Maafkan Aku Alya

Maafkan Aku Alya
bab 10


__ADS_3

Sean menunggu Alya di depan komplek karena Alya yang minta semalam lewat pesan . Alya tak ingin ibunya tahu jika dirinya di jemput oleh Sean.


Tak berapa lama Sean melihat seorang gadis berseragam SMA datang menghampirinya. Senyuman manis terpancar dari wajah tampan Sean melihat sang pujaan hati datang menghampirinya.


"Pagi cantik...."


"Pagi kak"


"Ayo buruan naik biar g terjebak macet nanti dan sini aku pakaikan helm dulu." Sean memasangkan helm di kepala Alya. Jarak mereka yang begitu dekat membuat jantung Sean dag dig dug tak bisa di pungkiri wajah Alya begitu cantik menurut Sean.


Mereka berangkat menuju SMA PELITA sepanjang perjalanan Alya dipaksa untuk memeluk Sean karena tangan Alya selalu di genggam oleh Sean.


"Kak kalau bawa motor yang benar, aku g mau kita jatuh nantinya."


"Ini sudah benar Alya cantik."


"Benar dari mananya? Kamu cuma pakai satu tangan aja lho kak "


"Makanya kamu jangan tarik tangan kamu. Biar aku g harus pegangin tangan kamu dan aku fokus bawa motornya, aku mau kamu peluk aku sampai tempat tujuan. "


"Iya deh iya. Sekarang kakak fokus berkendara aku akan seperti ini terus sampai tujuan."


"Good girl."


Sean tersenyum puas bisa dipeluk oleh Alya sepanjang perjalanan sampai di sekolah.


"Pulang sekolah nanti aku jemput ya Al." ucap Sean saat Alya turun dari motor


"Tidak usah Kak." ucap Alya menghadap Sean


"Aku tidak menerima penolakan cantik."


"Dasar cowok pemaksa."


"Itu kamu tahu, jadi jangan menolak."


"Menolak pun percuma karena Kakak cowok pemaksa." ucap Alya sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal


"hahahaha kamu lucu sekali Al, saat kamu kesal seperti itu."

__ADS_1


"Tau ah gelap. Bye." ucap Alya berlalu pergi masuk ke dalam sekolah meninggalkan Sean di depan gerbang. Sean hanya bisa tersenyum melihat punggung Alya semakin menjauh.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah mengantar Alya sampai ke sekolah Sean langsung melajukan motornya menuju tempat berkumpulnya dengan anggota black dragon. Hari ini mereka berkumpul karena akan membahas masalah touring ke kota S dan mereka juga akan menyusun semua acara disana. Acara seperti ini sering dilakukan oleh geng motornya bahkan bisa rutin sebulan sekali mereka mengadakan acara seperti ini. Sesampainya disana semua anggota ternyata sudah berkumpul bersama dan ada juga para cewek yang ikut.


"Semua sudah berkumpul di markas Sean, agenda kegiatan besok di kota S apa saja?." tanya Derel


"Aku sebagai ketua mengikuti apa saja yang akan kalian lakukan selama itu bisa membuat kalian senang dan tentunya jangan sampai kegiatan itu berujung berurusan dengan kepolisian. " ucap Sean


"Kalau begitu kita sewa villa saja di kota S dan setelah itu kita main di pantai. Bagaimana apa kalian setuju?."


"Wah itu ide yang bagus. Kalau aku sih setuju." ucap Haikal


"Ya kami setuju." sahut semua anggota black dragon


Sean yang melihat Melani duduk sendirian berinisiatif untuk menghampiri.


"Sendiri aja Mel?" ucap Sean saat berada di dekat Melani


"Iya nih, soalnya si Winda g bisa ikut." ucap Melani tersenyum ke arah Sean


"kebetulan sudah tadi di warung pinggir jalan sebelum ke sini."


"Mel, aku perhatikan kamu semakin hari semakin cantik aja sih. Buat aku terpesona deh "


"Masak si? Pasti bohong kan kamu."ucap Melani dengan muka bersemu merah karena mendapat pujian dari laki-laki yang di kagumi nya selama ini.


"Beneran Mel buat apa aku bohong sih, Mel ikut aku yuk ke sana kita ngobrol berdua saja. Niar g ada yg ganggu."


"Oke."


Mereka berdua menuju tempat paling pojok berduaan di sudut ruangan, di sana Sean melancarkan aksinya untuk merayu Melani. Dari memuji Melani hingga mengeluarkan gombalannya untuk membuat Melani luluh dan ternyata usaha Sean berhasil karena Sean tahu jika Melani memiliki rasa terhadapnya. Namun Sean selalu acuh terhadap Melani berbeda dengan hari ini entah kenapa Sean merasa ingin mencicipi tubuh Melani. Sean mengajak Melani untuk pergi dari markas dan Sean bilang kepada salah satu temannya jika ia akan ikut apapun acaranya nanti.


Sean membawa Melani menuju hotel terdekat mereka berdua masuk ke salah satu kamar yang sudah dipesan oleh Sean.


"Mel kamu itu cantik banget hari ini, kenapa aku baru sadar ya Mel akan kecantikan kamu." ucap Sean memegang wajah Melani dan mengusapnya.


"Sean jangan muji aku terus aku bisa meleleh nanti."

__ADS_1


"Oh ya."


Tanpa banyak kata lagi Sean langsung mencium bibir Melani m****** bibir itu lebih dalam lagi.


"Mel aku ingin hal yang lebih dari ini, apa kamu mau melakukan dengan ku?"


"Lakukan lah Sean."


Mendapatkan lampu hijau dari Melani Sean tak ingin membuang waktu lag. Sean langsung melakukan penyatuan.


Sean membayangkan sedang melakukannya dengan Alya, Sedangkan Melani merasa senang akhirnya bisa bersama Sean. Namun Melani tak tahu jika ia hanya digunakan Sean sebagai alat, agar imajinasi Sean terhadap Alya bisa dia lakukan walaupun bukan dengan Alya langsung. Setidaknya Sean masih bisa merasakan nikmat itu dengan membayang wajah Alya. Gila memang hal ini namun Sean tak perduli baginya ia bisa mendapatkan apa yang ia mau saat ini.


"Sean lebih keras lagi"


"Iya"


"Aku mau keluar Sean." ucap Melani


"Kita sama-sama keluar cantik." ucap Sean


Sean merebahkan tubuhnya di sofa untuk meredakan capeknya. Melani memeluk tubuh Sean dari belakang.


"Kenapa Mel?"


"Aku hanya ingin memelukmu."


"Benarkah." ucap Sean sambil memutar tubuhnya untuk berhadapan dengan Melani. Sean kembali mencium bibir Melani.


"Kamu ternyata liar juga Mel." ucap Sean


"Kamu baru tahu ya, ini belum seberapa Sean."


"Kalau begitu buktikan padaku Mel, tunjukkan semua kenakalan mu padaku cantik." ucap Sean.


"Tentu."


Mereka melakukan hal itu sampai berulang kali dengan berbagai macam gaya bahkan bunyi telepon milik Melani tak membuat mereka terusik bahkan semakin asik untuk mencapai surga dunia bersama.


Kegiatan itu berhenti saat Sean menyadari sudah waktunya untuk menjemput Alya. Sean langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelahnya Sean pergi meninggalkan Melani dengan alasan ada urusan. Melani yang sudah lemas diatas ranjang karena mencapai klimaksnya berkali kali membiarkan Sean pergi begitu saja tanpa banyak protes sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2