Luna Dan Rizky

Luna Dan Rizky
Mereka akan jujur?


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Luna sudah boleh pulang,setelah di rawat di rumah sakit selama 3 hari .


"Luna.., sebentar dokter akan kesini untuk memeriksa mu" ucap Mama Nela yang dari tadi malam menunggu Luna.


"Iya ma,tapi Rizky mana ya. Kenapa aku tidak melihatnya dari tadi pagi."


"Tadi dia bilang mau ke kantor, sama ke Cafe. Ada hal penting yang harus di selesaikan,jadi dia tidak sempat pamit,dan tidak tega membangunkanmu yang masih tertidur pulas."


Sementara Ibunya Luna ikut bersama Oma Wena tadi malam ke rumah Mama Nela,karena tidak mungkin juga Ibu Aminah pulang ke kontrakannya Luna, sementara dia saja baru awal datang ke Jakarta.


Ceklek... Pintu ruang rawat VIP di buka oleh Dokter yang menangani Luna.Kemudian Dokter mengecek keadaan Luna, setelah selesai, Dokter mulai memberi arahan dan sedikit saran.


"Nona Luna,hari ini anda sudah boleh pulang. Tetapi kondisi kesehatannya harus tetap di jaga selama seminggu kedepan, jangan terlalu lelah dan memikirkan banyak hal. Ini resep obatnya dan silahkan ke Depo Farmasi untuk menebusnya" ucap dokter sambil memberi saran dan arahan ketika sudah pulang ke rumah nantinya.


"Baik Dokter."


"Yasudah kalau begitu saya pergi dulu karena mau memeriksa pasien yang lain" Dokter yang menangani Luna pun langsung keluar.


"Mama ikut senang dengarnya, kalau kamu sudah boleh pulang hari ini"


"Iya aku juga senang Ma,akhirnya bisa keluar juga dari rumah sakit ini. Rasanya bosen tidur terus di sini,hehe."


Kemudian Mama Nela dan Luna membereskan barang-barang milik Luna,sambil menunggu sopir untuk menjemput mereka berdua.


Setelah selesai mengemasi barang-barang dan menebus obat, mereka pun akhirnya pulang menuju ke rumahnya Mama Nela.


Sekitar 40 menit, mereka juga sampai. Oma Wena yang mendengar seperti ada mobil berhenti di depan langsung melihat keluar siapa yang datang.


"Luna..., akhirnya kamu sudah sembuh juga" ucap Oma Wena dan langsung memeluk Luna dengan wajahnya yang begitu gembira. Di ikuti oleh Ibu Aminah yang baru juga keluar dan ingin melihat anaknya itu.


"Alhamdulillah Luna sudah boleh pulang hari ini" Ucap Ibu Aminah dan langsung memeluk Luna juga setelah Oma Wena.


"Iya Ma alhamdulillah,aku juga senang banget akhirnya juga sudah boleh pulang,ya walaupun harus butuh istirahat yang cukup bilang Dokter."


Kemudian Mama Nela mengajak semuanya untuk masuk,agar lebih enak ngobrolnya.


"Tapi tunggu Ma, barang-barang aku biar aja di luar,kan cuman sebentar aja disini."

__ADS_1


"Luna,Mama pengennya kamu tinggal bersama kita,agar kamu lebih banyak yang menjaga. Apalagi kan kamu harus banyak istirahat" ucap Mama Nela dan berharap Luna dan Ibunya mau tinggal bersama mereka.


"Terimakasih sebelumnya Ma,tapi aku sudah terlalu banyak ngerepotin kalian semua. Jadi aku dan Ibu,akan tinggal aja di kontrakanku."


"Tapi beneran nih kamu nggakpapa tinggal di kontrakan dengan kondisi kamu yang belum stabil."


"Nggakpapa Ma, lagian kan juga aku kemarin-kemarin sudah tinggal di kontrakan sendirian lagi."


"Yaudah kalau Luna tetap mau tinggal di kontrakan nggakpapa. Nanti kami akan sering-sering menjengukmu, mending sekarang kita masuk aja dulu untuk istirahat sebentar" ucap Oma Wena dan mengajak mereka semua untuk masuk.


Mereka semua pun langsung masuk ke dalam,sambil berbincang-bincang di ruang tamu dan menikmati jamuan yang telah di sediakan. Setelah beristirahat sejenak,Luna dan Ibunya lalu pamit untuk pulang ke kontrakan dan diantar oleh sopir yang telah diperintahkan oleh Oma Wena tadi.


Di dalam perjalanan,Luna dan Ibunya mengobrol dan melepas rindunya karena lama sudah tidak berjumpa.


"Ibu, tapi kenapa kemarin Ibu datang bersama sepupunya Tuan Rizky" tanya Luna dan sedikit heran, bagaimana bisa Ibunya kenal dengan Vino.


