Maafkan Aku Alya

Maafkan Aku Alya
bab 14


__ADS_3

Hati Sean bahagia karena cintanya tak bertepuk sebelah tangan, tak sia-sia Sean melakukan penyamaran jadi tukang ojek untuk bisa dekat dengan Alya.


Sekarang Sean tinggal meluluhkan Alya agar mau melakukan hubungan badan dengan Sean. Jujur Sean sudah sangat penasaran bagaimana bercinta dengan Alya, bayangan tubuh Alya yang seksi ada di bawah Kungkungannya selalu membuat imajinasi Sean menggila. Contohnya saat ini hanya membayangkan hal itu si boy milik Sean sudah tegak berdiri Sean langsung pergi ke tempat Siska untuk menjinakkan si boy.


Sampai di rumah Siska Sean langsung mengetuk pintu rumah dan tak berapa lama Siska keluar.


"Sean."


"Hai Sis, aku mau mengajak mu jalan apa bisa?"


"Tumben kamu ajak aku jalan pasti ada udang di balik batu?"


"Hehehe iya, aku butuh partner apa kamu bisa pergi bersama ku? Nanti sebagai imbalannya seperti biasa aku akan kasih kamu sesuatu bagaimana?"


"Emmm tak masalah, sebentar aku ganti baju dulu kamu duduk dulu sambil nunggu aku atau mau aku ambilkan minum?"


"G usah deh sin karena aku sudah g tahan nih mending kamu buruan deh."


"Baiklah. Sesuai permintaan mu."


Siska masuk ke dalam untuk Menganti baju sedangkan Sean menunggu sambil berbalas pesan dengan Alya, Sean melihat galeri fotonya disana ada foto Sean bersama dengan Alya dan di foto itu Alya terlihat cantik dan imut saat memeluk dirinya.


"G sabar rasanya aku ingin segera merasakan tubuh indah mu Al, dan akan ku pastikan aku akan segera mendapatkannya."


Rumah Siska memang sepi karena Ibu Siska sedang bekerja sedang sang ayah entah ada dimana karena sejak Siska berusia 5tahun Siska sudah tak bertemu dengan sang ayah. Sulitnya perekonomian membuat Siska mencari jalan pintas mengunakan tubuhnya, asal bisa dapat uang dan kepuasan Siska mau melakukannya dengan siapa saja dan kapan saja asal sama sama mau.


"Ayo Se, aku sudah siap."


"Oke." ucap Sean setelah selesai dengan ponselnya.

__ADS_1


Mereka langsung menuju hotel terdekat untuk cek in, sesampainya di kamar hotel sean langsung mencium bibir Siska dengan kasar. Nafsu yang di tahannya sejak tadi membuat Sean tak sabaran ingin segera melakukan penyatuannya.


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Alya senyum-senyum sendiri di dalam kamar mengingat jika dia dan Sean sudah jadian. Alya tersenyum melihat cincin di jari manisnya. Sepulang dari danau Sean mengajak Alya untuk mampir ke toko perhiasan disana Sean memilih sebuah cincin sepasang, Sean langsung memakaikan di jari manis Alya. Sean berkata jika cincin itu sebagai simbol hubungan mereka tak lupa Sean juga membelikan kalung cantik untuk Alya, tak tanggung-tanggung Sean mengeluarkan sejumlah uang yang lumayan banyak untuk Alya sehingga membuat Alya menjadi tak enak hati dengan semua itu. Namun Sean berkata kepada Alya jika semua itu tak seberapa dibandingkan dengan Alya sang kekasih.


Alya memegang kalung pemberian sean di kalung itu terdapat bandul berbentuk hati yang menandakan jika hati Sean sudah diberikan untuk Alya dan Sean meminta Alya menjaga kalung itu dengan baik seperti Alya menjaga hatinya untuk Sean


Tok Tok


"Masuk" ucap Alya menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu.


"Makan malam dulu sayang." ucap Bu Salma setelah membuka pintu.


"Iya bu" Alya beranjak dari ranjang lalu menghampiri sang ibu. Bu Salma yang melihat kalung di leher sang putri langsung bertanya tentang kalung itu.


"Ini aku tadi baru beli bu "


"Dapat uang dari mana sayang? Ibu yakin harga kalung ini mahal sayang dan ini pasti emas asli."


"Emm, aku menabung bu dan selama ini aku kan juga menulis online bu. Jadi dapat gaji tiap bulan dari karya tulisan ku bu"ucap Alya sedikit gugup takut ibunya tahu jika dia berbohong


"Beneran kan yang kamu ucapkan? Ibu g mau kamu melakukan hal yang aneh-aneh sayang. Cukup kamu menurut dengan orang tua dan berprestasi itu sudah cukup untuk ibu dan ayah"


"Ibu tenang saja Alya tidak akan mengecewakan ibu dan ayah."


"Syukurlah jika kamu masih memikirkan kamu nak selaku orang tua mu, ya sudah ayo kita makan dulu kebetulan ayah sudah menunggu di meja makan."


"Iya bu, ayo kita ke sana aku sudah lapar sekali."

__ADS_1


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


"Sean, siapa Alya sebenarnya? " tanya Siska dengan duduk di ranjang sambil menutup tubuhnya dengan selimut.


"Kamu tak perlu tahu Sis, cukup kamu layani aku dan tak usah kepo."


"Aku hanya ingin tahu Sean, karena setiap kamu mencapai pelepasan nama itu yang selalu kamu ucapkan. Sepenting apakah wanita itu dalam hidup mu sehingga selalu kau ucap namanya"


"Aku tekankan pada mu jangan kepo dengan urusan pribadi ku."


"Sean aku hanya ingin tahu saja, kenapa kamu tak melakukannya dengan wanita yang selalu kamu ucapkan namanya itu dan kenapa malah kamu datang kepada ku untuk di puaskan. Sebenarnya kamu anggap aku ini apa Sean?"


"Seandainya aku bisa melakukannya dengan Alya tak mungkin aku mencari mu, dan untuk pertanyaan mu tadi. Aku menganggap mu pemuasku saja dan tak lebih dari itu."


''Apa tak ada sedikitpun rasa di hatimu untukku Sean? Bahkan kapan pun kamu meminta untuk di puaskan aku selalu ada untuk mu."


"Kamu seharusnya tahu aku seperti apa Sis, bukan kamu kenal aku sudah lama? Untuk hubungan antara kita ini adalah hubungan simbiosis saling menguntungkan. Kamu butuh uang untuk gaya hidup mu dan aku butuh di puaskan. Impas bukan? Lalu kamu mau minta seperti apa?"


"Setidaknya ada sedikit rasa untuk ku."


"jangan terlalu berharap Sis, kamu pasti tahu seberapa brengseknya aku dan tak perlu ku jelaskan pasti kamu tahu"


"Sean aku hanya...."


"Jangan terlalu berharap karena kamu pasti akan kecewa nantinya."


Selesai mengunakan bajunya Sean langsung keluar dari kamar hotel dengan perasaan kesal karena Siska yang berharap lebih darinya. Sean akan mulai menghindari Siska karena tak ingin Siska yang berharap lebih padanya.


🩷🩷🩷🩷🩷

__ADS_1


__ADS_2