
Hari ini adalah hari pertemuan Luna dengan Oma Wena.
"Oh iya aku kan nggak punya nomor nya Luna, mungkin si Davin tau " Tuan Rizky pun langsung menelpon Sekretaris Davin.
"Hallo Tuan Rizky,tumben Tuan menelpon saya pagi-pagi seperti ini " tanya Sekretaris Davin.
"Aku mau minta nomor nya Luna,pasti kamu punya kan ".
"Saya tidak punya Tuan,tapi sebentar saya coba tanya dulu ke teman nya Luna ".
"Ya saya tunggu, secepatnya bila bisa ".
Kemudian sekretaris Davin langsung mengechat Rara teman dekatnya Luna.
"Itu Tuan, nomornya Luna sudah saya kirim lewat chat ".
"Oke thanks ".
"Sama-sama Tuan ".
Tuan Rizky langsung mematikan ponselnya dan sekarang ingin menelpon Luna.
Dret...dret...dret... Suara ponsel Luna berbunyi.
"Nomor siapa sih ini, nelpon pagi-pagi begini,mana nomornya nggak di kenal lagi,atau jangan-jangan penipu,hih jadi takut "waktu panggilan sekali Luna hanya mengabaikannya tetapi ponselnya berbunyi lagi.
"Hallo ini siapa sih pagi-pagi begini sudah nelpon,atau jangan-jangan kamu penipu ya" terdengar suara Luna sedikit keras.
"Hallo Lun,ini aku Rizky bukan penipu".
"Ya ampun ini Tuan Rizky, maaf-maaf Tuan tadi saya kira penipu karena nelpon berulang kali,ada hal penting kah Tuan".
"Saya hanya ingin memberitahu kamu,kalau hari ini kamu tidak usah berangkat kerja ke Cafe".
"Loh tapi kenapa Tuan".
"Karena kamu nanti malam mau ketemu sama Oma,jadi hari ini kamu libur dulu dan istirahat sejenak biar nggak cape".
"Ternyata Tuan Rizky perhatian juga ya sama aku,eh ya ampun Luna kamu itu jangan baper deh,ini juga kan karena perjanjian itu" batin Luna.
"Baiklah kalau gitu Tuan, saya akan mengikuti perintah Tuan Rizky".
"Sore nanti kamu saya jemput sekitar jam 17:00 , Jangan lupa pakai dress dan heels yang sudah saya berikan kemarin".
" Siap Tuan".
Setelah selesai berbicara,Tuan Rizky langsung mengakhiri obrolan itu.
Bagi Luna berdiam diri di kontrakannya sehari saja rasanya sudah tidak betah, apalagi di tambah dia tidak masuk kuliah hari ini karena dosen yang mengajar lagi sakit, Luna berpikir untuk keluar membeli makanan karena hari ini dia tidak memasak.
"Mending aku jalan-jalan keluar aja daripada bosen, nunggu Tuan Rizky juga masih lama nanti sore".
Kemudian Luna keluar dan mengunci pintu kontrakannya itu, ketika Luna membalikkan badan alangkah terkejutnya saat melihat Vino sudah ada di depan matanya.
"Vino".
"Hai Luna,apa kabar" sapa Vino.
"Mau ngapain kamu kesini, sekarang pergi dari sini atau aku teriak" usir Luna dengan nada sedikit marah.
"Luna ku mohon,aku mau bicara sama kamu baik-baik".
"Nggak ada yang harus di bicarakan".
saat Luna ingin masuk lagi ke dalam kontrakannya,Vino langsung memegang tangan Luna dan mencegahnya untuk masuk.
"Luna ku mohon dengerin penjelasan dari aku, aku minta maaf atas kejadian waktu itu,aku benar-benar merasa bersalah sama kamu".
"Sudah lah Vino, bahkan aku sudah ingin melupakan kejadian itu tapi kamu malah mengingat-ingat nya kembali".