"Jadi Ibu pada saat perjalanan kesini, hampir saja tertabrak oleh mobilnya Vino. Karena Ibu tidak melihat kiri kanan saat menyebrang, terus Ibu diantar deh ke rumah sakit tempatmu di rawat."


"Andai Ibu tau cerita yang sebenarnya,pasti Ibu akan marah besar ke Vino" batin Luna sambil melamun melihat arah pintu jendela mobil.


"Maaf Mbak Luna,ini masuk gangnya belok ke kiri atau kanan ya" tanya sopir yang mengantar mereka berdua.


"Ya ampun Buk,aku hampir aja jantungan di buat kaget begini."


"Tuh,pak sopirnya tanya gangnya belok kanan atau kiri."


"Oh... Iya pak itu gangnya belok kanan ya."


"Baik Mbak."


2 menit kemudian setelah masuk gang, mereka pun sampai di kontrakan. Pak sopir yang bernama Pak Zaid itu ikut membantu menurunkan barang-barang milik Luna.


Setelah selesai menurunkan dan ikut membantu membawa masuk,Pak Zaid pun pamit untuk pulang kembali ke rumah Tuan Rizky.


Luna mulai mengenalkan tempat tinggalnya itu kepada Ibunya,dia bercerita memilih kontrakannya itu karena tempatnya nyaman dan tetangga kontrakannya juga ramah-ramah sekali.


"Wah enak juga ya tinggal disini, apakah Ibu boleh ikut bersamamu dan menemanimu tinggal disini Luna. Karena Ibu tidak tega meninggalkanmu sendirian disini."

__ADS_1


"Beneran Ibu mau tinggal bersamaku disini" ucap Luna dengan wajah yang antusias banget dan merasa senang jika Ibunya menemaninya disini.


"Iya Ibu akan tinggal disini,jika kamu mengizinkannya."


"Ya pasti aku mengizinkannya lah Buk,aku sangat senang kalau Ibu mau tinggal bersamaku disini. Daripada Ibu tinggal sendirian di kampung,kan kalau disini aku juga bisa merawat Ibu."


Tok...tok...tok... ,Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba suara pintu ada yang mengetuk.


"Sebentar ya,biar Ibu saja yang membukanya."


Ceklek... Pintu di buka dan ternyata yang datang adalah Tuan Rizky dengan menenteng buah-buahan dan paper bag yang sepertinya berisi makanan.


"Oalah ternyata nak Rizky to yang datang. Ayo sini masuk, Luna ada di dalam."


Tuan Rizky pun langsung masuk saat di persilahkan oleh Ibunya Luna.


"Ini ada sedikit buah-buahan dan makanan untuk Luna dan Ibu,mohon diterima ya" ucap Tuan Rizky dan memberikannya kepada Ibu Aminah.


"Haduh nak Rizky, kenapa repot-repot sekali membawakan kami makanan. Terimakasih ya sebelumnya,kalau begitu Ibu ke dapur dulu ya, kalian ngobrol-ngobrol aja dulu disini" ucap Ibu Aminah dan pergi meninggalkan mereka berdua di ruang tengah dan sedikit sempit.


"Sayang apa kamu sudah baik-baik saja" tanya Tuan Rizky yang langsung duduk di sebelah Luna dengan wajah khawatir.


Luna masih tidak menyangka kalau Tuan Rizky akan menjenguknya dan datang menghampiri di kontrakan.


"Bahkan pada saat tidak ada siapapun, Tuan Rizky masih memanggilku dengan sebutan sayang" batin Luna.


"Maaf Tuan,kan disini sudah tidak ada siapa-siapa, jadi Panggil saya dengan sebutan Luna saja."


"Eh... Iya maaf aku memanggilmu dengan sebutan sayang, takutnya nanti Ibu dengar."


"Tuan, lebih baik besok kita jujur saja kepada Oma, kalau kita ini tidak pacaran. Lihat saja Oma Wena dan Mama Nela, mereka percaya bahwa kita ini punya hubungan. Takutnya nanti akan menimbulkan masalah dan mereka akan kecewa bahwa kita telah membohongi mereka" ucap Luna dengan nada sedikit berbisik,agar Ibunya tidak mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Kita akan cari waktu yang pas, untuk mengatakan semua ini. Tapi tidak sekarang, lihatlah Oma dan Mama begitu sayang kepadamu, bahkan kalian baru beberapa hari saja ketemu tapi mereka sudah menyukaimu dan menganggap dirimu seperti anaknya sendiri."


πŸƒ


πŸƒ

__ADS_1


πŸƒ


Seperti biasa jangan lupa like, vote, follow dan hadiahnya ya ☺️❀️


__ADS_2