
Sean menunggu Alya di depan sekolah, kali ini Sean berharap Alya mau mendengar penjelasannya. Baru kali ini Sean dibuat pusing dengan urusan wanita, bagi Sean hilang satu datang seribu namun kali ini berbeda dengan Alya. Sean merasa sakit hatinya bila mengingat Alya memutuskannya, bahkan harga dirinya seolah diremehkan oleh Alya. Maka dari itu Sean bertekad untuk mendapatkan Alya kembali. Sean tak ingin orang lain tahu jika ia sudah di putuskan oleh Alya. Mau di taruh dimana mukanya, masak seorang ketua geng bahkan ketua mafia harus kalah dalam urusan cinta, ini g boleh terjadi.
Bel berbunyi menandakan bahwa jam pelajaran sekolah sudah selesai, semua siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang. Alya menuju parkiran bersama dengan Raisa mereka akan pulang bersama hari ini. Sean melihat Alya pulang bersama temannya, langsung melajukan motornya mengikuti Alya. Saat bisa sejajar dengan motor Raisa Sean berbicara dengan Alya
"Al tolong berhenti sebentar ada yang mau aku bicarakan sama kamu."
"Aku g mau Kak."
"Please Al kali ini aja."
"Aku bilang g mau ya g mau Kak. Dan g usah maksa."
"Al sebentar saja. "
"Sa bisa lebih cepat g? Aku g mau lihat muka laki-laki ini."
"Oke."
Raisa langsung menambah kecepatan motornya sehingga terjadilah kejar-kejaran di antara mereka. Saat di lampu merah Raisa menambahkan kecepatan lagi agar bisa terhindar dari lampu merah dan sialnya Sean malah terjebak dengan lampu merah sehingga membuatnya harus berhenti di lampu merah untuk mengikuti rambu-rambu lalulintas.
"Aghhh" umpat Sean meluapkan emosinya karena hanya dapat melihat Alya semakin menjauh darinya. Saat lampu sudah hijau Sean coba mengejar Alya namun sayang Sean sudah kehilangan jejak mereka yang entah pergi kemana.
🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Alya tidak langsung pulang kerumahnya tapi dia pergi ke rumah Raisa terlebih dahulu agar tak bertemu dengan Sean. Alya yakin jika Sean pasti menunggunya di rumah dan entah hal apa yang akan di lakukan oleh laki-laki itu sekarang saat tahu Alya tidak di rumah. Sebenarnya Alya takut jika Sean nekat memberi tahu kepada orang tuanya mengenai hubungan mereka namun Alya sudah memiliki alasan jika Sean mengatakan yang sebenarnya kepada kedua orang tuanya. Alya akan meminta bantuan Raisa untuk mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa laki-laki itu sebenarnya mencintai Alya namun karena cintanya di tolak sehingga nekat berbicara seperti itu kepada mereka. Alya yakin jika kedua orang tuanya lebih percaya terhadap Raisa mengingat Raisa teman dekatnya.
"Al kamu sudah minta izin kepada Ibu mu belum? Jika kamu sekarang ada di rumah ku sekarang."
"Sudah Sa, aku sudah bilang sama Ibu jika aku sedang belajar di tempat mu."
"Oh yasudah kalau kamu sudah izin. Aku g mau nanti kamu kena marah jika tak meminta izin dulu pada Tante Salma "
"Kamu tenang saja sa, aku sudah izin kok."
Indra yang baru saja pulang dari rumah Amel melihat Raisa dengan Alya sedang menonton film di ruang keluarga. Indra berinisiatif untuk menghampiri mereka.
__ADS_1
"Eh ada Alya ternyata, sudah dari tadi Al" tanya Indra basa-basi.
"Iya Kak."
"Sudah di ajak makan belum Dek temennya?"
"Sudah Kak, tadi minta si mbok bikinkan ayam goreng sambal terasi."
"Ya sudah kalau sudah di ajak makan. Ngomong-ngomong ayamnya masih g Dek?"
