
"sini-sini duduk dulu, pasti kalian cape kan" Oma Wena.
Mama Nela dan papa Reza langsung duduk di sofa, tetapi tidak dengan Farel yang masih berdiam dimana tempat ia berdiri.
"Farel,kamu nggak duduk " tanya mama Nela.
"Nggak deh ma,aku langsung masuk ke kamar aja " Farel lalu masuk ke kamarnya dengan wajah yang sedikit berbeda seperti orang lagi patah hati.
" Ma, kenapa nggak bilang aku kalau pulang hari,kan aku bisa jemput mama sama papa di bandara" Tuan Rizky.
"Sudah nggakpapa,lagian juga tadi ada Farel yang jemput" mama Nela.
"Kenapa kalian mendadak begini" tanya Oma Wena.
"Hehe iya maaf ma, kami berdua sengaja,kemarin malam Farel nelpon bilangnya Rizky mau kenalin pasangannya dan mau di bawa ke rumah,jadi mama sama papa penasaran dong,eh ternyata betulan" mama Nela.
"Oh iya ma, kenalin ini pacar ku , sayang perkenalkan dirimu pada mama dan papa ku " Tuan Rizky.
" Hai om,tante, perkenalkan nama saya Luna" Luna.
" Wah namanya cantik sekali sama seperti orangnya, memang ya Rizky ini suka nya sama yang masih muda" mama Nela terkekeh.
"Iya dong ma,siapa dulu dong,Rizky gitu loh" jawab Tuan Rizky.
"Kamu sudah kerja atau masih kuliah " tanya papa Reza kepada Luna.
"Saya masih kuliah om,dan kebetulan juga saya sambil kerja di Cafe nya Rizky" Luna.
"Jadi kalian berdua saling kenal nya pada saat di Cafe" papa Reza.
"Iya om " Luna.
"Luna, sepertinya kamu memanggil kami jangan dengan sebutan om atau tante, panggil aja mama sama papa ya,anggap aja kita ini orang tua kamu juga " mama Nela.
"Iya Tante,eh maksudnya mama" jawab Luna terkekeh.
"Hei sudah-sudah , kalian berdua dari tadi mengintrogasi Luna terus, bagaimana kalau sekarang kita makan malam saja" ajak Oma Wena.
" Iya nih,mama sudah lapar dari tadi" mama Nela.
Mereka berlima pun lalu menuju meja makan tapi tidak dengan Farel yang masih di dalam kamar nya.
"Mana Farel,apa dia belum keluar dari kamar" tanya papa Reza.
" Seperti nya belum pa" Tuan Rizky.
"Sekarang panggil sana adikmu itu,Rizky" perintah mama Nela.
"Iya sebentar ma" Rizky pun langsung menuju kamar Farel yang berada di lantai atas.
Tok...tok...tok...
"Farel,ayo turun sudah waktu nya makan malam".
Hingga beberapa kali Tuan Rizky mengetuk pintu tapi tak ada jawaban.
"Kemana sih anak ini,eh pintu nya ternyata nggak di kunci, ya ampun tumben banget anak ini sudah tidur jam segini".
Tuan Rizky sedikit heran, nggak biasa nya Farel jam segini sudah tidur.
"Heh Farel bangun, tumben banget kamu jam segini sudah tidur" perintah Tuan Rizky sambil menggoyangkan tubuh Farel agar cepat bangun.
__ADS_1
"Apaan sih kak,aku masih ngantuk" Farel.
"Cepetan bangun dan turun ke bawah, sebelum ku siram pakai air " Tuan Rizky.
"Nah gitu sudah andalan nya ngancam terus adik nya" Farel lalu beranjak dari tempat tidur nya dan langsung turun ke bawah untuk bergabung bersama yang lain nya.
"Ayo Farel sini, cepat makan sama-sama biar tambah enak dan seru" ajak Oma Wena.
"Iya Oma" Jawab Farel dan langsung duduk di sebelah Oma nya.
"Ayo Lun, ambil aja apa yang kamu mau nggak usah malu-malu,anggap aja seperti rumah sendiri" mama Nela.
"Iya sayang ambil aja, yaudah sini aku ambilkan ya" Tuan Rizky lalu mengambil kan piring buat Luna.
"Emm nggak usah sayang,sini biar aku aja yang mengambil kan buat kamu" Luna.
"Duh so sweet banget sih kalian berdua ini,jadi pengen masa muda lagi ,iya nggak pa" mama Nela.
"Udah deh ma,ingat umur nggak usah minta so swet- so sweet tan juga" papa Reza.
"Farel kenapa menatap ku seperti itu ya" batin Luna yang sadar di perhatikan terus sama Farel.
" Sayang mau ini kah" tanya Tuan Rizky sambil menunjukkan ayam goreng tepung.
"Iya mau sayang" Luna.