"Luna, aku akan bertanggung jawab atas dirimu, kalaupun kamu mengizinkan aku untuk menikahi kamu,aku siap kok" Vino langsung meraih kedua tangan Luna.
"Tapi kenapa, kenapa kamu melakukan itu sama aku".
"Aku terpaksa melakukan itu, karena aku mencintaimu Luna,aku takut kehilangan kamu".
"Maaf Vino,cinta nggak bisa di paksakan,kamu nggak bisa maksa aku untuk mencintai kamu,jadi aku mohon kamu pergi dari sini".
" Tapi Luna".
__ADS_1
"Sekali lagi aku mohon kamu pergi dari sini" Luna langsung melepas tangannya dari genggaman Vino.
"Baiklah kalau itu mau kamu,aku akan pergi, tapi terimalah ini" Vino langsung memberikan sebuah paper bag kecil untuk Luna.
"Ku rasa kamu tidak perlu repot-repot" tolak Luna.
"Terimalah Luna,anggap saja ini permintaan maaf ku ke kamu"
Vino lalu memberikan paper bag kecil itu di tangan Luna.
"Yasudah kalau begitu aku pamit pergi".
Luna hanya diam tak menjawab,paper bag yang telah di beri Vino dia masukkan ke dalam kontrakannya.
setelah kepergian Vino, Luna langsung bergegas pergi untuk membeli makanan.
"Gara-gara Vino datang kesini,aku jadi lapar begini" gerutu Luna sendiri saat di jalan.
"Bang, nasi gorengnya satu,di bungkus ya" pas sampai di tempat yang dia tuju,Luna langsung memesan makanan favoritnya.
"Oke siap mbak Luna" kata penjual nasgor itu.
"Wah enak banget itu es campur sama sate ayamnya,aku jadi ngiler dan kepengen begini ya" batin Luna saat melihat ada penjual lain di sebelahnya.
"Mbak Luna,ini nasi gorengnya sudah siap".
"Oh iya bang, jadi berapa".
"Jadi sepuluh ribu mbak".
"Oke mas ini uangnya".
Setelah itu Luna membeli es campur dan sate ayam yang ada di sebelah penjual nasi goreng itu.
"Bang, es campurnya satu ya,sama sate ayamnya satu porsi tapi di bungkus ya".
"Oke mbak , tunggu sebentar ya".
Saat Luna sedang menunggu pesanannya,dia melihat mobil Farel, tapi sepertinya ada dua orang lainnya di dalam mobil itu.
"Masa sih itu Farel, mungkin aku salah liat k.ali" batin Luna.
"Iya bang jadi berapa semuanya".
"Es campurnya sepuluh ribu, terus sate ayamnya dua belas ribu,jadi totalnya semua dua puluh dua ribu mbak".
"Ini bang uangnya, ambil aja kembaliannya" Luna menyodorkan uang dua puluh lima ribu.
"Makasih ya mbak".
"Iya sama-sama".
Luna lalu pulang ke kontrakannya dengan berjalan kaki karena tempatnya juga tidak terlalu jauh.
"Huh cape juga ya jalan sini situ padahal" sesampainya Luna di kontrakan.Tanpa menunggu lama Luna langsung melahap semua makanan yang sudah dia beli tadi tanpa sisa, entahlah akhir-akhir ini nafsu makannya jadi bertambah, setelah selesai makan ia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Jam sudah menunjukkan pukul 16:25,Luna sudah siap menunggu Tuan Rizky di depan kontrakannya.
"Tuan Rizky mana ya kok belum datang-datang,pegel banget rasanya pake heels kayak gini".
Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti tepat di depan kontrakannya,Tuan Rizky datang dengan berbalut kemeja warna putih dan celana hitam.
Luna yang melihat kehadiran Tuan Rizky langsung terpesona oleh ketampanannya.
" Ya ampun Tuan Rizky ganteng banget" batin Luna.
Begitu juga sebaliknya,Tuan Rizky kagum akan kecantikan Luna yang terlihat berbeda hari ini dengan mengenakan dress berwarna hijau pastel dan heels berwarna hitam.
