mengingat-ingat kejadian tadi malam yang membuat dirinya tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Oh iya Tuan, saya ingat sekarang. Tadi malam saya di rampok,tas dan ponsel saya juga di rampas, tapi untungnya saja kalung pemberian dari Oma tidak dirampas karena saya masukkan ke dalam saku celana".


"Kenapa malah memikirkan kalung dari Oma, yang penting kamu itu selamat".


"Ya saya takut Oma nanti marah kalau kalung pemberiannya hilang".


"Oma nggak akan marah, sudah sekarang pentingin kesehatan kamu dulu".


Saat mereka berdua sedang berbincang-bincang, datang Oma Wena bersama Mama Nela dan juga Farel sambil membawa buah-buahan.


"Luna,kamu nggakpapa apa kamu butuh sesuatu" tanya Mama Nela sambil meletakkan buah-buahan di meja dan mendekat ke arah tempat tidur Luna.


"Aku nggakpapa kok Ma,kan aku kuat,hehe" ucap Luna sambil bercanda padahal kepalanya masih sedikit terasa sakit.


"Ka Rizky ini gimana sih kok nggak bisa ngejagain pacarnya sendiri sampai-sampai luka seperti ini".


"Kamu kalau nggak tau yang sebenarnya terjadi, nggak usah ikut campur deh" jawab Tuan Rizky dengan ketus.


"Sudah-sudah kalian ini berantem terus, ingat ini rumah sakit jadi nggak usah berisik" sela Oma Wena sambil melerai perdebatan kakak beradik itu.


Mama Nela bertanya kepada Tuan Rizky kapan Luna bisa sembuh dan pulang kembali.


" Kata dokter sih ma, kalau hari ini sudah membaik dan pulih kembali,lusa sudah boleh pulang".


"Syukurlah,mama senang dengarnya" ucap Mama Nela sambil menghela nafas lega.


"Rizky, bukannya kamu harus kerja ya hari ini. Mending sekarang kamu kerja aja biar Oma sama Mama kamu aja yang jaga Luna disini".


"Aku tadi sudah bilang ke Davin kalau hari ini tidak masuk kerja,jadi aku percaya dia aja untuk menghandle perusahaan dan Cafe".


"Sayang lebih baik kamu kerja aja,aku nggakpapa kok kamu tinggal sendiri" ucap Luna dengan nada lemah dan lirih.


"Nggakpapa sayang,aku akan jaga kamu 24 jam non-stop".


Farel yang melihat mereka berdua panggil-panggilan dengan sayang,merasa cemburu dan ingin pergi dari ruangan itu sekarang juga.


"Rizky,ini Mama bawakan kamu ganti baju,gih sekarang mandi dulu,sudah bau itu badan kamu nanti bisa-bisa Luna nggak betah di dekatmu".


"Aku ini selalu wangi Ma, apalagi kalau belum mandi pasti Luna tambah senang bau tubuhku ini".


Luna langsung menutup mulutnya dengan menahan ketawa atas akting Tuan Rizky yang sangat bagus.


Setelah Tuan Rizky selesai mandi,Mama,Oma dan Farel langsung pamit untuk pulang dan akan kembali lagi nanti malam.


🍃


🍃


🍃

__ADS_1


jangan lupa like vote dan kasih hadiah bunga atau kopinya ya 🤭❤️


__ADS_2