Maafkan Aku Alya

Maafkan Aku Alya
bab 15


__ADS_3

Bu Salma dan Pak Reza kedua orang tua Alya hari ini harus terbang ke kota S untuk menghindari syukuran rumah baru dari Fahri putra angkatnya. Dulu Pak Reza dan Bu Salma tinggal di kota S mereka bertetangga dengan Fahri dan sang Ibu. Fahri kecil hidup penuh dengan kesusahan waktu itu karena Ibunya yang sakit-sakitan dan sang ayah sudah meninggal sehingga membuat Pak Reza mengangkat Fahri menjadi putranya di saat mereka belum memiliki anak. Semua kebutuhan Fahri di tanggung oleh Pak Reza dari sekolah, makan sehari-hari sampai untuk berobat sang ibu. Pak Reza dan Bu Salma begitu menyayangi Fahri. Saat Pak Reza harus pindah ke ibu kota karena pekerjaan beliau sempat mengajak Fahri untuk ikut namun Fahri tak mau dan memilih tinggal di kontrakkan karena dia sudah kelas 3 SMA dan Fahri ingin selalu mendoakan ibunya juga membersihkan makam sang Ibu jika Fahri ada waktu. Pak Reza tak memaksa Fahri, beliau setiap bulan selalu mengirimkan uang untuk kebutuhan Fahri.


Fahri mampu meneruskan pendidikan sampai Perguruan tinggi juga berkat bantuan Pak Reza. Saat ini Fahri sudah berhasil menjadi kepala produksi di pabrik tekstil, dari kerja kerasnya Fahri akhirnya mampu membeli sebuah rumah untuk dirinya tinggal di sebuah kompleks ternama di kota S.


Pak Reza dan Bu Salma langsung di sambut oleh Fahri di bandara.


"Ayah, Ibu. Bagaimana dengan penerbangannya? Pasti ayah dan ibu capek, sekarang lebih baik kita langsung pulang ke rumah biar ayah dan ibu bisa istirahat. Ngomong-ngomong Alya tidak ikut ya yah"


"Tidak Nak, Adikmu itu sedang ada tes di sekolah jadi tak bisa ikut"


"Ya... sayang sekali padahal Fahri rindu sama Adik aku yang cerewet itu, sudah seperti apa sekarang? Lama tak jumpa dengan Alya."


"Kapan-kapan jika kamu ada waktu luang mainlah ke ibukota biar bisa bertemu dengan Adikmu."


"Akan Fahri usaha yah."


mereka menuju parkiran untuk menuju kediaman Fahri yang baru.


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Saat masuk ke dalam kelas Alya langsung duduk di tempat duduknya melihat hal itu Raisa datang menghampirinya.


"Pagi Al." ucap Raisa duduk di bangku depan meja Alya.


"Pagi juga Sa."


"Sepertinya hubungan antara kamu dan laki-laki yang bernama Sean itu semakin hari semakin dekat, apa kalian sudah jadian?"


"Kenapa kamu bahas hal ini sa, bukankah itu urusan pribadi ku? Dan pasti kamu tahu soal privasi kan?"


"Iya Al aku tahu, maaf bukannya aku ingin ikut campur soal urusan pribadi mu cuman sebagai seorang teman aku hanya ingin mengingatkan kamu saja Al. Aku g mau kamu sampai sakit hati nantinya, itu aja dan g lebih. Sekali lagi maaf jika aku lancang. "


"Terimakasih Sa untuk perhatian mu kepada ku, tapi kamu tenang saja aku pastikan bisa jaga diri jadi kamu g perlu khawatir. Cukup doakan yang terbaik untuk ku"


"Doa ku selalu untuk mu Al, semoga kamu selalu bahagia"


"Terimakasih untuk doanya. Kamu memang teman yang terbaik. "


"Kamu juga Al teman terbaik ku."

__ADS_1


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Geng motor black dragon sedang mengadakan acara untuk nanti malam di restoran ternama karena nanti malam adalah ulang tahun Tama. Sean akan mengajak Alya ke acara ulang tahun Tama karena Sean tahu jika orang tua Alya tak di rumah, Sean tahu hal itu dari Alya tadi pagi karena keadaan rumah yang sepi membuat Sean bertanya kepada Alya.


