
Tuan Rizky memaksa Luna untuk makan,tapi Luna enggan memakannya karena rasanya pasti hambar.
"Ayo Lun kamu harus makan,nanti kamu tambah sakit kalau nggak makan".
"Tapi saya tidak suka makanan seperti itu Tuan,pasti rasanya hambar sekali".
"Kalau kamu nggak makan dan tambah sakit, bisa-bisa aku dimarahin Oma sama Mama nanti,ya walaupun kita ini cuman pura-pura pacaran tapi kan aku juga punya tanggung jawab ke kamu".
"Kalau gitu sini Tuan biar saya makan sendiri aja ".
Saat Luna ingin mengambil semangkuk bubur di meja tapi Tuan Rizky mencegahnya dan langsung mengambil mangkuk itu dan menyuapi Luna.
"Kamu nggak lihat kondisi kamu gimana, apalagi tangan kamu di infus pasti susah buat menyendok makanan. Biar aku saja yang menyuapimu ".
Luna lalu membuka mulutnya dan di suapi oleh Tuan Rizky, walaupun rasanya hambar bagi Luna, tapi ia tetap menerima setiap suapan dari Tuan Rizky.
"Tuan sudah, saya sudah kenyang" ucap Luna.
"Baiklah kalau begitu sekarang kamu minum dulu" Tuan Rizky lalu mengambil segelas air dan meminumkannya kepada Luna.
"Tuan Rizky ternyata perhatian juga ya orangnya,siapa sih yang nggak mau diperlakukan kayak gini sama Tuan Rizky. Pasti jodohnya nanti sangat beruntung memiliki suami seperti dia. Eh ya ampun Luna sadar dong ,Tuan Rizky perhatian seperti ini semua kan karena perjanjian kalian berdua yang pura-pura pacaran" batin Luna sambil senyum-senyum sendiri.
"Sekarang kamu tidur saja ,bilang dokter tadi kamu harus banyak istirahat dan cedera di kepalamu belum sembuh total" ucap Tuan Rizky dan menyuruh Luna untuk tidur dan menyelimutinya dengan selimut berwarna biru.
Luna mengangguk dan langsung tidur ketika mendengar perintah dari Tuan Rizky,baru saja dia memejamkan matanya,dia sudah terlelap dengan pulas.
Dret...dret...dret... Suara ponsel Tuan Rizky berbunyi dan ternyata yang menelpon adalah Mama Nela.
"Hallo Rizky, Mama mau kesitu nanti. Apa kamu butuh sesuatu biar Mama bawakan nanti, oh ya dan Luna ingin dibawakan makanan apa". tanya Mama Nela dari sebrang sana.
"Nggak usah aja Ma,Luna sudah makan tadi. Lagian juga Luna sudah tidur. Jadi Mama malam ini nggak usah kesini,biar aku saja yang menjaga Luna sampai sembuh dan ini sudah jadi tanggung jawab ku".
"Sepertinya Mama lihat kamu itu sudah serius ya sama Luna, perhatian mu ke Luna, Mama bisa lihat itu kalau kamu tulus sayang ke dia".
"Yaudah dulu kalau gitu Ma, aku mau tidur juga.Good night Ma" Tuan Rizky mengalihkan pembicaraan agar Mama tak membahas untuk cepat-cepat menikah dan memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
Tuan Rizky menuju ke sofa yang berada tidak jauh dari ranjang tempat tidur Luna, dan memperhatikan wajah Luna.
" Gadis ini beda dari gadis yang lainnya. Apakah aku mulai menyukai Luna? Tapi kenapa aku belum menyadari akan hal itu" batin Tuan Rizky sambil menerka-nerka pertanyaannya sendiri.
__ADS_1
Tuan Rizky langsung membaringkan tubuhnya di atas sofa dan ikut terlelap juga.
π Di Apartement Vino.
"Apa... Luna masuk rumah sakit" tanya Vino kepada Sekretaris Gio yang telah memberinya kabar.
"Iya benar Tuan, saya melihatnya sendiri dan Luna ada di rumah sakit Graha Medika".
"Besok kamu antarkan saya ke rumah sakit itu".
"Baik Tuan".
πKembali lagi ke RS.
"Aku nggak mau sama kamu,pergi tinggalkan aku,aku nggak mau lihat muka kamu" terdengar suara Luna mengigau, Tuan Rizky yang mendengarnya langsung bangun dan menghampiri Luna.
"Ah ternyata dia hanya mengigau".
