
π Keesokan harinya.
"Lah untung aja iki ada bus yang berangkat subuh,jadi aku sampai sini masih pagi" ucap Bu Aminah yang baru saja turun dari bus.
Lalu ia berjalan menuju jalan raya dan hendak mencari pangkalan ojek tapi tak kunjung ia temukan. Karena baru pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta, Bu Aminah masih terlihat sedikit bingung sehingga ketika dia ingin menyeberang dan tidak melihat kiri-kanan, hampir saja dia tertabrak mobil.
Cekit........ terdengar suara mobil yang mengerem mendadak di hadapannya. Dan ternyata pemilik mobil tersebut adalah Vino.
"Gio,kamu bisa nggak sih bawa mobil yang benar. Kenapa mengerem mendadak begini" tanya Vino yang penasaran sambil memainkan ponselnya.Karena ia duduk di kursi belakang jadi tidak memperhatikan apa yang ada di depannya.
"Maaf Tuan, di depan ada seorang ibu-ibu yang ingin menyeberang jalan. Jadi saya sedikit terkejut dan mengerem mendadak."
"Sudah,sekarang kamu turun untuk melihat kondisi ibu tersebut."
Sekretaris Gio pun langsung turun dari mobil dan menghampiri ibu Aminah.
"Maaf Bu,saya tidak sengaja. Apa Ibu baik-baik saja" tanya Sekretaris Gio sambil membantu Ibu Aminah untuk berdiri.
"Iya saya tidak apa-apa,cuman kaget saja" jawab bu Aminah sambil mengangkat tas jinjingnya.
Vino yang penasaran karena melihat Sekretarisnya itu sedang mengobrol dengan seseorang, akhirnya ia ikut turun juga.
"Apa Ibu baik-baik saja, atau perlu saya antar ke rumah sakit untuk mengecek keadaan Ibu" tanya Vino dengan sedikit khawatir, karena ia tidak tega melihat Ibu Aminah itu yang menahan sakit di bagian kakinya.
"Tidak perlu nak, Ibu cuman sedikit terkilir kakinya tapi nggakpapa nanti juga sembuh sendiri."
"Tapi Bu,alangkah baiknya mending saya antarkan ke rumah sakit saja. Untuk biaya, Ibu tidak perlu khawatir nanti biar saya yang bayar semuanya" ucap Vino untuk meyakinkan Ibu Aminah.
"Iya Bu,benar apa yang dikatakan oleh Bos saya.Mending Ibu kami antar ke rumah sakit saja, kebetulan juga kami ingin ke rumah sakit jadi biar sekalian saja" timpal Sekretaris Gio.
"Apa mereka ini orang baik-baik ya,tapi di lihat dari penampilannya mereka berdua tidak terlihat seperti orang penjahat" batin Bu Aminah sambil memandang mereka berdua.
"Bagaimana Bu,apa Ibu setuju dengan tawaran kami" tanya Vino kembali.
"Baiklah,saya setuju. Lagian saya juga ke Jakarta ingin menemui anak saya yang masuk rumah sakit."
"Mari kalau gitu Bu ikut saya naik ke mobil" ajak Vino sambil menuntun Ibu Aminah.
Setelah mereka semua masuk ke mobil, Sekretaris Gio melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
"Nama Ibu siapa,kita belum sempat berkenalan tadi. Kenalin nama saya Vino" ucap Vino sesaat setelah masuk mobil.
"Nama saya Ibu Aminah."
"Oh iya Ibu bilang tadi ingin menemui anak Ibu yang masuk rumah sakit. Kira-kira rumah sakit yang mana Bu"
"Ibu juga kurang tau, soalnya baru kali ini saya ke Jakarta jadi belum begitu terlalu paham."
"Sebagai permintaan maaf saya karena telah menabrak Ibu, saya akan bantu untuk mencari anak Ibu sampai ketemu."
Tidak lama kemudian, mereka bertiga sampai juga di rumah sakit Graha Medika. Dan langsung masuk menuju ke lobby.
"Permisi Suster, Tuan Vino ingin bertemu dengan dokter Ani" ucap Sekretaris Gio saat sampai di loket pendaftaran.