Di sebuah butik ternama Sean membelikan gaun pesta untuk Alya warna putih. Gaun yg sederhana namun terlihat elegan tak lupa Sean juga membeli kemeja dengan warna senada. Malam ini Sean akan memberi tahu semua anggota black dragon siapa kekasihnya sekarang.


Ponsel Sean berbunyi dan ternyata dari sang mama.


"Hallo, ada apa Ma?"


"Sayang kamu kok gitu bicaranya saat Mama telepon? Apa kamu g suka ya kalau Mama telepon?"


"Bukan begitu Ma, maaf jika aku ada salah. Mama apa kabar di sana?"


"Mama dan papa di sini baik-baik saja sayang, kamu sendiri apa kabar sayang?


"Aku juga baik Ma, ngomong-ngomong kapan Mama sama Papa apa pulang? Apa kalian tak merindukan ku?"


"Mama sangat rindu sayang tapi maaf Mama dan Papa belum bisa pulang sayang karena pekerjaan Papa belum bisa di tinggalkan, nanti kalau sudah selesai kami akan segera pulang sayang."


"Iya Ma Sean tahu kok jika Mama dan Papa sibuk, Sean sudah terbiasa ."


"Maaf ma Sean ada urusan, Sean tutup teleponnya "


Tuttt tutttt


Sambungan telepon di putuskan sepihak oleh Sean tanpa ingin mendengar ucapan sang Mama.


"Selalu saja beralasan. Mungkin memang aku tak berarti untuk mereka dan bagi mereka harta adalah yang paling utama dari pada aku"


Sebenarnya Sean cukup sedih akan kondisinya yang jauh dari ke dua orang tua bahkan mereka terkadang melupakan keberadaan sean. Sejak usia Sean 14 tahun Sean sering di tinggal oleh sang mama yang selalu ikut papanya pergi ke luar negeri.


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Pulang sekolah Alya menunggu Sean di depan gerbang, Sean tadi sudah memberi tahu jika akan telat menjemput karena ada urusan dan meminta untuk Alya menunggunya sebentar saja.


Tak berapa lama Sean datang dengan motor sport merahnya dan tak mengunakan jaket tukang ojek melainkan jaket kulit, penampilan Sean saat ini benar-benar keren membuat Alya semakin terpesona.


"Maaf sayang membuat kamu menunggu."

__ADS_1


"Tak apa kak, toh tak lama juga aku nunggu nya."


"Ayo naik aku antar pulang sayang."


"Iya."


Sean lalu membantu memasangkan helm di kepala Alya dan setelah itu mereka meninggalkan sekolah menuju rumah Alya.


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Sampai di rumah Alya Sean lalu mengeluarkan paper bag dari dalam tasnya dan menyerahkan kepada Alya.


"Apa ini Kak?"


"Itu baju sayang, nanti malam kamu pakai ya"


"Emang mau kemana Kak? Emm kayaknya g bisa deh Kak"


"Kenapa tak bisa sayang? Bukankah ortu kamu tidak di rumah? Sekali-kali boleh lah keluar malam ya.. Ya please "


"Tapi.."


"Aku janji kita pulang g terlalu malam, aku mohon sayang kamu mau ikut. Masak tega aku pergi ke acara ulang tahun sahabat, aku sendirian."


"Oke deh aku mau ikut tapi janji ya pulangnya g malam banget."


"Oke sayang, jangan lupa dandan cantik ya. Entar jam 8 malam aku jemput"


"Oke."


"Aku pulang dulu ya sayang, kamu langsung istirahat aja ya jangan lupa kunci pintu. Jangan sembarang bukain pintu untuk orang yang tidak di kenal."


"Iya Kak, hati-hati ya di jalan."


"I love you. "


Alya hanya tersenyum merespon ucapan Sean, Alya masih malu jika harus membalas ucapan Sean walau dalam hati berkata


"I love you to."

__ADS_1


Alya langsung masuk ke dalam rumah setelah Sean pergi tak lupa Alya langsung mengunci pintu rumah. Berjalan menuju kamar untuk beristirahat.


__ADS_2