
Sampai di kota Sean mengantarkan Ingrid pulang ke kosannya.
"G mampir dulu Sean."
"Emang boleh?"
"Tentu saja boleh, ayo kos ku ada di lantai atas."
"Iya ayo."
Sean memarkirkan motornya di teras depan lalu mengikuti Ingrid berjalan menuju ke kosannya tiba di depan kos Ingrid membuka pintu mempersilahkan masuk. Tempat kos Ingrid begitu bersih dan rapi maklumlah kosan itu satu bulanya harganya lebih dari 2jutaan. Ingrid melepas bajunya tanpa rasa malu sedikit pun terhadap Sean, melihat hal itu Sean menghampiri Ingrid langsung mencium bibir Ingrid me***** bibir Ingrid dan memperdalam ciumannya. Sean seakan tak puas dengan itu langsung mengarah Ingrid ke ranjang, Ingrid yang hanya mengenakan cd dan bra membuat Sean mudah melancarkan aksinya hingga mereka melakukan penyatuan kembali di kosan Ingrid. Kamar itu menjadi saksi betapa liarnya mereka saat bercinta. Sean benar-benar ingin memberikan kesan terakhir yang begitu indah untuk Ingrid.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Puas dengan permainannya Sean bergegas pergi dari kosan Ingrid menuju markasnya disana sudah ada teman-temannya satu geng motor. Sean duduk di antara teman-temannya yang sedang main kartu
"Kemana aja ini satu Minggu full g kelihatan?"
"Ya biasalah ada urusan."
"Pasti urusan cewek, ya kan?"
"Kata siapa? Ya g lah."
"Udahlah Sean g usah bohong kali, tu di leher kamu aja ada bekas ******. Cewek yang mana lagi ini? "
"S**l, Ingrid malah memberikan tanda di leherku. Kan jadi ketahuan kan kalau aku habis bercinta." gumam Sean dalam hati
"Ada deh mau tahu aja, btw kapan balapan nya di adakan?" ucap Sean sambil memakan kacang.
__ADS_1
"Besok malam di tempat biasa."
"Hadiahnya?"
"Uang 5 juta."
"Kalau begitu aku akan ikut kalau menang bisa kita buat pesta."
"Oke nanti aku akan bilang ke geng motor sebelah."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sean sekarang berada di depan sekolah Alya Sean sengaja menjemput Alya sekalian membelikan boneka tadi untuk kado Alya hari ini. Semua siswa siswi SMA keluar karena mereka sudah pulang, Sean melihat Alya keluar dengan salah satu temannya Sean langsung menghampiri dengan motor sport nya
"Hai cantik."sapa Sean saat berada di depan Alya
"Kak Sean. "
"Maaf kak aku g bisa, aku mau pulang bareng teman ku naik angkot."
"Ayolah aku sudah jauh-jauh datang kemari masak di tolak si."
"Al sudah sana naik kasihan lho Kakaknya udah datang jemput kamu."
"Tapi Rai kamu bagaimana?"
"Udah kamu tenang aja g usah mikirin aku, kan di depan aku bisa naik angkot. Kasihan tu kakak ganteng nungguin kamu."
"Baiklah kalau begitu aku duluan, kamu beneran g papa aku tinggal?"
__ADS_1
"Beneran g papa, sudah sana."
"Iya iya aku pulang dulu bye Raisa."
"Bye Al, hati-hati ya. Kak jangan ngebut ya, titip sahabat ku "
"Oke" sahut Sean memberikan helm kepada alya
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sean mampir dulu ke taman untuk memberikan kado yang dibawanya tadi kepada Alya. Saat menerima bungkusan kado kening Alya menyerengit heran karena setahunya hari ini bukan hari ulang tahunnya Sean mengatakan jika kado itu ia berikan sebagai tanda pertemanan diantara mereka. Alya lalu membuka kado itu dan mendapati boneka beruang berwarna pink yang cantik dan lucu. Alya merasa senang mendapatkan hadiah itu.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Alya dan Sean akhirnya meninggalkan taman menuju rumah Alya setelah mereka tadi bercanda tertawa bersama, Sean merasa Alya begitu lucu juga mengemaskan Sean semakin jatuh cinta kepada Alya. Sikap Alya yang bisa menempatkan dirinya di mana ia berada juga sifat pembawaannya yang kadang seperti anak kecil dan kadang dewasa membuat Sean merasa bahagia saat berada di dekat Alya
"Aku masuk dulu ya kak, hati-hati di jalan kak dan sekali lagi makasih buat kadonya."
"Iya sama-sama aku pulang ya, bye"
"Bye" Alya melambaikan tangannya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Dika kembali ke Indonesia bersama sang putra, Dika memutuskan untuk menetap di Indonesia sekarang karena Dika merasa kehampaan saat berada di luar negeri jauh dari keluar apalagi setelah kepergian istri cantiknya 3 tahun yang lalu saat itu Darrel baru berusia satu tahun. Nafa meninggal karena penyakitnya yang baru di ketahui setelah beberapa hari sebelum kepergiannya.
Dika memutuskan untuk tinggal di rumahnya yang dulu di tempati bersama sang istri, Dika ingin mengenang masa indahnya bersama Nafa.
Dika menghubungi Sean untuk memberitahu kalau mereka sudah tiba di Indonesia dengan selamat, Sean begitu bahagia mengetahui jika Dika dan Darrel kembali ke Indonesia. Tak menunggu lama Sean bergegas menuju rumah Dika yang menyisakan banyak kenangannya bersama Nafa, di rumah itu Sean kerap kali melakukan hubungan s*** bersama Nafa saat Dika sedang pergi bekerja. Bahkan Sean juga menginap disana sengaja ingin bersama dengan Nafa saat tengah malam, Nafa selalu mencampur obat tidur di minuman Dika saat ingin tidur jadi memuluskan aksi mereka saat bercinta. Mereka berdua memang gila hanya karena nafsu semata. Namun Sean tak bisa membohongi dirinya jika Nafa begitu pintar memuaskannya hingga Sean ketagihan. Dika sama sekali tak menaruh curiga dengan Nafa dan Sean karena Dika begitu percaya kepada mereka.
__ADS_1
Sean sudah berada di depan rumah yang begitu banyak kenangan untuknya, memarkirkan motornya lalu masuk kedalam untuk menemui Dika juga Darrel.
"Uncle."