"Jangan tinggalin aku" ucap Luna tanpa sadar dan matanya masih terpejam.
saat Tuan Rizky hendak kembali tidur di sofa, tiba-tiba tangannya di pegang oleh Luna dan langsung ditarik hingga mendekat ke arah wajah Luna, mereka berhadapan cukup intens dan dekat sekali. Tubuh Tuan Rizky terasa panas dan dia menyadari bahwa junior miliknya terlihat mengeras di bawah sana dan ia pun langsung menarik tangannya dan menjauh dari Luna, lalu menuju ke toilet.
"Huh, Untung saja sudah keluar , rasanya tadi tidak tahan lagi. Maafkan papa ya nak telah membuang mu dengan sembarangan" ucap Tuan Rizky dengan sedikit merasa bersalah dan lalu keluar dari toilet itu.
"Tuan darimana" tanya Luna yang membuat Tuan Rizky kaget.
"Aku dari toilet, kenapa kamu sudah bangun jam segini".
"Saya tidak bisa tidur Tuan, karena tadi mimpi buruk".
"Semoga saja Luna tidak mendengar apa yang ku katakan di dalam toilet tadi, kalaupun dia mendengarnya,mau di taruh di mana mukaku ini" batin Tuan Rizky dengan wajah sedikit cemas.
"Tuan sendiri apakah belum tidur dari tadi".
Tuan Rizky tak menjawab pertanyaan Luna karena dia sedang melamun, Luna lalu memanggilnya lagi.
"Tuan...Tuan... apakah Tuan belum tidur dari tadi".
"Oh ya Luna,aku juga nggak bisa tidur karena rasanya panas dan gerah sekali tubuhku ini . Mungkin karena AC nya mati" sela Tuan Rizky sambil mencari-cari alasan.
__ADS_1
"Tuan,saya ingin meminjam ponselnya sebentar, saya ingin menelpon ibu saya. Ponsel saya juga di rampas oleh perampok itu".
"Ya ini pakai saja. Apakah kamu masih ingat wajah orang yang telah merampokmu itu".
"Iya saya masih agak ingat Tuan".
"Baiklah, nanti saya akan menyuruh orang suruhan saya untuk menyelidiki kasus ini dan akan melihat CCTV di tempat kejadian dimana kamu dirampok".
"Terimakasih Tuan" Luna tersenyum kepada Tuan Rizky dan membuat Tuan Rizky sedikit salah tingkah.
Lalu Luna menelpon ibunya menggunakan ponsel Tuan Rizky.
Ibu Aminah juga yang belum tertidur, seketika kaget mendengar dering ponselnya di jam segini yang sudah sekitar jam 00:25.
"Lah ini nomornya siapa,kenapa nelpon malam-malam begini to" ucap Bu Aminah dengan logat jawanya,sambil menerka-nerka nomor siapa ini.
Ibu Aminah langsung mengangkat telponnya itu.
"Hallo... Ini siapa ya. Kenapa nelpon malam-malam begini".
"Assalamualaikum Bu,ini aku Luna. Ini nomor bos aku, ponselku hilang kemarin dan belum sempat memberi kabar untuk Ibu. Sekarang aku ada di rumah sakit karena mengalami sedikit insiden tapi tidak apa-apa" jelas Luna panjang kali lebar.
"Waalaikumsallam, ternyata Luna anak ku to. Lah kenapa bisa masuk rumah sakit. Pantesan ya perasaan ibu nggak enak dari kemarin mikirin kamu terus".
"Nggakpapa kok Bu,aku baik-baik aja. Mungkin lusa aku sudah boleh pulang".
"Apa perlu Ibu nyusul kamu kesitu. Ibu nggak tega,anak Ibu terluka seperti sekarang ini".
"Eh Ibu nggak usah, jangan kesini. Nanti Ibu kecapean di jalan, lagian juga kan jauh dari kampung Bu".
Luna melarang Ibunya untuk mendatanginya, karena ia tidak mau melihat dirinya yang terbaring lemah di rumah sakit ini yang akan membuat Ibunya tambah sedih. Setelah Luna dan Ibunya selesai berbicara, Luna mematikan ponselnya dan memberikan kepada Tuan Rizky lagi. Dan melanjutkan tidurnya, karena malam yang semakin larut,begitu juga Tuan Rizky yang tidur di sofa.
π
π
π
Jangan lupa tinggalin jejak like,komen, vote,follow dan hadiah bunga atau kopinya ya π€π
__ADS_1
Peluk hangat dari author buat kalian semua yang sudah mau baca Novel aku ini βΊοΈβ€οΈ