"Luna , apakah kamu sudah siap" tanya Tuan Rizky.
"Sudah Tuan".
"Ayo kalau gitu kita berangkat" Tuan Rizky langsung membukakan pintu mobil buat Luna.
"Terimakasih Tuan".
Setelah itu Tuan Rizky mengitari mobil dan masuk.
"Oiya Luna,aku lupa bilang ke kamu".
__ADS_1
"Bilang apa Tuan".
"Kalau aku itu punya adik cowok dan ya dia itu sedikit bawel,jadi kalau dia tanya macam-macam nggak usah di jawab".
"Iya Tuan".
"Kita akan mampir ke salon kecantikan dulu untuk merias wajahmu".
"Tapi apakah itu tidak berlebihan Tuan, saya sudah nyaman dengan dandanan seperti ini yang sederhana".
"Baiklah kalau begitu,kalau itu mau kamu".
"Apa masih jauh Tuan".
"Tidak, sebentar lagi kita sampai".
5 menit kemudian, mereka berdua sampai juga di rumah Tuan Rizky,rumah yang sangat megah dan mewah,Luna hanya tercengang dan tak bisa berkata-kata apalagi karena melihat rumah yang segitu besarnya.
"Ayo kita masuk" ajak Tuan Rizky sambil menggandeng tangan Luna
"Eh iya Tuan".
"Maaf ya aku memegang tanganmu seperti ini agar Oma percaya kalau kita itu pacaran, jangan lupa panggil aku dengan sebutan sayang saat di hadapan Oma".
"Iya Tuan".
"Seperti mimpi nggak sih ini, kenapa jantungku berdebar dengan sangat kencang saat berada di samping Tuan Rizky" batin Luna.
" ### Hai Oma" sapa Tuan Rizky kepada Oma nya yang sedang merapikan vas bunga.
" Hai Rizky,eh kamu sudah datang ya , waduh pacar kamu cantik banget sih" Oma Wena.
"Hehe Oma bisa aja" jawab Luna dengan sedikit tersipu malu.
" Iya dong Oma, pilihan Rizky itu nggak pernah salah" Tuan Rizky.
" Kamu bisa aja Rizky, yaudah ayo-ayo duduk dulu" Oma Wena.
"Kenalin Oma dia pacar aku namanya Luna" Tuan Rizky.
"Hai Oma kenalin aku Luna" Luna langsung mencium tangan Oma Wena.
"Emang Rizky ini nggak salah pilih pacar, sudah cantik,baik ,sopan lagi" Oma Wena.
"Padahal aku tidak menyuruh dia untuk mencium tangan Oma,tapi dia melakukannya tanpa ku suruh, memang Luna ini gadis yang baik" batin Tuan Rizky.
Ketika mereka berdua sedang berbincang-bincang dengan Oma Wena, terdengar ada suara mobil yang datang.
"Oma,itu suara mobil siapa" Tuan Rizky
"Entahlah,Oma juga nggak tau" Oma Wena.
Beberapa menit kemudian, ada yang datang ,eh ternyata eh ternyata yang datang itu si Farel bersama mama papa nya.
"Hai semuanya...." belum sempat Farel melanjutkan kata-katanya,dia kaget melihat Luna ada di rumahnya.
"Farel" Luna.
"Luna,kok kamu ada di sini" tanya Farel.
"Jadi kalian berdua saling kenal" tanya Tuan Rizky.
Luna dan Farel mengangguk bersamaan.
"Loh Reza sama Nela kok nggak bilang-bilang kalau pulang hari ini" Oma Wena.
"Iya ma soalnya kan kita berdua mau kasih surprise buat Rizky sama mama" papa Reza.
🍃
🍃
HAI...KEMOLEN💗
Hai semua nantikan kelanjutannya di part selanjutnya ya 🙏☺️
jangan lupa like, vote dan follow author receh ini 🤣
follow ig: @zarayerrinfianita
__ADS_1
semoga suka 🤗❤️