"Sebentar ya Tuan, saya hubungi dulu Dokter Ani."
Ya dokter Ani adalah teman kuliah Vino,jadi bisa di bilang mereka bersahabatan cukup lama.
"Dokter Ani sedang memeriksa pasiennya,jadi silahkan duduk di situ dan tunggu sampai Dokter Ani datang" ucap Suster itu dengan memberi arahan untuk duduk di kursi.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Dokter Ani datang dan langsung menghampiri Vino.
"Ada apa Vino, apa kau mencariku."
"Baiklah kalau begitu ikuti aku ke ruang pemeriksaan".
Mereka bertiga pun langsung mengikuti Dokter Ani menuju ruang pemeriksaan.
Setelah Ibu Aminah di periksa, Dokter Ani memberikan beberapa obat dan resep.
"Bagaimana apa kaki Ibu Aminah baik-baik saja" tanya Vino dengan sedikit merasa bersalah.
"Kaki Ibu Aminah baik-baik saja,cuman terkilir sedikit dan tidak lama juga akan sembuh setelah meminum obat yang sudah aku berikan"
Saat mereka ingin keluar dari ruangan itu,Vino teringat akan perkataan Ibu Aminah tadi yang ingin mencari anaknya di rumah sakit.
"Oh iya, Ibu tadi ingin mencari anak Ibu kan" tanya Vino kepada Ibu Aminah.
"Iya Vino,Ibu ingin mencari anak Ibu. Apakah Dokter Ani mengetahui ada pasien di sini atas nama Luna Puspitasari."
__ADS_1
Dokter Ani berpikir sejenak untuk mengingatnya.
"Apa...namanya Luna Puspitasari, kenapa mirip sekali dengan namanya Luna yang aku kenal. Atau ini cuman kebetulan saja, kan nama Luna itu banyak" batin Vino dengan sedikit kaget mendengar ucapan Bu Aminah.
"Sepertinya ada pasien dengan nama Luna Puspitasari. Tapi saya tidak tau itu anak Ibu atau bukan, mending kita cek saja ke sana" ajak Dokter Ani untuk memastikan itu anak Bu Aminah atau bukan.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu dari Luar, yang membuat Luna sedikit heran. Padahal biasanya kalau Dokter yang masuk tidak perlu mengetuk pintu.
"Itu siapa Tuan, kenapa mengetuk pintu berulang kali" tanya Luna kepada Tuan Rizky yang sedang membantu Luna untuk minum obat.
"Entahlah aku juga tidak tau, sebentar aku bukakan pintu dulu."
Ceklek...
Suara pintu di buka oleh Tuan Rizky,dan dia sedikit terkejut tatkala melihat ada Vino disini bersama seorang Ibu.
"Vino..., ngapain kamu di sini" tanya Tuan Rizky sedikit heran.
"Rizky...,kamu juga ngapain ada di rumah sakit. Atau jangan-jangan Tante Nela sakit ya."
"Bukan Mama yang sakit,tapi pacarku. Oh iya kamu bersama dengan siapa ini."
" Apa...kamu sudah punya pacar, kenapa aku baru tau. Ini namanya Ibu Aminah,aku tidak sengaja menabraknya dan membawanya ke rumah sakit dan dia bilang kalau ada anaknya yang di rawat di rumah sakit atas nama Luna Puspitasari."
"Iya memang benar di kamar ini ada pasien atas nama Luna Puspitasari. Apakah Ibu ingin melihatnya" ucap Tuan Rizky sambil mempersilahkan Ibu Aminah untuk masuk.
Setelah Ibu Aminah masuk untuk memastikan anaknya atau bukan,Luna yang baru selesai minum obat terkejut saat melihat ada Ibunya di sini.
"Ibu...kenapa ibu ada di sini" tanya Luna saat di hadapan Ibunya.
"Ya ampun Luna anakku, kenapa kamu jadi begini. Apa kamu baik-baik saja" tangis Bu Aminah ketika melihat bagian atas kepala Luna di perban dan berlari mendekati Luna.
π
π
π
__ADS_1
jangan lupa like, vote, follow dan hadiah bunga atau kopinya juga nggakpapa ya π.
peluk hangat buat kalian semua βΊοΈβ€οΈ.