"Malas banget deh liat kak Rizky sok perhatian sama Luna" batin Farel yang terlihat cemburu akan kemesraan Luna dan Tuan Rizky.
"Farel kok diam aja ,makanan nya nggak di makan" mama Nela.
"Aku nggak nafsu makan ma, rasa nya badan ku sakit semua,lelah hati,jiwa,batin, raga dan pikiran" Farel.
" Nggak usah sok tau deh kak,hari ini malas aku berdebat denganmu" Farel.
"Kalian ini mau makan atau mau debat" Oma Wena.
"Maaf Oma,tapi kak Rizky duluan yang mulai" Farel.
"Luna,tadi kamu bilang kamu kenal sama Farel ya" mama Nela.
"Iya ma, Farel itu teman se kampus aku, ya kan Farel" Luna.
"Iya benar ma apa yang di katakan sama Luna" Farel.
"Aku masih nggak nyangka, ternyata Farel adiknya Tuan Rizky" batin Luna.
"Sayang mau ini nggak,aku suapin ya" Tuan Rizky langsung mendekati Luna dan menyuapi nya.
"Makasih sayang" balas Luna dengan senyuman nya.
mereka berdua harus kelihatan tetap romantis di depan Oma Wena,mama Nela,papa Reza,dan juga Farel
" Kamu tinggal sama orang tua kamu ya" tanya mama Nela kepada Luna.
"Nggak ma,aku disini ngontrak" Luna.
" Orang tua kamu di mana" mama Nela.
"Ibu saya ada di kampung,dan kalau bapak sudah meninggal" jawab Luna dengan raut wajah yang sedih.
"Maaf ya Luna,mama nggak bermaksud buat mengingat kejadian yang membuatmu sedih" mama Nela.
__ADS_1
"Nggakpapa kok ma,aku sudah ikhlas atas kepergian bapak saya" Luna.
"Kamu gadis yang kuat mama tau itu, Rizky memang nggak salah mencari calon istri yang seperti Luna ini, rencananya kapan kalian akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius" tanya mama Nela
Tuan Rizky yang lagi mengunyah makanan nya seketika tersedak saat mendengar pertanyaan mama nya itu.
"Ini sayang minum dulu" Luna.
"Haduh mama ini kenapa nanya kapan ke jenjang yang lebih serius,Luna aja masih kuliah,pasti dia belum mau menikah,iya kan sayang" Tuan Rizky.
" Iya benar ma,apa yang di katakan sama Rizky" Luna.
"Kira-kira tinggal berapa semester kamu kuliahnya Lun" mama Nela.
" 1 semester lagi ma,tahun ini kayaknya sudah wisuda" Luna.
"Wah berarti bentar lagi dong,kalau sudah wisuda berarti siap kan menikah sama Rizky" Oma Wena.
" Oma sama mama ini sama aja,terus mendesak si Rizky buat cepat-cepat menikah" sela papa Reza.
"Mama,Oma,bahas tentang menikah nya nanti aja " Tuan Rizky.
" Yaudah deh iya, tapi jangan lama-lama ya,takut keburu Luna nya di ambil sama orang lain" jawab mama Nela sambil tertawa.
Setelah semua selesai makan, mereka langsung menuju ke ruang tamu untuk bersantai-santai, kecuali si Farel yang langsung masuk ke kamarnya.
"Oma,mama,papa, aku antar Luna pulang dulu ya, soalnya sudah larut malam" Tuan Rizky.
"Iya udah, hati-hati di jalan ya" mama Nela.
Luna pun langsung berpamitan kepada Oma Wena,mama Nela dan papa Reza dengan bersalaman sambil mencium tangan mereka.
"Hati-hati ya Luna,oiya kalau Rizky nakal,jewer aja telinga nya" ucap Oma Wena sambil tertawa.
"Hehe iya siap Oma" Luna.
"Kami pamit dulu ya,ma,pa,oma" Tuan Rizky.
Mereka berdua pun langsung masuk ke mobil dan pergi meninggalkan rumah Rizky.
"Tuan" panggil Luna saat mereka berdua sudah di mobil.
"Iya Luna, kenapa".
"Saya rasa, oma,sama mama papa nya Tuan menganggap kalau kita ini benar-benar pacaran".
"Ya nggakpapa dong malah bagus itu, berarti kan aku nggak akan di jodohin sama anak dari temannya Oma itu".
"Tapi mereka tadi sudah membahas tentang menikah,ini bisa-bisa urusannya lebih panjang Tuan".
"Kamu tenang saja Lun, aku akan mencari cara nanti".
Tidak terasa mereka berdua telah sampai di kontrakannya Luna, setelah Tuan Rizky mengantar Luna,ia langsung pamit pulang.
🍃
🍃
🍃
seperti biasa jangan lupa like vote dan follow ya 😍❤️
__ADS_1