"Masih kak di meja makan, sana kakak makan dulu, paling tadi di luar juga belum makan kan?"
"Iya kamu tahu aja kalau kakak belum makan, kamu yang nyantai ya Al anggap rumah sendiri. "
"Iya Kak."
"Sudah sana menjauh dari sini, mataku sakit lihat wajah Kakak yang jelek itu. Hahaha berrcannndaaa"
"Dasar Adik g ada akhlak bisa-bisanya ngatain Kakaknya jelek. "
"Kamu itu lho Sa, sama kakak sendiri jangan begitu. "ucap Alya menasehati karena sedari tadi hanya menyimak obrolan kakak beradik itu.
Indra pergi menuju dapur untuk makan karena ia merasa sangat lapar apalagi tenaganya sudah terkuras gara-gara main kuda-kudaan dengan Amel tadi dirumahnya.
🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Sean menunggu di sekitar rumah Alya berharap jika Alya akan segera kembali. Sebenarnya Sean sudah masuk ke dalam dan bertanya kepada ibunya Alya tentang keberadaan Alya namun sang ibu bilang jika Alya tidak di rumah dan sedang belajar di rumah temannya. Sean akhirnya memutuskan untuk menunggu Alya di depan rumah namun sudah 1 jam lebih Alya belum juga pulang membuat Sean jenuh dan emosi akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumah Alya.
Sean menuju markas dan di sana ada Tama, Hans, Derel dan yang lainnya. Sean ingin istirahat di kamar namun sayang kamar itu sedang di pakai oleh Viky dan Clara sehingga membuat Sean mengurungkan niatnya. Sean duduk dengan wajah yang muram tak seperti biasanya.
"Kamu kenapa Se? Apa ada masalah? Jika ada masalah cerita sama kita siapa tahu kita bisa bantu." tanya Tama.
"Nggak ada, cuman lagi bete aja. Cewek gue ngambek g berhenti-henti buat gue bingung aja." jawab Sean.
"Ya elah kirain ada apa, tumben elo merespon sikap cewek lo. Padahal biasanya juga tidak." ucap Hans menimpali.
__ADS_1
"Udah deh g usah banyak cingcong kalian, aku tambah pusing dan jangan salahkan gue jika nanti gue marah trus gue ajak berantem kalian." sahut Sean sedikit emosi.
"Iya deh iya, kita bakalan diem. "
"Tam Carikan lawan untuk aku ajak tanding malam ini taruhannya uang 10jt."
"Oke. Aku Carikan sekarang. "
"Wah bakal seru ini kita ada balapan entar malam."
"Bilang ke mereka jika kita balapan di sirkuit bukan di jalanan. "
"Tumben?. " tanya Derel
"Gue g mau dapat masalah malam ini, karena menurut informasi entar malam ada operasi razia di jalanan."
"Oh pantesan."
Ponsel Sean berbunyi dan di ponsel itu terpampang nama Grace yang sedang menghubunginya. Sean malas untuk mengangkat panggilan tersebut lalu mengrijek panggilan itu. Sean sudah pusing dengan masalah Alya dan g mau bertambah pusing dengan ocehan Grace soal kandasnya hubungan mereka.
"Tumben g kamu angkat padahal dari seorang wanita? kan biasanya langsung gercep jika soal wanita" tanya Hans yang juga melihat nama yang tertera di layar ponsel sean
"Lagi malas" sahut sean
"Wah ternyata seorang Sean punya rasa malas juga terhadap wanita, apa semua ini ada hubungannya dengan kekasih kamu? Tanya Derel.
"Sudah deh jangan banyak omong." ucap Sean dengan sedikit emosi.
"Diam Rel." timpal Tama
"Oke deh oke. Gue diem. "
Mereka semua diam dan melihat ke arah Sean yang sedang menutup matanya. Dari wajahnya terlihat sekali jika Sean benar-benar lagi galau. Apalagi di dukung dengan penampilannya sekarang yang sedikit acak-acakan.
🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
__ADS_1